Beranda / Romansa / Babysitter Milik Sugar Daddy / Bab 9 Permainan Kaca dan Paranoia

Share

Bab 9 Permainan Kaca dan Paranoia

Penulis: Ria Nenda28
last update Tanggal publikasi: 2026-09-14 05:53:21

Pintu berderit pelan saat aku memutar knopnya. Belum sempat aku membuka sepenuhnya, Rebecca sudah mendorong pintu itu dengan kasar hingga bahuku terbentur dinding. Wanita itu melangkah masuk bak penguasa, membawa serta aroma alkohol mahal dan parfum menyengat yang membuat udara di kamarku yang sempit terasa semakin mencekik.

Matanya yang berhias riasan tebal menatapku dengan kebencian yang menyala-nyala. Tanpa basa-basi, ia melemparkan sebuah amplop cokelat tebal ke atas kasur tipisku. Tumpukan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 85 Tangis Pertama dan Tunduknya Sang Tiran

    Cahaya putih dari lampu bedah non bayangan menyorot tajam, menyilaukan pandanganku yang mulai buram oleh titik-titik keringat. Suara lengkingan elektrokardiogram berdenging ritmis di tengah ruangan beraroma steril itu, bersaing dengan deru napasku yang terputus-putus. Gelombang kontraksi kembali menghantam perut bagian bawahku seperti godam besi, memaksaku melontarkan lenguhan kesakitan yang tak lagi bisa kutahan.Di sampingku, Sebastian berdiri bagai dewa kehancuran yang terperangkap dalam keputusasaan murni. Jas mewahnya telah dibuang entah kemana, sementara kemeja hitamnya basah oleh peluhku. Tangan besarnya merengkuh erat sebelah tanganku, menautkan jemari kami hingga buku-buku jarinya memutih."Nyonya Steel, pembukaan sudah maksimal," ujar Dokter Albert, sang obstetrikus kepala yang didatangkan dari Berlin, dengan suara sedikit bergetar. Beroperasi di bawah tatapan mata obsidian yang memancarkan ancaman pembunuhan membuat pria paruh baya itu bermandi peluh. "Pada hitungan ketiga,

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 84 Protokol Pewaris dan Kerapuhan Sang Kaisar

    Dua bulan telah berlalu sejak meja pualam di Sky-Lounge itu menjadi saksi kejatuhan Baron Volkov. Di usia kehamilanku yang kini menginjak tiga puluh delapan minggu, dunia luar serasa berhenti berputar. Setidaknya, itulah realitas yang dipaksakan oleh suamiku.Seluruh sayap timur kediaman utama Steel telah dialihfungsikan secara radikal. Ruang galeri seni dan kamar tamu disulap menjadi fasilitas medis bersalin dan Neonatal Intensive Care Unit yang melampaui standar rumah sakit kepresidenan manapun di dunia. Tiga dokter spesialis obstetri dan ginekologi terbaik dari benua Eropa diterbangkan secara khusus dan diwajibkan menetap di paviliun khusus tamu di bawah pengawasan bersenjata selama dua puluh empat jam penuh.Bagi kaisar iblisku, kelahiran ini bukanlah peristiwa medis biasa, melainkan operasi perlindungan berskala maksimal.Siang itu, hujan lebat mengguyur Jakarta, mengetuk kaca jendela berlapis plat balistik di kamar kami. Aku duduk bersandar di atas tumpukan bantal beludru, memba

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 83 Tinta Digital dan Simfoni Silencer

    Baron Volkov menjatuhkan tubuh besarnya ke atas kursi kulit di seberang mejaku. Jas bulu mink-nya menebarkan aroma cerutu Rusia dan hawa dingin jalanan. Ia menyeringai meremehkan saat melihat tidak ada pasukan bersenjata yang berjaga di dalam ruangan berlapis marmer ini, hanya aku dan Sebastian, ditemani lampu-lampu Jakarta yang berkedip di balik kaca panoramik."Kau kehilangan sisi buasmu, Kaisar," kekeh Volkov sambil menyandarkan sikunya di atas meja. Mata abu-abunya melirik perutku dengan cemoohan terang-terangan. "Cinta dan keluarga membuat pria menjadi lunak. Sepuluh tahun lalu, kau akan meratakan organisasiku. Sekarang? Kau mengundangku minum anggur untuk meminta perdamaian demi ketenangan rahim istrimu."Aku merasakan otot paha Sebastian menegang di balik kain celananya saat tangannya di bawah meja semakin erat menggenggam jemariku. Urat di punggung tangannya menonjol. Pria ini sedang menahan diri agar tidak memisahkan kepala Volkov dari lehernya detik itu juga demi menjalankan

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 82 Taktik Sang Ratu dan Pesta Berbisa

    Usia kandunganku telah memasuki bulan ketujuh. Lekuk perutku kini membusung jelas di balik gaun rajut sutra hitam berbahan elastis yang memeluk tubuhku. Meski kehamilan ini membuat napasku lebih cepat memburu dan langkahku terasa lebih berat, aku tak pernah membiarkan otakku beristirahat dari papan catur global yang kini kami kuasai.Di depan cermin vertikal di ruang ganti utama, aku menatap pantulan diriku. Sepasang lengan kokoh yang dihiasi kemeja gelap tiba-tiba melingkar di atas perutku. Sebastian menyandarkan dagunya di bahuku, matanya yang setajam belati mengawasi dari pantulan cermin. Telapak tangannya merengkuh perutku dengan kehati-hatian layaknya ia sedang memegang bola kaca paling rapuh di semesta."Leon bilang kau meminta arsip sirkulasi perbankan Eropa Timur pagi ini, Friska." Suara bariton Sebastian memecah keheningan dengan teguran protektif yang tertahan. Ia mengecup pelan garis rahangku. "Aku sudah menyingkirkan pengacak sinyal agar kau bisa sedikit terhibur, tapi buk

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 81 Tiran Penjaga Denyut Nadi

    Sebastian terdiam cukup lama hingga hembusan napas kasarnya menyapu permukaan kulit perutku. Di bawah siraman cahaya fajar keemasan, kaisar berdarah dingin yang baru saja membantai saudara kembarnya ini kini menempelkan telinganya ke rahimku, mencari detak kehidupan yang masih terlalu kecil untuk didengar. Tangan besarnya memeluk pinggulku seolah aku adalah pualam kaca yang akan hancur hanya oleh tarikan napas."Seorang pewaris," bisiknya dengan suara serak yang bergetar. Perlahan, ia mendongak. Mata obsidian yang biasa memancarkan aura kematian itu kini dipenuhi kekaguman yang nyaris menyerupai kepatuhan absolut. "Satu-satunya darah yang akan kuakui di dunia ini. Sesuatu yang murni, Friska ... terlahir darimu, bukan dari kegelapan masa lalu ayahku."Aku menyisir rambut tebalnya dengan jemariku, tersenyum menahan haru. "Dia akan memiliki mata hitam sepertimu, Sebastian. Dan jiwa sekuat dirimu."Alih-alih membalas ucapanku, Sebastian tiba-tiba bangkit, merengkuh tubuhku, dan menghantam

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 80 Ritual Pualam dan Tahta Masa Depan

    Sangkar elevator berderit pelan, membawa kami naik menjauh dari pekatnya bau kematian dan darah yang menggenangi Sektor Omega. Kegelapan masa lalu tertinggal di bawah tanah, membeku selamanya bersama mayat pria bermata safir yang tak akan pernah lagi melihat fajar.Begitu pintu elevator terbuka di lantai dasar mansion, Leon dan pasukan bayangan yang bersiaga segera menunduk hormat dengan kepatuhan."Tutup akses lift kargo ini secara permanen," titah Sebastian, suaranya tak menyiratkan sedikitpun keraguan atau duka. Tangannya tak lepas mengusap pinggangku sebagai bentuk perlindungan. "Bakar sisa-sisa jasadnya di sana. Lalu cor seluruh ruang katakombe itu dengan semen berlapis baja. Biarkan sejarah kelam keluarga ini terkubur tanpa nisan untuk selama-lamanya.""Perintah dilaksanakan, Tuan Besar!" jawab Leon lantang.Sebastian tak membuang waktu sedetikpun. Pria itu menggendongku melewati koridor demi koridor yang membisu, lalu menaiki tangga pualam menuju benteng teraman di rumah ini, k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status