LOGINTernyata benar kata Novi, dia melihat bahwa calon suaminya itu berselingkuh dengan kakak tirinya! **** Kini Melinda Agasta Sakira sedang berada di ambang pintu, melihat kemesraan yang seharusnya tidak seharusnya dia lihat sama sekali! Linda benar-benar menyesal atas penerimaan terhadap perjodohan itu! Namun, Linda harus menerimanya dengan lapang dada, karena alasannya Irpan telah menyelamatkan ibunya dari detik-detik dia hendak mati! Namun, Linda tidak akan tinggal diam! Dia juga akan membalas dendam terhadap Irpan Sagara!
View More"Kamu tidak gugup, kan, Sayang?" tanya Irpan saat mengajak Linda makan bersama keluarganya.Di dalam hati, Linda sangat kesal. Kemarin, Irpan berbagi pelukan dengan Keisya di atas ranjang, sekarang, dia terlihat biasa saja. Dasar laki-laki, pikir Linda."Gugup? Mengapa? Tenang saja," balas Linda dengan ramah.Linda juga merasa ingin bermain-main dengan Irpan. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya diinginkan Irpan yang tidak mau melepaskannya, tetapi justru memilih berselingkuh dengan Keisya."Hanya ada kakek dan Om Riyan. Kamu kenal, kan? Atasan kamu di kantor," ucap Irpan."Hmm, kenal," jawab Linda. Bagaimana tidak kenal, bahkan dia pernah barmain di atas ranjang bersama Riyan. Tiba-tiba, Linda menahan tawa saat membayangkan bertemu bosnya. Bagaimana nanti? Semoga Linda bisa menahan tawa."Ayo, Sayang," ajak Irpan.Irpan membimbing Linda ke meja makan, dengan cekatan menarik kursi untuk Linda duduk."Terima kasih," ucap Linda.Saat Linda duduk, Riyan masuk ke ruang makan diikuti oleh k
"Eh, jangan bilang leher Riyan merah itu karena ulahmu, Linda? Kamu kan yang tidur bersama Riyan semalam, benar kan?" desak Davin. Respon dari Linda dan Riyan sangat berbeda. Riyan terlihat gelagapan, sementara Linda selalu tersenyum cerah. "Minumlah, Linda!" ucap Riyan. "Pak Davin, jangan bercanda. Pak Riyan itu kan omnya dari pacarku. Jadi sangat mustahil baginya untuk melakukan hal kotor yang seperti itu terhadapku, bukan begitu, Pak?" goda Linda, membuat Riyan mengeraskan rahangnya. "Iya ya, benar juga," ucap Davin. "Sekarang, mari kita bahas proyek di Medan. Pak Davin, mungkin harga bahan baku bisa diturunkan sedikit untuk kepentingan perusahaan kami, bagaimana?" lanjut Linda sambil memegang gelas anggur di tangan kanannya. "Jika itu yang diinginkan Linda, tentu saja," balas Davin. "Bersulang..." "Cheers..." Setelah itu Davin dan Linda sama-sama meneguk anggur yang ada di tangannya masing-masing. Sementara Riyan hanya terdiam, memperhatikan Linda yang terus m
Setelah seharian bekerja keras, saatnya bagi Linda untuk pulang. Perempuan itu ingin meregangkan ototnya yang terasa sangat lelah. Riyan memberikannya pekerjaan yang sangat melelahkan. Ceklek.. "Oh, ternyata masih ingat rumah juga ya kau! Anak haram?" Saat membuka pintu rumah, suara Keisya langsung terdengar, membuat Linda kesal. "Kemarin kau kemana aja kok gak pulang ke rumah si? Apa Jagan jangan kau jadi pelacur, ya?" tuduh Keisya dengan garang. Linda tertawa sambil meremehkan. Dia merasa kesal dengan kakak tirinya. Apakah Keisya tidak ngaca gitu? "Mau pulang atau tidak, itu bukan urusanmu!" ucap Linda membuat Keisya tidak percaya. "Linda!" Linda kembali tertawa, lalu menyentuh tanda merah di rahang Keisya. "Seharusnya aku yang bertanya, kemana saja kau semalam, hah? Apa jangan-jangan kau lah yang sedang melakukan hal yang tidak pantas!?" "Ish!" Keisya menyentak tangan Linda. "Jaga ucapmu!" "Linda!" Linda menghela nafas saat melihat Sandra, ibu Keisya, turun ta
Pagi ini, Linda merasa segar, suasana kantor juga terasa sejuk setelah hujan lebat semalam. "Huh, seger banget ya udara hari ini." Gumamnya. Menjadi sekretaris dan bekerja di Veteris group mungkin merupakan impian bagi banyak orang. Perusahaan ini memiliki reputasi internasional dan disertai dengan gaji yang lumayan tinggi, menjadikan tempat ini incaran banyak orang. Linda beruntung, hampir lima tahun menjadi sekretaris Riyan, CEO Veteris group, tanpa pernah mengalami masalah. "Pagi, Bu Linda," sapa seorang karyawan saat berpapasan di lobi. "Pagi, Indah." "Selamat pagi, Bu Linda. Ini ada kiriman bunga dari pacar Anda," ucap Laura, resepsionis yang biasanya memberikan pesan dari Irpan. "Pacar Anda benar-benar sangat romantis ya." Linda hanya tersenyum, mengambil buket bunga putih yang Irpan titipkan. "Oh ya, Bu, nanti ada pertemuan antara Pak Riyan dengan Pak Anton. Tolong atur jadwalnya, ya," kata Laura. "Dan ini laporan keuangan beberapa bulan lalu yang diminta sama Pa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.