로그인Hari itu, Harris menerobos tujuh lapis pengepungan sendirian. Tubuhnya terus dipenuhi luka, tetapi langkahnya tidak pernah berhenti. Pedangnya bergerak tanpa ampun, membelah tubuh demi tubuh di sepanjang jalur yang dilaluinya.Mayat bertumpuk di mana-mana. Darah mengalir menuruni lereng pegunungan hingga tanah berubah merah gelap. Bau amis memenuhi udara, sementara jeritan dan suara benturan senjata bercampur menjadi satu kekacauan yang mengerikan.Tidak ada seorang pun yang masih berani memandang rendah Harris. Di mata mereka, pria itu sudah bukan manusia lagi. Ia seperti monster yang terus berjalan di tengah lautan darah sambil membawa kematian ke mana pun langkahnya bergerak.Semakin lama pertempuran berlangsung, semakin banyak orang mulai kehilangan keberanian. Tangan mereka gemetar saat memegang senjata, napas menjadi kacau, dan rasa takut perlahan menghancurkan mental mereka.Tidak ada yang ingin maju lebih dulu, tidak ada yang ingin menjadi mayat berikutnya.Hingga pada akhirny
Sejak saat itu, Ardian hidup dalam ketakutan. Tetapi seiring waktu, kekuatannya meningkat drastis setelah menguasai Segel Tanpa Wujud. Kepercayaan dirinya tumbuh, dan pada akhirnya ia memilih mengambil langkah pertama. Ia memutuskan membunuh Evelyn.Ardian kemudian mengumpulkan banyak ahli dunia kultivasi dengan alasan membasmi dua iblis besar yang mengacaukan dunia kultivasi. Para kultivator datang, kultivator sesat juga datang. Semua orang ingin membunuh Harris dan Evelyn.Hari itu, lebih dari seratus ahli berkumpul dalam satu pengepungan, termasuk puluhan master kelas atas. Pertempuran berlangsung sangat brutal. Langit dipenuhi darah, reruntuhan, dan aura pembunuh. Namun pada akhirnya, jumlah mereka terlalu banyak.Di tengah pengepungan itu, Ardian menemukan celah dan melepaskan serangan mematikan ke arah Harris. Dan Evelyn memilih melindunginya. Tubuhnya bergerak tanpa ragu sedikit pun, langsung berdiri di depan Harris tepat saat serangan itu datang.Serangan Ardian menembus dada
Meski begitu, harga yang dibayar pihak lawan juga sangat besar. Banyak ahli tewas di tangannya.Sejak hari itu, nama Evelyn Ardena mulai ditakuti. Berbagai sekte besar menjulukinya sebagai penyihir sesat, lalu bersama-sama mengeluarkan perintah perburuan terhadapnya.Namun Evelyn tidak berhenti. Ia terus memburu Ardian sambil mencari segala cara untuk menghidupkan kembali Rudolf. Ia ingin membangkitkan adiknya, dan pada akhirnya ia bertemu Harris.Saat itu Harris juga sudah berubah. Setelah membalas dendam atas kematian orang-orang terdekatnya, ia mulai mencari metode untuk membangkitkan kembali Sera, ibunya, dan Keira.Walaupun kultivasinya saat itu baru berada di pertengahan Fase Fondasi, kekuatan tempurnya sudah jauh melampaui tahapan tersebut berkat Teknik Asal Semesta dan Kitab Agung Resonansi Cakra yang ia kuasai.Pengetahuannya mengenai teknik kebangkitan bahkan melampaui banyak para master tua. Karena itulah Harris dan Evelyn akhirnya bekerja sama. Mereka sama-sama kehilangan
Entah kenapa, perasaan aneh tiba-tiba muncul di hatinya, seolah ada sesuatu yang sangat penting baru saja disentuh.Ia segera melanjutkan pertanyaannya. “Teknik apa?”Rudolf tidak terlalu memikirkannya dan menjawab dengan nada santai. “Segel Tanpa Wujud.”“Apa? Segel Tanpa Wujud?”Begitu mendengar nama teknik itu, tatapan Harris langsung berubah. Pupil matanya menyusut tajam, sementara gelombang emosi yang kuat muncul di wajahnya.Rudolf sedikit terkejut melihat reaksinya. “Benar,” jawabnya pelan. “Memangnya ada masalah?”Namun Harris tidak langsung menjawab. Pikirannya bergerak cepat, menyusun kembali potongan-potongan kejadian yang selama ini terlupakan. Dan beberapa detik kemudian, semuanya akhirnya tersambung.Ia ingat di kehidupan sebelumnya, Rudolf mati karena memperebutkan Segel Tanpa Wujud. Dan tempat kematiannya adalah Kota Puspadana tepat hari ini.Tatapan Harris perlahan bergeser, lalu berhenti pada pria berjubah hitam yang sejak tadi berdiri diam di sisi arena. Aura di tub
Senyum tipis muncul di bibirnya. “Rudolf, ada banyak hal yang belum kau ketahui. Aku dan kakakmu sudah saling mengenal sejak lama, dan aku pernah berjanji akan memberinya pernikahan paling megah. Sampai sekarang, aku tidak pernah melupakan janji itu.”Nada suaranya tenang, tetapi ada kerinduan yang samar di balik setiap kata.Saat mengingat wanita itu, ekspresi Harris tanpa sadar melunak. Potongan-potongan kenangan dari kehidupan sebelumnya kembali muncul di benaknya. Sosok Evelyn yang selalu berdiri di sisinya, berjalan bersamanya melewati dunia kultivasi yang penuh darah dan pengkhianatan.Melihat perubahan ekspresi itu, Rudolf justru mulai ragu. Sejujurnya, ia sama sekali tidak percaya dengan cerita Harris. Menurutnya, semua itu terdengar terlalu tidak masuk akal.Pernikahan?Hubungan dengan Evelyn?Itu hampir mustahil!Namun masalahnya, sorot mata Harris tidak terlihat seperti seseorang yang sedang berbohong. Cara pria itu menyebut nama Evelyn terasa terlalu alami, terlalu dalam,
Setelah mendengar perkataan Harris, Rudolf benar-benar tercengang. Tatapannya langsung berubah tajam, seolah berusaha memastikan apakah pria di depannya sedang bercanda atau memang tidak waras.Bagaimana mungkin orang ini mengenal kakaknya?Evelyn sudah memasuki Sekte Cakrawala Arunika sejak usia muda dan hampir tidak pernah turun gunung. Selain menjalani kultivasi tertutup, ia jarang berhubungan dengan dunia luar, apalagi dengan orang-orang dari dunia fana.Lalu dari mana pria ini mengenalnya?Rudolf mengerutkan kening, sorot matanya perlahan mendingin. “Siapa sebenarnya dirimu? Kenapa kau begitu memperhatikan kakakku? Jangan bilang kau punya niat aneh padanya.”Nada suaranya berubah berat, jelas dipenuhi kewaspadaan. Ia dan Evelyn tumbuh bersama sejak kecil, saling bergantung untuk bertahan hidup setelah kehilangan keluarga. Bagi Rudolf, kakaknya adalah satu-satunya orang terpenting di dunia ini, jadi dia tidak akan membiarkan siapa pun mendekatinya dengan maksud mencurigakan.Namun
Kayla langsung berdiri. “Jaga bicaramu!”Namun Arkan hanya tertawa sinis. “Menarik sekali. Perguruan Bela Diri Amethys sekarang sampai harus menjual harga diri demi pria seperti ini?”Mata Harris menyipit, udara di sekitar meja berubah.Wajah Nadira memucat. Urat di jemarinya menegang. “Aku tidak—”
Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya
Orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik dengan nada mengejek.“Langsung menantang Wakil Pemimpin Perguruan? Itu sama saja bunuh diri.”“Rama dan Damar memang sama-sama murid pindahan baru, tapi kekuatan Rama jauh lebih mengerikan. Dalam waktu singkat dia sudah jadi wakil Sentra Bela Diri Arkana
Namun Kayla tetap berdiri di tempatnya. “Aku tidak akan membiarkanmu maju.”Sikap keras kepala Kayla membuat kepala Harris Gunawan terasa berdenyut. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud buruk. Bahkan, mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Justru karena itulah Harris berada dalam dilema, ia tak mun







