แชร์

Bab 257

ผู้เขียน: Skyy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-24 23:13:09

Rudolf menatap buku itu beberapa saat sebelum akhirnya menggeleng pelan. “Aku tidak bisa menerimanya,” ucapnya serius. “Kau mendapatkannya dengan kemampuanmu sendiri.”

Mendengar jawaban itu, mata Harris sedikit berbinar. Sikap keras kepala Rudolf ternyata benar-benar mirip Evelyn.

“Anggap saja hadiah dari kakak iparmu,” kata Harris sambil tersenyum tipis. “Wajar kalau aku memberimu sesuatu saat pertama kali bertemu.”

Rudolf langsung mengernyit. “Aku belum mengakuimu sebagai kakak ipar,” balasny
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 260

    Mata Evelyn langsung melebar, ketenangan dingin yang selama ini melekat pada dirinya runtuh begitu saja. “Apa?”Ia benar-benar terkejut.Evelyn masuk ke Sekte Cakrawala Arunika sejak usia dua belas tahun dan hampir tidak pernah turun gunung. Bahkan hubungannya dengan dunia sekuler sangat minim.Jadi bagaimana mungkin dia tiba-tiba memiliki tunangan?Valencia mengamati reaksinya beberapa saat sebelum kembali bertanya dengan nada lebih dalam. “Kau benar-benar tidak pernah bertunangan dengan siapa pun?”Evelyn segera menggeleng tanpa ragu. “Guru, saya bisa memastikan hal seperti itu tidak pernah terjadi. Saya tidak memiliki tunangan, apalagi menjalin hubungan dengan pria mana pun. Kemungkinan besar ada seseorang yang sengaja menyebarkan rumor.”Nada suaranya tegas dan penuh keyakinan.Melihat respons muridnya, alis Valencia perlahan berkerut lebih dalam. Ia tampak berpikir cukup lama sebelum akhirnya menghela napas pelan. “Kalau begitu... Rudolf, ceritakan sendiri padanya.”“Baik, Guru.”

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 259

    “Sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa tidak seorang pun boleh naik ke puncak ini tanpa izinku.” Suaranya lembut dan merdu, tetapi tetap membawa tekanan yang membuat orang sulit bernapas.Orang yang datang adalah seorang murid pembawa pesan dari Sekte Cakrawala Arunika. Begitu melihat Evelyn duduk di atas batu besar, napas murid itu langsung tertahan. Meskipun ia sudah beberapa kali melihat Evelyn sebelumnya, kecantikannya tetap terasa terlalu mematikan bagi pria biasa.Tatapannya tanpa sadar terpaku beberapa detik terlalu lama. Namun tepat ketika mata Evelyn menoleh ke arahnya, tekanan spiritual yang sangat besar langsung menghantam tubuhnya.Wajah murid itu berubah pucat. Keringat dingin langsung mengalir di dahinya sementara tubuhnya refleks menunduk dalam. Ia merasa seperti baru saja ditekan gunung raksasa.“K-Kak Evelyn...” suaranya gemetar. “Tetua Ketiga meminta Anda datang. Beliau mengatakan ada urusan penting.”Baru pada saat itu murid tersebut benar-benar sadar. Wanita di dep

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 258

    Di dalam mobil, keheningan kembali memenuhi suasana.Beberapa menit berlalu sebelum Kirana akhirnya membuka suara lebih dulu. “Harris... terima kasih banyak untuk semua yang sudah kamu lakukan hari ini.”Tatapannya sedikit menunduk. “Kalau bukan karena kamu, mungkin aku benar-benar sudah dipaksa menikah.”Harris hanya menjawab santai tanpa mengalihkan pandangan dari jalan di depan. “Aku hanya membalas bantuanmu.”Baginya, bantuan kali ini memang bukan sesuatu yang besar. Pedang Palung Merah yang diberikan Kirana sebelumnya jauh lebih berharga dibanding masalah keluarga yang ia selesaikan hari ini.Kirana membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi kembali ragu.Melihat reaksinya, Harris akhirnya melirik sekilas. “Kalau ada yang ingin kau katakan, langsung saja.”Kirana menggigit bibir pelan sebelum akhirnya mengangguk. “Ayahku ingin mempertemukanmu dengan kakek,” katanya hati-hati. “Beliau mungkin membutuhkan bantuanmu.”Nada suaranya terdengar sedikit tidak enak hati.

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 257

    Rudolf menatap buku itu beberapa saat sebelum akhirnya menggeleng pelan. “Aku tidak bisa menerimanya,” ucapnya serius. “Kau mendapatkannya dengan kemampuanmu sendiri.”Mendengar jawaban itu, mata Harris sedikit berbinar. Sikap keras kepala Rudolf ternyata benar-benar mirip Evelyn.“Anggap saja hadiah dari kakak iparmu,” kata Harris sambil tersenyum tipis. “Wajar kalau aku memberimu sesuatu saat pertama kali bertemu.”Rudolf langsung mengernyit. “Aku belum mengakuimu sebagai kakak ipar,” balasnya cepat. “Memang benar kau tahu banyak tentang kakakku, tapi itu belum membuktikan apa pun.”Tatapannya berubah tajam. “Aku akan kembali ke Sekte Cakrawala Arunika dan menanyakan semuanya langsung pada Kak Evelyn. Kalau ternyata kau berbohong...” Rudolf berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada serius, “Aku sendiri yang akan membunuhmu demi menjaga nama baiknya.”Ekspresinya terlihat sangat sungguh-sungguh. Namun Harris hanya tersenyum santai. Ia terlalu memahami kepribadian Evelyn Ardena

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 256

    Beberapa menit sebelumnya, Ardian masih membayangkan dirinya akan menginjak semua jenius dunia kultivasi dan mempermainkan Evelyn sesuka hati. Namun sekarang, ia bahkan berharap bisa mati lebih cepat demi mengakhiri rasa sakit itu.Sayangnya, Harris sama sekali tidak memiliki belas kasihan. Kebencian yang ia simpan terhadap Ardian terlalu dalam. Pria ini bukan hanya pembunuh Rudolf di kehidupan sebelumnya, tetapi juga penyebab kehancuran hidup Evelyn.Karena itu, Harris tidak mungkin membiarkannya mati dengan mudah. Tangannya terus bergerak tanpa ekspresi. Setiap serangan menghancurkan sisa tulang di tubuh Ardian sedikit demi sedikit sampai pria itu benar-benar berubah menjadi gumpalan daging berdarah.Jeritannya perlahan melemah, kesadarannya mulai kabur.Brak!Sampai akhirnya telapak tangan Harris menghantam kepala Ardian dengan keras. Tubuh pria itu langsung terkulai tanpa kehidupan. Penguasa Haus Darah, kultivator sesat yang ditakuti banyak orang, akhirnya mati di tangan Harris de

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 255

    Saat itu tiba, bahkan Evelyn yang terkenal sebagai wanita nomor satu di dunia kultivasi pun mungkin akan jatuh ke tangannya. Tatapan cabul perlahan muncul di matanya.Ia sudah lama mendengar tentang kecantikan Evelyn yang membuat seluruh dunia kultivasi terguncang. Membayangkan wanita seperti itu berlutut di hadapannya saja sudah cukup membuat darahnya mendidih.Sementara Ardian tenggelam dalam khayalannya sendiri, Rudolf justru semakin cemas. Keringat dingin mulai membasahi dahinya. Ia tahu betapa mengerikannya racun darah milik Ardian. Begitu racun itu masuk ke tubuh seseorang, hampir tidak ada cara untuk menyelamatkannya. Tubuh korban akan membusuk hidup-hidup sampai berubah menjadi genangan darah.Rudolf menggertakkan gigi sambil menatap Harris. Ia ingin membantu, tetapi perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar. Jika ia ikut campur sekarang, hasilnya hanya kematian sia-sia.Namun tepat ketika semua orang mengira Harris mulai terpengaruh racun darah, Harris kembali melangk

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 138

    Namun Kayla tetap berdiri di tempatnya. “Aku tidak akan membiarkanmu maju.”Sikap keras kepala Kayla membuat kepala Harris Gunawan terasa berdenyut. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud buruk. Bahkan, mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Justru karena itulah Harris berada dalam dilema, ia tak mun

  • Bangkitnya Dokter Agung    Bab 110

    “Lihat makhluk itu, dia berubah!” Suara Liora terdengar tegang, nyaris tenggelam oleh dengungan medan yang kembali hidup. Cahaya biru berkedip tak stabil, seperti denyut nadi yang dipaksa bekerja di luar batas.Harris berdiri di tengah ruang rawat, matanya tajam. “Apakah dia sedang berusaha meniru?

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 185

    Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 41

    Harris mengangkat tangannya, menghentikan langkah Liora sebelum wanita itu benar-benar berbalik. “Liora.” Suaranya datar, namun mengandung perintah yang sulit diabaikan. “Jangan sentuh Sera.”Liora menatap tangannya sendiri yang terhenti sebelum menaikkan wajah, ia menatap Harris dengan tatapan pen

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status