Share

Bab 12

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-09 17:06:50

Panji berlari dengan buru-buru karena suara yang membuat dia takut. Hingga dia tiba di tempat Sanjaya yang sedang bersemadi.

"Ada apa denganmu, Panji? Aku merasa kau baru saja bertemu dengan setan?" kata Sanjaya yang tersenyum melihat wajah Panji yang ketakutan.

"Iya, guru! Aku baru saja bertemu dengan setan!" jawab Panji.

"Hahaha, jangan berdusta, Panji. Katakan saja kau ingin istirahat!" kata Sanjaya yang jelas tak akan percaya pada Panji.

"Tidak guru, aku tak berdusta!" kata Panji.

"Jadi apa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 161

    Merasa tak dapatkan apa yang ia inginkan di lembah Seribu Batu, Panji Sanjaya putuskan untuk menuju gunung Halimun.Gunung itu satu arah dengan lembah seribu batu, hingga Panji perlu memutar arah hanya untuk menuju gunung itu."Aku harap dia akan katakan sesuatu yang berharga!" kata Panji Sanjaya.Kedatangan Panji ke gunung Halimun, untuk bertemu dengan Ki Pamungkas, sosok yang ia kenali di penjara bawah tanah perguruan kalajengking hitam.Ki Pamungkas juga salah satu orang yang membuat Panji berhasil selamatkan neneknya, nyai Samiya. Hal itulah, untuk mengucapkan terima kasih, Panji putuskan untuk datang ke gunung itu."Aku tak tahu yang mana gunung halimun? Negeri ini begitu banyak gunung!" ucap Panji.Namun, saat Panji berada di kaki salah satu Gunung, Panji merasakan kalau gunung itu memiliki aura Ki Pamungkas."Sepertinya ia sengaja melepaskan aura dan energinya, itu semua agar aku tahu keberadaan dirinya di gunung ini!" ucap Panji.Hupppp!!Panji melesat sangat cepat, dan melaya

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 160

    Panji berusaha untuk terlihat kuat saat putri Kenanga datang, dan Ki Sarman paham akan hal itu."Kakek keluar sebentar!" kata Ki Sarman."Baik, kakek!" kata Panji.Putri Kenanga masuk, dan duduk di hadapan Panji. Gadis yang cantik itu menunjukkan betapa ia mampu membuat Panji tak terpana pada kecantikan gadis itu.Bau dari tubuh gadis itu menusuk hidung Panji, dan itu sungguh bau gadis yang selalu terjaga oleh dayang-dayang istana."Ada apa tuan putri?" tanya Panji."Tidak ada, apa aku salah untuk menjengukmu?""Bukan, bukan seperti itu tuan putri!" kata Panji."Asal kau tahu, istana ini adalah rumahku, jadi kau tak berhak bertanya untuk apa aku datang kemari!" kata gadis itu dengan suara melengking."Tuan putri, apa tuan putri tak bisa bicara pelan? Telingaku bisa rusak karena itu!" kata Panji."Aku datang karena kau masih memiliki hutang padaku!""Hutang?" tanya Panji."Iya, kau masih harus memberikan waktu untukku, dan kau akan jadi pengawal bagiku!" kata putri Kenanga."Dasar gadi

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 159

    Panji menjerit keras saat ramuan ciptaan tabib Mulintang melewati tenggorokannya, dan itu karena rasa panas yang dibawa oleh ramuan itu.Haaaaaaaaaaa!!Panji alirkan hawa murni untuk melawan rasa panas itu, namun rasa panas itu malah semakin membakar seluruh bagian dalam tubuh Panji.Keringat yang sangat deras membasahi tubuh dan pakaian Panji, dan itu adalah reaksi dari ramuan obat itu.Ramuan obat itu adalah ramuan yang berhawa panas, dan ramuan itulah yang melawan racun yang berada di dalam tubuh Panji Sanjaya.Arggggg!!Panji kembali menjerit sangat keras, dan tubuhnya bergulingan di lantai ruangan pengobatan istana itu.Ki Sarman yang mendengar jeritan Panji tak tahan mendengar itu, dan memilih untuk keluar dan akan melihat Panji.Namun, saat ia akan keluar, tabib Mulintang sudah ada di pintu masuk rumah panglima Tunka."Tidak usah khawatir, kondisi cucumu akan baik-baik saja!" kata tabib Mulintang pada Ki Sarman."Tapi dia menjerit kesakitan?""Iya, itu adalah reaksi ramuan obat

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 158

    Ketua perguruan Teratai Salju, Ki Saban, melesat dengan cukup cepat, dan ia membelah kota Benggala, hanya untuk sampai secepatnya di istana kerajaan Benua Putih.Di pundaknya, tubuh Panji Sanjaya yang terluka karena racun kalajengking milik Ki Ganda, sudah terkapar tak berdaya.Whusssssssss!!Ki Saban tak perduli pada prajurit yang berjaga di pintu masuk istana, dan ia melesat dengan sangat cepat."Itu Ki Saban, biarkan saja! Istana ini seperti miliknya!" kata prajurit."Tabib, tabib Mulintang!" teriak Ki Saban saat ia sampai di istana.Beberapa panglima datang, dan salah satunya adalah panglima Tunka."Ki Saban, ada apa? Eh bukankah itu tuan Sanjaya?" kata panglima Tunka."Dimana tabib Mulintang, aku ingin ia obati Sanjaya!" kata Ki Saban."Ikuti aku, dia sedang melatih putri Kenanga dalam ilmu pengobatan!" kata panglima Tunka.Mereka berdua berjalan sangat cepat, dan masuk wilayah kaputren, Wilayah yang hanya boleh dimasuki oleh keluarga istana.Namun, Ki Saban tak peduli akan hal i

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 157

    Panji Sanjaya geleng kepala melihat kuatnya pertahanan dari Ki Ganda, dan Panji merasa kalau jurus tusukan dari langit kemungkinan akan susah menembus pertahanan itu.Huppppp!!"Semuanya menjauh!" teriak Panji Sanjaya yang sudah ada di udara melayang dengan sempurna."Apa yang akan Panji lakukan" ucap Ki Sarman bingung."Hujan pedang petir!" teriak Panji Sanjaya.Blarrrr!!Langit terbuka lebih lebar lagi, dan kali ini, tidak hanya ratusan pedang energi, namun ribuan layaknya hujan, telah tercipta pedang energi di udara.Haaaaaaaaaaa!!Panji ayunkan pedang urat petir, dan seluruh pedang yang ada di langit, meluncur turun dengan sangat cepat, cepat secepat turunnya air hujan."Mundur!" teriak Ki Sarman.Huppppp!!Tidak hanya Ki Sarman yang pucat karena jurus dari Panji Sanjaya, namun semua orang yang ada di sekitar perguruan kalajengking hitam pucat bukan main.Huppppp!!Semuanya kabur, dan mengambil jarak yang cukup jauh dari area bangunan perguruan kalajengking hitam, yang mereka pas

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 156

    Pukulan Panji bersarang di bagian perut ki Ganda, dan tubuh ketua perguruan Kalajengking hitam itu terlempar hingga jatuh ke tanah.Brakkkkkkk!!Halaman perguruan kalajengking hitam bergetar saat tubuh Ki Ganda beradu kuat dengan tanah, dan lubang yang besar tercipta di halaman luas perguruan.Haaaaaaaaaaa!!Ki Ganda berteriak keras, dan lubang yang dalam bertambah dalam dan bertambah lebar karena dorongan dari gelombang tenaga dalam ki Ganda."Mundur!" teriak Ki Sarman saat merasakan kuatnya tenaga dalam Ki Ganda.Ia tak ingin murid perguruan Teratai Salju merasakan dampak dari tenaga dalam kuat yang keluar dari tubuh ki Ganda.Huppppp!!Ki Ganda melompat dari dalam lubang, dan berdiri dengan mata yang merah penuh amarah. Pandangan matanya fokus pada Panji Sanjaya."Kau memang layak jadi keluarga Dagaha, kau memiliki elemen petir, tapi kali ini aku pastikan kalau aku hapus nama keluarga Dagaha dari dunia ini!" teriak Ki Ganda."Itu jika kau mampu!" teriak Panji Sanjaya.Hiatttttt!!P

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status