Share

Bab 2

Penulis: Startrek007
last update Tanggal publikasi: 2026-05-26 14:05:10

Nadine yang berbaring di bawah kungkungannya justru mulai menggeliat tidak karuan. Mahasiswi cantik itu membuka bibirnya perlahan, bersiap mengeluarkan desahan panjang akibat sisa-sisa efek racun yang masih mendidihkan aliran darahnya.

Melihat gelagat super berbahaya itu, Arga buru-buru membekap mulut Nadine menggunakan telapak tangan kanannya yang entah sejak kapan terasa jauh lebih kekar dan berotot. Dia mencondongkan wajahnya sangat dekat, lalu menatap lurus ke arah mata sayu gadis tersebut.

"Sssst! Tolong tahan sebentar suaramu, Din! Kamu mau kita berdua digerebek warga malam ini gara-gara ketahuan ngamar bareng? Tahan napasmu dan jangan bersuara sampai temenmu itu pergi menjauh," bisik Arga memberikan isyarat dari jarak yang sangat rapat.

Mata Nadine langsung melebar kaget merasakan hembusan napas maskulin sang penjaga kos menerpa kulit lehernya. Wajah gadis manja itu mendadak memerah padam akibat sentuhan fisik yang begitu intens. Dia hanya bisa mengangguk pelan, menurut pasrah di bawah kendali pria yang usianya jauh lebih tua darinya itu.

Di lorong luar, Vania terdengar mendengus keras karena panggilannya sama sekali tidak mendapat sahutan balik.

"Ih, kebiasaan banget deh si Nadine ini! Palingan juga udah molor pakai earphone makanya budek dipanggil dari tadi. Awas aja ya, besok pagi aku tagih langsung catatannya pas sarapan!" gerutu Vania terdengar makin menjauh.

Keduanya tetap diam menahan napas, terus menunggu sabar sampai ketukan langkah sandal Vania benar-benar menghilang di ujung tangga.

Begitu suasana dipastikan seratus persen aman, Arga buru-buru menarik tangannya dari bibir Nadine dan melompat turun dari ranjang pegas itu secepat kilat.

Sisa malam itu benar-benar dihabiskan dalam kecanggungan luar biasa sewaktu mereka berdua sibuk memunguti pakaian masing-masing yang berserakan di lantai keramik.

Arga langsung menarik celana panjangnya dengan gerakan serabutan, berusaha keras menghindari kontak mata dengan mahasiswi yang sedang membungkus tubuhnya menggunakan selimut tebal tersebut.

"Om keluar dulu ya, Din. Kamu istirahat aja yang tenang buat mulihin tenaga, besok pagi kita obrolin lagi masalah ini dengan kepala dingin. Om janji nggak bakal lari dari tanggung jawab," pamit Arga kaku sebelum bergegas kabur menuju pintu.

Pria itu langsung memutar grendel kunci, melesat keluar kamar merapat ke tembok, lalu mengunci kembali kamarnya sendiri rapat-rapat.

***

Keesokan paginya, udara terasa cukup segar saat sinar matahari mulai menyinari halaman depan Kos Melati. Arga sedang sibuk menjalankan tugas rutinnya menyiram deretan pot tanaman hias menggunakan selang air panjang.

Pria berusia tiga puluh sembilan tahun itu berkali-kali mencuri pandang ke arah pantulan tubuhnya sendiri di kaca jendela nako kamar mandi. Tubuhnya kini terasa jauh lebih padat berisi, otot dadanya mengeras bidang, dan staminanya terasa penuh energi seolah usianya diputar mundur belasan tahun.

'Gila, efek nyedot racun semalam beneran bikin badanku balik muda lagi kayak umur dua puluhan! Cincin warisan kakek ini emang pusaka sakti mandraguna. Pantas aja semalam gerakanku rasanya enteng banget pas nolongin Nadine,' gumam batin Arga takjub sambil menggesek pelan cincin akik naga di jari manisnya.

Untuk menguji kekuatan barunya, Arga mencoba mengangkat sebuah pot semen besar berisi pohon palem yang biasanya butuh tenaga dua orang dewasa. Ajaibnya, pot seberat puluhan kilo itu terangkat sangat mudah hanya menggunakan kepalan satu tangannya.

Suara derit engsel pintu yang terbuka perlahan dari arah lorong bawah seketika membuyarkan sesi kekaguman sang penjaga kos.

Nadine perlahan keluar dari kamarnya dengan wajah yang masih sembab dan langkah kaki sedikit tertatih-tatih menahan perih. Mahasiswi kebidanan itu berjalan menunduk dalam-dalam, terus meremas ujung kemeja putih kebesarannya dengan jari-jari yang gemetar.

"Om Arga... Om lagi sibuk ya? Soal kejadian semalam, aku bener-bener mau minta maaf karena udah bikin repot dan maksa Om ngelakuin hal sejauh itu," gumam Nadine dengan suara serak menahan tangis.

Gadis yang terbiasa hidup manja itu sengaja membuang muka ke arah jalan raya, merasa sangat malu menatap langsung ke dalam mata pria yang telah menolongnya semalam.

Melihat tingkah canggung dari mahasiswi yang biasanya super cerewet tersebut, Arga langsung mematikan aliran keran air di dekat tembok. Dia meletakkan selang hijaunya ke tanah berumput, lalu melangkah pelan menghampiri Nadine yang masih berdiri kaku di depan teras.

Tanpa banyak basa-basi, Arga mengangkat tangan kanannya, lalu mendekat untuk mengusap puncak kepala gadis itu dengan gerakan yang sangat pelan dan penuh kehangatan.

"Kamu nggak perlu merasa bersalah apalagi sampai mau nangis begini, Din. Om ngelakuin itu murni darurat demi nyelamatin nyawamu dari racun jahat itu. Buang jauh-jauh rasa malumu, anggap aja insiden semalam itu cuma takdir yang kebetulan numpang lewat."

Perlakuan natural dan suara berat Arga yang mengayomi itu perlahan berhasil menembus pertahanan batin Nadine yang sedang kacau balau.

Perlahan tapi pasti, rasa gundah di hati mahasiswi berusia dua puluh satu tahun itu luntur, tergantikan oleh sensasi nyaman yang luar biasa pekat.

Nadine akhirnya berani mendongak mengangkat wajahnya perlahan. Dia menatap lekat-lekat rahang tegas Arga dengan pandangan sayu, menyadari betapa tampan dan berkarismanya sang bapak kos hari ini.

"Makasih banyak ya, Om. Kalau semalam Om egois dan milih ninggalin aku, mungkin hari ini aku udah mati konyol di dalam kamar sendirian. Mulai detik ini, kesucian dan hidupku seutuhnya udah jadi milik Om Arga," balas Nadine seraya tersenyum sangat manis.

Cara gadis itu menatap Arga kini berubah seratus delapan puluh derajat menjadi tatapan wanita yang sangat bucin dan posesif terhadap pahlawannya. Nadine bahkan maju satu langkah untuk setengah memeluk pinggang Arga, menyandarkan kepalanya ke dada bidang sang bapak kos tanpa ragu sedikit pun.

'Waduh, ini anak kenapa tiba-tiba jadi manja level maksimal begini? Perasaanku mulai nggak enak nih. Bukannya trauma atau marah, dia malah kelihatan kayak pengantin baru yang minta terus nempel sama suaminya,' batin Arga panik overthinking melihat gelagat kelewat agresif gadis tersebut.

Nadine baru saja mau berjinjit merapatkan wajahnya ke dagu Arga, tapi suara derit nyaring gerbang besi depan langsung menginterupsi paksa niat nakal tersebut.

Suasana melankolis dan intens itu mendadak buyar total sewaktu Amara melangkah masuk melewati celah gerbang depan Kos Melati. Janda berusia tiga puluh dua tahun pemilik butik tersebut berjalan anggun sambil menenteng dua kresek tebal berisi penuh barang belanjaan.

Amara menghentikan langkahnya tepat di tengah halaman yang masih basah. Sosok paling dewasa di rumah kos itu memicingkan matanya yang tajam, menatap lurus ke arah kemesraan Arga dan Nadine yang belum sempat berpisah jarak.

"Wah, pemandangan pagi yang lumayan bikin iri ya. Om Arga lagi sibuk merangkap jadi psikolog anak remaja atau memang lagi modusin anak kos sendiri nih?" sindir Amara santai, namun nadanya terdengar cukup menohok relung hati.

Arga refleks memundurkan langkahnya terburu-buru seraya menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal. Sementara itu, Nadine hanya mendecak kesal menatap kehadiran janda cantik tersebut dengan tatapan permusuhan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 132: Perang Ratu Naga Batam

    Tawa melengking wanita berjubah emas pekat itu bener-bener bikin seisi kasino *underground* Batam mendadak senyap.Arga masih melongo, Retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura es Ling Ling ama aura emas pekat yang baru nongol.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, Master Es Lilin dateng, sekarang malah naga emas pekat nongol beneran... bener-bener arisan naga internasional jilid dua,' keluh Arga dalam hati menatap wanita jubah emas tersebut.Wanita jubah emas itu melangkah maju, aura kutukan kegelapan naga emas terpancar kuat banget, bikin uap es Master Ling Ling perlahan mencair.Dia natap Arga dengan sorot mata penuh nafsu supranatural, seolah mau nelan bapak kosan kekar itu bulat-bulat."Arga Mahendra... duda bodi naga murni pujaan faksi harem Kos Melati," ujar Ratu Emas dengan nada suara yang bener-bener manja namun mematikan.Nadine yang ditinggal di Jakarta bener-bener sudah pasti bakal ngamuk kala

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 131: Amukan Naga Sejati

    Hawa dingin dari Master Ling Ling bener-bener bikin kasino *underground* Batam makin mirip gudang es lilin kadaluarsa.Arga masih pasang badan di depan Siska ama Amara, retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura es Ling Ling.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, sekarang Master Es Lilin ini mau ngebekuin 'anu' Saya bulat-bulat... bener-bener arisan naga internasional,' keluh Arga dalam hati menatap Ling Ling.Master Ling Ling melangkah pelan, setiap pijakannya di lantai kasino langsung ngebentuk lapisan es tipis yang ngerayap cepet banget mengincar kaki Arga.Sorot mata Master Ling Ling yang dingin banget itu bener-bener ngetarget Cincin Naga Tidur di jari manis Arga dengan tatapan lapar supranatural."Duda lokal... serahkan Cincin Naga Tidur atau Gue bekuin selangkangan kau sampe copot!" ancam Master Ling Ling datar, suaranya nembus tulang ringkih Arga."Waduh, Master... kalau selangkangan Om ganteng ini

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 130: Amukan Bodi Naga

    Asap es pekat Master Ling Ling bener-bener ngebekuin AC ruko tua kasino Batam sampe mati total.Kepulan asap rokok Bandar Judi yang apek itu perlahan menipis setelah Siska menyumpal ventilasi parit ruko pakai tas *branded*-nya kembali.'Hadeuhhh... Saya duda naga, bukan duda piala bergilir parade asap ruko Batam,' keluh Arga dalam hati menatap Master Ling Ling yang makin datar kayak talenan es.Retakan di Cincin Naga Tidur di jari manis Arga mendadak berdenyut hebat ngerespon hasrat posesif Siska yang luber di pojokan.Secara narasi logis supranatural, stamina bodi naga Arga emang lagi mekar-mekarnya setelah dia rutin menyerap energi yin murni melalui hubungan fisik yang intens bersama faksi haremnya semalam.Kekuatan kuno warisan kotak kuno orang tua Arga itu terbukti bangkit secara radikal jika dipicu oleh gairah posesif para cewek kosan yang bener-bener sudah bucin padanya."Waduh, Siska, kalem dulu Siska, jangan bikin Master Es Lilin ini makin emosi, poko

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 129: Bantai Bandar Curang

    Hening mendadak ngerayap di kasino *underground* Batam setelah Interupsi gak elite gara-gara TV tetangga dimatiin Siska.Kepulan asap *fogging* fiktif di ventilasi juga sudah hilang disumpal Siska pakai tas *branded*-nya, menyisakan bau gairah judi yang bener-bener apek di ruko tua ini.Arga bener-bener cuma bisa menghela napas panjang, batin komikalnya ngerasa konyol setengah mati gara-gara keparnoan gila barusan.'Hadeuhhh... Gue duda naga, bukan duda piala bergilir parade asap *fogging* ruko Batam,' keluh Arga dalam hati menatap puing meja judi yang hancur lebur sejak Bab 107.Dimas yang kerasukan Naga Hitam mendadak mengerang keras, aura hitam pekatnya makin luber ngerespon ejekan Master Ling Ling (Naga Es) tadi.Sialan!Fenny (Naga Putih) bener-bener langsung mundur ketakutan menatap duel tersebut, Sarah (Naga Merah) bener-bener bangga punya bapak kosan kekar pujaan hati."Om Arga! Habisi Tante Es Lilin itu Om! Om Arga bener-bener paling hot!" teriak

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 128: Jackpot Mata Batin

    Asap emas fiktif yang tadi sempat dikira asap kutukan naga emas mendadak lenyap, ternyata cuma uap *fogging* nyamuk ruko sebelah yang bocor lewat ventilasi.Suara tawa melengking wanita fiktif itu juga berhenti, sepertinya TV tetangga yang volumenya pol tadi sudah dimatiin paksa ama Siska yang gemas.Arga bener-bener cuma bisa menghela napas panjang, batin komikalnya ngerasa konyol setengah mati gara-gara Interupsi gak elite barusan.'Hadeuhhh... Saya duda naga, bukan duda piala bergilir parade asap *fogging* Batam,' keluh Arga dalam hati menatap Master Ling Ling yang masih berdiri tegap di depan puing meja judi.Retakan di Cincin Naga Tidur di jari manis Arga mendadak berdenyut hebat ngerespon Interupsi gila tadi, Cincin warisan kotak kuno itu seolah ngetawain keparnoan Arga."Duda lokal... drama TV tetangga Lo bener-bener kampungan bumbunya," ejek Master Ling Ling datar, hawa dingin makin pekat terpancar dari tubuh seksinya.Amara, janda elegan yang insting

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 127: Jackpot Batin Naga

    Kepulan asap fogging dan tawa TV ruko tua yang sempat mengacaukan suasana di kasino *underground* Batam akhirnya benar-benar reda setelah Siska menyumpal ventilasi parit pakai tas *branded*-nya. Amara juga sudah mematikan TV tetangga yang volumenya pol, membuat kasino kembali senyap. Arga bener-bener cuma bisa menghela napas panjang, batin komikalnya ngerasa konyol setengah mati gara-gara Interupsi gak elite barusan. 'Hadeuhhh... Gue duda naga, bukan duda piala bergilir parade asap *fogging* Batam,' keluh Arga dalam hati menatap puing-puing meja judi yang hancur lebur sejak Bab 107. Master Ling Ling (Naga Es) dan Ratu Emas bener-bener masih berdiri tegap, aura supranatural mereka makin pekat terpancar dari tubuh seksi mereka. "Duda lokal... drama TV tetangga Lo bener-bener kampungan bumbunya," ejek Master Ling Ling datar, hawa dingin makin luber mengincar bodi kekar Arga. Dimas yang kerasukan Naga Hitam mendadak mengerang k

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 5

    'Gila, wangi mi rebus pakai rawit begini emang paling juara! Perutku udah demo minta jatah karbohidrat dari sore tadi gara-gara ngeluarin banyak tenaga,' batin Arga tersenyum puas menatap air rebusannya.Sambil menunggu kuah mendidih sempurna, pria paruh baya itu memasukkan sebutir telur ayam segar

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 4

    "Om Arga! Matanya ditaruh di mana sih waktu beres-beres tadi pagi? Lihat itu genangan air sabun dibiarkan menggenang sembarangan di jalanan!" omel Siska dengan nada tinggi melengking.Arga refleks membalikkan badannya sambil memegang erat gagang sapu lidi. Bapak kos itu menghela napas sangat panjan

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 3

    Amara tersenyum sangat manis, membiarkan raut wajah Nadine mendadak berubah masam melihat kedatangannya di tengah halaman.Sebenarnya, Amara bukan tandingan Nadine yang masih gadis dan sangat cantik.Meski begitu, pesona Amara sebagai janda cantik berusia tiga puluh dua tahun itu, tetap menggoda.D

  • Bapak Kos Kesayangan   BAB 1

    Arga Mahendra hanyalah pria paruh baya berusia tiga puluh sembilan tahun yang bekerja sebagai penjaga Kos Melati. Pekerjaannya sangat sederhana, gajinya pas-pasan, dan hidupnya berjalan lurus-lurus saja tanpa banyak drama. Bangunan dua lantai yang dia urus ini lumayan besar karena memiliki sepuluh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status