Share

Bab 5

Author: Startrek007
last update publish date: 2026-05-26 14:07:19

'Gila, wangi mi rebus pakai rawit begini emang paling juara! Perutku udah demo minta jatah karbohidrat dari sore tadi gara-gara ngeluarin banyak tenaga,' batin Arga tersenyum puas menatap air rebusannya.

Sambil menunggu kuah mendidih sempurna, pria paruh baya itu memasukkan sebutir telur ayam segar. Tepat saat wangi bumbu makin pekat, terdengar decitan halus dari arah pintu masuk dapur.

Sosok Nadine mendadak muncul menyelinap melewati celah pintu kayu. Baju tidur sutra tipis yang melekat di tubuh mahasiswi kebidanan itu benar-benar mengekspos bentuk bahu dan paha mulusnya.

Menelan ludah susah payah, sang penjaga kos buru-buru memalingkan wajah ke arah panci.

"Ngapain keluyuran ke dapur pakai baju kurang bahan begitu, Din? Udara malam lumayan dingin, mending kamu ambil jaket dulu sana," tegur Arga berusaha menjaga kewarasannya.

Sambil memegangi perut, gadis manja itu malah merapat duduk ke kursi kayu di sebelah meja makan.

"Perutku keroncongan parah, Om Arga! Dari sore aku belum makan nasi gara-gara mual efek racun kemarin," rengek Nadine dengan wajah sengaja dibuat memelas.

Gara-gara tidak tega melihat wajah pucat mahasiswinya, Arga langsung mematikan kompor gas. Dituangnya mi beserta kuah panas tersebut ke dalam mangkuk kaca, lalu digesernya pelan ke hadapan gadis itu.

"Ya udah, mi rebus ini buat kamu aja. Biar lambungmu tenang dan nggak masuk angin."

Bukannya berterima kasih mengambil garpu, Nadine malah menggelengkan kepalanya pelan menolak tawaran makan mandiri itu.

"Syaratnya Om Arga harus nyuapin langsung ke mulutku! Tanganku masih lemas banget buat sekadar pegang gagang garpu sendiri."

Menghela napas panjang, pria berusia tiga puluh sembilan tahun tersebut akhirnya pasrah menarik kursi plastik untuk duduk berhadapan.

Digulungnya helaian mi kuning bercampur cabai rawit itu secara telaten. Arga lalu meniup pelan kepulan asap panas dari atas garpu supaya lidah sang duta kampus tidak melepuh.

"Buka mulutmu agak lebar, Din. Ini kuahnya masih lumayan panas baru diangkat dari kompor," ucap Arga menyodorkan garpu tersebut tepat ke depan bibir Nadine.

Menyambut suapan hangat itu, mata cantik Nadine langsung berbinar-binar kegirangan.

"Wah, gila! Mi rebus buatan Om Arga rasanya juara banget! Padahal bumbunya cuma telur sama rawit potong, rasanya ngalahin menu restoran mahal di mall!"

"Ah, kamu bisa aja mujinya. Itu murni karena perutmu lagi kelaparan tingkat dewa, makanya batu direbus aja pasti kerasa enak di lidahmu sekarang."

Lanjut mengunyah cepat, gadis berparas ayu itu sengaja mencondongkan dadanya ke depan meja demi merapatkan jarak pandang.

"Beneran enak kok, Om! Besok-besok aku mau langganan makan malam disuapin langsung sama Om Arga terus," rayu Nadine mengerlipkan sebelah matanya nakal.

Keduanya malah asyik suap-suapan sambil melempar candaan ringan. Tanpa mereka sadari, sepasang mata tajam sedang menatap beringas dari arah lorong luar.

Berniat mengambil stok air dingin dari kulkas, Siska Wijaya justru mematung kaku di ambang pintu dapur. Karyawan bank itu menatap nyalang adegan kelewat mesra antara bapak kos dan mahasiswi kebidanan tersebut.

Brakkk!

Sengaja dibantingnya gelas kaca kosong itu ke atas meja cuci piring aluminium. Suara benturan keras tersebut sukses membuat Arga dan Nadine tersentak kaget membalikkan badan.

"Bagus ya! Jam sebelas malam bukannya tidur di kamar, eh malah asyik buka warung remang-remang sambil suap-suapan di fasilitas umum!" sembur Siska memancarkan aura cemburu yang sangat kental.

Kaget setengah mati, Arga refleks menaruh garpunya ke dalam mangkuk sampai kuahnya sedikit muncrat.

"Ini cuma kebetulan Nadine kelaparan parah, Sis. Om cuma nawarin sisa mi rebus biar perutnya nggak kena asam lambung dadakan," jelas Arga berdiri canggung menatap wajah Siska yang siap meledak.

Enggan menatap senyum kemenangan dari wajah Nadine, wanita tsundere itu membuang muka judes ke arah deretan piring kotor.

"Alasan aja terus! Om kira aku anak TK yang gampang dikibulin pakai trik receh begitu? Lanjutin aja acara pacarannya, dasar bapak kos genit!"

Menghentakkan hak sandalnya keras-keras, Siska langsung berbalik badan menaiki tangga. Gema bantingan pintu kamar terdengar sangat nyaring memecah kesunyian beberapa detik kemudian.

Mengusap wajahnya lelah, Arga menyerahkan sisa mangkuk mi itu langsung ke tangan Nadine.

"Habisin sendiri sisa kuahnya ya, Din. Om gerah banget habis beres-beres dari sore tadi, mau langsung mandi keramas sekarang."

Meninggalkan area dapur, pria paruh baya itu bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi belakang.

Belasan menit kemudian, Arga berjalan santai menyusuri lorong kamarnya. Tubuh kekarnya yang masih basah hanya ditutupi sehelai handuk putih yang dililitkan secara asal-asalan ke area pinggang.

Langkah tegap sang penjaga kos mendadak kaku membeku. Matanya menangkap sosok Nadine dan Vania yang rupanya sudah berdiri mematung menunggunya tepat di depan pintu kamar.

Tepat sewaktu Arga membuka mulut untuk bertanya, ikatan kain tebal di pinggangnya mendadak mengendur drastis. Handuk putih itu merosot lepas dari jepitannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 135: Ledakan Aura Merah Sarah

    Ledakan keras dari puing-puing meja judi yang hancur lebur di kasino *underground* Batam bener-bener bikin seisi ruko tua itu berguncang hebat. Arga masih pasang badan di depan Siska ama Amara, Retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura para ratu naga. 'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, Master Es Lilin dateng, Ratu Emas nongol, Sarah nongol, sekarang malah meja judi meledak lagi... bener-bener piala bergilir naga internasional,' keluh Arga dalam hati menatap kepulan asap ledakan ketakutan. Kepulan asap rokok pekat berbau gairah judi mendadak menyembur keluar dari sela-sela lantai kasino underground yang bener-bener masif di Batam. "Waduh, Sialan! Ledakan meja judi bener-bener baru saja menghancurkan Interupsi fiktif Gue ama Siska!" gerutu Arga ketakutan menatap Cincin Naga Tidur di jarinya yang retakannya makin parah. Sarah melangkah maju dari arah rimbunnya pohon mangga di hal

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 134: Badai Naga di Meja Judi

    Tawa melengking Ratu Emas bener-bener bikin seisi kasino *underground* Batam mendadak senyap kayak kuburan massal.Arga masih pasang badan di depan Siska ama Amara, retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura supranatural para ratu naga.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, Master Es Lilin dateng, Sarah nongol, sekarang malah naga emas pekat nongol beneran... bener-bener piala bergilir naga internasional,' keluh Arga dalam hati menatap Ratu Emas ketakutan.Wanita jubah emas itu melangkah maju, aura kutukan kegelapan naga emas terpancar kuat banget dari tubuh seksinya, bikin hawa dingin Master Ling Ling perlahan mencair.Dia natap Arga dengan sorot mata penuh nafsu supranatural, seolah mau nelan bapak kosan kekar itu bulat-bulat malam ini juga."Duda ganteng... drama TV tetangga Lo bener-bener kampungan bumbunya," ejek Ratu Emas datar, hawa emas pekat makin luber mengincar bodi kekar Arga.Sarah (Naga Merah

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 133: Pesta Supranatural Batam

    Tawa melengking Sarah dari arah rimbunnya pohon mangga halaman depan komplek kasino *underground* Batam bener-bener bikin suasana makin gak elit bumbunya.Arga masih pasang badan di depan Siska ama Amara, Retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura es Ling Ling ama aura merah Sarah.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, Master Es Lilin dateng, sekarang malah naga merah pekat nongol lagi... bener-bener arisan naga internasional jilid tiga,' keluh Arga dalam hati menatap Sarah ketakutan.Sarah melangkah masuk dengan jubah merah membara, auranya memancarkan gelombang panas yang bener-bener membakar di kasino Batam.Dia natap Master Ling Ling dengan tatapan penuh nafsu supranatural, seolah mau nelan naga es internasional itu bulat-bulat malam ini juga."Duda lokal... serahkan Cincin Naga Tidur atau Gue bekuin selangkangan Lo sampe copot!" ancam Master Ling Ling datar, hawa dingin makin pekat terpancar dari tubuh se

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 132: Perang Ratu Naga Batam

    Tawa melengking wanita berjubah emas pekat itu bener-bener bikin seisi kasino *underground* Batam mendadak senyap.Arga masih melongo, Retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura es Ling Ling ama aura emas pekat yang baru nongol.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, Master Es Lilin dateng, sekarang malah naga emas pekat nongol beneran... bener-bener arisan naga internasional jilid dua,' keluh Arga dalam hati menatap wanita jubah emas tersebut.Wanita jubah emas itu melangkah maju, aura kutukan kegelapan naga emas terpancar kuat banget, bikin uap es Master Ling Ling perlahan mencair.Dia natap Arga dengan sorot mata penuh nafsu supranatural, seolah mau nelan bapak kosan kekar itu bulat-bulat."Arga Mahendra... duda bodi naga murni pujaan faksi harem Kos Melati," ujar Ratu Emas dengan nada suara yang bener-bener manja namun mematikan.Nadine yang ditinggal di Jakarta bener-bener sudah pasti bakal ngamuk kala

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 131: Amukan Naga Sejati

    Hawa dingin dari Master Ling Ling bener-bener bikin kasino *underground* Batam makin mirip gudang es lilin kadaluarsa.Arga masih pasang badan di depan Siska ama Amara, retakan di Cincin Naga Tidur di jarinya makin nyut-nyutan nahan tabrakan aura es Ling Ling.'Hadeuhhh... masalah Vania belum kelar, Dimas kerasukan, sekarang Master Es Lilin ini mau ngebekuin 'anu' Saya bulat-bulat... bener-bener arisan naga internasional,' keluh Arga dalam hati menatap Ling Ling.Master Ling Ling melangkah pelan, setiap pijakannya di lantai kasino langsung ngebentuk lapisan es tipis yang ngerayap cepet banget mengincar kaki Arga.Sorot mata Master Ling Ling yang dingin banget itu bener-bener ngetarget Cincin Naga Tidur di jari manis Arga dengan tatapan lapar supranatural."Duda lokal... serahkan Cincin Naga Tidur atau Gue bekuin selangkangan kau sampe copot!" ancam Master Ling Ling datar, suaranya nembus tulang ringkih Arga."Waduh, Master... kalau selangkangan Om ganteng ini

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 130: Amukan Bodi Naga

    Asap es pekat Master Ling Ling bener-bener ngebekuin AC ruko tua kasino Batam sampe mati total.Kepulan asap rokok Bandar Judi yang apek itu perlahan menipis setelah Siska menyumpal ventilasi parit ruko pakai tas *branded*-nya kembali.'Hadeuhhh... Saya duda naga, bukan duda piala bergilir parade asap ruko Batam,' keluh Arga dalam hati menatap Master Ling Ling yang makin datar kayak talenan es.Retakan di Cincin Naga Tidur di jari manis Arga mendadak berdenyut hebat ngerespon hasrat posesif Siska yang luber di pojokan.Secara narasi logis supranatural, stamina bodi naga Arga emang lagi mekar-mekarnya setelah dia rutin menyerap energi yin murni melalui hubungan fisik yang intens bersama faksi haremnya semalam.Kekuatan kuno warisan kotak kuno orang tua Arga itu terbukti bangkit secara radikal jika dipicu oleh gairah posesif para cewek kosan yang bener-bener sudah bucin padanya."Waduh, Siska, kalem dulu Siska, jangan bikin Master Es Lilin ini makin emosi, poko

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 4

    "Om Arga! Matanya ditaruh di mana sih waktu beres-beres tadi pagi? Lihat itu genangan air sabun dibiarkan menggenang sembarangan di jalanan!" omel Siska dengan nada tinggi melengking.Arga refleks membalikkan badannya sambil memegang erat gagang sapu lidi. Bapak kos itu menghela napas sangat panjan

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 3

    Amara tersenyum sangat manis, membiarkan raut wajah Nadine mendadak berubah masam melihat kedatangannya di tengah halaman.Sebenarnya, Amara bukan tandingan Nadine yang masih gadis dan sangat cantik.Meski begitu, pesona Amara sebagai janda cantik berusia tiga puluh dua tahun itu, tetap menggoda.D

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 2

    Nadine yang berbaring di bawah kungkungannya justru mulai menggeliat tidak karuan. Mahasiswi cantik itu membuka bibirnya perlahan, bersiap mengeluarkan desahan panjang akibat sisa-sisa efek racun yang masih mendidihkan aliran darahnya.Melihat gelagat super berbahaya itu, Arga buru-buru membekap mu

  • Bapak Kos Kesayangan   BAB 1

    Arga Mahendra hanyalah pria paruh baya berusia tiga puluh sembilan tahun yang bekerja sebagai penjaga Kos Melati. Pekerjaannya sangat sederhana, gajinya pas-pasan, dan hidupnya berjalan lurus-lurus saja tanpa banyak drama. Bangunan dua lantai yang dia urus ini lumayan besar karena memiliki sepuluh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status