/ Male Adult / Bapak Kos Kesayangan / Bab 92: Puing-Puing Kemarahan

공유

Bab 92: Puing-Puing Kemarahan

작가: Startrek007
last update 게시일: 2026-07-06 08:04:54

Arga langsung menendang proyektor ponsel di lantai sampai hancur berkeping-keping begitu menyadari suara gertakan hologram tadi cuma rekaman eror otomatis yang disetel komplotan mafia.

"Waduh, gertakan murahannya hampir saja bikin suasana tambah tegang, padahal bos besarnya sudah encok begini," dengus Arga sambil melirik bos mafia tanah yang masih mengerang kesakitan memegangi kedua kakinya.

'Hadeuhhh... sempat panik sedikit gue, kirain ketua sekte internasional beneran punya ilmu sa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 180 (Final ) : Legenda Abadi Bapak Kos Kesayangan

    "Brakkkk!" Cermin gaib di tengah kamar mendadak meledak menjadi debu hitam begitu Arga mengepalkan tangannya ke udara. "Sialan! Gak usah sok nakut-nakutin pakai cermin buram, Tua Bangkai!" gertak Arga dingin. "Om Arga! Itu tadi suara apaan sih?! Seram banget!" pekik Nadine panik sambil makin kencang memeluk lengan Arga. "Biasa, cacing tanah purba kurang perhatian," cetus Arga santai. Arga berbalik, merangkul Alya, Vania, Nadine, Siska, dan Amara sekaligus di sekeliling ranjang. "Kalian tenang aja. Cincin Naga Tidur ini udah terikat abadi sama jiwa kalian," tutur Arga lembut. Cincin kuno warisan orang tuanya itu bergetar halus, memancarkan gelombang hangat keemasan yang menyelimuti tubuh kelima wanita tersebut. Mekanisme pusaka itu memang bekerja secara logis dan unik. Melalui keintiman fisik, sentuhan tulus, dan ikatan batin yang rutin Arga

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 179: Benteng Kedamaian & Sang Pewaris Sejati

    "Gue nggak bakal kasih celah sedikit pun buat mereka!" gertak Arga sambil meremas ponsel di tangannya sampai hancur berkeping-keping."Mas Arga, kamu beneran mau menutup total akses ke Kos Melati?" tanya Alya cemas sambil mengelus perutnya yang semakin membesar."Iya, Alya. Ini satu-satunya cara supaya kalian semua tetap aman," jawab Arga tegas.Arga merangkul pinggang Alya dan memegang tangan Amara lembut.Dia mulai mengaktifkan energi Cincin Naga Tidur yang melingkar di jarinya.Pusaka warisan orang tua Arga itu memancarkan cahaya merah keemasan yang sangat hangat.Mekanisme cincin kuno tersebut selalu bereaksi dahsyat terhadap ikatan batin dan sentuhan fisik dengan para wanita yang mencintainya.Semakin intim dan tulus perasaan cinta di antara mereka, semakin kokoh benteng perlindungan yang bisa diciptakan Arga."Nadine, Siska, Vania... pegang pundak gue sekarang!" perintah Arga."Siap, Om Arga tercinta!" seru Nadine bersemangat sambil langsun

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 178: Naga Sejati Menelan Langit

    "Brakkkk!" Dentuman dahsyat mengguncang angkasa Jakarta saat tombak petir merah bertabrakan langsung dengan perisai emas Arga. Gelombang kejutnya menjalar hebat ke bawah, meruntuhkan kaca-kaca gedung pencakar langit di kawasan bisnis hingga hancur berhamburan. 'Sialan, orang tua ini benar-benar mau meratakan seluruh kota!' batin Arga meringis menahan hantaman energi yang kelewat gila. Tangan Arga terasa kebas, gelombang petir hitam menyengat hingga ke dalam pembuluh darahnya. "Hahaha! Rasakan itu, Bocah Mentah!" gelak Dewa Langit tertawa puas di balik kepulan asap. "Kau tak akan sanggup menahan kekuatanku lebih lama lagi!" seru Dewa Langit bertambah jemawa. "Deggg...!" Di saat kritis itu, Cincin Naga Tidur di jari Arga kembali membara panas. Sentuhan fisik, kepasrahan, dan rasa cinta mendalam dari Alya, Vania, Nadine, Siska, dan Amara yang tersimpan dalam cincin kuno itu mendadak terserap sepen

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 177: Badai Dewa di Atas Jakarta

    "Deggg...!" Jantung Arga berdegup kencang saat melesat menembus ketebalan awan hitam yang pekat. Aura membunuh dari Dewa Langit mengejar tepat di belakang punggungnya, terasa menusuk kulit seperti ribuan jarum es. 'Sialan, orang tua ini kecepatannya gak ngotot banget!' batin Arga panik sambil melirik ke bawah. Dari ketinggian ribuan kaki, terlihat gedung-gedung pencakar langit Jakarta bergetar akibat guncangan energi yang terpancar dari pesawat jet mewah musuh. "Brakkkk!" Kilatan petir hitam raksasa menyambar tepat di samping Arga, membelah awan pekat menjadi dua bagian. "Mau lari sampai mana kau, Bocah Mentah?!" teriak Dewa Langit menggema di antara gemuruh badai. Dewa Langit terbang melayang tanpa alat bantu, memegang sebilah pedang bermata dua yang diselimuti kobaran api kehitaman. Di belakangnya, belasan pengawal berseragam tempur serba hitam ikut melayang dengan papan energi canggih.

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 176: Cahaya Emas Surga Kos Melati

    "Ingat, ini bukan sekadar urusan ranjang atau sentuhan fisik biasa," tegak Arga memecah keheningan di dalam basement sakral mansion."Kekuatan Cincin Naga Tidur cuma bisa kebuka sempurna kalau ada penyatuan energi batin dan rasa percaya penuh," lanjutnya lagi sambil menatap lima pasang mata di depannya.Cincin perak berukir naga di jari manis Arga mulai memancarkan pendar merah keemasan yang hangat.Benda pusaka peninggalan orang tuanya itu memang unik—kekuatan mistisnya cuma bakal meledak makin dahsyat tiap kali Arga menyerap intimasi dan kesetiaan mutlak dari para wanita yang terikat dengannya."Gue paham, Om. Mau badai atau Dewa Langit sekalipun yang datang, gue nggak akan lepasin Om Arga!" seru Nadine cepat, melangkah paling depan tanpa ragu.Gadis berumur dua puluh satu tahun itu menatap Arga dengan binar mata yang kelewat posesif."Hadeuhhh, bocah satu ini selalu aja mau jadi yang pertama," cibir Siska sambil melipat tangan di dada.Meski mulutnya k

  • Bapak Kos Kesayangan   BAB 175: Utusan Sok Tajir

    Suasana di Kos Melati mendadak berubah tegang pasca kepergian Dokter ghaib langganan Amara yang meriksa janin Alya.Nadine, Vania, Siska, dan Amara masih ngerubungin Alya di ruang tengah, muka mereka tegang ngebahas anomali janin naga itu.Arga cuma bisa garuk-garuk kepala yang gak gatel, ngerasa pusing sama drama harem yang makin *njlimet*.'Hadeuhhh, servis keroyokan semalam belum lunas gempornya, udah dikasih cobaan ghaib janin naga lagi,' batin Arga meratapi nasib istirahatnya.Ancaman luar datang ketika 'Dewa Langit' mengirim utusan ke Jakarta, tepat di depan pagar Kos Melati saat ini.Utusan tersebut dalam wujud pria kaya raya yang ingin membeli Kos Melati dengan harga selangit, pamerin mobil Rolls-Royce Phantom terbaru.Pria muda klimis berjas Armani itu turun dari mobil dengan gaya sombong, nurunin kacamata hitamnya pelan."Waduh... Ini Kos Melati yang legendaris itu ya? Gembel amat kelihatannya," cibir pria muda itu ngenyek.Arga yang denger

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 5

    'Gila, wangi mi rebus pakai rawit begini emang paling juara! Perutku udah demo minta jatah karbohidrat dari sore tadi gara-gara ngeluarin banyak tenaga,' batin Arga tersenyum puas menatap air rebusannya.Sambil menunggu kuah mendidih sempurna, pria paruh baya itu memasukkan sebutir telur ayam segar

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 4

    "Om Arga! Matanya ditaruh di mana sih waktu beres-beres tadi pagi? Lihat itu genangan air sabun dibiarkan menggenang sembarangan di jalanan!" omel Siska dengan nada tinggi melengking.Arga refleks membalikkan badannya sambil memegang erat gagang sapu lidi. Bapak kos itu menghela napas sangat panjan

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 3

    Amara tersenyum sangat manis, membiarkan raut wajah Nadine mendadak berubah masam melihat kedatangannya di tengah halaman.Sebenarnya, Amara bukan tandingan Nadine yang masih gadis dan sangat cantik.Meski begitu, pesona Amara sebagai janda cantik berusia tiga puluh dua tahun itu, tetap menggoda.D

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 2

    Nadine yang berbaring di bawah kungkungannya justru mulai menggeliat tidak karuan. Mahasiswi cantik itu membuka bibirnya perlahan, bersiap mengeluarkan desahan panjang akibat sisa-sisa efek racun yang masih mendidihkan aliran darahnya.Melihat gelagat super berbahaya itu, Arga buru-buru membekap mu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status