MasukPada hari aku mengetahui bahwa diriku sedang hamil, aku kebetulan memergoki suamiku sedang menemani "cinta sejatinya" periksa kehamilan. "Aku malam ini nggak pulang, ada urusan." Yohan Suharso berkata dengan nada dingin, lalu merangkul Maudy Hutomo, dan mereka pergi bersama. Aku terdiam sejenak, kemudian memutuskan untuk membuat janji aborsi. Semua orang mengira aku mengejar-ngejar Yohan. Mereka kira, aku tidak akan pernah meninggalkannya meskipun selalu diperlakukan dingin dan kejam. Bahkan dia pun berpikiran serupa. Tapi mereka tidak pernah tahu, bahwa aku melakukan semua itu hanya demi membayar hutang budi. Sekarang, setelah sepuluh tahun berlalu, aku akhirnya bisa mengakhiri pernikahan ini.
Lihat lebih banyakAku menggugat Maudy, dan orang-orang yang dia bayar untuk menghujatku di internet, serta para warganet lain. Aku pun berhasil mendapatkan kompensasi 6 miliar. Semua uang itu aku sumbangkan ke yayasan amal, membuatku menuai banyak pujian.Setelah mempertimbangkan matang-matang, akhirnya aku bergabung dengan agensi Mario.Evan marah besar, "Mario! Kamu rela Ziva cuma bayar dua puluh persen untuk biaya agensi, bahkan memperkenalkan pamanmu agar bisa membantu mengelola keuangannya ... semua demi mengajak Ziva gabung ke agensimu! Dasar licik! Siapa bilang kamu polos? Semua orang tertipu penampilanmu!"Evan masih belum puas setelah menegur Mario secara terang-terangan. Dia terus mengeluhkan sikap Mario di mana-mana.Bahkan saat tampil di acara televisi, dia terus mengomel tentang Mario yang penuh tipu muslihat.Sutradara acara ragam yang menyukai keributan pun sampai mengundangku dan Mario sebagai bintang tamu dadakan.Di tengah acara, sutradara langsung bertanya, "Raja Film, bagaimana penda
Yohan belakangan ini sangat sibuk, dia terlihat kacau balau. Ada dua lingkaran hitam di bawah matanya, janggutnya juga sudah mulai lebat tidak terawat. Tubuhnya juga jadi lebih kurus.Dia terlihat lebih terpuruk dibandingkan ketika Maudy meninggalkannya dulu."Sudah lebih dari sebulan berlalu, apa kamu sudah merasa lebih baik?" Yohan bertanya padaku.Aku memegang cangkir teh dan menyesapnya sedikit, "Kamu bahkan nggak pernah peduli padaku di hari aku aborsi, juga beberapa hari setelahnya. Apa kamu nggak merasa terasa pura-pura sekali kalau menanyakan hal itu sekarang?""Aku sangat menantikan kehadiran anak itu. Kamu bahkan nggak berdiskusi denganku dan malah menggugurkannya. Aku jelas marah padamu.""Kamu kan punya anak yang lain. Seharusnya kamu nggak perlu memikirkan masalah ini, 'kan?"Yohan selalu mendominasi dalam hubungan kami berdua.Tapi sekarang semuanya sudah berbalik. Dia otomatis mengernyitkan kening, mau marah tapi akhirnya menahan diri.Yohan lalu menjelaskan dengan cangg
Yohan menatapku dengan ekspresi datar, "Kamu rela merugikan dirimu sendiri demi menghancurkan musuhmu ... apa kamu sudah hilang akal karena jatuh cinta? Kamu rela kehilangan hampir 20 triliun demi Mario dan Evan? Kamu bodoh, ya?"Aku mengangkat alis, "Sepertinya Pak Yohan kurang informasi. Aku sudah menjual sahamku. Kamulah yang rugi, bukan aku!"Tiga hari lalu, saat dia sibuk memamerkan kasih sayangnya dengan Maudy, aku sudah meminta kakakku, Sarah Sucipto, untuk menjual sahamku ke pemegang saham kedua, Reyhan Dimitri.Aku dan kakakku punya marga yang berbeda, satu mengikuti ibu, satu lagi mengikuti ayah. Jadi tidak ada yang akan menghubungkan kami.Karena statusku sebagai selebriti yang dikelilingi banyak rumor, aku sengaja membuat sahamku menjadi atas nama kakakku sejak awal. Semua itu agar tidak memengaruhi nama baik perusahaan.Tidak ada yang mengetahui hal ini selain Yohan dan Maudy.Sedangkan Rayhan ....Dia biasanya berhubungan baik dengan Maudy, dan sering membuatku dalam masa
Para penggemar Maudy terus menghujatku.[ Dasar perempuan nggak tahu malu! Dia memanfaatkan Pak Yohan yang mabuk! Apa kamu nggak punya harga diri? ][ Pak Yohan dan Maudy kan mau menikah, mereka bahkan mau punya anak. Bisa-bisanya dia melakukan hal begitu ... dasar perempuan jahat! Keluar saja dari dunia hiburan! ][ Dasar perempuan murahan! Pergi sana! Apa-apa selalu bersaing dengan Maudy. Coba lihat saja dirimu di kaca, biar tahu diri! ]Dan masih banyak lagi komentar tidak sopan lainnya.Hinaan mereka makin keterlaluan karena sudah menyebut-nyebut bagian organ tubuh, bahkan sampai mencaci sesepuhku.Aku pun segera menelepon Yohan, "Masih ada waktu sebulan sampai akta cerai kita keluar. Kamu dan Maudy bisa bebas pamer kemesraan setelah itu, jangan sekarang."Makin mereka pamer kemesraan, makin banyak pula cacian yang kudapat dari penggemar Maudy.Mana ada orang yang tahan dihujat seperti itu.Suara Yohan terdengar dingin dari seberang telepon, "Kita sudah mau bercerai. Kamu nggak pun


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan