MasukImbalan sebesar 20 juta, sudah disiapkan oleh Rudi untuk Brian. Brian sepakat untuk menghabiskan malam bersama dengan Amanda. Brian sendiri sudah memiliki 2 orang anak yang masih kecil. Untuk urusan membuahi, Brian sudah cukup berpengalaman. Selain itu Brian juga memiliki wajah yang rupawan. Brian sudah pasti disetujui oleh Amanda untuk bercinta.
Sepanjang jam makan siang, Brian dan Rudi sudah sepakat. Malam ini Brian akan bertemu dengan Amanda di sebuah hotel berbintang. Di mana Amanda pun sedang dalam proses masa subur. Jadi momentum yang cukup tepat untuk bercocok tanam. Tepat di pukul 8 malam. Brian datang menemui Rudi di lobi hotel. Ia terlihat begitu siap untuk bercinta. Dengan minyak wangi yang begitu aromatik. Brian siap memberikan pelayanan terbaik untuk Amanda. Pertemuan pertama itu cukup berkesan bagi Amanda. Ia menyukai Brian yang cukup tampan. Apalagi Brian juga memiliki postur badan yang ideal. Serta badan yang bugar. Ini sudah sesuai dengan harapan dari Amanda. "Kapan kita akan mulai?" tanya Brian dengan tatapan serius. "Mungkin kita bisa mulai sekarang. Bagaimana, Sayang?" jawab Rudi. Dengan wajah malu-malu, Amanda pun mengiyakan jawaban dari Rudi. Permainan gila itu akan segera dimulai. Di mana Amanda dan Brian akan melakukan cinta satu malam yang singkat. Disaat semuanya akan berjalan sesuai kesepakatan. Brian dan Amanda pun segera berjalan menuju kamar hotel. Amanda terlihat malu-malu. Tetapi Brian terus berusaha untuk mencairkan suasana. Sehingga mereka pun terlihat seperti pasangan yang normal. Namun Brian dan Amanda terkejut hebat. Begitu ada sosok perempuan muda yang sudah berada di atas ranjang. Begitu lampu kamar itu dinyalakan. Brian panas dingin. Ia melihat keberadaan istrinya dengan tatapan seram. Seluruh badan Brian gemetar, saat istrinya datang menghampiri. Ia tidak bisa berkata apapun. Hanya bisa tertunduk dengan ekspresi penuh ketakutan. Sementara Amanda yang tidak tahu, perempuan itu istri dari Brian. Hanya menatap wajah perempuan itu dengan tatapan bingung. "Kamu siapa? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Amanda dengan wajah penasaran. "Seharusnya saya yang bertanya seperti itu pada kamu," jawab istri Brian dengan tegas. Amanda melirik ke arah Brian yang semakin ketakutan. Ia masih bingung dengan situasi saat ini. "Perempuan ini siapa, Brian?" Dengan suara gemetar, Brian segera menjawab. "Dia istri saya." Amanda terkejut. Ia bingung untuk mendeskripsikan situasinya saat itu. Ini adalah rahasia bertiga antara Rudi, dirinya dan Brian. Tentu istri Brian tidak tahu dengan rencana mereka bertiga. Dengan wajah layaknya seekor singa yang lapar. Istri Brian berjalan mendekat ke arah Amanda. "Sekarang saya tanya, mau apa kamu di hotel dengan suami saya?" Amanda tidak bisa menjawab. Ia bingung untuk menjawab pertanyaan itu. "Jawab!" ucap istri Brian dengan nada datar. "Saya bilang jawab," dengan nada naik. "Jawab!" ucap istri Brian dengan penuh amarah. Amanda tidak bisa menjawab. Ia hanya bisa menangis melihat amarah istri Brian. Tentu ia bisa merasakan kepahitan dari istri Brian. Melihat suaminya berada di dalam kamar hotel dengan perempuan lain. "Kamu bilang, kamu mau pergi futsal. Tapi kamu justru berselingkuh dengan perempuan ini. Kamu memang jahat Brian. Kamu laki-laki jahat," ucap istri Brian sembari menangis. Brian hanya bisa terdiam sembari tertunduk malu. Ia tidak menyangka istrinya akan tahu dirinya akan berada di hotel bersama dengan Amanda. Istri Brian kembali mendekat ke arah Amanda. Ia tidak ragu untuk menampar Amanda. Hingga Brian mencoba menghentikan serangan istrinya. Tidak hanya menampar, istri Brian juga melontarkan kata-kata kasar untuk Amanda. Ia berulang kali mengucapkan kata-kata kotor untuk Amanda. Merasa Amanda pantas untuk dihinakan. Tidak ada perlawanan, Amanda akan semakin kuat menangis. Sampai salah satu staf hotel datang ke dalam kamar untuk melihat keributan di dalam kamar. Tidak ingin malu, Amanda segera pergi dari dalam kamar sembari menutup wajah. Cukup rasanya ia dipermalukan oleh Rudi. Ia berharap tidak kembali masuk ke dalam permainan Rudi. Sakit untuk bisa membayangkan dirinya yang harus terhinakan seperti ini.Malam nampak biasa, Alex dan Nina berbincang layaknya suami istri di atas ranjang. Membahas perkembangan anak mereka yang tumbuh dengan begitu cepat. Alex bahagia memuji Nina sebagai ibu yang luarbiasa. Nafkah batin pun di harapkan oleh Nina. Ia mulai menggoda dengan kata-kata yang sedikit jorok. Tetapi Alex tidak langsung terpancing. Alex masih cukup kuat. Nina yang terlihat begitu berharap bisa bercinta di malam ini. Akhirnya menggunakan cara yang lebih ekstrim. Tanpa berkata-kata, Nina mulai menjamah bagian sensitif dari Alex. Ia meraba dengan perlahan. Mulai menggunakan tangannya untuk melemahkan iman dari Alex. Alex merasa dirinya mulai terpengaruh, tapi tiba-tiba wajah Amanda muncul di benaknya. Ia segera menghentikan rasa ingin bercinta dalam dirinya. Seolah Amanda meminta Alex untuk tidak melakukannya dengan Nina. Menjaga perasaan dari Amanda sekali lagi. "Nina, stop. Aku tidak bisa malam ini," Alex berkata dengan suara yang lembut, tapi tegas. Nina merasa diriny
Rudi terlihat kesal saat menjemput Amanda di kantor sekuriti, wajahnya merah karena malu. "Amanda, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa seperti ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terjebak, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Alex yang berdiri di sebelahnya, mencoba membela Amanda. "Rudi, ini semua salahku. Aku yang salah, jangan salahkan Amanda," Alex berkata dengan suara yang tenang. Rudi memandang Alex dengan mata yang tajam. "Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan Amanda?" Rudi bertanya dengan suara yang keras. Alex tidak mundur, ia memandang Rudi dengan mata yang teguh. "Aku yang salah, Rudi. Aku yang salah dalam memperlakukan Amanda. Jangan salahkan dia," Alex berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terharu, Alex membelanya di depan Rudi. Tapi Rudi tidak bisa menerima penjelasan itu, ia masih merasa kesal. "Amanda, kita harus bicara tentang ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas, lalu memegang tangan Amanda dan membawany
Alex dengan lembut mengusap wajah Amanda, membersihkan sedikit debu yang ada. Amanda merasa nyaman dengan sentuhan Alex, dan ia tidak bisa menahan perasaannya yang mulai berubah. Tiba-tiba, Alex melepaskan kendali dan dengan berani mencium romantis bibir Amanda. Amanda hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Alex lakukan, merasa jantungnya berdetak kencang. Ciuman itu terasa seperti mimpi bagi Amanda, dan ia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Alex membalas perasaan Amanda, dan ciuman itu menjadi semakin intens. Amanda merasa dirinya terbawa oleh perasaan yang kuat, dan ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia membalas ciuman Alex dengan penuh gairah, merasa dirinya hidup kembali. Tiba-tiba, Amanda sadar apa yang sedang terjadi dan ia langsung melepaskan diri dari Alex. "Alex... apa yang kita lakukan?" Amanda bertanya dengan suara yang bergetar, merasa sedikit panik. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh kasih, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasa
Amanda dan Alex duduk di kafe, dengan secangkir kopi di depan mereka. Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi. "Alex, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku merasa sangat tidak dihargai oleh Rudi," Amanda berkata dengan suara yang lembut, mata yang sedikit berkaca-kaca. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh perhatian. "Apa yang terjadi, Amanda? Kamu bisa cerita padaku," ia berkata dengan suara yang lembut. Sekali lagi, Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ucapannya. "Rudi selalu membuat aku merasa tidak penting. Dia tidak pernah mendengarkan aku, tidak pernah memberikan aku untuk berbicara. Dia selalu membuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan aku," Amanda berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Alex terlihat begitu iba dengan apa yang terjadi pada Amanda. Ia memandang Amanda dengan mata yang penuh kekecewaan. "Itu tidak benar, Amanda. Kamu adalah istri yang hebat, kamu pantas mendapatkan yang le
Rudi rebahan sembari terus memainkan handphone, tersenyum gembira membaca komentar-komentar di postingan Instagram-nya. "Wah, aku benar-benar pria idaman!" ia berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggulir komentar-komentar yang memujinya."Rudi, kamu adalah suami yang sempurna!" "Rudi, aku ingin menjadi seperti kamu!" "Rudi, kamu adalah contoh suami yang baik!" Komentar-komentar itu terus bermunculan, membuat Rudi merasa semakin percaya diri dan bahagia.Tiba-tiba, Rudi melihat komentar dari seorang pengguna Instagram yang bernama "AmandaRudiIstriku". "Rudi, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Terima kasih atas kesabaran dan cintamu" Rudi tersenyum, merasa semakin bahagia."Amanda benar, aku adalah suami yang sempurna," Rudi berkata pada dirinya sendiri. "Aku sabar, aku baik, aku kaya... apa lagi yang bisa diinginkan seorang wanita?"Rudi terus membaca komentar-komentar itu, merasa semakin percaya diri. Ia merasa bahwa ia telah melakukan yang terbaik untuk Amanda, d
Rudi dan Amanda duduk di sofa studio podcast, dengan senyum yang manis. Host podcast, seorang influencer muda, menyambut mereka dengan hangat. "Selamat datang, Rudi dan Amanda! Aku sangat senang memiliki kalian berdua di podcast aku hari ini."Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Terima kasih, aku senang berada di sini. Aku berharap bisa berbagi cerita tentang kesuksesan aku dan Amanda."Host podcast tersenyum, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Baiklah, mari kita mulai. Rudi, aku tahu kamu adalah salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan kamu menjadi pengusaha?"Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Aku mulai dari bawah, dengan modal yang kecil. Aku bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Aku selalu percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai apa saja."Amanda hanya mengangguk, dengan senyum yang lembut, sementara Rudi terus berbicara tentang kesuksesannya. Host podcast terus mengajukan pertanyaan,







