แชร์

Bab 22. Ethan dan Validasi

ผู้เขียน: SecretAK
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-19 13:01:31

“Lepaskan aku.” Aria meronta. Dia sudah berusaha berkali-kali untuk melepaskan diri, tetapi tenaga Ethan jauh lebih besar.

Dalam sekejap, posisi mereka berubah. Kali ini Aria yang berada di bawah Ethan, terkungkung tubuh kekar lelaki itu. Aria yang memekik tampak tidak membuat Ethan berlembut hati sedikit pun.

“Kau sudah gila, Ethan!” teriak Aria dengan napas tersengal. “Untuk apa kau mau tidur denganku lagi? Kita hanya t

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 67. Tembakan di Tengah Hutan

    “Kesalahanmu adalah mengira bahwa aku sama bodoh dan lemahnya seperti dulu.” Ethan menikmati ekspresi Levi yang seperti baru saja tersambar petir. Dia mempertaruhkan banyak hal, menghabiskan banyak waktu untuk bukan sekadar hidup di masa lalu—dia menggali masa lalu untuk membuat masa depan tak segelap mimpi buruknya. Penyesalan itu mungkin tidak akan ada ujungnya, tetapi Ethan bersumpah akan membayar setiap detik itu sebanyak yang bisa dia tampung.“Kau pikir bisa menjatuhkanku hanya dengan bukti-bukti itu? Pembunuhan? Kau berlebihan! Aku tidak membunuh siapa pun di masa lalu. Kau yang membiarkannya mati karena terlalu erat menggenggamnya.”Jika biasanya Ethan akan merasa sesak hanya karena mendengar tentang masa lalu itu, kini dia hanya menatap Levi tanpa ekspresi. Tidak ada sesak yang begitu menekan seperti dulu yang membuatnya hilang kontrol.“Ini mungkin bukan apa-apa untukmu, Dad.” Ethan tidak berniat untuk membuat ayahnya terpuruk hingga kehilangan semuanya. Bahkan meski dia bi

  • Benih Rahasia CEO Dingin    Bab. 66 Pengakuan Nolan, Levi Terancam

    Publik digegerkan dengan berita pernikahan sekaligus penculikan. Ethan tidak memberikan keterangan apa pun ketika beberapa wartawan mengajukan pertanyaan terkait insiden itu. Banyak orang yang menyayangkan pernikahan putra konglomerat tersebut berakhir tragis. Beberapa menujukkan simpati, tak sedikit pula yang tak acuh.“Tuan, kepolisian sudah bergerak,” lapor asistennya.“Bagus, lebih cepat lebih baik.” Ethan juga memerintahkan timnya untuk bergerak cepat. Sudah 24 jam sejak hilangnya sang istri dan sampai sekarang tidak ada yang tahu bagaimana kondisi perempuan itu.“Bagaimana dengan media? Mereka terus mendesak—““Biarkan saja.” Dia tahu bahwa berita ini akan menimbulkan banyak asumsi dan bukan tugasnya untuk meluruskan semua asumsi mereka. Harapannya hanya agar mata publik terfokus pasa Aria yang hilang, jadi pelaku akan merasa terpojok—atau sedikitnya penculik akan berhati-hati untuk mengambil tindakan mencelakai Aria lebih parah.Sementara itu, Nolan menyimak berita itu dengan t

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 65. Kabar Menghilangnya Aria

    “Kenapa kau melakukan ini?” Aria bertanya dengan suara yang bergetar. Dia berusaha keras agar tidak mengeluarkan air matanya. Tidak lagi. Dia tidak mau lemah di hadapan pengkhianat lagi.“Tuan Levi menawariku posisi yang bagus.”Aria tertawa pilu mendengar jawaban yang teramat dangkal. “Jangan bercanda.” Dia menatap nyalang perempuan berkacamata itu. “Jika kau sangat menginginkan posisi, kau bisa melakukannya sejak dulu. Tapi, kau tidak pernah mengambil kesempatan itu! Kau-“Dadanya teramat sesak hanya untuk melanjutkan kata-kata.“Benar.” Rachel berjalan mendekat. Dia menundukkan kepala hingga kedua sisi wajahnya tertutup rambut. “Tapi, kau tahu sesuatu? Melihatmu semakin bersinar membuatmu muak.” Dia terkekeh. “Kau juga menikah dengan pria tampan, kaya raya, dan akan menjadi bagian dari keluarga terpandang di dunia bisnis—ya meski bagian terakhirlah yang tidak mungkin kau dapatkan.”“Kenapa harus dirimu?” bisik Aria dengan tatapan kosong. Dulu dia pernah dikhianti oleh kekasih, sahab

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 64. Aria dan Pengkhianatan

    Aria tidak tahu ini sudah petang atau masih siang. Dia juga tidak tahu sudah berapa lama dirinya ada di sini. Tubuh itu meringkuk di samping daun pintu yang masih tertutup. Pandangan kosong tertuju pada kolong ranjang yang tak ada apa pun di sana, sementara pikirannya masih dipenuhi oleh Ethan. Benar, lelaki itu pasti sedang berusaha kerasa mencarinya, ‘kan? Dia teringat saat Ethan berlari ke pelukannya di gedung tua itu.“Ah, aku membuatnya khawatir lagi,” gumam Aria yang lamunan asyiknya itu mendadak mendapat interupsi dari suara pintu yang diketuk. Aria terperanjat, bangkit berdiri. Saat dia hendak bersegera membuka pintu, dia teringat kalau ini tempat asing dan dia tidak tahu siapa musuhnya. Lantas, dia membukanya hati-hati sambil memasang kuda-kuda, bersiap menerjang siapa pun yang datang.“Tunggu!” Seruan itu berhasil membuat gerakan agresif Aria terhenti. Tampak seorang gadis muda dengan kacamata kecil dan wajah mungil membawa nampan berisi makanan.Aria mundur satu langkah. Sa

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 63. Ego Reynolds

    Ethan melepas cengkeramannya dari Levi. Ditatapnya sang ayah dengan raut tak percaya. Bahkan orang-orangnya yang dia pikir sudah cukup dia percayai, kini berpihak pada musuh.“Tinggalkan mereka,” kata Levi enteng. Dia mendekat dan menepuk pundak anak lelakinya. Melihat Ethan yang tampak bingung, dia menjelaskan, “Aku tahu perempuan itu sedang hamil. Persis seperti dulu.”Ethan menepis kasar tangan ayahnya. “Kali ini aku tidak akan membiarkan mereka mati di tanganmu!”“Kenapa?” Napasnya mulai memendek. Kekuatannya melemah, tersedot habis oleh rasa takut akan kehilangan orang yang dia cintai dengan cara yang sama. Ethan merasa dia tidak akan bisa hidup normal jika istri dan anaknya menghilang. “Kenapa kau melakukan itu padaku?”“Andai saja kau mau mendengarkanku. Kau tidak akan menjadi lemah dan sepecundang ini, Nak.” Lagi, tanpa rasa bersalah dia menepuk pundak anaknya bak seorang ayah yang ideal dan mengayomi. “Aku memberimuu kesempatan yang dulu tidak sempat kau dapatkan, yaitu menik

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 62. Pengusup

    “Tapi ini semua aneh,” ucap Aria saat sesi foto bersama akan dimulai. Beberapa tamu bergantian untuk berfoto dengan mereka.“Apa maksudmu?”“Orang tuamu.” Semuanya berjalan sangat normal dan Aria hampir dibuat tidak tenang dengan ketenangan ini.Ethan terdiam. Dia melihat ke arah kamera, kemudian beralih pada satu wajah-wajah familiar itu. Tamu undangan, rekan bisnis yang cukup besar dampak relasinya, hingga berakhir pada kedua orang tuanya yang mendekat untuk bergantian pada sesi foto bersama. Semuanya memang tampak normal dan tidak ada laporan yang mencurigakan dari para pengawalnya.Aria kembali berbisik, “Aku benar-benar canggung, Ethan.” Mulutnya ingin sekali berlanjut menyuarakan kegelisahannya, tetapi orang yang tengah dia bicarakan kini berada di sisi kanan gadis itu. Dia hanya melempar senyum, kemudian menatap lurus ke kamera. Senyumnya sudah siap untuk diabadikan, tetapi tepat saat bunyi jepret kamera terdengar, Julia berbisik padanya.“Ingat bahwa kau tidak pernah mendapat

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 7. Bermain Licik

    “Tuan Ethan meminta kau untuk bersiap malam ini. Dia yang akan menentukan jam dan tempatnya.” Frank menatap penuh harap. “Aku tahu kau sudah bekerja keras, jadi lakukan yang terbaik untuk kali ini juga. Ah, dan satu lagi. Dia akan menghubungimu nanti.”“Sial!” Tak henti-hentinya Aria mengumpat sejak

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 6. Neraka Bernama Ethan Reynolds.

    Aria mengerjapkan mata berulang kali. Dia yakin bahwa barusan tidak salah dengar, tapi mulutnya otomatis berkata, “A-apa?” Bersamaan dengan jantungnya yang seketika mencelus.“Kau bilang bisa melakukan apa pun mauku.” Ethan berkata santai tanpa setitik pun noda bersalah di wajahnya.Aria mengepalkan

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 5. Bagaikan di Ujung Tanduk

    Lidah Aria tiba-tiba saja mendadak menjadi kelu. Otaknya benar-benar tak berfungsi dengan baik. Dia sampai memejamkan mata beberapa kali, guna memastikan apa yang dia lihat ini adalah mimpi. Tidak hanya sekadar memejamkan mata saja, tetapi dia juga sampai mencubit jemarinya agar yakin bahwa dirinya

  • Benih Rahasia CEO Dingin   Bab 4. Dia Ethan Reynolds

    Dua pekan setelah keputusan telak telah dicetuskan oleh sang CEO, Aria disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang menumpuk. Bosnya itu menuntut kesempurnaan dalam hal apa pun, termasuk ekspektasinya terhadap keberhasilan presentasi yang akan dia akukan di hadapan sang investor. Selama itu juga tidur

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status