Share

Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku
Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku
Author: Yuna

Bab 1

Author: Yuna
Aku menatap pengumuman grup itu selama sepuluh detik penuh.

[Selamat kepada Peter yang berhasil mendapatkan pacar 100 kg!]

Di bawahnya bahkan disertai tiga emoji kembang api.

Di dalam grup yang berisi seratus orang lebih itu, pesan-pesan terkirim dengan sangat cepat.

[Angka enam yang mematikan, John benar-benar rugi bandar.]

[Rugi dari mananya? Justru untung banyak bisa lepas dari pacar seukuran tank.”

[@Peter, Kak Peter buruan kasih sepatah dua kata setelah memenangkan hadiah.]

Tak lama kemudian, sebuah foto disebar ke dalam grup.

Itu foto yang diambil saat acara olahraga sekolah waktu aku kelas dua SMA.

Saat itu berat badanku 99 kg. seragam sekolahku kelihatan sangat sesak dan ketat. Aku duduk di barisan paling belakang tribun sambil menunduk makan roti.

Orang yang mengambil foto itu jelas berada sangat jauh dariku.

Namun, seburam apapun fotonya, tetap tak bisa menyembunyikan ukuran tubuhku yang saat itu luar biasa gemuk.

Orang yang mengirim foto itu tak lain adalah pacar onlineku sendiri.

John.

Padahal satu menit yang lalu, dia masih membujukku melalui pesan pribadi.

[Sayang, ini hanya bercandaan antar teman saja.]

[Aku hanya kalah main game, terus kasih nomor whatsappmu ke Peter buat menjalankan misi pasangan. Jangan dimasukin ke hati, ya.]

Aku tak membalasnya.

Grup sudah semakin riuh.

[Astaga, kalau postur tubuhnya begini, sepertinya Kak Peter harus menjemputnya pakai truk engkel?]

[Apa misi pasangannya? Menggendong? Kak Peter bisa masuk rumah sakit karena patah tulang dong?]

[Saranku mending ganti jadi misi induk babi panjat pohon saja, sepertinya tingkat kesulitannya lebih rendah.]

John mengirim emoji tertawa sambil menutup wajah.

[Agak ditahan sedikit dong, jangan sampai membuatnya menangis nanti.]

Kelihatannya seperti membelaku, padahal sebenarnya dia sedang menginjak-injak harga diriku dengan lebih kejam.

Jari-jariku terasa dingin.

Kami sudah berpacaran online selama sebelas bulan.

Saat dia insomnia, aku akan menemaninya main game sepanjang malam.

Saat dia kalah pertandingan, aku akan menghiburnya dari tengah malam sampai matahari terbit.

Saat dia cemas menjelang ujian nasional, aku merekam pesan suara setiap hari untuk memberinya semangat.

Bahkan saat mengisi formulir pilihan jurusan, aku menempatkan Universitas Iranda di pilihan pertama.

Karena saat itu dia pernah bilang,

“Helen, ayo kita masuk ke kampus yang sama.”

“Saat masuk kuliah nanti, aku pasti bakal datang menemuimu sambil membawa seikat bunga.”

Namun nyatanya, satu hari sebelum masuk kuliah, dia malah menjadikanku taruhan game dan mempertaruhkan diriku pada orang lain.

Orang di grup segera membuka papan taruhan.

[Bertaruh Helen bakal berani datang ke perkumpulan mahasiswa baru besok malam.]

Nilai taruhannya terus melonjak.

Uang taruhan yang memasang bahwa aku tak berani datang sudah menembus lebih dari 60 juta.

John langsung memasang taruhan 20 puluh juta.

[Dia nggak mungkin datang.]

[Dia itu penakut, disindir sedikit saja langsung menangis.]

Akhirnya, aku benar-benar tertawa.

Ternyata, dia tahu kalau aku bakal menangis.

Namun, dia tetap membawa seratusan orang ini untuk menontonku menangis.

Tiba-tiba, sebuah pesan baru muncul di grup.

Sofia, [Kalian jangan mengejek adik tingkat kita. Agak gemuk itu nggak masalah, yang penting itu hatinya baik.]

Sofia adalah primadona kampus yang diakui di grup mahasiswa baru Universitas Iranda.

Dua hari yang lalu, dia baru saja mengunggah foto-fotonya di pantai. Dia memakai gaun putih dengan rambut panjang terurai dan kolom komentarnya dibanjiri ratusan pujian.

Dia menandaiku,

[Dek, besok malam kamu pasti datang, ‘kan?]

Kelihatannya dia sedang mencoba melerai.

Namun, kalimat berikutnya langsung menyusul,

[Teman-teman benar-benar nggak bermaksud jahat kok, kamu jangan jadi berkecil hati hanya gara-gara penampilan.]

Grup langsung ramai dengan pujian ‘si cantik yang berhati malaikat’.

Aku tak buru-buru membalas, melainkan menekan tautan taruhan tersebut.

Enam juta.

Aku pasang taruhan bahwa diriku akan datang tepat waktu.

Grup langsung hening selama beberapa detik, hingga akhirnya dipenuhi dengan tanda tanya.

John mengirim pesan pribadi padaku,

[Kamu sudah gila?]

[Mulut mereka itu sangat kejam, apain kamu datang?]

Aku menatap diriku di dalam cermin.

Rambut panjangku terurai di bahu, dengan pinggang ramping yang seolah bisa dicengkeram hanya dengan satu tangan.

Kontur wajahku yang dulu tertutup lemak saat SMA, kini sudah terbentuk sempurna, terlihat semakin menawan dan memikat.

Dalam dua bulan terakhir, di mal, di kereta, hingga di tempat gym, aku sudah dimintai nomor whatsapp sebanyak 27 kali.

Bahkan ada seorang manajer yang menahanku selama setengah jam hanya untuk menanyakan apakah aku tertarik menjadi bintang iklan.

John tak mengetahui semua ini.

Karena aku ingin menyimpan penampilan terbaikku ini untuk hari di mana kami akhirnya bertemu langsung.

Namun, sepertinya….

Kejutan ini sama sekali tak layak untuknya.

Aku menyapu sudut mataku untuk menghapus air mata yang belum sempat menetes, lalu membalas empat kata,

[Harus siap menerima kekalahan.]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 10

    Malam itu, aku insomnia.Berbaring di atas ranjang sambil bolak-balik menatap langit-langit, isi kepalaku dipenuhi ucapan Peter.Aku benar-benar tak mengingat kejadian itu lagi.Namun, dia mengingatnya selama sepuluh tahun penuh.Ponselku tiba-tiba menyala, sebuah pesan masuk dari Peter.[Sudah sampai rumah?][Sudah.][Pergelangan tanganmu jangan lupa diolesi obat.]Aku menatap layar ponsel, ragu-ragu sejenak, lalu akhirnya memberanikan diri menanyakan keraguan di dalam hatiku,[Jadi, kamu sudah mengenaliku sejak awal?]Dia sempat terdiam sejenak.[Iya.][Foto zaman SMA juga masih bisa dikenali?][Bisa.]Dia membalas tanpa ragu sedikitpun.[Kamu nggak banyak berubah.]Aku menundukkan kepala, melirik kembali foto di dalam grup yang memperlihatkan sosok diriku yang masih gemuk sampai kontur wajahku hampir berhimpitan satu sama lain.Ini yang dibilang tak banyak berubah?Aku benar-benar meragukan kalau mata Peter ini memang sudah dilengkapi fitur kecantikan bawaan.[Terus kamu ikut permai

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 9

    Usai Peter bicara, raut wajah John langsung benar-benar memuram.“Peter, kamu benaran menganggap serius permainan ini?”“Aku dan Helen sudah pacaran sebelas bulan, kamu nggak ada hak untuk ikut campur.”“Sebelas bulan?”Peter menatapnya dan melanjutkan dengan dingin, “Sudah pacaran sebelas bulan, tapi masih tega menjadikan dia bahan taruhan?”Seketika, John langsung terdiam.Orang di sekitar tak ada yang berani menyahut.Namun, dari cara orang-orang menatapnya, semuanya sudah terlihat jelas.John menggertakkan giginya, lalu menoleh menatapku.“Helen, aku akui kalau perbuatanku malam ini memang agak keterlaluan.”“Tapi aku sama sekali nggak berniat mau putus denganmu.”“Ini hanya permainan antar teman saja, kamu harus membuat masalahnya sampai serumit ini?”Aku mengelus pergelangan tanganku yang memerah akibat cengkeramannya tadi, lalu tiba-tiba merasa semua ini sangat tak berarti.Bahkan sampai detik inipun, dia masih tak merasa dirinya salah.Dia hanya menganggap diriku yang kurang p

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 8

    “Mulai hitung waktunya.”Tepat usai Peter bicara, suasana di dalam ruang VIP langsung meledak.“Sepuluh!”“Sembilan!”“Delapan!”Suara sorakan dan godaan hampir saja merobohkan atap ruangan.Aku tak menyangka dia akan mendadak menggendongku, jadi reflek semakin mempererat rangkulan tanganku.Melalui kain kemejanya yang tipis, aku bisa merasakan otot bahu dan punggungnya yang menegang.Namun, gendongannya sangat stabil.Jangankan sepuluh detik, bahkan napasnya pun tak terengah sama sekali.Pria berambut cepak mengambil ponselnya dan mendekati kami.“Kak Peter, lihat ke arah kamera!”“Momen seperti ini harus diabadikan!”John melayangkan tatapan dingin ke arahnya.“Simpan ponselmu.”Pria berambut cepak itu langsung menciut, tapi wajahnya masih memancarkan cengiran menggoda.“Iya paham, kakak ipar nggak boleh sembarangan difoto.”Panggilan ‘kakak ipar’ itu langsung membuat suara tawa di sekitar meledak lebih keras.Namun, raut wajah John sudah benar-benar muram.“Cukup!”Dia langsung mem

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 7

    Tepat saat empat kata ‘harus siap menerima kekalahan’ terucap, suasana di dalam ruang VIP langsung hening.Semua orang spontan menatap Peter.Tadi saat menyusun misi pasangan, mereka adalah orang-orang yang paling antusias.Karena dalam bayangan mereka, Peter harus saling menyuapi kue, berfoto sambil bergandengan tangan dan terakhir menggendong wanita dengan berat 100 kg.Membayangkannya saja sudah sangat konyol.Namun sekarang, tak ada lagi yang bisa tertawa.Malah ada yang mulai berkata dengan iri, “Kak Peter bukan kalah, tapi malah untung besar.”“Kalau tahu tampang Helen seperti ini, tadi aku saja yang mewakili Kak Peter mengocok dadunya.”“Mimpi saja kamu, emangnya dia mau denganmu?”Mendengar itu, raut wajah John terlihat semakin muram.Namun, Peter tak memedulikan mereka sama sekali. Dia hanya menunduk dan bertanya padaku, “Kamu nggak menyesal?”“Kenapa harus menyesal?”Aku melirik ke arah daftar misi di atas meja.“Misi pertama, saling menyuapi kue.”Baru saja selesai bicara,

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 6

    Tepat saat namaku terucap, seluruh ruang VIP seolah ditekan tombol jeda.“Apa?”“Helen? Jadi dia orang yang di grup….”“Seriusan?”Pria berambut cepak itu melotot. Mulutnya menganga lebar, sampai-sampai tidak sanggup mengeluarkan satu kalimat utuh.Dia langsung membuka foto masa SMAku di grup, mengangkat ponselnya dan membandingkannya berulang kali.Di foto itu, leherku tertutup lipatan lemak dan seragam sekolahku terlihat hampir meledak.Sedangkan diriku yang berdiri di depannya sekarang memiliki tulang selangka yang tegas dan pinggang yang ramping.Dia langsung menelan ludah.“Ini… ini benaran orang yang sama?”Tak ada yang menjawabnya.Karena semua orang di ruangan sedang melakukan hal yang sama.Menunduk melihat foto, lalu mendongak lagi untuk melihatku.Menunduk lagi dan mendongak lagi.Di sudut ruangan, seorang wanita berbisik pelan, “Mata dan hidungnya emang sama persis.”“Hanya saja setelah kurusan, semua kontur wajahnya jadi….”Belum selesai wanita itu bicara, orang di sebela

  • Berhasil Diet Untuk Menampar Pacarku   Bab 5

    Tepat saat pintu ruang VIP itu didorong terbuka, hitungan mundur tepat berakhir di angka nol.Seketika, suasana di dalam langsung hening.Puluhan pasang mata kompak tertuju padaku secara bersamaan.Ada yang sampai lupa meminum gelas anggur yang sudah diangkat dan ada juga yang sudut bibirnya masih menyisakan tawa yang belum sempat ditarik kembali.Pria berambut cepak yang duduk paling dekat dengan pintu sempat terdiam selama beberapa detik.“Nona cantik, kamu cari siapa?”“Kamu nggak salah ruangan?”Pria di sebelahnya langsung menyahut, “Salah masuk juga nggak apa-apa, sama-sama mahasiswa baru di Universitas Iranda. Ayo, main bersama saja.”“Iya, ayo masuk dan duduk saja.”Pria berambut cepak tadi baru tersadar, lalu terburu-buru menggeser sebuah kursi.“Sini, duduk di sebelahku.”Orang-orang yang tadi sempat mengeluh kekurangan tempat duduk, sekarang malah berlomba-lomba menunjukkan keramahan mereka.Aku tak bergerak, hanya mengalihkan pandanganku ke bagian tengah meja.Di atas kue b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status