Início / Male Adult / Bermain Api Dengan Nyonya / Bab 43 : Musuh Dalam Selimut

Compartilhar

Bab 43 : Musuh Dalam Selimut

last update Data de publicação: 2026-05-15 09:13:44

Bau tanah basah yang teraduk oleh angin helikopter terasa menyesakkan, membawa hawa panas dari mesin turbin yang menderu tepat di atas kepala kami.

Titik-titik laser merah menari-nari di dadaku dan Kenzo, seperti kunang-kunang maut yang menunggu perintah untuk menembus kulit.

Di depan kami, Elena—atau siapa pun wanita yang memakai wajah adik kami itu—berdiri tegak tanpa sedikit pun getaran ketakutan.

"Elena... apa yang kau lakukan?" suara Kenzo serak, tersedak oleh rasa sakit fisik dan pengkh
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 142 : Detik Terakhir Di Ruang Kendali

    Suara tawa sinis Bramantyo dari layar monitor utama langsung terpotong oleh bunyi hitung mundur digital yang berderit nyaring di dinding markas. Tiga puluh... dua puluh sembilan... dua puluh delapan...Bau belerang tipis dan sengatan panas mendadak merembes naik dari lantai bawah tanah, bercampur dengan aroma ozon dan kabel plastik yang mulai meleleh akibat panas ekstrem dari bom termit yang diaktifkan dari jarak jauh."Kita harus keluar dari sini sekarang !" seru Kenzo, suaranya menggelegar memecah kepanikan. Tanpa buang waktu, Kenzo meraih lengan Mery, sementara Jacky dan Davina memimpin barisan evakuasi menuju terowongan evakuasi darurat bawah air yang terletak di sektor barat.Namun, langkahku terhenti di depan pintu ruang kontrol utama. Dira tidak ikut bergerak bersama mereka. Wanita itu duduk terpaku di depan konsol utama, jemarinya yang lincah menari-nari bagai kesurupan di atas papan ketik virtual, dikelilingi oleh layar holografik yang berkedip merah terang."Dira ! Apa yang

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 141 : Jebakan Terbalik Yang Tak Terduga

    Klik.Gelap gulita seketika menelan seluruh ruangan server. Layar holografik yang tadinya berpendar terang mati total, menyisakan deru kipas pendingin server yang perlahan melemah sebelum akhirnya benar-benar senyap. Aroma ozon dan debu panas langsung menguap di udara, digantikan oleh kepekatan malam yang menyesakkan.Suara tawa dingin Darius melalui speaker darurat masih menggantung di udara, menciptakan getaran psikologis yang menekan. Namun, di tengah kepungan kegelapan itu, tidak ada satupun suara kepanikan yang keluar dari mulut tim kami.Kenzo mendengus pelan di dalam gelap. Melalui pendengaran tajamnya yang telah terlatih di medan militer, ia bisa mendengar desau angin AC yang bergeser dari arah ventilasi sektor utara."Gretakan murahan," bisik Kenzo dingin. Suaranya nyaris tak terdengar. "Dia pikir kita akan panik."Aku mengangguk dalam gelap. Jari-jariku meraba gagang pisau taktis di pinggang, sementara aliran energi Kundalini berputar hangat di sepanjang tulang belakangku,

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 140 : Umpan Tak Terduga untuk The Eclipse

    Wajah Darius Waluyo yang tersenyum lebar di layar konsol holografik mendadak berkedip terdistorsi, menyisakan deru statis frekuensi radio yang memekakkan telinga. Ruang server utama itu mendadak terasa begitu sesak. Aroma ozon dari perangkat elektronik yang bekerja terlalu panas bercampur dengan bau keringat dingin yang mengalir di pelipisku."Jangan dengarkan omong kosongnya !" suara Davina memecah kesunyian, tajam dan dingin bagai belati es.Wanita itu melangkah mendekat, aroma parfum Baccarat Rouge 540 miliknya menusuk penciuman di tengah ketegangan yang membakar. Ia menunjuk layar konsol dengan jarinya yang bergetar tipis. "Sistem transfer data itu baru saja hampir merilis seluruh peta pertahanan markas kita.Jika kau masih ragu untuk mengarantina Mery, maka kau sendiri yang sedang menggali kuburan kita semua, Kendi !"Di hadapan kami, Mery terduduk lemas di lantai semen yang dingin. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Tangannya mencengkeram erat ujung jaketnya sendir

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 139 : Mery Linglung lagi

    Pukul dua pagi, ketika keheningan menyelimuti seluruh sudut markas rahasia Jenderal Yudha dan satu-satunya suara yang terdengar hanyalah deru halus mesin penyaring udara, aku terbangun oleh keheningan yang janggal. Udara di dalam kamar terasa dingin, berbau sedikit sengatan ozon dan sisa-sisa aroma antiseptik rumah sakit yang belum sepenuhnya hilang dari pakaianku.Aku beranjak dari tempat tidur, melangkah tanpa suara menyusuri lorong beton menuju ruang server utama untuk mengambil beberapa data log pemulihan fisik.Namun, saat mendekati pintu geser baja yang sedikit terbuka, penciumanku menangkap aroma yang sangat kontras : Wangi sabun mandi malam bercampur dengan bau khas logam terbakar tipis, disusul oleh suara ketukan jemari yang asing di atas papan keyboard.Aku menghentikan langkah, merapatkan tubuh ke sisi dinding, dan mengintip melalui celah pintu yang sempit.Di dalam ruang server yang diterangi cahaya monitor holografik berwarna kebiruan, Mery berdiri terpaku di depan kons

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 138 : Kekuatan Baru Kendi & Rencana Baru Darius

    Suara derap sepatu lars yang menghantam matras latihan bergemuruh di ruang kebugaran markas bawah tanah. Udara terasa panas dan pengap, dipenuhi aroma keringat segar yang bercampur dengan bau karet matras yang pekat. Aku melompat, menghindari ayunan balok kayu, lalu melancarkan pukulan beruntun ke arah kantong tinju berat hingga rantai penyangganya berderit nyaring.Latihan fisik intensif ini adalah harga yang harus dibayar untuk mengembalikan otot-ototku yang sempat membeku selama berminggu-minggu di ruang ICU.Di sudut ruangan yang lain, Mery berkonsentrasi penuh di atas matras yoga berwarna biru gelap. Dengan napas teratur yang berhembus lembut, ia melatih keseimbangan kakinya, meregangkan otot-otot yang lama lumpuh, serta menenangkan batinnya melalui meditasi ringan. Suara gesekan kulit telapak kakinya dengan matras terdengar selaras dengan detak jantungnya.Setiap orang di markas ini memiliki cara sendiri untuk bersiap menghadapi badai berikutnya. Kenzo berdiri bersidekap di d

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 137 : Pulihnya Sang Jagoan

    Jep... jep... jep...Suara desis tumpul yang memecah kesunyian malam itu bukan berasal dari alat medis, melainkan dari ujung laras pistol berperedam yang menyalak tiga kali berturut-turut. Cairan hitam di dalam jarum suntik yang tadinya dipegang oleh sosok berjubah hitam itu tumpah berantakan ke lantai linoleum putih, berpadu dengan cipratan darah segar begitu peluru menembus bahu kanannya.Sosok penyusup itu terpekik tertahan, menjatuhkan jarum suntik ke lantai sebelum tubuhnya terhuyung ke belakang dan tersungkur di samping ranjangku.Dari balik tirai kaca ICU yang terbuka, Dira berdiri tegak dengan napas memburu. Asap tipis masih mengepul dari moncong pistol Glock berperedam di tangan kanannya. Bau mesiu yang tajam langsung menguar, memotong aroma antiseptik ruangan. Wanita itu bergerak cepat, menendang pisau yang hendak ditarik si penyusup, lalu menindih punggung pria itu dengan lututnya sambil memborgol kedua tangannya ke belakang.Pintu kamar mendadak terbuka lebar. Kenzo berl

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 4 : Darah Yang Terkhianati

    Dunia tidak menjadi gelap. Dunia menjadi merah.Suara tembakan itu bukan dentuman, melainkan serangkaian letupan tajam yang merobek udara, seperti suara cambuk yang melecut tepat di samping telingaku.Aku tidak merasakan sakit, hanya dorongan kuat yang melempar tubuhku ke belakang.Punggungku mengh

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 3 : Pion Yang Hancur

    Darah berdesir di pelipisku, seirama dengan detak jarum jam imajiner yang menghitung mundur sisa nyawaku.Di koridor penjara yang gelap, bau mesiu sisa tembakan peringatan dari kejauhan mulai bercampur dengan aroma amis dari dinding lembab.Pistol di tanganku terasa berat dan asing, namun tekstur p

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 2 : Kartu As Di Saku Pelayan

    Lampu neon di langit-langit ruang interogasi berkedip dengan bunyi dengung yang menyebalkan, laksana lalat hijau yang berputar di atas bangkai. Cahayanya yang putih pucat menusuk mataku, membuat bayangan Siska Pratiwi yang berdiri di sudut ruangan tampak seperti siluet iblis yang sedang berpesta.

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 1 : Kamar 1202 Sang Predator & Mangsa

    Lantai marmer lobi Grand Mahakam berkilat seperti cermin, memantulkan sosokku yang sedang berlutut. Bau kafein yang hangus menyerbu indra penciumanku, bercampur dengan aroma pembersih lantai kimiawi yang tajam. Di hadapanku, sepasang sepatu hak tinggi berwarna merah menyala berdiri dengan angkuh.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status