แชร์

Lelah

ผู้เขียน: dyah
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-14 23:53:34

Haaaaah..

Alena membuang napas kasar dengan menatap Avia yang ada diseberangnya! dia sudah berpisah dengan Angga yang sudah membuat dia menjadi orang bodoh yang tidak tau apapun.

Pernikahan yang dulunya sangat mewah, megah, dengan janji suci mereka berdua! nyatanya saat ini hanya sebuah kenangan saja!. "Aku tidak menyangka kalau pernikahan yang aku jalani selama ini, akan berakhir seperti sekarang ini" ucap Alena dengan menyandarkan punggung lelahnya.

Avia tidak tau harus bagaimana saat ini, karena dia tau bagaimana perjuangan Alena sebelum dan setelah menikah selama ini! dulu, dimana Angga hanya pria miskin yang tidak punya apapun, sekarang punya segalanya dengan menguasi bisnis yang dibangun Alena dari 0.

"Nona, apa anda setelah ini! akan kembali memimpin bisnis yang ditinggalkan kedua orang tua anda??" tanya Avia dengan sangat hati-hati, apalagi Alena saat ini dalam suasana yang tidak baik-baik saja.

"Mungkin! tapi, aku harus kembali ke butik yang sudah lama aku tinggalkan! aku tidak akan hanya menjalankan bisnis peninggalan kedua orang tua ku yang selama ini menyongkong Pratama grup, tapi aku akan kembali berjaya difasion.

" Saya paham Nona" sahut Avia

"Lalu bagaimana dengan Nona kecil??" lanjut Avia mengingat anak angkat majikannya yang sudah lama tidak bersekolah selama ini.

Kini Alena tidak akan membiarkan putri kecilnya yang dia angkat dari panti asuhan sejak dia masih bayi, kini sudah berusia 12 tahun dan harusnya sudah kelas 6 sekolah Dasar.

Alena terdiam mendengar apa yang ditanyakan Asisten pribadinya yang ada diseberangnya! dia menjadi ingat putrinya yang kini sudah tertidur dikamar yang sangat layak untuk ditinggali.

Selama ini putri semata wayangnya tinggal dikamar bekas gudang, sedangkan kamar yang dulu dia tinggali menjadi kamar putra Angga dengan Fania! mereka menyingkirkan Arlina.

"Nona, apa anda baik-baik saja??" tanya Avia dengan melambaikan tangannya.

"Aku tidak menyangka! gadis kecil yang dulu aku tinggalkan 5 tahun yang lalu, kini susah menjadi sosok ABG 12 tahun! 7 tahun aku meninggalkan dia dengan Angga, dengan harapan kalau dia akan menjadi sosok Daddy yang sangat baik, ternyata semua hanya khayalan ku saja" lirih Alena penuh dengan sesal.

"Pernikahan yang masih sangat muda, sekarang membawa malah petaka ku!" lanjut Alena dengan mengusap air matanya yang menetes begitu saja

Dia mengingat gadis kecil yang tadinya menatap dia penuh dengan hangat, selama ini menginginkan kehangatan dari dia, bahkan Angga tega mengatakan kalau aku sudah tidak menginginkan dia lagi.

"Nona! sekarang bukan lah waktu anda untuk menyesal atas apa yang sudah terjadi! sekarang waktunya anda untuk bangkit dan juga menunjukan siapa anda yang sebenarnya" ucap Avia menyemangati bos nya yang sudah sangat baik dengannya selama ini.

"Identitas yang anda sembunyikan selama ini! sekarang sudah waktunya anda menunjukkan siapa anda yang harusnya tidak sebanding dengan mantan suami kere tidak tau diri" lanjut Avia semakin membuat semangat Alena yang memang dia adalah pewaris kekayaan ratusan triliunan yang tidak akan perna habis begitu saja.

Dulu Alena menyembunyikan statusnya dari keluarga bangsawan karena tidak ingin Angga, pria yang dulu mendekati Alena minder dengan status sosial yang tidak sebanding dan selevel, bahkan dulu Angga tidak layak hanya untuk membawa sepatu yang Alena kenakan setiap harinya.

Alena mencoba untuk membangun usahanya sendiri untuk bisa hidup bersama dengan Angga, tapi semua usahanya sekarang sia-sia! nyatanya cinta Angga tergoyahkan dengan Fania yang sama-sama tidak tau diri sudah mendapatkan bantuan dari Alena.

"Nona, apa saya salah bicara??" tanya Avia saat Alena hanya diam saja mendengar semua apa yang dikatakan Avia.

"Tidak! aku hanya penasaran bagaimana, kalau mereka tau aku sudah menghentikan investasi di perusahaan yang aku bangun??" sahut Alena dengan menegakkan tubuhnya.

"Apa anda ingin saya sekarang menghentikan investasi??" tanya Avia dengan sangat hati-hati

Emmm..

Alena menganggukkan kepalanya dengan pelan mendengar apa yang Avia katakan, sedangkan Avia dia tersenyum melihat anggukan kepala dari Alena. "Aku ingin tau, bagaimana hari-hari nyaman kalian berantakan setelah tau investasi dari Nona Muda dihentikan" batin Avia dengan mengambil ponselnya, dia menghubungi anak buahnya untuk mengatur semua yang diinginkan Alena.

Avia selama ini tidak perna suka dengan Angga, dia seolah tau kalau Angga punya niat tidak baik dengan Alena sejak pertama Avia bertemu dengan Angga! dan sekarang benar dugaan Avia, kalau Angga hanya mempermainkan Alena, perempuan yang sangat lah baik dan sangat bersih.

Avia sudah sangat lama ikut dengan Alena, sebelum Alena mengenal Angga! Avia memang ditugaskan mendiang kedua orang tua Alena untuk menjaga, melindungi, membantu Alena mengurus perusahaan yang sangat besar.

"Nona, anda akan mendapatkan kabar 1 jam dari sekarang bagaimana gilanya Angga, setelah tau anda sudah menghentikan investasi pada perusahaan yang Angga kuasai" ucap Avia setelah dia menghubungi anak buahnya, mereka tengah menangani hal lain sebelum menjalankan tugas Avia.

"Burung pipit berharap akan menjadi Phoenix!! tidak akan perna terjadi" sahur Alena

Alena memang tidak akan mengambil apa yang sudah hilang, dia akan merusak dan menghancurkan tanpa tersisa! jika dulu dia membangun dari 0 sampai sekarang bernilai ratusan miliar, maka dengan mudah Alena menghancur, leburkan apa yang harusnya menjadi miliknya.

"Oh yah batalkan pertemuan dengan Tuan Eliso!! katakan padanya kalau aku bukan lagi bagian dari Pratama grup" lanjut Alena

"Baik Nona Muda!" sahut Avia dengan semangat

Tuan Eliso adalah klien yang ada di Luar Negeri dimana dia dengan Alena akan menjalani kerja sama dengan jumlah yang sangat besar dan akan sangat menguntungkan perusahaan.

Tapi pertemuan mereka gagal karena Alena memilih pulang dadakan menggunakan Jet pribadinya! sekarang Alena sudah kembali, dia tidak akan memperjuangkan apa yang sudah tidak menghargainya.

Tuan Eliso yang sangat sulit untuk ditemui, sekarang menyetujui untuk bertemu dan membahas kerja sama dengan Alena! sayang semua kerja sama akan hilang begitu saja, karena kesalahan Angga yang tidak tau terima kasih dengan Alena.

Alena, menghela napas dengan menunggu Avia menghubungi pihak Eliso untuk pembatalan pertemuan dan kerja sama!. "Aku tidak akan membiarkan mereka berdua menikmati hasil kerja keras ku!" lirih Alena

"Nona! anda tenang saja, pihak Eliso tidak memaksa kerja sama dengan Pratama grup!" sahut Avia setelah menghubungi pihak Eliso yang dengan mudah untuk pembatalan kerja sama.

"Apa yang mereka katakan?? kenapa, aku dengar sangat singkat??" sahut Alena

"Tuan Eliso tidak mau bertemu dengan anda, karena menghargai kerja keras anda Nona, tapi setelah saya mengatakan semua yang terjadi, Tuan Eliso tidak keberatan untuk kerja sama dan di lain waktu dia berharap anda dengan Tuan Eliso berkerja sama! tanpa ada nama Pratama" sahut Avia menjelaskan pembicaraannya dengan Asisten pribadi Tuan Eliso.

Emmm..

Alena menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Avia, dia sangat lega mendengar apa yang dikatakan Avia! hari ini semua kerja sama yang berhubungan dengan dia harus batal semua, tanpa ada yang mau melanjutkan.

"Hari sudah malam! aku ingin sendiri disini, kamu istirahat saja" ucap Alena dengan menatap Avia yang masih mengotak-atik ponsel genggamnya, entah apa yang tengah dilakukan Asisten pribadi Alena dengan ponselnya.

Avia mendongak mendengar apa yang dikatakan Alena, dia tersenyum lalu beranjak dari duduknya! Avia meninggalkan Alena yang masih duduk di sofa. "Saya pamit dulu Nona??" pamit Avia

"Iyah, selamat malam!" ucap Alena

"Malam Nona" sahut Avia sebelum akhirnya dia meninggalkan Alena yang kini beranjak dari duduknya, dia melangkah mendekati jendela besar yang ada diruang kerjanya.

Alena keluar dari dalam ruang kerjanya, dia duduk di balkon ruang kerjanya dengan menatap bulan dan bintang yang bersinar dengan sangat lah terang! namun sayang, tidak seterang dan seindah perasaan Alena saat ini.

Ingin rasanya Alena menggapai bulan dan bintang untuk menerangi perasaannya yang sangat lah gelap saat ini! dia merasa bodoh, kesepian, sedih, marah, murka! melihat dan merasakan semua yang sudah terjadi.

Hah..

Alena membuang napas kasar merasakan dadanya yang sangat lah sesak! Alena memukul dadanya dengan pelan, dia tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.

Bohong, kalau saat ini Alena mengatakan kalau dia tidak merasa sedih, trauma, lelah, kesal, dengan pria yang sudah dia nikahi begitu sangat lama! pada akhirnya akan mengkhianati dia dengan perempuan yang dia anggap sahabat baiknya.

Alena membuang semua rasa sesaknya berulang kali, sayang dada Alena semakin sesak, saat mengingat suaminya mengatakan pada semua orang kalau dia adalah pelayan di Rumahnya dengan Fania.

"Tuhan! apa salah dan dosa ku, sampai engkau tidak membiarkan ku bahagia dan merasakan kehangatan keluarga??" batin Alena dengan menutup wajah lelahnya dengan kedua tangannya.

"Bukan kah selama ini aku sangat lah baik, bahkan sering menolong orang yang kesusahan, tapi kenapa malah mereka mengkhianati ku, bagaikan sampah??" lanjut dengan rasa pilu yang sangat mendalam.

Alena mengambil gelas yang ada diatas meja dengan salah satu tangannya, saat dia sudah tidak mampu lagi untuk menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Alena meminum air panas berwarna coklat yang dia sengaja siapkan untuk dirinya sendiri sebelum Avia datang keruang kerjanya.

Alena dengan sangat sengaja menaruh botol alkohol di balkon ruang kerjanya, karena Avia akan melarang dia minum-minum! hanya Avia yang tulus dengan Alena saat ini.

Alena meminum teguk demi seteguk sampai Alena sudah hampir menghabiskan air panas coklat! pikiran Alena semakin melayang tidak menentu, dia semakin ingat jelas betapa Angga menyakiti dia dan membelah Fania saat mereka bertemu.

Alena mulai merancau tidak jelas, dia memaki, menghina, mengolok-olok Angga dan Fania tanpa henti! bahkan setiap hewan yang ada di kebun binatang hampir semua disebut Alena dalam keadaan tidak sadar.

Alena juga berharap kalau dia akan segera bertemu dengan pria yang jauh lebih tampan, kaya, mapan, dan tentunya bertanggung jawab dengan dirinya dan anak angkatnya yang akan Alena kirim ke Luar Negeri untuk mendapatkan perawatan dan pendidikan yang yang sangat baik dan bagus.

Arlina sudah tertinggal sangat lah jauh! Alena tidak ingin Arlina semakin ketinggalan, kalau saja Arlina masih ada di Negara mereka! tidak akan ada kemajuan, apalagi Arlina punya trauma yang harus segera dia selesaikan.

Hah..

Alena membuang napas kasar, dia menganggap semua yang sudah terjadi adalah sebuah pelajaran hidup untuk menjadi lebih baik! semua yang terjadi bukan lah akhir, tapi awal dari segalanya.

Alena yakin kalau akan ada pelangi setelah badai! tidak akan ada kebahagian tanpa adanya rintangan!. "Bukan berarti aku akan kehilangan dunia ku setelah berpisah dengan Angga" lirih Alena menyemangati dirinya sendiri yang tengah rapuh.

"Setelah ini aku bebas memiliki banyak pria, aku juga bisa memelihara berondong! mokondo, untuk melayani ku, menjadi anjing ku yang sangat patuh! bukan seperti para anjing kejepit" lanjut Alena dengan mengusao air matanya yang tiba-tiba saja turun, saat Alena berusaha tegar menghadapi pengkhianatan.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Bersinar Setelah Bercerai   Tut Tut

    Dion menghubungi Alif yang ada didalam kamarnya, dia tengah menatap bulan dan bintang malam dengan sebotol wins dan sebatang nikotin yang menemaninya.Pikiran Alif sangat kalut, dia terus dihubungi Kakek Dion menanyakan soal dimana Dion dan Alena, berulang kali Alif mengatakan kalau dia tidak tau, tapi tetap saja kakek Dion tidak percaya dengan apa yang Alif katakan.Menurut Alif pekerjaannya saat ini jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan pekerjaannya yang biasanya.Dia diantara dua maut yang bisa saja mengambil nyawanya kapan saja! disisi lain Dion menitipkan Alena yang terus murung setiap harinya, hanya saat ada Alif mengantar makanan, baru Alena seolah tidak terjadi apapun.Sedangkan di luar Apartemen ada anak buah kakek Dion yang bisa saja dia menghajar dan mengalahkan mereka, tapi saat setelah itu Alif yakin kalau mereka akan menemukan Alena yang bersama dengan dia.Sedangkan Dion dia masih dirawat di Rumah sakit, dia masih menjalankan perawatan, dia juga baru saja sadar dari

  • Bersinar Setelah Bercerai   Tidak Bisa Jauh

    Alena menatap bintang dan bulan yang sangat terang benerang! dia sangat rindu dengan pria yang selalu mendekapnya dengan sayang.Sudah berhari-hari Dion meninggalkan dia, sudah sangat lama Alena tidak berkomunikasi dengan Dion, sudah lama Dion pergi meninggalkan Alena sendirian.Entah bagaimana keadaan Dion saat ini, yang pasti Alena sangat merinduhkan pria yang sudah menjadi obat mujarab untuknya setelah pengkhianatan suaminya.Ingin Alena memeluk Dion, ingin Alena mengatakan kalau dia sangat takut akan kehilangan Dion, dia sangat takut kalau Dion benar-benar pergi dengan perempuan yang dijodohkan dengan dia.Alena merasa sangat menyesal sudah cuek, bertindak tanpa berpikir akan yang terjadi dengan dia dan Dion seperti sekarang ini."Maafkan aku!" lirih Alena dengan penyesalan yang sangat amat dalamSedangkan Dion di LA dia tengah istirahat total! dengan penjagaan yang sangat ketat! tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam kamar rawat inap Dion sembarangan, termasuk suster dan dok

  • Bersinar Setelah Bercerai   Akses

    "Alif!! pesankan aku tiket ke LA" ucap Alena dengan menatap Alif yang tampak sibuk didepan layar laptopnya Alif tidak menyahut dia diam saja! dia tidak minat untuk memesankan Alena tiket ke LA, dia takut Alena hanya akan memperkeru keadaan Dion di Negara orang. Apalagi dia mendengar dari anak buahnya kalau Dion saat ini sangat lah kacau, dia dilarikan ke Rumah sakit karena kebanyakan minum menyebabkan lambung Dion bermasalah. Alena yang ada diseberang meja kerja Alif, dia benar-benar menatap Alif dengan tatapan memohon, agar dia mau memesankan tiket ke Luar Negeri. "Alif aku mohon sama kamu!" lirih Alena Alif mendongak menatap Alena dengan tatapan mengejek dan bertanya, untuk apa Alena datang ke LA kalau saja dia saat masih bersama dengan Dion! Dion dicuekin. "Untuk apa??" tanya Alif "Aku ingin minta maaf sama dia" sahut Alena "Tunggu saja dia pulang" sahut Alif dengan sangat cuek Alena tidak bisa menunggu lagi, Dion tidak bisa dihubungi sejak kemarin! dia takut terjadi sesuat

  • Bersinar Setelah Bercerai   Mengungkapkan

    TokTokTokCeklekAlif masuk ke dalam kamar Alena dengan membawa makanan yang sudah dia siapkan untuk Alena atas permintaan Dion.Dion tidak datang menemui Alena sejak terakhir dia membawa makan untuk Alena! Dion yang tampak sangat frustasi dia meninggalkan Negaranya untuk perjalanan bisnis ke LA sejak kemarin.Alif ditugaskan Dion untuk menjaga Alena, percuma saja Dion memperhatikan Alena, tapi Alena sama sekali tidak perduli.Kesempatan datang disaat Dion sangat frustasi, dia ada jadwal meeting dengan klien yang ada di Luar Negeri membahas kerja sama yang sudah beberapa bulan tertunda.Dion dengan tekat yang sangat kuat dia meninggalkan Alena sementara waktu yang mana dia yakin kalau Alena tengah ingin jauh dari dia.Dion mempercayakan Alena pada Asisten pribadinya yang kini sudah mengantar makan siang untuk Alena! tadi pagi Alif tidak mengatar makanan, karena dia sangat sibuk di kantor."Nona Maafkan saya! ini makan siang anda!" ucap Alif dengan sangat sopan dan sangat menghargai

  • Bersinar Setelah Bercerai   Bingung

    "Sayang! kamu makan dulu, nanti kamu sakit" ucap Dion dengan membawa bubur ayam yang dia beli didepan komplek Alena menatap Dion yang kini mendudukkan dirinya ditepi ranjang dengan pelan! Dion sangat perhatian dengan perempuan yang sangat dia cintai. "Aku ingin pulang" lirih Alena dengan nada suara yang sangat pelan Alena menunduk, tidak berani menatap pria yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh cinta dan juga sangat terlihat sayang. Sangat jelas kalau saat ini Dion menunjukkan kehangatan ke Alena! begitupun dengan Alena yang juga merasa apa yang Dion tunjukan padanya. "Aku tidak akan membiarkan kamu pulang, selagi kamu masih seperti ini!" sahut Dion dengan mengarahkan sendok makan dengan bubur ke arah mulut Alena. Alena tidak mau makan, dia membuang muka! Dion menghela napas melihat Alena menolak suapan yang dia berikan. "Sedikit saja" pinta Dion dengan memohon Alena tidak menyahut, dia masih saja membuang muka! tanpa peduli perasaan Dion saat ini! Alena benar-b

  • Bersinar Setelah Bercerai   Intropeksi

    Alena terdiam dengan menatap langit-langit kamar Dion yang ada di Apartemen! tatapannya kosong, dia tidak menyangka kalau Dion tidak mau melepaskan dia begitu saja. Jelas Kakeknya sudah tidak merestui hubungan mereka, tapi dia malah tetap mempertahankan Alena dan lebih memilih menyakiti Alena agar dia tetap disisinya. Sedangkan Dion yang ada disamping Alena dengan tubuh sama-sama polos dengan Alena, dia memeluk cintanya dengan merasa puas, bisa menahan Alena agar tidak ingin pergi sementara waktu. Dion tidak ingin kehilangan Alena, dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan Alena saat ini! apapun yang terjadi dia akan hanya menikahi perempuan yang ada didekapannya. Alena sendiri dia terdiam dengan menatap kosong langit-langit, dia tidak tau harus bagaimana lagi, dia merasa sangat lelah, sakit, dan juga tidak berdaya saat ini. Alena tanpa sadar meneteskan air matanya, dia tidak tahan dengan apa yang dilakukan Dion padanya, meskipun dia tau kalau Dion ingin menahan dia disampingnya. D

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status