MasukDion menatap berkas yang ada ditangannya dengan menaikan satu alisnya! dia tidak menyangka perempuan yang sampai saat ini, belum dia ketahui siapa namanya! dia adalah pewaris satu-satunya keluarga Prawari yang selama ini tidak banyak orang tau.
"Ternyata masih ada perempuan bodoh di Dunia ini" lirih Dion "Kenapa Tuan??" tanya Alif yang ada didepan Dion Dion mendongak menatap Asisten pribadinya yang sangat setia dengan dia, dalam keadaan apapun!. "Dia perempuan yang sangar menarik" ucap Dion untuk pertama kalinya didengar Alif selama menjadi orang kepercayaan Dion selama ini. Baru pertama kalinya dia mendengar Dion memuji perempuan dengan sangat terang-terangan! jika biasanya Dion akan langsung melenyapkan siapa saja yang mendekati dia, tapi tidak dengan Alena. "Anda menyukainya??" tanya Alif memastikan apa yang dia dengar dari Bos kejamnya Dion tersenyum miring dengan mengingat saat Alena tengah bersedih, menangis, menceritakan susah dan keluhnya, bahkan Dion juga mengingat tawa dan candanya saat Alena tengah melakukan panggilan video call dengan putri semata wayangnya. "Apa anaknya akan menerima ku??" tanya Dion tanpa sadar "Tuan, anda harus tau! kalau Nona Kecil Prawari bukan lah anak kandung Nona Muda Prawari" sahut Alif membuat Dion terkejut bukan main, dia menatap Asisten pribadinya dengan tatapan menuntut jawaban atas apa yang dikatakan Alif baru saja. "Tuan! Nona kecil adalah anak Adopsi Nona Muda Prawari dan Tuan Angga dari salah satu panti asuhan! karena Nona Muda tidak bisa punya anak" lanjut Alif "Maksud kamu dia mandul??" Dion memastikan apa yang dikatakan Alif, tidak mungkin Alena mandul Alif menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Bos nya! Alena memang tidak mandul dan tidak punya masalah kesehatan selama ini! hanya saja hasil pemeriksaan tidak sengaja tertukar dengan sang mantan suami Alena. Dion semakin penasaran dengan apa yang selama ini Alena tidak ketahui tapi Alit ketahui, dia tidak sia-sia sudah menjadikan Alif Asisten pribadinya yang selalu saja bisa andalkan disetiap saat. Meskipun terkadang Alif membuat Dion kesal, tekanan batin, kenak mental, tapi Dion sangat percaya dengan Asisten pribadinya yang mampu menjalankan semua tugas dari dia. "Kalau Alena tidak mandul, mana mungkin dia dengan mantan suaminya adopsi anak??" heran Dion "Hasil pemeriksaan tertukar Tuan!" sahut Alif "Jadi maksud kamu yang mandul itu Angga, pria bodoh yang sudah membuang Alena?? lalu anak siapa yang dicintai dan disayangi Angga selama ini??" tanya Dion dengan sangat tidak percaya kalau Angga benar-benar membuang berlian dan permata hanya demi sebongka sampah yang tidak ada gunannya dan hanya bisa didaur ulang pria lain. Hah.. Dion membuang napas kasar, dia sungguh sangat merasa kalau Angga adalah pria konyol yang perna dia temui sepanjang hidupnya! jika banyak orang mengatakan kalau Dion adalah sang penguasa tidak punya otak dan juga punya tingkah aneh yang tidak terjama perempuan. Maka menurut Dion, mantan suami Alena jauh lebih aneh! konyol!. "Sangat menarik! dia punya anak adopsi yang jelas suatu saat akan membantu dia bangkit dan akan merawatnya dihari tua, dia sia-siakan begitu saja! dia malah merawat anak pria lain penuh dengan cinta dan kasih sayang??" ucap Dion tidak habis pikir. "Tuan, apa perlu memberi tahu Nona Muda??" tanya Alif "Jangan! kenapa harus memberi tau dia??" tanya Dion, dia ingin membuat Alena tau sendiri kalau dia tidak mandul dan dia bisa punya anak. "Kenapa Tuan??" heran Alif dengan menatap Bos nya dengan tatapan bertanya, sedangkan yang ditatap malah senyum-senyum tidak jelas, membuat Alif bukannya terpesona dengan senyum Dion, dia malah semakin ngeri dengan Bos nya. Alif lebih baik melihat Bos nya diam, kaku, dingin, tidak banyak kata, banyak bertindak, dari pada senyum-senyum sendiri seperti saat ini! Alif takut kalau Dion tiba-tiba berubah menjadi monster. "Tuan, bisa tidak anda jangan senyum-senyum!!??" lirih Alif dengan menunduk takut "Kenapa??" tanya Dion dengan sinis "Anda bukannya terlihat tampan, malah menakutkan" sahut Alif dengan sangat jujur Hah?? Dion ternganga mendengar apa yang dikatakan Alif padanya, bisa-bisanya Asistennya mengatakan kalau dia menakutkan! padahal banyak perempuan yang sangat menunggu senyum tampan, mempesona, manis di.bibir sang penguasa. "Kamu-..!!" kesal Dion. Phakkk.. Dion dengan kesal melempar berkas yang tadinya ada ditanganya ke arah Alif dengan sangat kencang dan untungnya Alifa dengan spontan dan sigap menangkap berkas yang dilempar Dion. "Anak buah sialan!!" maki Dion "T-tu-Tuan!! anda jangan marah, nanti luka anda kembali terbuka" saran Alif dengan gelagapan. "Iyah!! aku rasa kamu datang ke sini, bukan hanya untuk mengantar berkas saja" sahut Dion dengan nada suara sangat lelah. Baru saja dia bangga dengan Alif, tapi kebanggannya yang membuat dia terbang melayang, berujung diterjunkan Alif kejurang yang curam! dan mungkin saja akan sulit bangkit. "Lalu untuk apa lagi saya datang Tuan??" tanya Alif dengan sangar polos tanpa ada rasa bersalah dan dosa disetiap kata yang dia ucapkan. Dion memejamkan matanya mendengar pertanyaan yang harusnya dia tau jawabannyq! tapi dengan polosnya Alif malah menanyakan pada Dion. "Aku rasa kamu ingin melenyapkan ku" bentak Dion Brukkk.. Ahhh... "Tidak!! Tidak!! Tuan" ucap Alif dengan berlutut mendengar apa yang dikatakan Dion "Menyesal aku menyuruh mu datang ke sini disaat tidak ada yang mampu untuk membuat kamu diam!!" kesal Dion "Bahkan saat kamu diam, tidak akan ada yang menganggap kamu bisu" lanjut Dion Alif menutup mulutnya, dia tidak berani mengeluarkan suaranya saat ini! dia takut kalau Bos nya akan memecahkan kepalanya yang sangat lah berarti! bukan hanya berarti tapi juga sangat lah berguna dan sangat pintar. Hemssss.. Dion menghela napas, dia sendiri merasa dirinya aneh! kenapa dia sangat lah sabar dengan Asisten pribadinya yang sangat menyebalkan! dan bukan hanya itu saja kenapa Dion memperkerjakan Alif dan menjadikan dia Asisten yang waktunya lebih lama dengan dirinya. "Sudah lah pergi saja!! dari pada kamu, hanya akan membuat ku pusing dan ini bawa pergi" ucap Dion dengan sangat lelah, dia ini sakit, dia merasakan tubuh nya sangat lah membutuhkan perhatian, tapi kenapa dia malah punya Asisten yang dia sendiri tau hanya akan membuat dia kesal setenga mati. *Anda yakim Tuan??" tanya Alif memastikan Dion benar-benar menyuruhnya pergi "Apa mau ketahuan!! kalau aku tidak hilang ingatan, agar semua rencana ku gagal!!" sahut Dion dengan sangat kesal bukan main. Ahh.. "Tidak Tuan! saya pergi sekarang juga" sahut Alif dengan mengambil berkas yang ada diatas ranjang Dion Dion kembali membuang napas kasar, dia tidak tau harus bagaimana lagi dengan Alif!. "Hah, andai ada yang sama, aku lempar kamu ke Negara A!!" batin Dion dengan melihat Alif yang kini sudah buru-buru melangkah ke arah pintu dengan membawa berkas ditangannya. Ceklekk Brukk Ahhh.. Tepat setelah Alif membuka pintu, dia bertabrakan dengan perempuan cantik yang ingin masuk ke dalam kamar Dion! sedangkan Dion dia terkejut saat melihat Alena yang sudah kembali ke Rumah sakit setelah meeting dengan klien. "Dia benar-benar kembali setelah meeting" batin Dion yang mengira Alena tidak akan kembali dengan cepat, apalagi Dion bukan siapa-siapa Alena. "Maafkan saya Nona" ucap Alif dengan menunduk Alena menautkan kedua alisnya melihat Alif yang ada didalam kamar Dion! dia bertanya-tanya kenapa Alif ada didalam kamar Dion. "Bukan kah kamu Alif?? Asisten pribadi Tuan Muda Mahendra??" tanya Alena dengan menatap Alif "Ah, iyah! anda mengenal saya??" tanya Alif basa-basi "Saya hanya tau kamu saja! oh yah, ada apa kamu ada disini?" tanya Alena "Emm, Say-...!!" belum selesai Alif mencari alasan dia dengan Alena mendengar Dion menyahut Alena menatap Dion, setelah itu menatap Alif bergantian, mendengar apa yang dikatakan Dion baru saja!. "Apa benar anda mencari saya??" tanya Alena memastikan yang Dion katakan. "Ah, iyah benar Nona" sahut Alif "Mari silahkan masuk, kita bicara didalam saja" ajak Alena "Tidak Nona! saya buru-buru! begini saja, besok saya akan datang kesini lagi, untuk membicarakan tujuan saya datang kesini sekarang! bagaimana??" sahut Alif "Baik lah!" sahut Alena dengan senyum sangar manis, sampai Alif tidak bisa berpaling dari senyum Alena yang sangat menpesona. Ghemm Dion berdahem dengan sangat sengaja! yang mana membuat Alif sadat dari pesona senyum manis Alena yang sudah menyingkir dari depannya! Alif yang merasa kalau Bos nya akan menerkamnya terang-terangan dia memilih segera meninggalkan kamar Dion dengan buru-buru. Sepeninggalan Alif, Alena masuk ke dalam kamar Dion dengan senyum! dia senang Dion keadaannya semakin membaik, meskipun dia tidak ingat dirinya siapa. "Kamh sudah makan siang??" tanya Alena dengan menaruh kantung kresek yang dia bawa dari luar Rumah sakit. "Belum" sahut Dion "Sebentar yah, aku cuci tangan dan kaki dulu! setelah itu aku suapi kamu" ucap Alena dengan melepas septu tingginya lalu menggantinya dengan sendal tipis yang disediakan Rumah sakit. Emmm.. Dion menganggukkan kepalanya dengan pelan, dia merasa dimanja Alena! dia kecanduan dimanja perempuan yang sudah sah menjadi jandah! ingin sekali Dion masuk ke dalam dunia Alena yang mungkin saja tidak akan mudah untuk dia dapatkan, apalagi dia yakin kalau Alena pasti punya trauma yang sangat dalam pada pernikahan pertamanya. Dion menatap Alena yang sudah masuk ke dalam kamar mandi dengan tatapan mulai menghangat, meskipun tidak benar-benar hangat, ada tatapan dingin tapi tidak sedingin saat pertama bertemu dengan Alena, sedangkan Alena yang punya sikap baik, dia tidak terpengaruh, dia hanya masih mengangumi ketampanan Dion yang sangat sempuran, tidak ada celah sedikit pun saja diwajah tampan Dion. Ketampanan diatas rata-rata orang Negara I! Dion memang bukan lah asli keturunan Negara I tapi ada keturunan Negara T! membuat perpaduan yang sangat sempurna dengan tinggi 190, badan kekar, hidung mancung, bibir merah alami, kulit putih mempesona, rambut hitam pekat yang sangat mempesona.Dion menghubungi Alif yang ada didalam kamarnya, dia tengah menatap bulan dan bintang malam dengan sebotol wins dan sebatang nikotin yang menemaninya.Pikiran Alif sangat kalut, dia terus dihubungi Kakek Dion menanyakan soal dimana Dion dan Alena, berulang kali Alif mengatakan kalau dia tidak tau, tapi tetap saja kakek Dion tidak percaya dengan apa yang Alif katakan.Menurut Alif pekerjaannya saat ini jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan pekerjaannya yang biasanya.Dia diantara dua maut yang bisa saja mengambil nyawanya kapan saja! disisi lain Dion menitipkan Alena yang terus murung setiap harinya, hanya saat ada Alif mengantar makanan, baru Alena seolah tidak terjadi apapun.Sedangkan di luar Apartemen ada anak buah kakek Dion yang bisa saja dia menghajar dan mengalahkan mereka, tapi saat setelah itu Alif yakin kalau mereka akan menemukan Alena yang bersama dengan dia.Sedangkan Dion dia masih dirawat di Rumah sakit, dia masih menjalankan perawatan, dia juga baru saja sadar dari
Alena menatap bintang dan bulan yang sangat terang benerang! dia sangat rindu dengan pria yang selalu mendekapnya dengan sayang.Sudah berhari-hari Dion meninggalkan dia, sudah sangat lama Alena tidak berkomunikasi dengan Dion, sudah lama Dion pergi meninggalkan Alena sendirian.Entah bagaimana keadaan Dion saat ini, yang pasti Alena sangat merinduhkan pria yang sudah menjadi obat mujarab untuknya setelah pengkhianatan suaminya.Ingin Alena memeluk Dion, ingin Alena mengatakan kalau dia sangat takut akan kehilangan Dion, dia sangat takut kalau Dion benar-benar pergi dengan perempuan yang dijodohkan dengan dia.Alena merasa sangat menyesal sudah cuek, bertindak tanpa berpikir akan yang terjadi dengan dia dan Dion seperti sekarang ini."Maafkan aku!" lirih Alena dengan penyesalan yang sangat amat dalamSedangkan Dion di LA dia tengah istirahat total! dengan penjagaan yang sangat ketat! tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam kamar rawat inap Dion sembarangan, termasuk suster dan dok
"Alif!! pesankan aku tiket ke LA" ucap Alena dengan menatap Alif yang tampak sibuk didepan layar laptopnya Alif tidak menyahut dia diam saja! dia tidak minat untuk memesankan Alena tiket ke LA, dia takut Alena hanya akan memperkeru keadaan Dion di Negara orang. Apalagi dia mendengar dari anak buahnya kalau Dion saat ini sangat lah kacau, dia dilarikan ke Rumah sakit karena kebanyakan minum menyebabkan lambung Dion bermasalah. Alena yang ada diseberang meja kerja Alif, dia benar-benar menatap Alif dengan tatapan memohon, agar dia mau memesankan tiket ke Luar Negeri. "Alif aku mohon sama kamu!" lirih Alena Alif mendongak menatap Alena dengan tatapan mengejek dan bertanya, untuk apa Alena datang ke LA kalau saja dia saat masih bersama dengan Dion! Dion dicuekin. "Untuk apa??" tanya Alif "Aku ingin minta maaf sama dia" sahut Alena "Tunggu saja dia pulang" sahut Alif dengan sangat cuek Alena tidak bisa menunggu lagi, Dion tidak bisa dihubungi sejak kemarin! dia takut terjadi sesuat
TokTokTokCeklekAlif masuk ke dalam kamar Alena dengan membawa makanan yang sudah dia siapkan untuk Alena atas permintaan Dion.Dion tidak datang menemui Alena sejak terakhir dia membawa makan untuk Alena! Dion yang tampak sangat frustasi dia meninggalkan Negaranya untuk perjalanan bisnis ke LA sejak kemarin.Alif ditugaskan Dion untuk menjaga Alena, percuma saja Dion memperhatikan Alena, tapi Alena sama sekali tidak perduli.Kesempatan datang disaat Dion sangat frustasi, dia ada jadwal meeting dengan klien yang ada di Luar Negeri membahas kerja sama yang sudah beberapa bulan tertunda.Dion dengan tekat yang sangat kuat dia meninggalkan Alena sementara waktu yang mana dia yakin kalau Alena tengah ingin jauh dari dia.Dion mempercayakan Alena pada Asisten pribadinya yang kini sudah mengantar makan siang untuk Alena! tadi pagi Alif tidak mengatar makanan, karena dia sangat sibuk di kantor."Nona Maafkan saya! ini makan siang anda!" ucap Alif dengan sangat sopan dan sangat menghargai
"Sayang! kamu makan dulu, nanti kamu sakit" ucap Dion dengan membawa bubur ayam yang dia beli didepan komplek Alena menatap Dion yang kini mendudukkan dirinya ditepi ranjang dengan pelan! Dion sangat perhatian dengan perempuan yang sangat dia cintai. "Aku ingin pulang" lirih Alena dengan nada suara yang sangat pelan Alena menunduk, tidak berani menatap pria yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh cinta dan juga sangat terlihat sayang. Sangat jelas kalau saat ini Dion menunjukkan kehangatan ke Alena! begitupun dengan Alena yang juga merasa apa yang Dion tunjukan padanya. "Aku tidak akan membiarkan kamu pulang, selagi kamu masih seperti ini!" sahut Dion dengan mengarahkan sendok makan dengan bubur ke arah mulut Alena. Alena tidak mau makan, dia membuang muka! Dion menghela napas melihat Alena menolak suapan yang dia berikan. "Sedikit saja" pinta Dion dengan memohon Alena tidak menyahut, dia masih saja membuang muka! tanpa peduli perasaan Dion saat ini! Alena benar-b
Alena terdiam dengan menatap langit-langit kamar Dion yang ada di Apartemen! tatapannya kosong, dia tidak menyangka kalau Dion tidak mau melepaskan dia begitu saja. Jelas Kakeknya sudah tidak merestui hubungan mereka, tapi dia malah tetap mempertahankan Alena dan lebih memilih menyakiti Alena agar dia tetap disisinya. Sedangkan Dion yang ada disamping Alena dengan tubuh sama-sama polos dengan Alena, dia memeluk cintanya dengan merasa puas, bisa menahan Alena agar tidak ingin pergi sementara waktu. Dion tidak ingin kehilangan Alena, dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan Alena saat ini! apapun yang terjadi dia akan hanya menikahi perempuan yang ada didekapannya. Alena sendiri dia terdiam dengan menatap kosong langit-langit, dia tidak tau harus bagaimana lagi, dia merasa sangat lelah, sakit, dan juga tidak berdaya saat ini. Alena tanpa sadar meneteskan air matanya, dia tidak tahan dengan apa yang dilakukan Dion padanya, meskipun dia tau kalau Dion ingin menahan dia disampingnya. D
"Akhirnya kamu bisa pulang!" ucap Alena dengan senyum, dia tidak lagi meninggalkan putrinya hanya dengan Avia di Rumah Arlina berulang kali menghubungi Alena untuk menanyakan kapan Alena akan pulang dari Rumah sakit! menanyakan bagaimana kabar pria yang ditabrak Mommy nya, kapan dia sembuh, kapan
Alena keluar dari dalam kamar yang ada didalam kamar rawat inap Dion dengan senyum! dia melihat Dion yang sudah bangun dari tidurnya dengan raut wajah yang sudah jauh lebih segar. Alena mendekati pria yang dia kenal Dion, entah namanya atau bukan tapi yang jelas saat ini Alena tidak ingin memperpa
Alena menatap pria tampan yang ada didepannya dengan tatapan sulit dijelaskan, dia baru sadar kalau di Dunia ini ada pria yang jauh, lebih tepatnya sangat jauh dari kata tampan saja! bahkan mantan suaminya tidak sebanding dengan pria yang terbaring didepannya yang masih memejamkan mata tajamnya.
Angga mencoba untuk menghubungi Alena yang ada di Rumah tengah mengerjakan pekerjannya yang ada di kantor! Alena dengan sengaja dia mengerjakan pekerjaan kantor di Rumah untuk menemani Arlina yang masih ingin dekat dengan Alena. Berulang kali Angga menghubungi Alena, namun sayang tidak ada satu pa







