เข้าสู่ระบบAlena keluar dari dalam kamar yang ada didalam kamar rawat inap Dion dengan senyum! dia melihat Dion yang sudah bangun dari tidurnya dengan raut wajah yang sudah jauh lebih segar.
Alena mendekati pria yang dia kenal Dion, entah namanya atau bukan tapi yang jelas saat ini Alena tidak ingin memperpanjang! mengingat Dokter mengatakan luka Dion harus dirawat dengan sangat baik. "Pagi" sapa Alena dengan senyum Dion menoleh ke arah Alena dengan tatapan dingin, dia tidak terbiasa menatap perempuan dengan tatapan hangat! apalagi dia sudah sangat terbiasa dengan tatapannya saat ini. Sedangkan Alena sudah terbiasa dengan tatapan Dion padanya! setiap kali dia bertemu dengan pria mana pun, Alena akan ditatap Dion dan juga mantan suaminya selalu saja menatapnya dingin sejak kenal sampai dia berpisah. Alena dengan sangat santai mendudukkan dirinya dikursi yang ada didekat ranjang dengan pelan! sedangkan Dion hanya diam saja dengan menatap lurus kedepan. "Kenapa sarapannya tidak dimakan??" tanya Alena dengan sangat hangat "Aku tidak suka makanan Rumah sakit yang hambar!" sahut Dion melunjak, dia ingin mengetes kesabaran Alena padanya, dia takut kalau Alena hanya pura-pura menolongnya atau dia sudah tau dia siapa sebenarnya. Emmm.. Alena memberikan ponsel miliknya ke arah Dion, mendengar apa yang dikatakan Dion! Dion menunduk menatap ponsel yang diarahkan padanya. "Ini kamu pesan saja sendiri" ucap Alena dengan sangat sabar Dia sudah sangat terbiasa dengan pria yang bersikap dingin dengannya, meskipun Alena tampak sangat baik dengan siapa saja!. "Kamu jangan sungkan, anggap saja ini bentuk rasa tanggung jawab ku! karrna sudah membuat kamu terluka" lanjut Alena Dion tanpa banyak mengatakan apapun dia mengambil ponsel milik Alena dengan pelan, dia ingin memesan sarapan yang rendah kalori dan tidak membuat perutnya bega setelah sarapan. Dion tidak lupa memesan menu sarapan untuk Alena dengan sangat acak, dari mulai makanan berat sampai rendah kalori! setelah selesai, Dion memberikan ponselnya pada Alena agar Alena mau membayat total tagihan pembelanjaan. Alena menerima ponselnya! dia melihat ada beberapa yang dipesan Dion, dia sama sekali tidak keberatan dengan semua yang Dion pesan, meskipun sekali pesan 2 juta. "Sudah aku bayar! kita tinggal nunggu makanannya datang saja" ucap Alena tanpa menatap Dion yang masih menatapnya dengan tatapan tajam. "Oh yah! kamu setelah pulang dari sini, kamu mau tinggal dimana??" tanya Alena dengan mendongak menatap Dion Keduanya tanpa sadar adu tatap mata yang mena membuat Dion tidak menyangka kalau Alena sangat lah cantik! matanya biru kehijauan!! hidungnya mancung, kulit putih tanpa noda. Dion tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya, dia juga tidak mungkin pulang ke Rumahnya yang mana dia sudah dianggap meninggal setelah penyerangan yang dilakukan padanya. Semalam saja Kakek Dion pulang dari makan menjelang dini hari, dia terus bersedih mendengar kabar meninggalnya sang cucu tercinta! makam kosong yang dia buat hanya untuk mengenang dia saja. "Aku tidak tau" lirih Dion "Emm, kamu bisa tinggal di Rumah ku" sahut Alena "Apa tidak apa??" tanya Dion memastikan Alena tidak akan terkena masalah saat dia tinggal di Rumahnya, apalagi perempuan dengan pria yang belum menikah akan menjadi bahan omongan tetangga "Tenang saja! aku tinggal di perumahan Indah Permata! tidak akan ada yang bergosib, aku juga singel Mom, di Rumah ada Anak dan Asisten pribadi ku" sahut Alena dengan menunduk saat mengatakan singel Mom Dia menjadi ingat kalau dia baru saja berpisah dengan Angga, dia juga ingat kalau Angga terus menghubungi dia! dan entah apa yang diinginkan Angga padanya beberapa hari ini. "Kemana suami mu??" tanya Dion mulai kepo dengan pribadi Alena "Dia menikah lagi sebelum kami berpisah" jujur Alena Dion menautkan kedua alisnya mendengar apa yang dikatakan Alena, bukan kah wajar kalau pria punya banyak istri selagi mampu menghidupi! tapi bukan itu yang membuat Dion penasaran. "Maksud kamu??" tanya Dion Hah.. Alena membuang napas kasar seolah beban dikedua bahunya tidak bisa dia selesaikan sendiri, seolah beban yang ada dikedua bahunya sangat lah berat dan sangat banyak. "Aku selama ini tinggal di Luar Negeri untuk mengatasi masalah yang ada disana! 7 tahun suami ku mengirim ku ke Luar Negeri! setelah semua selesai dan bisnis ku yang ada disana membaik, dia tidak ingin aku kembali begitu cepat, sampai akhirnya Asisten pribadi ku memberi tau kalau suami ku akan mengadakan pesta untuk anaknya dengan selingkuhannya yang berusia 5 tahun, aku kembali tepat dihari pesta diadakan, aku disana menjadi bahan olokan, ejekan, hinaan, cacian, aku seperti badut yang bodoh waktu itu, aku dianggap pelayan dan juga perempuan tidak tau diri yang ingin merusak hubungan harmonis suami dan selingkuhannya dan yang paling penting adalah dimana Rumah dan Bisnis yang aku bangun dari Nol diambil mantan suami ku" ucap Alena panjang lebar dengan air mata yang menetes begitu saja, perempuan mana yang tidak akan sesak saat mengingat kejadian pilu yang sangat memalukan dalam hidupnya. Dion mengarahkan tangannya ke arah pipi Alena dengan pelan, dia mengusap air mata yang turun dengan derasnya! Dion tidak menduga perempuan yang tampak tegas didepannya, nyatanya adalah perempuan yang sangat lah rapuh. "Apa kamu tidak ingin balas dendam??" tanya Dion "Tentu saja! aku akan mengambil semua yang aku miliki termasuk Rumah yang aku Desain sendiri sesuai keinginan ku" sahut Alena Dion tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan Alena, entah ada yang menggelitik didadanya saat melihat Alena berapi-api saat ini! dia ingin melihat apa yang dilakukan Alena untuk mendapatkan semuanya. Tuhan sepertinya ingin menunjukkan pada Dion, bagaimana cara Alena membalas semua yang sudah terjadi! Dion mendengar ponsel Alena berdering, Alena menaikan satu alisnya saat melihat nama dilayar ponselnya. "Kenapa??" tanya Alena to the poin saat setelah dia mengangkat sambungan telpon dengan Angga "Len, kamu jangan keterlaluan!!" sahut Angga dari seberang telpon "Katakan saja apa yang ingin kamu katakan! kalau tidak ada aku matikan" sahut Alena "Jangan ditutup! Len, aku mohon sama kamu! kamu bujuk Tuan Prawari untuk kembali berinvestasi" sahut Angga "Boleh, asalkan kamu kembalikan Rumah dan Bisnis milik ku" sahut Alena "Kamu gila!!" kesal Angga dengan murka mendengar apa yang dikatakan Alena dari seberang telpon, ingin rasanya Dion mencekik Alena saat ini Alena tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan Angga, dia tau kalau Angga tidak akan mau mengembalikan semua apa yang harusnya menjadi miliknya. "Kalau kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa kamu" sahut Alena dengan sangat santai "Len!! kamu jangan keterlalu, kamu ingat hubungan kita yang sudah terjalin lama" sahut Angga "Hubungan apa yang kamu maksud sialan!! aku, pergi setelah anak ku berusia 5 tahun dan kembali setelah 7 tahun dan mengetahui anak ku kamu perlalukan bagaikan pelayan di Rumahnya sendiri" sahut Alena dengan sangat geram mendengar apa yang dikatakan Dion. "Begini saja! kembalikan Rumah ku dan bisnis bagi aku 50 persen" lanjut Alena Angga terdiam mendengar apa yang dikatakan Alena, dia tidak menyangka kalau dia akan ada dititik yang paling sulit setelah kehilangan perempuan yang begitu baik seperti Alena. "Len, lebih baik kita kembali saja! kita kelola usaha ini bersama" sahut Angga dengan memelas. Hahaha Alena tertawa sebelum dia mematikan sambungan telpon dengan Angga, dia tidak akan sudi untuk kembali rujuk dengan dia! Alena lebih baik tidak menikah dengan pria mana pun, dari pada rujuk dengan Angga. Hmess Phakkk Alena menaruh ponselnya dengan sangat kasar, setelah dia mematikan sambungan telpon dengan Angga! Alena terlihat kesal. "Dasar pria kurang ajar, sialan, binatang" maki Alena dengan menyandarkan punggungnya dengan pelan disandaran kursi. Dion merasa Alena sangat menggemaskan saat seperti ini! kemarahannya bukannya terlihat seram, dia malah terlihat sangat lucu. "Marah seperti ini siapa yang akan takut" batin Dion dengan menggelengkan kepalanya, dia tidak berminat untuk menanyakan apa yang dikatakan Angga diseberang telpon sampai Alena tampak sangat kesal dengan Angga, dia memilih untuk mengambil ponselnya, dia mengirim pesan pada Alif untuk mencarikan dia informasi tentang mantan suami Alena yang masih mengganggu Alena terus menerus meskipun sudah berpisah dan dimana perpisahan yang dilakukan mantan suami Alena. Dion merasa kalau Angga pria bodoh yang menyia-nyiakan perempuan yang ada didepannya! apalagi setelah melihat, mendengar, cerita Alena sebenarnya dia adalah perempuan yang sangat baik, hanya saja dia terlalu baik, membuat dia mudah untuk dibodohi dan dimanfaatkan siapa saja yang tidak tau diri.Dion menghubungi Alif yang ada didalam kamarnya, dia tengah menatap bulan dan bintang malam dengan sebotol wins dan sebatang nikotin yang menemaninya.Pikiran Alif sangat kalut, dia terus dihubungi Kakek Dion menanyakan soal dimana Dion dan Alena, berulang kali Alif mengatakan kalau dia tidak tau, tapi tetap saja kakek Dion tidak percaya dengan apa yang Alif katakan.Menurut Alif pekerjaannya saat ini jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan pekerjaannya yang biasanya.Dia diantara dua maut yang bisa saja mengambil nyawanya kapan saja! disisi lain Dion menitipkan Alena yang terus murung setiap harinya, hanya saat ada Alif mengantar makanan, baru Alena seolah tidak terjadi apapun.Sedangkan di luar Apartemen ada anak buah kakek Dion yang bisa saja dia menghajar dan mengalahkan mereka, tapi saat setelah itu Alif yakin kalau mereka akan menemukan Alena yang bersama dengan dia.Sedangkan Dion dia masih dirawat di Rumah sakit, dia masih menjalankan perawatan, dia juga baru saja sadar dari
Alena menatap bintang dan bulan yang sangat terang benerang! dia sangat rindu dengan pria yang selalu mendekapnya dengan sayang.Sudah berhari-hari Dion meninggalkan dia, sudah sangat lama Alena tidak berkomunikasi dengan Dion, sudah lama Dion pergi meninggalkan Alena sendirian.Entah bagaimana keadaan Dion saat ini, yang pasti Alena sangat merinduhkan pria yang sudah menjadi obat mujarab untuknya setelah pengkhianatan suaminya.Ingin Alena memeluk Dion, ingin Alena mengatakan kalau dia sangat takut akan kehilangan Dion, dia sangat takut kalau Dion benar-benar pergi dengan perempuan yang dijodohkan dengan dia.Alena merasa sangat menyesal sudah cuek, bertindak tanpa berpikir akan yang terjadi dengan dia dan Dion seperti sekarang ini."Maafkan aku!" lirih Alena dengan penyesalan yang sangat amat dalamSedangkan Dion di LA dia tengah istirahat total! dengan penjagaan yang sangat ketat! tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam kamar rawat inap Dion sembarangan, termasuk suster dan dok
"Alif!! pesankan aku tiket ke LA" ucap Alena dengan menatap Alif yang tampak sibuk didepan layar laptopnya Alif tidak menyahut dia diam saja! dia tidak minat untuk memesankan Alena tiket ke LA, dia takut Alena hanya akan memperkeru keadaan Dion di Negara orang. Apalagi dia mendengar dari anak buahnya kalau Dion saat ini sangat lah kacau, dia dilarikan ke Rumah sakit karena kebanyakan minum menyebabkan lambung Dion bermasalah. Alena yang ada diseberang meja kerja Alif, dia benar-benar menatap Alif dengan tatapan memohon, agar dia mau memesankan tiket ke Luar Negeri. "Alif aku mohon sama kamu!" lirih Alena Alif mendongak menatap Alena dengan tatapan mengejek dan bertanya, untuk apa Alena datang ke LA kalau saja dia saat masih bersama dengan Dion! Dion dicuekin. "Untuk apa??" tanya Alif "Aku ingin minta maaf sama dia" sahut Alena "Tunggu saja dia pulang" sahut Alif dengan sangat cuek Alena tidak bisa menunggu lagi, Dion tidak bisa dihubungi sejak kemarin! dia takut terjadi sesuat
TokTokTokCeklekAlif masuk ke dalam kamar Alena dengan membawa makanan yang sudah dia siapkan untuk Alena atas permintaan Dion.Dion tidak datang menemui Alena sejak terakhir dia membawa makan untuk Alena! Dion yang tampak sangat frustasi dia meninggalkan Negaranya untuk perjalanan bisnis ke LA sejak kemarin.Alif ditugaskan Dion untuk menjaga Alena, percuma saja Dion memperhatikan Alena, tapi Alena sama sekali tidak perduli.Kesempatan datang disaat Dion sangat frustasi, dia ada jadwal meeting dengan klien yang ada di Luar Negeri membahas kerja sama yang sudah beberapa bulan tertunda.Dion dengan tekat yang sangat kuat dia meninggalkan Alena sementara waktu yang mana dia yakin kalau Alena tengah ingin jauh dari dia.Dion mempercayakan Alena pada Asisten pribadinya yang kini sudah mengantar makan siang untuk Alena! tadi pagi Alif tidak mengatar makanan, karena dia sangat sibuk di kantor."Nona Maafkan saya! ini makan siang anda!" ucap Alif dengan sangat sopan dan sangat menghargai
"Sayang! kamu makan dulu, nanti kamu sakit" ucap Dion dengan membawa bubur ayam yang dia beli didepan komplek Alena menatap Dion yang kini mendudukkan dirinya ditepi ranjang dengan pelan! Dion sangat perhatian dengan perempuan yang sangat dia cintai. "Aku ingin pulang" lirih Alena dengan nada suara yang sangat pelan Alena menunduk, tidak berani menatap pria yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh cinta dan juga sangat terlihat sayang. Sangat jelas kalau saat ini Dion menunjukkan kehangatan ke Alena! begitupun dengan Alena yang juga merasa apa yang Dion tunjukan padanya. "Aku tidak akan membiarkan kamu pulang, selagi kamu masih seperti ini!" sahut Dion dengan mengarahkan sendok makan dengan bubur ke arah mulut Alena. Alena tidak mau makan, dia membuang muka! Dion menghela napas melihat Alena menolak suapan yang dia berikan. "Sedikit saja" pinta Dion dengan memohon Alena tidak menyahut, dia masih saja membuang muka! tanpa peduli perasaan Dion saat ini! Alena benar-b
Alena terdiam dengan menatap langit-langit kamar Dion yang ada di Apartemen! tatapannya kosong, dia tidak menyangka kalau Dion tidak mau melepaskan dia begitu saja. Jelas Kakeknya sudah tidak merestui hubungan mereka, tapi dia malah tetap mempertahankan Alena dan lebih memilih menyakiti Alena agar dia tetap disisinya. Sedangkan Dion yang ada disamping Alena dengan tubuh sama-sama polos dengan Alena, dia memeluk cintanya dengan merasa puas, bisa menahan Alena agar tidak ingin pergi sementara waktu. Dion tidak ingin kehilangan Alena, dia sudah terlanjur jatuh cinta dengan Alena saat ini! apapun yang terjadi dia akan hanya menikahi perempuan yang ada didekapannya. Alena sendiri dia terdiam dengan menatap kosong langit-langit, dia tidak tau harus bagaimana lagi, dia merasa sangat lelah, sakit, dan juga tidak berdaya saat ini. Alena tanpa sadar meneteskan air matanya, dia tidak tahan dengan apa yang dilakukan Dion padanya, meskipun dia tau kalau Dion ingin menahan dia disampingnya. D
"Akhirnya kamu bisa pulang!" ucap Alena dengan senyum, dia tidak lagi meninggalkan putrinya hanya dengan Avia di Rumah Arlina berulang kali menghubungi Alena untuk menanyakan kapan Alena akan pulang dari Rumah sakit! menanyakan bagaimana kabar pria yang ditabrak Mommy nya, kapan dia sembuh, kapan
Dion menatap berkas yang ada ditangannya dengan menaikan satu alisnya! dia tidak menyangka perempuan yang sampai saat ini, belum dia ketahui siapa namanya! dia adalah pewaris satu-satunya keluarga Prawari yang selama ini tidak banyak orang tau. "Ternyata masih ada perempuan bodoh di Dunia ini" lir
Alena menatap pria tampan yang ada didepannya dengan tatapan sulit dijelaskan, dia baru sadar kalau di Dunia ini ada pria yang jauh, lebih tepatnya sangat jauh dari kata tampan saja! bahkan mantan suaminya tidak sebanding dengan pria yang terbaring didepannya yang masih memejamkan mata tajamnya.
Angga mencoba untuk menghubungi Alena yang ada di Rumah tengah mengerjakan pekerjannya yang ada di kantor! Alena dengan sengaja dia mengerjakan pekerjaan kantor di Rumah untuk menemani Arlina yang masih ingin dekat dengan Alena. Berulang kali Angga menghubungi Alena, namun sayang tidak ada satu pa







