Teilen

11. Duda Premium

last update Veröffentlichungsdatum: 08.08.2026 21:45:13
Freya tercekat, matanya membelalak lebar menatap pria di hadapannya. Jantungnya yang tadinya berdegup kencang karena gugup, kini seketika seolah berhenti berdetak.

"Om ... barusan Om bilang apa?" tanya Freya dengan suara gemetar, memastikan pendengarannya tidak salah tangkap. "Ini semacam candaan atau apa? Kita bahkan nggak sedang dalam hubungan apa pun lho Om dan tiba-tiba Om ngajak nikah?"

Yasa tetap tenang, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gestur penuh wibawa. Tatapannya tajam nam
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
Mia Audy
jangan mikir lama² freya
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Terima aja Freya tawaran om galak
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
makasih up nya kk Biya
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   15. Wedding Day

    Rendra menunjukkan rasa tidak percaya, ia melirik ke arah area pesta lalu kembali menatap Freya dengan perasaan meragu. "Kamu jangan bercanda, Frey! Pake segala ngaku jadi calon pengantinnya Yasa Janitra, kamu halu apa gimana sih? Atau jangan-jangan kamu stress setelah cerai dari aku?" Rendra malah menuduh Freya halu dan stress. Freya tersenyum santai saja, tuduhan Rendra ia anggap radio butut saja, toh kenyataannya, dirinya memang calon istri seorang Yasa Janitra. "Eh, tuh mulut enteng bener ya ngatain Frey stress!" Tapi Mitha langsung bereaksi, jelas Mitha tak terima sahabatnya dikatai oleh Aktor hombreng itu. "Sembarangan aja bilang Frey stres setelah cerai dari kamu! Justru hidup Frey tuh sejuta kali lebih baik setelah lepas dari kamu!" lanjut Mitha dengan nada mengomel. Rendra sangat muram, ia tidak senang ditegur begitu oleh Mitha yang dianggap tidak penting. "Hey kamu! Bisa-bisanya ya, pelayan toko kue kamu bicara kenceng gitu ke saya? Kalau bukan karena kamu itu temann

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   14. Aku Calon Pengantinnya!

    Persiapan pernikahan yang mepet membuat Freya sibuk dan sejenak melupakan segala masalah yang membelitnya selama ini. Walau hanya 2 minggu saja, tapi Yasa tak asal-asalan untuk gelaran pernikahan keduanya kali ini. Gaun pengantin sudah siap, venue pernikahan sudah diset, undangan sudah disebar dan H-2, semua persiapan sudah mencapai 95%. Saat ini Freya sudah kembali menginjakkan kakinya di pulau Bali, ditemani Mitha, Ramon, Chef Daryl dan keluarga paman dari pihak Ayah, yang nantinya akan jadi wali nikahnya. Sementara Fiona? Jangankan hadir, kabarnya saja sudah tak terdengar lagi sejak buron dari orang-orang yang ditipunya. ~ Freya sedang termangu di sebuah Gazebo resort sambil memantau area halaman yang akan jadi tempat pernikahannya lusa. Acaranya digelar di luar ruangan, dengan dekorasi cantik dan view menghadap samudra langsung. "Pasti lagi mikirin, lusa malem bagusnya pake gaya apa ya?" Suara Mitha muncul bagai angin, spontan Freya menoleh. "Iih, ngagetin aj

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   13 Om Sat Set

    Seorang anak remaja laki-laki berjalan di belakang Yasa, wajah remaja itu nyaris mencetak jiplakan wajah Yasa, rahang tegas, tatapan tajam, dan alis tebal. Hanya saja, aura yang terpancar jauh lebih dingin dan memberontak. Freya sudah segan duluan, ia merasa kalau jalannya bersama Yasa tak akan semulus jalan tol seperti yang awalnya ia bayangkan. Keduanya dipersilakan masuk, duduk bersama di ruang tamu kecil itu dengan suguhan menarik yang tersaji di atas meja. Freya sangat gugup tapi berusaha bersikap sebiasa mungkin. "Nath, ini Freya," perkenalkan Yasa. Remaja bernama Nathan itu hanya menatap sekilas pada Freya seterusnya ia fokus pada layar handphone di tangan. "Sementara waktu kamu bisa panggil Freya 'Kakak', tapi secepatnya kamu harus belajar panggil dia 'Mama'," tambah Yasa. Nathan nampak muak, raganya memang duduk di ruangan itu tapi jiwanya jelas menolak baur di dalam momen perkenalan itu. "Hm, hai Nath ... salam kenal ya," sapa Freya, walau segan ia mencoba bersik

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   12. Menepati Janji

    "Dan imbalannya adalah ... Casa de Cake ...." Freya sekali lagi menoleh ke seberang Cafe, menatap toko itu dengan tatapan nanar."Serius?" Suara Mitha tercekat tapi sangat antusias."Emang aku keliatan lagi becanda ya?" tanya Freya kekik."Terus kamu bilang 'iya' kan?"Freya mengangguk pelan, nampak yakin tidak yakin."Bagus! Aku sih yes! Aku dukung kalian 100%!" sambut Mitha, ia benar-benar bersemangat.Dengan antusiasme Mitha, rasa percaya Freya pada Yasa meningkat beberapa persen, hanya saja masih ada satu pertanyaan yang mengganjal di hatinya.'Apa ini hanya pernikahan main-main? Apakah di pernikahan kedua ini aku bakalan jadi istri pajangan lagi?' batin Freya, perasaannya bergejolak, tapi keputusan sudah diambil.***Kalyla baru saja tiba dari Bali, ia tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan langsung mencari keberadaan Yasa di kantornya.Kalyla terlihat resah, wajahnya menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam."Maaf, Bu. Tapi saat ini Pak Yasa sedang ada rapat penting, Anda

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   11. Duda Premium

    Freya tercekat, matanya membelalak lebar menatap pria di hadapannya. Jantungnya yang tadinya berdegup kencang karena gugup, kini seketika seolah berhenti berdetak. "Om ... barusan Om bilang apa?" tanya Freya dengan suara gemetar, memastikan pendengarannya tidak salah tangkap. "Ini semacam candaan atau apa? Kita bahkan nggak sedang dalam hubungan apa pun lho Om dan tiba-tiba Om ngajak nikah?" Yasa tetap tenang, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gestur penuh wibawa. Tatapannya tajam namun sulit dibaca. "Saya nggak pernah main-main dengan perkataan saya, Freya," jawab Yasa datar. "Kamu mau toko itu kembali jadi milik kamu dan saya butuh seorang istri secepatnya." Mitha masih memantau, ia tak bisa mendengarkan obrolan Freya dan Yasa, tapi kontras ekspresi Freya dan Yasa membuat Mitha bertanya-tanya. "Mereka lagi ngobrolin apa ya? Kok muka Frey kayak shock begitu sih? Duh ...." gumam Mitha dengan perasaan gelisah. Freya menggeleng pelan, kepalanya mendadak pusing mencerna s

  • Biar Janda, Aku Masih Perawan, Om!   10. Nikah Sama Saya!

    "Bisa ketemu sebentar? ... saya tunggu di Cafe di seberang bekas toko kue kamu!"Yasa sangat to the point, ketika panggilannya tersambung, ia langsung mengutarakan maksudnya menghubungi Freya. Karena Yasa sangat berjasa, Freya tak memiliki alasan untuk menolak ajakan untuk bertemu itu.Setelah bersiap 15 menit dan menghabiskan waktu 15 menit perjalanan dibonceng Mitha, Freya pun sampai di Cafe yang dimaksud."Aku akan duduk di sisi lain Cafe buat memantau, sekalian mau liat wujud asli Om galak itu!" kata Mitha yang begitu bersemangat."Jangan sampai meleleh lho ya!" goda Freya sambil mematut penampilannya sekali lagi lewat kaca spion motor matic Mitha."Kayaknya spek Om-Om itu bukan my type! Mustahil aku meleleh sama seseorang yang kamu namai 'Om Galak' di kontak kamu itu!" Mitha sesumbar, begitu percaya diri mampu menahan diri untuk tidak tertarik pada sosok Yasa Janitra."We'll see," goda Freya lagi. Dan ketika ia sudah cukup pede untuk bertemu dengan Yasa, ia pun mulai melangkahka

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status