共有

Pulang

作者: Nic Arhsy
last update 公開日: 2026-08-22 18:42:36

“Ahh! Panas sekali…” desah Sean di dalam mobil sambil memegangi miliknya yang kian mengeras.

Mobil sedan hitam yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu akhirnya membelit gerbang megah kediaman Anderson Group. Begitu kendaraan berhenti sempurna di depan lobi utama, Sean langsung menghempas pintu mobil. Kondisinya sangat berantakan. Kemeja mewahnya tak terkancing sempurna, peluh dingin membasahi seluruh pelipis dan lehernya, sementara matanya memerah padam terikat oleh sisa-sisa efek obat perang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (17)
goodnovel comment avatar
Hum Hum
gak rela, gak ikhl4s lahhh Stella cuma buat pelampiasan
goodnovel comment avatar
Tina Tinul
penasaran sih siapa dalang yang mencelakai ayahnya Stella
goodnovel comment avatar
Tina Tinul
segera cari tau kalau Chelsea hamil anak kamu atau bukan Sean masa iya maunya sama Stella tapi nggak bisa tuh nyingkirin Chelsea
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Pagi

    Cahaya keemasan mentari pagi merayap pelan menerobos celah gorden kamar utama, menyinari serakan pakaian yang berhamburan di atas karpet bulu. Suasana ruangan yang semalam dipenuhi gelombang gairah liar kini berubah menjadi keheningan yang mencekam.Sean terbangun dengan kepala yang terasa dihantam beban berat. Efek obat perangsang dosis tinggi yang semalam membakar seluruh sarafnya telah menguap sepenuhnya, menyisakan rasa pening yang menggigit di pelipis dan rasa kebas di sekujur tubuh. Pria itu mengusap wajahnya kasar, perlahan membuka mata yang memerah.Di sampingnya, Stella terbaring miring membelakanginya, terbungkus selimut marun hingga sebatas dada. Bahunya yang polos memperlihatkan jejak-jejak kemerahan—bukti nyata dari perlakuan brutal Sean sepanjang malam.Kenangan semalam mendadak berputar hebat di dalam otak Sean bagaikan kilatan film. Mulai dari rengekan Chelsea di lobi, tegukan jus bermasalah di penthouse, usahanya melarikan diri dengan kesadaran yang terkoyak, hingga b

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Lagi

    “Ahhh! Akhirnya aku keluar, Stella…” erang Sean sambil memeluk istrinya erat. Dia terkapar lemas di atas tubuh sang istri tak berdaya. Sampai beberapa saat kemudian dia berguling lemas di sampingnya.Gelombang panas dari racikan obat perangsang dosis tinggi yang dicekoki Chelsea ternyata belum surut sepenuhnya. Efek racun kimiawi itu masih membakar aliran darah Sean, memompa jantungnya tanpa henti dan mengunci nalurinya dalam pusaran gairah yang brutal. Pria itu tidak terpuaskan hanya dengan satu kali pelepasan. Bagi Sean malam ini, kehangatan dan kepasrahan fisik Stella adalah satu-satunya penawar yang sanggup meredakan gejolak membara di dalam dadanya.“Stella, aku masih belum puas, milikku berdiri lagi…” Tanpa membiarkan Stella menghela napas lega, Sean kembali menarik tubuh istrinya yang masih terkulai lemas di atas ranjang. Dengan gerakan yang penuh dominasi dan tenaga yang tak berkurang sedikit pun, Sean mengangkat tubuh Stella, membawanya turun dari pembaringan menuju dinding

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Pulang

    “Ahh! Panas sekali…” desah Sean di dalam mobil sambil memegangi miliknya yang kian mengeras.Mobil sedan hitam yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu akhirnya membelit gerbang megah kediaman Anderson Group. Begitu kendaraan berhenti sempurna di depan lobi utama, Sean langsung menghempas pintu mobil. Kondisinya sangat berantakan. Kemeja mewahnya tak terkancing sempurna, peluh dingin membasahi seluruh pelipis dan lehernya, sementara matanya memerah padam terikat oleh sisa-sisa efek obat perangsang yang terus membakar seluruh saraf tubuhnya.Tanpa memedulikan sapaan terkejut dari para pelayan yang bersiaga di lobi, Sean melangkah selebar yang ia bisa menaiki anak tangga marmer menuju lantai dua. Napasnya memburu, berat dan tidak beraturan. Setiap ketukan jantungnya memompa gelombang panas yang menuntut pelepasan, dan hanya satu nama yang tersisa di dalam benaknya yang temaram, yaitu Stella.Di dalam kamar utama yang luas, suasana terasa begitu tenang dan sejuk. Cahaya lampu tidur meny

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Sentuhan

    "Oughhh! Kenapa aku sangat ingin melakukannya…” Desah Sean lolos begitu saja dari sela bibirnya yang bergetar. Efek obat perangsang dosis tinggi yang menjalar dalam aliran darahnya membuat seluruh saraf fisiknya terbakarkan oleh gairah buatan yang pekat. Tubuhnya kaku pasrah di atas ranjang king size milik Chelsea, menikmati pasang surut sensasi panas yang kian tidak terkendali saat jemari dingin wanita itu berselancar liar di atas kulit dadanya.Chelsea menyunggingkan senyum kemenangan yang amat culas. Tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, ia merayap naik, mendekatkan wajahnya hingga hembusan napas hangatnya menyapu leher Sean. Ia siap menuntaskan ambisinya malam ini, mengikat Sean secara utuh dan menyingkirkan Stella selamanya dari takhta keluarga Anderson.Namun, tepat ketika Chelsea menunduk untuk mempagut lehernya, sentuhan dingin dari kalung perak yang tergantung di leher wanita itu bergesek keras dengan kulit hangat Sean.Jleb!Sensasi dingin yang menusuk itu bagaik

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Obat

    "Aww! Sean, kepalaku pusing sekali... lantai ini seperti berputar," keluh Chelsea tiba-tiba dengan nada melengking yang tertahan. Tubuhnya limbung, sempoyongan ke arah Sean hingga hampir membentur pintu mobil. Kedua tangannya mencengkeram erat lengan jas Sean, berpura-pura tidak sanggup menopang berat badannya sendiri."Chelsea! Kamu kenapa?" Sean refleks menahan pinggang Chelsea agar tidak terjatuh."Kaki aku lemas, Sean... aku tidak bisa jalan, takut jatuh," rengek Chelsea dengan mata terpejam dan napas memburu yang dibuat-buat. "Tolong jangan tinggalkan aku di lobi. Antarkan aku sampai ke dalam penthouse, ya? Ya, Sean?"Sean menghela napas panjang seraya melirik jam di pergelangan tangannya. Rasa bersalah karena memikirkan kandungan Chelsea serta bayang-bayang tekanan dari neneknya membuat Sean tidak punya pilihan lain. "Baiklah, aku antarkan sampai atas. Tapi setelah itu aku langsung pulang."“Baiklah, tidak masalah, Sean. Asalkan kau antar aku ke atas.” Dengan susah payah Sean m

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Rengekan

    "Kamu benar-benar keterlaluan, Sean!" tangis Chelsea makin pecah. Air mata buayanya menetes membasahi pipi yang terpoles riasan sempurna. Didekapnya tablet di dadanya erat-erat, memamerkan raut kehancuran seolah dirinya adalah korban paling terzalimi di dunia. "Aku melakukan semua ini demi kamu, demi perusahaan kita! Tapi kamu lebih memilih membela wanita yang jelas-jelas memanfaatkanmu ini!"Sean mengusap wajahnya kasar. Rasa bersalah mendadak menyusup di sela-sela egonya saat melihat tangisan wanita yang pernah menjadi bagian penting dalam masa lalunya. Ditambah lagi, kehamilan Chelsea yang ia yakini sebagai darah dagingnya sendiri membuat posisi Sean makin terdesak oleh rasa tanggung jawab yang timpang."Chelsea, bukan begitu maksudku..." suara Sean melunak, kehilangan nada tegas yang tadi sempat dipamerkannya. Ia melangkah mendekati Chelsea, mengulurkan tangan untuk mengusap bahu wanita itu. "Aku hanya tidak ingin kamu stres dalam keadaan hamil begini. Tolong mengerti, ini bukan t

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status