공유

Insting Sahabat

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-06-22 20:00:34

Naomi sedang mencari kursi kosong ketika pandangannya berhenti pada seseorang. Ia menyipitkan mata. Lalu wajahnya langsung berubah cerah.

"Killa?"

Tanpa menunggu jawaban, Naomi langsung berjalan ke arah salah satu meja. Seorang pria yang sedang memegang gelas minuman menoleh. Dan langsung melotot ke arahnya.

"Naomi!"

Mereka saling menyapa seperti teman lama yang kebetulan bertemu. Di samping Killa duduk seorang wanita yang pernah beberapa kali Naomi temui sebelumny

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Tas Snack

    Sekitar satu jam setelah Killa meninggalkan festival, ponsel Naomi bergetar. Saat itu Naomi masih duduk di area makan. Di depannya ada sisa minuman, dua bungkus camilan, dan sebuah kotak makanan yang entah mengapa masih ia simpan meski sudah mengaku kenyang.Claudia dan Mareeq berada tidak jauh darinya. Atau lebih tepatnya Claudia sedang berbicara tanpa henti pada Mareeq. Naomi sendiri sedang membalas pesan-pesan yang menumpuk di ponselnya. Salah satunya dari Killa.Killa: Kamu butuh teman?Naomi langsung membalas.Naomi: Tidak.Balasan datang cepat.Killa: Yakin?Naomi: Iya.Claudia tiba-tiba berdiri. "Mareeq.""Hm?""Ayo ke area belakang." ujar Claudia sambil menarik lengan Mareeq."Ada tenant minuman yang mau aku coba."Mareeq tampak ragu. "Kamu mau?" tanya Mareeq pada Naomi."Nggak. Kalian ajah. Aku tunggu di sini."Claudia sudah berdiri di samping kursinya. "Ayo."Naomi kemb

  • Bilur Bulir Bertaut   Insting Sahabat

    Naomi sedang mencari kursi kosong ketika pandangannya berhenti pada seseorang. Ia menyipitkan mata. Lalu wajahnya langsung berubah cerah."Killa?"Tanpa menunggu jawaban, Naomi langsung berjalan ke arah salah satu meja. Seorang pria yang sedang memegang gelas minuman menoleh. Dan langsung melotot ke arahnya."Naomi!"Mereka saling menyapa seperti teman lama yang kebetulan bertemu. Di samping Killa duduk seorang wanita yang pernah beberapa kali Naomi temui sebelumnya. Tunangan Killa."Halo," sapa Naomi ramah."Halo, Naomi." Wanita itu tersenyum hangat."Senang bertemu lagi.""Aku juga."Killa menunjuk kursi kosong. "Duduk."Kemudian Killa melihat ke belakang Naomi. Tatapannya bergerak ke kiri. Lalu ke kanan. Lalu ke belakang lagi.Naomi memperhatikan. "Kamu kenapa?"Killa masih melihat ke arah kerumunan. "Aku sedang mencari.""Mencari apa?""Singa."Naomi berkedip. Dia diam sejena

  • Bilur Bulir Bertaut   Kejutan di Festival

    Hari Sabtu siang. Setelah melalui pertarungan panjang antara rasa malas dan rasa penasaran, Naomi akhirnya keluar dari apartemen. Alasan resminya adalah melihat booth perusahaan. Alasan sebenarnya adalah ia sendiri tidak terlalu yakin.Festival kuliner itu jauh lebih ramai dari yang ia bayangkan. Musik terdengar dari panggung utama. Aroma berbagai makanan bercampur di udara. Antrean panjang terlihat di beberapa tenant yang sedang viral.Naomi berjalan santai sambil memegang ponselnya. Ia bahkan belum membeli apa pun. Langkahnya langsung mengarah ke area tempat perusahaan mereka membuka booth.Dari kejauhan, booth minuman perusahaan terlihat cukup mencolok. Banner besar. Dekorasi yang rapi. Beberapa staf promosi. Dan tentu saja... Claudia.Naomi berhenti beberapa meter dari sana. Tidak langsung mendekat. Ia memilih berdiri di dekat salah satu tenant minuman sambil mengamati.Claudia terlihat sangat sibuk. Sesekali mengatur staf. Sesekali berbicara d

  • Bilur Bulir Bertaut   Kepasrahan

    Mareeq menyalakan Mobil dan meluncur ke jalan raya. Mobil melaju di tengah lalu lintas sore yang mulai padat. Suasana sempat hening beberapa menit.Naomi memandangi jalanan di luar jendela. Mareeq sesekali meliriknya. Keheningan menemani perjalanan mereka hingga sampai di tempat parkir apartemen.Mareeq mematikan mesin mobil. Lampu-lampu parkiran apartemen memantulkan cahaya kekuningan melalui kaca depan. Namun Naomi tidak langsung membuka pintu. Naomi tetap duduk di tempatnya, lalu menoleh ke arah Mareeq."Aku akan datang, tapi aku nggak akan sendiri."Mareeq diam menatap Naomi. Kalimat itu membuatnya langsung memikirkan satu orang. Satu nama yang selama ini selalu muncul setiap kali Naomi membicarakan akhir pekan atau acara di luar kantor."Leon?" nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya."Mungkin." Jawaban Naomi terdengar santai. Namun tatapannya tidak santai sama sekali. Ia justru menatap Mareeq lekat-lekat seolah sedang mengamati set

  • Bilur Bulir Bertaut   Undangan

    Suasana kantor kembali seperti biasanya. Tim kembali sibuk dengan acara festival kuliner di hari Sabtu-Minggu nanti. Claudia menjadi penanggung jawab promosi dan operasional booth.Meja Claudia dipenuhi berbagai macam dokumen. Layout booth. Jadwal penjagaan. Daftar produk. Vendor dekorasi. Sampel desain banner. Bahkan ada beberapa kotak kecil berisi merchandise promosi yang belum sempat dibuka.Claudia terlihat sibuk menelepon, membalas email, dan sesekali mengeluh pada dirinya sendiri."Kenapa semua orang baru membalas email di menit-menit terakhir..."Di meja sebelah, Naomi sedang fokus menatap layar komputer. Jari-jarinya bergerak cepat di keyboard. Sesekali membuka spreadsheet. Sesekali membandingkan data. Dunia luar nyaris tidak ada.Saat itulah Mareeq berjalan melewati area tim pemasaran. Ia baru keluar dari ruangannya dan tampak hendak menuju pantry. Claudia yang melihat kesempatan itu langsung memanggil."Mareeq!"Langkah Mare

  • Bilur Bulir Bertaut   Belepotan

    Sekitar empat puluh menit kemudian, aroma makanan mulai memenuhi ruangan tim pemasaran. Pizza-pizza hangat diletakkan di meja tengah. Meja besar yang biasanya dipakai untuk rapat mendadak, diskusi singkat, atau tempat meletakkan terlalu banyak dokumen. Hari itu, meja tersebut berubah fungsi menjadi meja makan bersama."Wah!" seru Claudia. "Sudah datang!"Claudia langsung mengetuk pintu ruangan Mareeq. Mareeq langsung keluar dan melihat makanan sudah tersedia. Beberapa anggota tim mulai berdatangan."Silakan kalian nikmati.""Makasih, Mareeq." ujar Claudia.Rhea yang masih baru tampak sedikit canggung. "Boleh ikut ambil, kan?""Tentu saja," jawab Claudia. "Kalau terlambat nanti tinggal pinggiran pizza."Rhea langsung bergerak lebih cepat.Naomi berdiri di depan meja. Tatapannya menyapu kotak-kotak pizza. Lalu berhenti pada sebuah kantong kertas. Burger. Ia mengambilnya dengan tenang.Mareeq yang melihat itu tertawa kecil.

  • Bilur Bulir Bertaut   Kemarahan yang Mereda

    Mobil Mareeq akhirnya kembali memasuki area apartemen. Naomi merasa napasnya sudah jauh lebih stabil. Tidak tenang sepenuhnya, tapi cukup untuk menghadapi apa pun yang menunggu di atas.“Naiklah,” kata Mareeq saat mobil berhenti.Naomi membuka sabuk pengaman. “Teri

  • Bilur Bulir Bertaut   Hari Libur yang Gerah

    Hari Sabtu datang dengan suasana yang lebih pelan. Naomi masih mengenakan pakaian rumah ketika Leon bersiap keluar dari apartemen. Pria itu berdiri di depan cermin sambil merapikan rambut dan menyemprotkan parfum secukupnya.“Kamu mau keluar?” tanya Naomi dari sofa sambil memba

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebiasaan

    Naomi menatap Mareeq. Dadanya sesak oleh hal yang bahkan tidak boleh ia akui. Ia menyukai cara pria itu bicara padanya. Menyukai rumah yang baru saja dibangun dari kata-kata. Menyukai kenyamanan yang seharusnya tidak ada. Tapi semuanya berbahaya.“Kita seharusnya pulang,” katan

  • Bilur Bulir Bertaut   Selera yang Sama

    Suasana kantor berjalan seperti biasa. Cepat, rapi, dan penuh suara notifikasi yang datang bergantian. Naomi baru saja meregangkan badannya setelah fokus pada pekerjaan. Pandangannya tanpa sadar bergeser ke arah ruangan kecil di sudut area kerja mereka. Ruangan Mareeq.Pintunya tertutup. N

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status