Share

Dua Cup Amerikano

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2025-12-23 20:00:21

Claudia berjalan menghampiri mereka berdua dan bergabung untuk makan. "Kalian sudah selesai?" Tanyanya.

"Iya, kami baru saja selesai. Tapi jika kamu ingin kami menunggu, kami akan tunggu." ujar Flora tanpa berpikir panjang.

"Naomi," panggil Claudia, suaranya sedikit meninggi agar terdengar oleh Naomi.

"Ya?" Sahut Naomi.

"Aku dan Mareeq tadi membeli minuman untuk anak-anak," ujar Claudia, "Bisakah kamu mengambilnya? Ada di mobil Mareeq. Kamu bisa mengajak anak cowok

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip Kantor

    “Kamu ingat Claudia pernah mengalami kecelakaan?" Mareeq mencoba mengingatkan Naomi.Naomi menoleh sepenuhnya ke arahnya. Naomi hanya mengangguk. Ya, Mareeq pernah mengatakannya dulu.“Sudah cukup lama kejadiannya. Dia mengalami masalah di punggungnya.”“Ya,” gumam Naomi. “Kamu pernah mengatakan itu.”“Menurut Claudia, rasa sakitnya mulai semakin parah.”Naomi memandang ke luar jendela. “Jadi itu sebabnya dia cuti?”“Sepertinya begitu.”“Dia perlu periksa?” tanya Naomi.“Dia tidak menjelaskan banyak. Tapi, dia emmang sering mengeluhkan sakit punggung itu.”Naomi kembali menoleh kepadanya. “Dia selalu memberi tahu kamu?”Mareeq tersenyum tipis. “Ya. Aku bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia bilang akan menangani semuanya.”Naomi mengangguk pelan. Itu terdengar seperti Claudia. Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Absennya Claudia

    “Kita sudah membicarakan ini.” ujar Naomi.“Aku tahu. Tapi aku tidak bisa begitu saja menyerah.”“Itu risiko atas apa yang kamu lakukan.”Leon tampak terluka. Naomi menyadarinya. Dan untuk sesaat, ada bagian dari dirinya yang merasa tidak nyaman melihat wajah pria yang pernah begitu dekat dengannya itu. Namun rasa tidak nyaman tidak sama dengan keinginan untuk kembali.“Aku masih mencintaimu, Naomi.”Naomi terdiam. Leon sedikit mendekat.“Aku tahu aku menghancurkan semuanya. Aku tahu aku membuat kesalahan yang mungkin tidak bisa kau maafkan sekarang. Tapi beri aku kesempatan.”Naomi menggeleng. “Tidak ada kesempatan.”“Kenapa kamu bahkan tidak mau memberi kesempatan?”Pertanyaan itu membuat Naomi menatapnya lebih tajam. Benar. Kenapa Naomi tidak ingin memberi kesempatan? Mungkin benar kata Kill bahwa kesalahan Leon merupakan hal yang pali

  • Bilur Bulir Bertaut   Usaha Leon

    Claudia menatapnya tanpa berkedip. “Saling menggoda?”Leon mengangguk kecil, terlihat tidak nyaman dengan pengakuannya sendiri.“Awalnya cuma bercanda. Kami bicara, saling menggoda. Lalu waktu itu kami ada di apartemen dan…” Ia menghela napas. “Semuanya terjadi begitu saja.”Claudia tertawa pendek, tetapi sama sekali tidak terdengar lucu.“Di luar kendali?”Leon kembali diam."Aku tidak menyangka Naomi akan pulang hari itu. Biasanya aman.""Biasanya?" selidik Claudia.Jika ada biasanya itu berarti kejadian itu bukan pertama kalinya."Kamu gila, Leon!" maki Claudia yang ikut kesal.Leon menatap Claudia dengan frustrasi."Aku sebenarnya ingin membantumu. Tapi, entahlah jika ternyata kamu segila ini.""Berhentilah jika tidak ingin membantuku. Aku sudah sangat stres."Claudia memandangnya beberapa detik, lalu menghela napas. Dia benar-benar ha

  • Bilur Bulir Bertaut   Kegelisahan Claudia

    Suasana ruangan kembali seperti semula. Beberapa orang mulai kembali fokus ke pekerjaan masing-masing. Meskipun mereka sempat saling pandang.Tidak berapa lama, pintu ruangan kembali terbuka. Naomi secara refleks mengangkat kepala. Mareeq baru datang.Mareeq mengenakan pakaian kerja dan membawa tas di satu tangan. Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung menyapu ruangan seperti biasa. Kemudian ia melihat Naomi, membuat langkahnya sedikit melambat.Naomi sudah kembali. Beberapa hari terakhir, kursi itu kosong. Dan pagi ini, perempuan itu akhirnya duduk di sana lagi.Mareeq tidak langsung menghampirinya. Namun senyum kecil muncul di wajahnya. Senyum yang begitu tipis sehingga mungkin tidak semua orang akan menyadarinya.Naomi melihat kedatangannya. Dia membalas senyuman itu. Hanya sebentar. Sederhana. Seolah-olah mereka sedang mengatakan sesuatu tanpa perlu mengucapkannya. Bahwa dirinya baik-baik saja.Mareeq kemudian berjalan menuju ruan

  • Bilur Bulir Bertaut   Putus

    Pada saat yang sama, pintu ruang marketing terbuka. Flora keluar sambil membawa beberapa dokumen. Langkahnya langsung terhenti ketika melihat mereka.Di dalam pancangan Flora, Naomi dan Leon berdiri berhadapan di tengah lorong. Dan dari ekspresi Leon, jelas sekali pria itu sedang memohon sesuatu. Flora mengernyit.“Naomi?”Naomi menoleh ke sumber suara.Flora berjalan mendekat.“Ada apa?” tanya Flora.Naomi menatap Flora. Kemudian ia melirik Leon. Seolah memberi tahu bahwa dia malas menjawab dan meminta jawaban pada Leon saja.“Kalau kamu ingin tahu, tanya dia.” ujar Naomi.Flora melihat Leon. “Apa yang terjadi?”Leon diam.“Leon?” suara Flora terdengar menuntut jawaban.Leon tetap diam.Flora mulai merasa tidak nyaman.Naomi kemudian berkata pelan, “Kalau dia tidak mau bicara, mungkin kamu bisa bertanya pada Maya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Berakhir

    “Dia belum masuk kerja.” ujar Claudia.“Dia sedang cuti.”“Aku tahu.” Claudia menatapnya lekat-lekat. “Tapi Leon juga kelihatan seperti orang kehilangan arah.”Mareeq tidak menjawab. Dia memilih kembali fokus membaca dokumen di depannya. Penolakan halus yang seharusnya Claudia pahami.“Sepertinya mereka bertengkar.” ujar Claudia mengamati reaksi Mareeq.Mareeq tidak menghiraukan Claudia. “Mungkin.”Claudia tersenyum kecil. “Sepertinya kamu tahu kenapa.”“Itu urusan mereka.”Claudia menyilangkan tangan. “Apa yang terjadi?”Mareeq terdiam. Lalu menarik napas pelan dan memandang Claudia. “Aku tidak tahu apa-apa.”Claudia tidak percaya. “Jangan bohong.”Mareeq menggeleng. “Claudia, aku tidak punya hak untuk menceritakan masalah pribadi mereka.”Claudia semakin me

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status