Share

Mendekat

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2025-11-08 19:59:33

Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.

Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang yang dikenalnya. Di deretan kursi depan dia mengetahui salah satunya orang yang dia kenal, Vino. Dia yang mengirim undangan konferensi ini. Tapi kali, Naomi tidak ingin duduk di dekatnya.

Naomi memutuskan akan duduk di deretan paling belakang. Ah! Ada Rahaal juga di sini. Sebenarnya tidak mengejutkan, tapi sungguh kebetulan. Naomi pun berdiri di sebelahnya dan berpura-pura mencari kursi kosong. Rahaal menoleh padanya, Naomi bereaksi seperti terkejut

"Oh, kamu hadir di acara ini juga?" Tanya Naomi dengan nada seolah terkejut. 

Rahaal bangun dari duduknya, menyambut interaksi Naomi. Tangannya mempersilakan Naomi duduk di sebelahnya. Naomi menyambut tawaran itu dan duduk di sebelahnya. Rahaal pun mengikutinya duduk.

"Aku bersama temanku. Karena ini acara bagus jadi aku menerimanya. Lumayan menambah ilmu dan relasi. Bagaimana kamu bisa di acara ini?" Tanyanya.

"Sama sepertimu. Aku diajak seseorang dari perusahaan lain. Tapi, entah di mana dia sekarang. Dia meninggalkanku sendiri." gerutu Naomi yang sebenarnya tidak ada kebenaran dari cerita ini.

Naomi dan Rahaal terlihat berbicara santai sebelum acara di mulai. Mereka membahas masalah pekerjaan dan juga orang-orang yang mereka kenal di acara ini. Naomi menunjuk pada salah satu pria yang duduk di deretan terdepan.

"Dia anak lelaki satu-satunya dari pemimpin perusahaan Gigantic saat ini." Naomi memberi tahu.

"Dia Vino bukan? Bagaimana kamu tahu?" Tanya Rahaal.

"Aku kenal adiknya."

Rahaal terlihat mengangguk mendengar informasi dari Naomi.

"Naomi, Rahaal!" Suara seorang laki-laki memanggil mereka. "Bagaimana kalian bisa bersama?"

"Colin?" ucap Naomi dan Rahaal hampir bersamaan.

"Apa kabar, Colin?" Tanya Naomi.

"Aku baik. Bagaimana kabarmu? Bagaimana kalian bisa kenal?"

"Kami bekerja di perusahaan yang sama" Jawab Rahaal.

"Gigantic atau Gallant?"

"Legacy" Jawab Rahaal.

"Kalian bekerja dengan Legacy? Wow!" Tanggapan Colin seperti terkejut. Tapi kemudian dia menoleh pada Naomi.

"Naomi, apakah kamu masih sering menolak lelaki? Sudahkah kamu menikah?"

"Kamu bicara apa sih? Kan selama ini tidak ada yang mau denganku." Jawab Naomi dengan nada sedih tapi terdengar bercanda.

"Kakakmu mungkin menjadi penyebabnya, haha" Colin tertawa, "Dia ada di sini?"

Naomi mengangguk.

***

Tidak terasa sudah sebulan Naomi bergabung dengan perusahaan. Naomi begitu dikenal karena keramahannya. Dia dikenal sebagai gadis Social Butterfly. Bahkan hampir setengah karyawan mengenalnya. Terlebih lagi ternyata teman SMA maupun kuliah banyak yang bekerja di kantor ini.

Pemimpin perusahaan yang baru telah dipilih. Kabarnya akan ada pengurangan karyawan. Putri datang terlihat datang tergesa-gesa.

"Kalian harus segera melihat pengumuman. Cek web kantor!" Kata Putri dengan ngos-ngosan.

"Ada apa?" Tanya Killa.

Naomi pun bergegas mengecek web kantor. Dia membaca bagian pengumuman. Sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa akan ada pengurangan karyawan, penggabungan divisi, dan aturan baru dari kantor. Suasana kantor begitu riuh.

Herman muncul dengan wajah tegang. Dia dua kali menepuk tangan meminta perhatian.

"Dengarkan!" Pinta Herman.

Seluruh orang yang ada ruangan itu pun mendengarkan betul-betul apa yang akan dikatakan Herman.

"Divisi penjualan telah digabung dengan divisi pemasaran. Jadi, kita mari kita ke sana karena mulai Senin ruangan kalian akan digabung."

Orang-orang saling berpandangan. Naomi sendiri tidak tahu harus bagaimana menanggapi karena sebenarnya dia baru sebulan di kantor ini. Dia juga mengenal seorang teman yang ada di sana.

Mereka pun berjalan beriringan menuju ruangan baru mereka. Rupanya, di sana mereka sudah disambut. Naomi mengenal temannya, bernama Yislam. Mereka saling melempar senyum ketika saling bertatap.

Seorang wanita cantik dan memiliki aura kuat menjabat tangan Herman. Naomi mengenalnya sebagai manajer di divisi pemasaran. Naomi dengar dia sudah sering mendapat pujian dari para atasan untuk beberapa keberhasilannya.

Sebelum jam pulang kantor, Herman mengajak tim lamanya untuk makan-makan. Di sana Herman mulai mengatakan terkait rencana masa depannya. Karena penggabungan divisi ini membuat Herman secara tidak langsung turun pangkat. Claudialah nanti yang akan memimpin. Jadi, dia memutuskan resign dengan jabatan terakhir yang sekarang. Agar dia tetap mendapatkan jabatan setingkat ini di perusahaan lain.

***

Di jam istirahat, Naomi membeli minuman di vending mechine. Matcha minuman yang dia pilih. Dia menyusul teman-temannya pergi ke rooftop. Banyak karyawan yang pergi ke rooftop di jam makan siang karena suasana nyaman dan berangin.

Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Tidak menemukan di mana mereka berkumpul. Tapi, mata Naomi tertuju pada seorang pria sedang merokok, duduk di bangku beton di bawah pohon yang berukuran tidak terlalu besar. Bukankah itu Mareeq. Mengapa sendirian?

Naomi memutuskan untuk duduk di sebelahnya di sisi bangku satunya. Mareeq dikenal pria pendiam namun ditakuti ketika berhubungan dengan pekerjaan. Orang-orang mengatakan Mareeq dan Rahaal adalah kombo mematikan.

Meskipun keduanya diketahui adalah sepupu dan sama-sama memiliki keturunan Arab, tapi mereka sungguh berbeda. Rahal memiliki postur tubuh tinggi, gagah, dan berkulit putih. Sementara Mareeq memiliki tubuh yanag lebih pendek, lebih kurus, dan memiliki kulit coklat. Jika Rahal dibilang tampan, maka Mareeq adalah versi manisnya.

"Hello, bisakah aku duduk di sini?" Tanya Naomi.

"Aku sedang merokok."

"Aku tidak keberatan." Jawab Naomi.

"Silakan."

"Terima kasih."

Naomi duduk dan membuka minuman kalengnya. Naomi memandang ke sekeliling. Oh, ada kucing putih berjalan di dinding pembatas. Bagaimana kucing bisa ada di sana? Naomi kagum pada cara kucing itu bergerak. Itu bukanlah jalan kaki biasa, melainkan sebuah tarian yang penuh perhitungan dan elegan.

Dari mana ingin ke mana kucing itu? Dalam sepersekian detik yang terasa melambat bagi Naomi, salah satu kaki belakang kucing itu terpeleset. Tubuhnya sedikit berputar, kehilangan keseimbangan yang biasanya kokoh.

"Oh!" Suara Naomi sedikit berteriak menunjukkan keterkejutan murni dan sedikit kengerian. Dibarengi dengan Mareeq yang tiba-tiba berdiri.

Mereka berdua saling pandang dan menyadari bahwa mereka mengamati objek yang sama. Mareeq  mengelengkan kepalanya, dan senyumnya mulai mengembang namun masih menunjukkan sisa keterkejutan.

Kemudian, mereka melihat kucing itu menarik dirinya kembali ke atas. Kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda. Gerakan yang kuat dan anggun itu membuat Naomi dan Mareeq sama-sama menghela napas lega secara bersamaan.

"Syukurlah!" Naomi berseru pelan, matanya berbinar tak percaya.

Keduanya duduk terdiam sejenak, masih mencerna apa yang baru saja mereka saksikan. Tapi kemudian, Naomi melihat teman-temannya muncul dari arah kanan. Naomi pun memutuskan menghampiri mereka.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tas Snack

    Sekitar satu jam setelah Killa meninggalkan festival, ponsel Naomi bergetar. Saat itu Naomi masih duduk di area makan. Di depannya ada sisa minuman, dua bungkus camilan, dan sebuah kotak makanan yang entah mengapa masih ia simpan meski sudah mengaku kenyang.Claudia dan Mareeq berada tidak jauh darinya. Atau lebih tepatnya Claudia sedang berbicara tanpa henti pada Mareeq. Naomi sendiri sedang membalas pesan-pesan yang menumpuk di ponselnya. Salah satunya dari Killa.Killa: Kamu butuh teman?Naomi langsung membalas.Naomi: Tidak.Balasan datang cepat.Killa: Yakin?Naomi: Iya.Claudia tiba-tiba berdiri. "Mareeq.""Hm?""Ayo ke area belakang." ujar Claudia sambil menarik lengan Mareeq."Ada tenant minuman yang mau aku coba."Mareeq tampak ragu. "Kamu mau?" tanya Mareeq pada Naomi."Nggak. Kalian ajah. Aku tunggu di sini."Claudia sudah berdiri di samping kursinya. "Ayo."Naomi kemb

  • Bilur Bulir Bertaut   Insting Sahabat

    Naomi sedang mencari kursi kosong ketika pandangannya berhenti pada seseorang. Ia menyipitkan mata. Lalu wajahnya langsung berubah cerah."Killa?"Tanpa menunggu jawaban, Naomi langsung berjalan ke arah salah satu meja. Seorang pria yang sedang memegang gelas minuman menoleh. Dan langsung melotot ke arahnya."Naomi!"Mereka saling menyapa seperti teman lama yang kebetulan bertemu. Di samping Killa duduk seorang wanita yang pernah beberapa kali Naomi temui sebelumnya. Tunangan Killa."Halo," sapa Naomi ramah."Halo, Naomi." Wanita itu tersenyum hangat."Senang bertemu lagi.""Aku juga."Killa menunjuk kursi kosong. "Duduk."Kemudian Killa melihat ke belakang Naomi. Tatapannya bergerak ke kiri. Lalu ke kanan. Lalu ke belakang lagi.Naomi memperhatikan. "Kamu kenapa?"Killa masih melihat ke arah kerumunan. "Aku sedang mencari.""Mencari apa?""Singa."Naomi berkedip. Dia diam sejena

  • Bilur Bulir Bertaut   Kejutan di Festival

    Hari Sabtu siang. Setelah melalui pertarungan panjang antara rasa malas dan rasa penasaran, Naomi akhirnya keluar dari apartemen. Alasan resminya adalah melihat booth perusahaan. Alasan sebenarnya adalah ia sendiri tidak terlalu yakin.Festival kuliner itu jauh lebih ramai dari yang ia bayangkan. Musik terdengar dari panggung utama. Aroma berbagai makanan bercampur di udara. Antrean panjang terlihat di beberapa tenant yang sedang viral.Naomi berjalan santai sambil memegang ponselnya. Ia bahkan belum membeli apa pun. Langkahnya langsung mengarah ke area tempat perusahaan mereka membuka booth.Dari kejauhan, booth minuman perusahaan terlihat cukup mencolok. Banner besar. Dekorasi yang rapi. Beberapa staf promosi. Dan tentu saja... Claudia.Naomi berhenti beberapa meter dari sana. Tidak langsung mendekat. Ia memilih berdiri di dekat salah satu tenant minuman sambil mengamati.Claudia terlihat sangat sibuk. Sesekali mengatur staf. Sesekali berbicara d

  • Bilur Bulir Bertaut   Kepasrahan

    Mareeq menyalakan Mobil dan meluncur ke jalan raya. Mobil melaju di tengah lalu lintas sore yang mulai padat. Suasana sempat hening beberapa menit.Naomi memandangi jalanan di luar jendela. Mareeq sesekali meliriknya. Keheningan menemani perjalanan mereka hingga sampai di tempat parkir apartemen.Mareeq mematikan mesin mobil. Lampu-lampu parkiran apartemen memantulkan cahaya kekuningan melalui kaca depan. Namun Naomi tidak langsung membuka pintu. Naomi tetap duduk di tempatnya, lalu menoleh ke arah Mareeq."Aku akan datang, tapi aku nggak akan sendiri."Mareeq diam menatap Naomi. Kalimat itu membuatnya langsung memikirkan satu orang. Satu nama yang selama ini selalu muncul setiap kali Naomi membicarakan akhir pekan atau acara di luar kantor."Leon?" nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya."Mungkin." Jawaban Naomi terdengar santai. Namun tatapannya tidak santai sama sekali. Ia justru menatap Mareeq lekat-lekat seolah sedang mengamati set

  • Bilur Bulir Bertaut   Undangan

    Suasana kantor kembali seperti biasanya. Tim kembali sibuk dengan acara festival kuliner di hari Sabtu-Minggu nanti. Claudia menjadi penanggung jawab promosi dan operasional booth.Meja Claudia dipenuhi berbagai macam dokumen. Layout booth. Jadwal penjagaan. Daftar produk. Vendor dekorasi. Sampel desain banner. Bahkan ada beberapa kotak kecil berisi merchandise promosi yang belum sempat dibuka.Claudia terlihat sibuk menelepon, membalas email, dan sesekali mengeluh pada dirinya sendiri."Kenapa semua orang baru membalas email di menit-menit terakhir..."Di meja sebelah, Naomi sedang fokus menatap layar komputer. Jari-jarinya bergerak cepat di keyboard. Sesekali membuka spreadsheet. Sesekali membandingkan data. Dunia luar nyaris tidak ada.Saat itulah Mareeq berjalan melewati area tim pemasaran. Ia baru keluar dari ruangannya dan tampak hendak menuju pantry. Claudia yang melihat kesempatan itu langsung memanggil."Mareeq!"Langkah Mare

  • Bilur Bulir Bertaut   Belepotan

    Sekitar empat puluh menit kemudian, aroma makanan mulai memenuhi ruangan tim pemasaran. Pizza-pizza hangat diletakkan di meja tengah. Meja besar yang biasanya dipakai untuk rapat mendadak, diskusi singkat, atau tempat meletakkan terlalu banyak dokumen. Hari itu, meja tersebut berubah fungsi menjadi meja makan bersama."Wah!" seru Claudia. "Sudah datang!"Claudia langsung mengetuk pintu ruangan Mareeq. Mareeq langsung keluar dan melihat makanan sudah tersedia. Beberapa anggota tim mulai berdatangan."Silakan kalian nikmati.""Makasih, Mareeq." ujar Claudia.Rhea yang masih baru tampak sedikit canggung. "Boleh ikut ambil, kan?""Tentu saja," jawab Claudia. "Kalau terlambat nanti tinggal pinggiran pizza."Rhea langsung bergerak lebih cepat.Naomi berdiri di depan meja. Tatapannya menyapu kotak-kotak pizza. Lalu berhenti pada sebuah kantong kertas. Burger. Ia mengambilnya dengan tenang.Mareeq yang melihat itu tertawa kecil.

  • Bilur Bulir Bertaut   Pizza

    Naomi duduk di mobil menunggu Mareeq kembali. Dia mengamati pria itu keluar dari kafe dengan sebuah keresek. Sepertinya dia membeli minuman."Kita mencari oleh-oleh lebih dulu," ujar Mareeq tiba-tiba, sambil menghidupkan mesin mobil.Naomi menoleh dengan kening berkerut, sisa-sisa k

  • Bilur Bulir Bertaut   Matcha dan Americano

    "Aku bilang dia tidak membencimu," sahut Mareeq singkat. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut. Seolah ada dinding transparan yang ia bangun untuk melindungi Naomi agar tidak melangkah terlalu jauh ke dalam zona berbahayaMareeq menyodorkan jagung bakar milik Naomi ke mulutnya. "Makanlah. Jang

  • Bilur Bulir Bertaut   Jagung Bakar

    Mereka sampai di depan mobil Mareeq yang terparkir di bawah bayangan pohon besar. Mareeq membukakan pintu untuk Naomi. Sebuah gestur sederhana namun terasa sangat protektif bagi Naomi. Setelah itu, Mareeq berjalan mengitari sebagian badan mobil dan masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin. C

  • Bilur Bulir Bertaut   Angin Pantai

    Mareeq mengangkat kepalanya sedikit, dia sedikit meninggikan suara karena harus bersaing dengan dentuman musik rock. "Mau ke mana?" tanya Mareeq, nadanya datar namun ada sedikit perintah di dalamnya.Naomi terkejut sesaat karena Mareeq menahannya. Ia menatap mata sekilas ke arah Claudia. T

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status