Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Gathering Hari Kedua

Share

Gathering Hari Kedua

Author: NaoMiura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-08 20:00:07

Sinar matahari pagi yang menerobos celah jendela terasa begitu menyilaukan, namun tidak sepedih rasa sesak di dada Naomi setelah percakapan tadi malam. Naomi terkejut melihat tempat tidur di seberangnya sudah rapi. Claudia tidak lagi di sana. Ia bangun jauh lebih awal, seolah ingin menunjukkan bahwa ia selalu selangkah lebih maju, bahkan dalam hal memulai hari.

Naomi bangkit dengan gontai. Di depan cermin, ia melihat sisa-sisa kegelisahan di matanya. Bayangan tentang Mareeq yang akan p

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bilur Bulir Bertaut   Anak Baru

    Hari itu suasana tim pemasaran sedikit lebih ramai dari biasanya. Seorang pegawai baru bergabung. Namanya Rhea. Perempuan itu terlihat masih muda, dengan rambut yang diikat rapi dan mata yang tampak bersemangat sekaligus gugup. Ia beberapa kali membungkuk sopan setiap kali dikenalkan kepada anggota tim."Naomi," panggil Claudia sambil menghampiri meja rekannya."Hm?""Tolong ajak Rhea berkeliling dan ajari soal kerjaan kita, ya."Naomi mendongak dari komputernya. "Aku?"Claudia tersenyum manis. "Iya. Aku sedikit sibuk urusan proyek."Naomi kemudian mengangguk. "Ya. Baiklah."Naomi berdiri dari kursinya. Dia menghampiri anak baru itu. "Aku akan mengajak kamu berkeliling dulu."Mereka berdua keluar ruangan tim. Naomi sengaja langsung menunjukkan ruanga-ruangan yang sering dikunjungi atau dipakai oleh tim mereka."Ini ruang meeting.""Iya, Kak."Rhea tampak mencatat semuanya dalam ponselnya. Naomi melirik, mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan Masa Depan

    Hari Senin selalu terasa sedikit lebih sibuk dibanding hari-hari lainnya. Namun anehnya, jam istirahat siang di kantor justru terasa tenang. Langit cerah setelah hujan deras sepanjang akhir pekan. Angin berembus pelan di sky terrace kantor, membawa aroma tanaman hias yang ditata di sudut-sudut area terbuka itu.Naomi berdiri di dekat pagar pembatas sambil memegang sekaleng matcha dingin. Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki mendekat. Rahaal."Sendirian?" tanyanya.Naomi menoleh. "Iya."Rahaal duduk di bawah pohon tidak jauh dari Naomi berdiri. Di dekatnya ada dompet kecil yang bisa dipastikan milik wanita yang berdiri di sana. Keduanya menikmati suasana tenang beberapa saat.Naomi kemudian duduk di sebelah Rahaal. Tidak ada pembicaraan apa pun. Naomi hanya memandang ke arah langit menikmati semilir angin."Dulu..." ujar Rahaal mengawali.Naomi menoleh dan memperhatikan apa yang ingin pria itu katakan."Ketika tim kita di

  • Bilur Bulir Bertaut   Aroma yang Personal

    Hari Jumat, langit mendung sejak siang. Menjelang jam pulang kantor, suara hujan mulai terdengar mengetuk jendela-jendela gedung. Semakin lama, semakin deras.Naomi berdiri di depan gedung. Ia menatap ke arah langit. Hujan turun tanpa ampun. Deras. Beberapa orang tampak berlari kecil menuju kendaraan mereka sambil melindungi kepala dengan tas.Naomi mengulurkan tangannya, merasakan air hujan. Tidak ada payung. Ia memang tidak membawa payung pagi tadi karena cuaca terlihat cerah."Bagaimana, ya?" gumamnya pelan.Menunggu hujan reda sepertinya tidak menjanjikan. Saat sedang berpikir, seseorang berhenti di sampingnya. Naomi menoleh. Rahaal. mPria itu masih mengenakan kemeja kerja yang rapi seperti biasa. Di tangannya tergenggam sebuah payung hitam."Kamu belum pulang?" tanya Naomi.Rahaal melihat hujan di depan mereka. "Hujannya deras.""Iya." ujar Naomi ikut memandang hujan. "Aku sedang mempertimbangkan apakah harus menerobos hujan atau

  • Bilur Bulir Bertaut   Tip

    Usai menyelesaikan meeting dengan klien, Naomi dan Mareeq berjalan keluar dari restoran yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Jam makan siang telah lewat, tetapi mall masih cukup ramai. Orang-orang berlalu-lalang membawa kantong belanja, beberapa keluarga terlihat mengantre di restoran, sementara alunan musik pelan terdengar dari pengeras suara.Naomi berjalan sambil memeluk beberapa map berisi dokumen meeting."Kita selamat," kata Mareeq.Naomi meliriknya. "Memangnya tadi seseram itu?""Kamu tidak lihat ekspresi klien waktu minta revisi tambahan?""Masih wajar.""Itu karena kamu sudah kebal."Naomi terkekeh kecil. "Coba bayangkan ekspresimu di depan bawahanmu. Kurang lebih sama.""Benarkah?" gumam Mareeq.Mereka melewati beberapa gerai minuman sebelum Mareeq berhenti di depan sebuah booth matcha take away."Matcha?" tanya Mareeq menawari.Naomi yang tadinya terlihat lelah langsung mendongak. Naomi tersenyum. "Mau.""Baiklah."Mereka pun ikut mengantre.Saat giliran mereka hampir t

  • Bilur Bulir Bertaut   Bioskop

    Naomi membalas tatapan itu. Keduanya sama-sama tampak bingung. Suasana mendadak hening. Killa, yang baru duduk di sebelah Naomi sambil membawa minuman, membeku. Orang-orang di sekitar yang menyadari kejadian itu mulai menahan senyum.Wanita itu berkedip. "Eh..."Naomi juga berkedip. Lalu, entah kenapa wanita itu perlahan mengulurkan tangan. "Makasih." Ia mengambil segenggam popcorn.Kress. Dimakannya dengan santai. Naomi melotot kecil. Dia benar-benar mengambilnya. Wanita itu mengunyah beberapa detik. Pria di sampingnya tampak tidak percaya.Killa menunduk sambil menggigit bibirnya sendiri. Bahu pria itu mulai bergetar. Ia sedang berjuang keras untuk tidak tertawa.Wanita itu menoleh lagi pada Naomi. "Makasih, ya."Naomi menatap ember popcornnya. Lalu menatap wanita itu. Kemudian, dengan ekspresi datar dan polos, ia berkata, "popcorn buat kakak saja. Tapi, jangan marahin kakaknya. Kasihan." Naomi melirik pria di samping wanita itu.He

  • Bilur Bulir Bertaut   Popcorn

    Ketika Naomi sedang merapikan beberapa dokumen di mejanya ketika ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum kecil. Killa. Dia pun segera membuka isi pesannya.Killa: Mau nonton nggak?Naomi membalas cepat.Naomi: Tumben ngajakin nonton?Tak lama kemudian balasan masuk.Killa: Iya. Zara ada urusan keluarga mendadak. Sayang tiketnya kalau hangus. Daripada nonton sendirian.Naomi tertawa pelan.Naomi: Baiklah. Kamu yang jemput ke sini ya? Jam4 sore.Killa: Oke.Setelah membalas, Naomi kembali bekerja. Namun, tanpa sadar, senyumnya masih tertinggal di wajah."Ada kabar baik?"Naomi menoleh. Flora duduk di samping mejanya sambil memegang mug kopi."Hah?""Senyum-senyum sendiri natap HP kayak orang gila."Naomi terkekeh kecil. "Oh, bukan apa-apa. Killa ngajak nonton.""Killa?" Mata Flora membesar. "Kamu masih berteman dengannya?""Iya. Kami sahabata

  • Bilur Bulir Bertaut   Tumbler

    Pagi berikutnya, udara masih dingin setelah hujan semalam. Naomi berjalan menyusuri trotoar dengan tas kerja di bahunya. Ia tidak berniat datang ke kantor terlalu cepat hari ini. Ada satu tempat yang ingin ia datangi lebih dulu. Sebuah kafe kecil di sudut jalan yang sering ia lewati.Di de

  • Bilur Bulir Bertaut   Hadiah dari Santa

    Tiba-tiba Mareeq menyalakan lampu sein dan membelokkan mobil ke sebuah pom bensin yang masih terang di tengah malam.Naomi menoleh sedikit. “Kamu ingin beli bensin?”Mareeq menggeleng. “Kamu ingin cuci muka agar lebih segar?” Mareeq menawari.Naomi mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Hari Penutupan

    Sore mulai turun perlahan di taman hiburan. Matahari tidak lagi seterang siang tadi, dan cahaya hangatnya membuat seluruh tempat itu terlihat lebih lembut. Lampu-lampu kecil yang tergantung di sepanjang jalan setapak satu per satu mulai menyala.Freya masih menggandeng tangan Mareeq, tanga

  • Bilur Bulir Bertaut   Perlindungan Tak Terlihat

    Perahu angsa akhirnya kembali ke dermaga setelah hampir dua puluh menit berkeliling danau. Freya turun lebih dulu dengan langkah ringan, masih memegang tangan Mareeq.“Aku lapar,” katanya tiba-tiba.Raya tertawa kecil. “Tadi katanya masih kuat.”Freya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status