共有

Meja Sebelah

作者: NaoMiura
last update 公開日: 2026-03-29 20:00:33

Naomi menatap cheesecake itu beberapa detik sebelum akhirnya meletakkan garpunya kembali di piring. Ia tidak memakannya lagi. Sebaliknya, ia meraih gelas minumnya dan meneguk sedikit.

"Kakak."

"Hmm"

“Cepat habiskan makanannya.” pinta Naomi. "Kita ke tujuan selanjutnya."

Vino mengangkat alis. "Kamu buru-buru sekali. Biasanya juga nongkrong dulu bukan?

Naomi tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap piringnya sebentar, lalu berkata dengan nada yang

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bilur Bulir Bertaut   Tumbler

    Pagi berikutnya, udara masih dingin setelah hujan semalam. Naomi berjalan menyusuri trotoar dengan tas kerja di bahunya. Ia tidak berniat datang ke kantor terlalu cepat hari ini. Ada satu tempat yang ingin ia datangi lebih dulu. Sebuah kafe kecil di sudut jalan yang sering ia lewati.Di depan kaca kafe terpajang tulisan “Christmas Special” dengan hiasan daun pinus dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Aroma kopi dan susu hangat langsung menyambut begitu ia membuka pintu. Di dalam, suasana masih cukup sepi, anya suara mesin espresso dan denting sendok di cangkir.Naomi berdiri di depan kasir. Naomi sebenarnya hanya ingin membeli matcha dan latte untuk Rahaal. Dia harus membalas untuk cheese cake kemarin.“Matcha latte satu,” katanya setelah melihat menu beberapa detik. Lalu ia menambahkan, sedikit lebih pelan, “Dan satu café latte.”Barista mencatat pesanannya. Saat itu Naomi melihat rak kecil di samping mesin kopi

  • Bilur Bulir Bertaut   Meja Sebelah

    Naomi menatap cheesecake itu beberapa detik sebelum akhirnya meletakkan garpunya kembali di piring. Ia tidak memakannya lagi. Sebaliknya, ia meraih gelas minumnya dan meneguk sedikit."Kakak.""Hmm"“Cepat habiskan makanannya.” pinta Naomi. "Kita ke tujuan selanjutnya."Vino mengangkat alis. "Kamu buru-buru sekali. Biasanya juga nongkrong dulu bukan?Naomi tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap piringnya sebentar, lalu berkata dengan nada yang dibuat santai, "Nona nggak nyaman."Vino memperhatikannya. Vino tidak perlu melihat ke mana pun untuk tahu apa maksudnya. Ia melirik sekilas ke arah meja Rahaal.Pria itu sedang duduk dengan dua rekannya, tampak seperti sedang bercakap santai. Namun Vino juga memperhatikan sesuatu yang lain. Setiap beberapa saat, pandangan pria itu kembali ke meja mereka.Vino tidak memaksa lagi. Ia mengambil potongan terakhir makanannya dan menghabiskannya dengan cepat.Naomi sudah le

  • Bilur Bulir Bertaut   Cheese Cake dari Meja Sebelah

    “Nona mau steak. Ini.” Naomi menunjuk ke arah buku menu, tapi tatapannya tidak lepas dari kakaknya.Vino melirik ke arah menu yang dia pilih. Menu dengan tulisan Japanese Wagyu A5, dengan tulisan Premiun yang lebih besar. Dia menatap lagi ke arah adiknya. Tatapannya seolah ingin mengatakan ini pembalasan untuk apa yang Vino katakan.Vino pun menghela nafas. Dia lalu mengangkat tangan memanggil pelayan. Beberapa menit kemudian pesanan mereka dicatat dan pelayan pergi meninggalkan meja."Nona belum mau mengenalkannya pada kakak karena Nona sendiri belum yakin padanya." ujar Naomi kemudian."Kalian sudah lama bersama bukan?" tanya Vino."Hmm" gumam Naomi. Dia mulai memandang ke luar jendela. "Dia baik. Dia memperlakukan Nona dengan baik. Tapi, Nona selalu merasa dia bukan orang yang tepat untuk diajak serius.""Kenapa masih bertahan?" tanya Vino ingin tahu.Naomi menoleh pada kakaknya. "Lalu bagaimana Nona harus mengakhiri ji

  • Bilur Bulir Bertaut   Kencan Setelah Natal

    Udara kota masih terasa seperti sisa-sisa liburan Natal. Banyak orang masih berjalan santai di pusat perbelanjaan, membawa tas belanja atau sekadar menikmati hari libur yang belum sepenuhnya berakhir. Naomi duduk di kursi penumpang mobil sambil memainkan ponselnya ketika sebuah klakson pendek terdengar.“Kalau kau tidak masuk sekarang, aku pergi sendiri.”Naomi mendongak dan melihat kakaknya, Vino, bersandar di mobil dengan ekspresi sabar yang dibuat-buat. Naomi langsung tertawa kecil dan keluar dari apartemen.“Kau baru datang dua menit,” protesnya.Vino membuka pintu mobil untuknya. “Dua menit itu lama kalau aku menunggu orang yang selalu telat.”Naomi masuk ke mobil sambil memutar mata. “Lebih baik kakak bersyukur adek kakak ini masih mau jalan denganmu.”Vino menyalakan mobil sambil tertawa. “Kau yang mengajakku.”“Itu fitnah.”Naomi menyandarkan kepala

  • Bilur Bulir Bertaut   25 Desember

    Naomi terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia melihat ke jendela kamar, matahari sudah sangat terik. Dia melihat ke arah jam di dinding, pukul 10.30. Dia terlalu lama tidur.Tubuhnya terasa berat. Taman hiburan, perjalanan malam, tangisan yang akhirnya keluar. Begitu kepalanya menyentuh bantal, ia hampir tidak ingat kapan tepatnya ia terlelap.Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka sedikit. “Naomi.” Suara Leon pelan membangunkannya. Naomi menggeliat kecil di bawah selimut.“Hmm…” gumamnya.“Bangun. Sarapan sudah siap.” tuturnya.Naomi membuka mata setengah saja. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya masih penuh rasa kantuk. Naomi mengerang pelan dan menarik selimut sampai dagu.Leon tertawa kecil dari pintu kamar. Beberapa detik kemudian Naomi akhirnya duduk juga di tempat tidur, mengusap wajahnya pelan. Tubuhnya terasa… pegal. Terutama kakinya.Naomi berjalan keluar kamar dengan

  • Bilur Bulir Bertaut   Hadiah dari Santa

    Tiba-tiba Mareeq menyalakan lampu sein dan membelokkan mobil ke sebuah pom bensin yang masih terang di tengah malam.Naomi menoleh sedikit. “Kamu ingin beli bensin?”Mareeq menggeleng. “Kamu ingin cuci muka agar lebih segar?” Mareeq menawari.Naomi melirik ke kaca spion. Matanya sedikit bengkak, pipinya masih menyisakan bekas air mata. Naomi menghela napas kecil, lalu tertawa pelan.“Baiklah.”Naomi membuka pintu mobil dan turun. Udara malam yang dingin langsung menyentuh wajahnya. Naomi berjalan ke arah toilet.Sementara itu Mareeq berjalan ke dalam minimarket. Rak-rak kecil masih tertata rapi. Kasir tampak ramah menyapa. Mareeq memesan dua minuman. Satu cup matcha dingin dan satu kopi untuk dirinya sendiri.Setelah mendapatkan pesanannya, Mareeq pun berjalan keluar. Dia melewati rak kecil yang dipenuhi barang-barang musiman. Ia berhenti sebentar untuk melihat. Lampu kecil berbentuk lonceng. Kartu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status