/ Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Pilihan di Persimpangan

공유

Pilihan di Persimpangan

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-03-05 20:00:55

Restoran ini berada di lantai tertinggi salah satu gedung ikonik. Begitu pintu lift terbuka di lantai 18, Naomi disambut oleh pemandangan cakrawala kota yang tak berujung di balik dinding kaca raksasa. Suasananya begitu sunyi, hanya ada alunan musik jazz instrumental yang sangat halus. Kontras dengan keriuhan pabrik yang baru saja mereka tinggalkan.

"Selamat siang, Tuan Rahaal. Meja sudut favorit Anda sudah siap," sapa seorang manajer restoran bersetelan jas rapi, membungkuk hormat.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Alasan

    Suasana kantor kembali ramai setelah akhir pekan. Para karyawan berlalu-lalang membawa dokumen dan secangkir kopi. Sementara layar besar di area kerja menampilkan jadwal rapat hari itu.Naomi datang lebih awal. Ia mengenakan blazer krem dengan kemeja putih, rambutnya diurai rapi. Begitu meletakkan tas di mejanya, ia langsung menyalakan komputer dan memeriksa kembali pekerjaan untuk hari ini. Pekerjaan utama hari ini adalah meeting dengan Gigantic.naomi datang pagi agar dia bisa mempelajari materi meeting dan menyempurnakan laporan. Setidaknya bekerja membuat pikirannya tidak terus memutar persoalan yang sedang dihadapinya. Dia sangat butuh pelarian.Tak lama kemudian, pintu ruangan milik Rahaal terbuka. Rahaal melangkah keluar sambil membawa dokumen. Ia menatap ke arah beberapa anggota tim. Lagi-lagi pria itu melewati pandangan Naomi."Meeting Gigantic sekarang."Beberapa karyawan langsung berdiri, mengambil laptop dan buku catatan masing-masing.

  • Bilur Bulir Bertaut   Bahasa Jawa

    Killa menyentuh kepala Naomi dan mengusapnya. "Baiklah. Katakan. Ngidam apa kamu sekarang? Aku akan memenuhi permintaanmu."Naomi menoleh ke arah Killa. Terlihat sekali matanya merah menahan air mata meskipun bibirnya terlihat tertawa."Aku nggak salah denger?" tanya Naomi."Nggak. Aku sungguh-sungguh." jawab Killa tanpa keraguan. "Asal bukan sesuatu yang mahal."Naomi diam sebentar dan memikirkan sesuatu. Dia terpikirkan sesuatu. Killa adalah campuran Betawi dan Sunda. Akan terasa lucu jika dia berbicara dengan bahasa Jawa.Naomi melihat sekeliling dan mencari seseuatu. Dia melihat kearah jalanan. Di kejauhan, seorang bapak tua tampak berjalan perlahan sambil memikul dua keranjang bambu di kedua ujung pikulannya. Di dalam keranjang itu tersusun berbagai buah, tetapi yang paling banyak adalah salak."Itu." tunjuk Naomi.Killa mengikuti arah telunjuk Naomi. "Salak?""Iya."Killa terkekeh. "Oke."Ia hendak mel

  • Bilur Bulir Bertaut   Kabar untuk Killa

    Naomi membelalakkan matanya. Dia menatap ke arah Killa. Dia tidak menyangka Killa akan mengatakan hal ini. Hanya sedetik dia mampu menatap mata pria di sampingnya itu."Aku tidak ingin dia melakukan itu.""Jangan melakukan setengah-setengah." ujar Killa "Karena apa pun yang kamu lakukan akan terlihat buruk. Jadi, pilih saja yang lebih menguntungkan dan membahagiakanmu.""Apakah aku bisa melakukan itu?" tanya Naomi menatap ke arah Killa."Cinta bisa mengalahkan segalanya bukan?""Cinta ya..." gumam Naomi menghela napas."Kamu masih ragu mencintai Mareeq?""Aku berharap ini obsesi saja. Kau tahu seperti otak dan pikiranku tahu itu salah, tapi hati nggak mau menuruti otakku."Killa mengangguk kecil. "Setidaknya pikiranmu masih normal."Naomi menoleh ke arah Killa dan tersenyum. "Beruntunglah orang yang kisah cintanya mudah dan lancar."Naomi berusaha mengangkat cerita hubungan Killa dengan tunangannya."Kapan

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan di Sela Kunyahan

    "Oh." Vino langsung mengangguk.Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil memasuki kawasan yang lebih tenang. Pepohonan rindang mengelilingi sebuah taman kecil yang berada tak jauh dari rumah nenek Naomi.Di sebuah bangku taman, seorang pria dengan kaus putih dan celana jeans sedang duduk sambil memainkan ponselnya.Begitu melihat mobil Vino berhenti, ia langsung berdiri seolah menunjukkan kehadirannya."Nah, itu dia." Naomi tersenyum.Vino menghentikan mobil di pinggir jalan. "Jangan pulang kemaleman.""Iya."Naomi turun sambil membawa kotak cheesecake. Setelah itu mobil pergi meninggalkan mereka berdua. Mobil Vino pun perlahan menghilang di tikungan.Naomi menoleh ke arah Killa dan tersenyum. "Urusan apa di sekitar sini?""Ada sama kenalan."Keduanya mulai berjalan menuju bangku taman. Naomi meletakkan kotak kuenya di sampingnya. Keheningan sementara menyelimuti mereka.Tak jauh dari sana, Killa melihat ada

  • Bilur Bulir Bertaut   Cheesecake Utuh

    "Bagaimana bisa kamu bersama mama?" tanya Vino."Mama jemput Nona di kantor. Katanya proyeknya di Legacy sudah selesai dan perlu menyelesaikan beberapa urusan di London."Vino mengangguk mengerti. "Mungkin menemui pacarnya." gurau Vino.Vino melirik ke arah adiknya. Tidak ada reaksi dari Naomi. Beberapa detik benar-benar tidak ada tanggapan."Mama tidak punya pacar. Mama masih cinta papa." ujar Naomi kemudian."Hmm.." gumam Vino.Adiknya itu masih beranggapan bahwa mama masih mencintai papa. Dan pasti dia juga berpikir papa mereka masih mencintai mama. Tapi, tidak ada cara untuk mereka bisa kembali bersama.Mereka lalu keluar menuju area parkir. Angin siang berembus pelan ketika keduanya berjalan. Benar-benar cuaca yang cerah."Kenapa nggak ikut Mama ke London beberapa hari?"Naomi menoleh. "Hm?""Liburan sebentar. Hitung-hitung refreshing."Naomi menggeleng tanpa berpikir lama. "Nggak.""Kenapa?"

  • Bilur Bulir Bertaut   Mimpi Buruk

    Malam semakin larut. Setelah membereskan beberapa barang ke koper, Renata mengajak Naomi masuk ke kamar."Ayo tidur. Besok Mama harus berangkat pagi."Naomi mengangguk. Lampu utama dipadamkan. Hanya lampu tidur di sudut ruangan yang memancarkan cahaya kekuningan.Begitu Renata berbaring, Naomi langsung bergeser mendekat. Tanpa banyak bicara, ia memeluk pinggang ibunya seperti kebiasaan yang dulu sering dilakukannya saat kecil. Renata sempat tertawa pelan."Kamu benar-benar masih sama."Naomi memejamkan mata. "Nyaman."Tangan Renata perlahan mengusap rambut putrinya. Gerakannya lembut dan teratur. Seolah semua kegelisahan Naomi ikut tersapu setiap kali jemarinya menyisir helaian rambut itu.Beberapa menit berlalu tanpa percakapan. Hanya suara pendingin ruangan yang terdengar samar. Tiba-tiba Naomi bergumam pelan."Aku suka bau Mama."Renata terkekeh. "Bagaimana baunya?""Bikin tenang."Renata tidak mampu men

  • Bilur Bulir Bertaut   Jagung Bakar

    Mereka sampai di depan mobil Mareeq yang terparkir di bawah bayangan pohon besar. Mareeq membukakan pintu untuk Naomi. Sebuah gestur sederhana namun terasa sangat protektif bagi Naomi. Setelah itu, Mareeq berjalan mengitari sebagian badan mobil dan masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin. C

  • Bilur Bulir Bertaut   Masa Lalu

    “Seseorang yang aku kenal,” jawab Naomi, nadanya dibuat seringan mungkin. “Kebetulan dia ada urusan di kantor, jadi kami bicara sebentar.”Ia segera mengalihkan topik, cepat, dan tanpa jeda. “Mau makan di mana kita? Aku sudah lapar.”Leon menatapn

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status