Share

Mundur Selangkah

Author: NaoMiura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-22 20:00:49

"Kita bisa memesan makanan ke sini." ujar Mareeq.

Mareeq melihat ke arah pantai. Claudia dan Flora mendapatkan teman bermain voli dan terlihat lebih bersemangat bermain.

"Sepertinya mereka masih lama bermain."

Naomi melihat ke arah yang dimaksud Mareeq. Ada beberapa orang yang bergabung dan terlihat menyenangkan.

"Aku setuju." jawab Naomi. "Kalau begitu aku akan pesan makanan."

Mareeq refleks. “Aku ikut.”

Naomi menoleh sebentar. “Kam

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bilur Bulir Bertaut   Bersembunyi

    Naomi mendorong pintu toilet wanita dan segera masuk ke salah satu bilik. Begitu pintu terkunci, tubuhnya langsung merosot ke lantai. Tangannya menutup mulutnya sendiri agar isaknya tidak terdengar keluar.Naomi mengurung diri di dalam bilik toilet cukup lama. Isaknya perlahan mereda. Yang tersisa hanyalah rasa lelah yang luar biasa. Ia keluar dari bilik berjalan menuju wastafel. Tidak ada orang, dia merasa lega. Ia pun membasuh wajahnya dengan air dingin.Namun pantulan dirinya di cermin tetap tampak sama. Mata sembap. Wajah pucat. Tatapan yang kehilangan arah. Dia bahkan membenci tampilannya saat ini."Aku harus kembali." Bisiknya pelan kepada dirinya sendiri.Dia tidak bisa terus menghindar. Masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dia bergegas melangkah ke ruang kerjanya.Ketika melewati ruang hibernasi, kedua kakinya justru melangkah ke arah sana. Bukan kembali ke meja kerjanya. Melainkan menuju ke sebuah ruangan kecil yang disediakan ka

  • Bilur Bulir Bertaut   Siapa Ayah Anak Itu?

    Naomi kembali ke kantor sekitar pukul satu siang. Suasana divisi marketing sudah kembali sibuk. Suara ketikan keyboard dan dering telepon saling bersahutan. Ia menarik napas panjang sebelum melangkah masuk.Senyum tipis yang dipaksakannya saat makan siang bersama Leon sudah menghilang. Begitu duduk di kursinya, ia langsung membuka komputer. Dia berharap pekerjaan mampu mengalihkan pikirannya.Namun baru beberapa menit berlalu. Mareeq datang dari luar ruangan. Mata mereka sempat bertemu sebentar. Tapi, Naomi sangat jelas menghindarinya."Naomi, ke ruanganku sebentar." ujar Mareeq lalu masuk ke ruangannya.Mareeq tidak membiarkan Naomi memberikan alasan. Dia sangat ingin tahu kebenaran itu dari mulut Naomi sendiri. Dengan sangat terpaksa Naomi pun pergi.Jalan menuju ruang kerja Mareeq terasa jauh lebih panjang dari biasanya. Setiap langkah membuat napasnya semakin berat. Ia mencoba menenangkan diri.Naomi membuka pintu perlahan. Mareeq berdir

  • Bilur Bulir Bertaut   Kabar

    Claudia baru tiba di kantor setelah menghadiri meeting dengan klien. Begitu memasuki ruangan, ia mendapati beberapa orang masih membahas Leon dan Naomi."Eh, ada apa?" tanyanya.Salah seorang staf hanya menjawab singkat, "Itu. Leon katanya melamar Naomi, tapi masih ditolak."Claudia mengangkat sebelah alis. "Kenapa ditolak?"Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Matanya kemudian menemukan Flora yang sedang berdiri di dekat pantry."Flora.""Hm?""Itu benar?" tanya Claudia. "Katanya Leon melamar Naomi?"Flora melirik kanan dan kiri memastikan tidak ada orang lain yang mendengar."Kamu serius mau tahu?"Claudia mengangguk.Flora mendekat sedikit. "Ini masih rahasia."Claudia mulai penasaran.Flora menatap mata Claudia beberapa detik sebelum akhirnya berbisik, "Naomi hamil."Mata Claudia langsung membesar. "Apa?"Flora mengangguk pelan. "Hanya aku yang tahu di sini. Jadi, jangan

  • Bilur Bulir Bertaut   Sorakan

    Suasana kantor dipenuhi suara keyboard, dering telepon, dan percakapan antarpegawai yang mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Naomi melangkah masuk dengan membawa tas kerjanya. Biasanya ia akan menyapa beberapa rekan di divisi marketing. Pagi itu, ia hanya tersenyum tipis lalu langsung menuju mejanya.Ia menyalakan komputer, membuka beberapa berkas pekerjaan, tetapi tatapannya kosong. Huruf-huruf di layar seolah tidak mampu ia cerna. Pikirannya masih dipenuhi hasil USG yang kemarin disimpan Leon dengan begitu hati-hati."Enam minggu."Angka itu terus terngiang.Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari lorong. Naomi refleks mengangkat kepala. Mareeq. Pria itu baru saja tiba di kantor dengan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku. Seperti biasa, beberapa rekan menyapanya.Tatapannya tanpa sengaja bertemu dengan Naomi. Hanya beberapa detik. Naomi segera menundukkan kepala, berpura-pura sibuk membuka file di kom

  • Bilur Bulir Bertaut   Perayaan

    Keluar dari klinik, Leon masih beberapa kali membuka map berisi hasil pemeriksaan. Senyum di wajahnya tak kunjung hilang. Leon mengangkat lembar foto USG kecil itu sekali lagi."Sayang. Aku masih nggak percaya ini."Naomi hanya tersenyum tipis."Kalau bukan karena dokter yang bilang langsung, mungkin aku bakal mengira ini mimpi."Ia tertawa kecil seorang diri.Naomi memperhatikan wajah Leon. Sudah lama ia tidak melihat pria itu tersenyum selepas ini.Begitu mereka masuk ke dalam mobil, Leon tidak langsung menyalakan mesin. Ia justru menoleh ke arah Naomi. Leon melirik tanggal yang terpampang di layar mobil."Hari ini valentine lho."Naomi ikut melihat. Karena sejak pagi pikirannya dipenuhi hasil test pack dan pemeriksaan dokter, ia bahkan lupa hari itu adalah Hari Valentine.Leon mengembuskan napas pelan sambil tersenyum. "Setiap tahun orang-orang sibuk kasih hadiah cokelat atau bunga."Ia menatap map hasil USG di

  • Bilur Bulir Bertaut   Pemeriksaan

    Leon melihat Naomi yang masih duduk diam di sofa. Terlihat masih sangat terkejut. Akhirnya, Leon mengajak Naomi keluar."Ayo."Naomi mengangkat wajah. "Ke mana?""Kita ke dokter."Naomi membeku. "Dokter?"Leon mengangguk. "Biar kita nggak cuma mengandalkan test pack.""Tapi...""Mumpung kita hari ini libur dan tidak ada rencana."Nada suaranya begitu tenang. Seolah semuanya sudah diputuskan. Naomi pun tidak bisa menolak.Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa sunyi. Leon beberapa kali melirik Naomi."Kamu mual?""Nggak.""Pusing?""Sedikit."Leon mengulurkan tangan, menggenggam jemari Naomi yang berada di atas pahanya. Pandangan Naomi tetap lurus ke depan. Sementara pikirannya entah ke mana.Mereka tiba di sebuah klinik spesialis kandungan. Ruang tunggunya dipenuhi beberapa pasangan suami istri. Seorang wanita hamil dengan perut yang sudah membesar sedang tertawa kecil

  • Bilur Bulir Bertaut   Anak Baru

    Hari itu suasana tim pemasaran sedikit lebih ramai dari biasanya. Seorang pegawai baru bergabung. Namanya Rhea. Perempuan itu terlihat masih muda, dengan rambut yang diikat rapi dan mata yang tampak bersemangat sekaligus gugup. Ia beberapa kali membungkuk sopan setiap kali dikenalkan kepada anggo

  • Bilur Bulir Bertaut   Obrolan Masa Depan

    Hari Senin selalu terasa sedikit lebih sibuk dibanding hari-hari lainnya. Namun anehnya, jam istirahat siang di kantor justru terasa tenang. Langit cerah setelah hujan deras sepanjang akhir pekan. Angin berembus pelan di sky terrace kantor, membawa aroma tanaman hias yang ditata di sudut-sudut ar

  • Bilur Bulir Bertaut   Si Penengah

    Naomi menutup mata sebentar. Dadanya terasa penuh. Naomi benar-benar tidak bisa bicara. Dia tidak bisa lagi mengatakan tidak bisa atau tidak boleh. Mareeq tidak sedang bercanda. Ia serius. Sangat serius.Naomi kemudian menatap lurus ke depan. Lampu jalan berpendar samar di kaca mobil, mema

  • Bilur Bulir Bertaut   Proyek Besar

    Pagi itu kantor sudah cukup ramai meski jam kerja baru berjalan beberapa jam. Naomi baru saja selesai mengecek email ketika suara Claudia terdengar dari area pantry. Beberapa staf tampak berkumpul di sana.“…jadi akhirnya meeting langsung ditangani pihak pusat,” kata Cla

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status