Share

Bab 97

Author: macaroonie
last update publish date: 2026-07-02 16:18:59

"Silakan dikumpulkan."

Nyaris bersamaan, terdengar suara kursi bergeser memenuhi ruangan.

Bita mengembuskan napas panjang saat menyerahkan lembar jawaban terakhir yang ia kerjakan di ujian semester ini.

Begitu keluar dari ruang ujian, Bita langsung mengembuskan napas panjang. Kepalanya mendongak menatap langit kampus.

"Akhirnya..." gumamnya dramatis. "Inilah kebebasan yang aku damba."

Selama beberapa hari terakhir, hidupnya tak jauh-jauh dari angka. Jurnal. Buku besar. Neraca saldo. Laporan keu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mochii__
ceritanya beneran slice of life banget. gak cuma nyeritain Vino yg bantu Bita buat dapetin Aksa. tapi nyeritain hal hal mendalam dikehidupan mereka ber 2.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 152

    Sorak-sorai dan godaan dari seisi meja langsung pecah memenuhi ballroom. Sementara Bita hanya mampu menatap Fero dengan diam. Sejenak ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.Namun tanpa sengaja, pandangannya menangkap sosok yang begitu mencolok di dekat salah satu pilar ballroom.Seorang laki-laki mengenakan hoodie hitam dan ripped jeans tampak berdiri sendirian di tengah para tamu yang tampil rapi dengan jas dan gaun pesta.Dia sibuk mengamati sekeliling, jelas terlihat seperti seseorang yang salah kostum. Mata Bita langsung membulat. Tanpa sadar ia melambaikan tangan tinggi-tinggi. "Vino!"Suara nyaringnya sontak membuat beberapa kepala di meja itu menoleh. Bita segera menutup mulutnya sendiri, dan menunduk dengan pipi merah menahan malu sambil berkali-kali mengucap maaf.Bita kembali melirik ke arah Vino. Sayangnya, laki-laki itu masih belum menyadari keberadaannya. Mungkin riuh percakapan dan musik di ballroom membuat suaranya tengg

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 151

    Setelah dipersilakan masuk, Bita melangkah melewati pintu ballroom. Langkahnya seketika melambat.Ruangan luas itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang memantul lembut dari langit-langit tinggi. Meja-meja bundar berlapis taplak putih tersusun rapi mengelilingi panggung utama yang dihiasi rangkaian bunga segar bernuansa putih dan biru. Di sudut ruangan, alunan musik dari live band mengalun pelan, bercampur dengan suara obrolan para tamu yang memenuhi ballroom.Sebagian besar tamu datang dengan setelan jas dan gaun malam. Pelayan hotel berlalu-lalang membawa nampan berisi minuman dan hidangan pembuka.Bita mengedarkan pandangannya perlahan. Rasanya seperti sedang masuk ke adegan pesta di dalam film. Matanya masih terpaku pada kemegahan ballroom sampai nada dering ponselnya membuatnya tersadar.Gadis itu buru-buru meraih clutch bag, lalu mengeluarkan ponselnya. Nama Fero terpampang di layar. Ia segera mengangkat panggilan itu. "Halo, Fer?"

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 150

    "Makasih." Bita tersenyum pada Vino yang membukakan pintu untuknya sebelum masuk ke dalam mobilVino hanya menggumam kecil dan segera menutup pintu, lalu memutari sedan Toyota hitam milik Aksa dan duduk di balik kemudi.Sebelum berangkat, Vino membunyikan klakson pelan sekali pada Anggun yang berdiri di teras. Sementara Bita buru-buru menurunkan kaca jendela. "Dadah, Mama!"Di teras, Anggun langsung melambaikan tangan. "Hati-hati!"Mobil perlahan meninggalkan halaman rumah.Bita melirik ke samping. Vino tampak begitu mahir mengemudikan mobilnya. Sesekali jemarinya memutar kemudi dengan gerakan yang sudah sangat luwes, sama sekali tidak terlihat seperti orang yang baru belajar menyetir.Bita tersenyum kecil. "Kamu baru belajar seminggu, tapi udah jago banget nyetirnya.""Iya.""Ini mobil Mas Aksa kamu pinjam?""Iya.""Berarti Mas Aksa di rumah?""Iya.""Oh ya, nanti kita l

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 149

    "Ma? Berlebihan banget nggak, sih?"Bita mengembuskan napas panjang sambil menatap bayangannya di cermin.Anggun yang masih berdiri di belakangnya langsung menggeleng tak setuju."Berlebihan apanya? Ini justru pas buat acara formal." Ia merapikan sedikit helaian rambut putrinya. "Kamu bilang ulang tahun mama teman kamu di hotel, kan? Berarti tamunya pasti banyak orang penting. Masa kamu datang kayak habis beli cilok depan kampus?"Bita mendesah pelan.Memang sejak tadi sore ia sengaja tidak menjelaskan siapa Fero sebenarnya. Yang Mama tahu, ia hanya diundang menghadiri ulang tahun ibu seorang teman sejurusan.Dan sejak mendengar kata hotel, Anggun langsung berubah menjadi sangat bersemangat. Menyadari lemari pakaian Bita tak banyak membantu, karena hampir seluruh isinya hanya kaos, hoodie, dan celana jeans, Anggun langsung membongkar lemari pakaiannya sendiri. "Untung ukuran badan kita masih mirip," gumamnya cukup lega.Satu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 148

    Melihat wajah Bita yang mendadak berkali-kali lipat lebih tegang, Vino mengernyit. "Kenapa, Ta? Ada masalah?"Bita tidak langsung menjawab. Gadis itu menggigit pelan bibir bawahnya sebelum akhirnya berucap lirih, nyaris seperti berbisik. "Fero... dia ngundang aku ke ulang tahun Mamahnya."Vino terdiam.Nama itu kembali mengingatkannya pada hari ketika laki-laki itu terang-terangan mengatakan tak akan berhenti mendekati Bita.Jadi, inikah langkah berikutnya?Tanpa sadar, jemari Vino mengencang menggenggam sumpit. Rahangnya pun ikut mengeras. Namun hanya sesaat. Sebelum Vino kembali memasang wajah setenang sebelumnya."Katanya Mamanya yang pengen aku datang," lanjut Bita hati-hati. Tatapannya terus mencari reaksi Vino. Semakin lama tak mendapat jawaban, wajahnya semakin gelisah. "Tapi... kalau kamu nyuruh aku nggak datang, aku nggak bakal datang, kok."Pandangan Vino perlahan beralih kepada Bita. Dilihatnya wajah gadis itu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 147

    Bita duduk di kursi pengunjung, tepat di samping Vino. Sejak tadi, jemari laki-laki itu tak pernah benar-benar rileks. Sesekali mengepal, lalu mengendur lagi.Bita menoleh pelan. Vino membalas tatapannya dengan senyum tipis yang dipaksakan.Tak lama kemudian, majelis hakim memasuki ruang sidang. Semua orang berdiri. Sidang pun dimulai.Sidang pertama berlangsung jauh lebih tenang daripada yang dibayangkan Bita.Hakim membuka persidangan, memeriksa identitas kedua belah pihak, lalu memberi kesempatan kepada keduanya untuk menempuh mediasi sesuai prosedur.Namun keputusan mereka tetap sama. Papa dan Mami tetap pada pendirian masing-masing. Mediasi dinyatakan tidak mencapai kesepakatan.Majelis hakim kemudian menetapkan jadwal sidang berikutnya sebelum akhirnya mengetukkan palu. "Sidang ditutup."Ruangan perlahan kembali dipenuhi suara kursi yang bergeser dan langkah kaki orang-orang yang mulai meninggalkan tempatnya.

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 6

    "Bita." Ketukan pelan di kaca balkon membuat Bita yang hampir terlelap seketika terjaga. Kamar mereka memang saling berhadapan dengan jarak balkon yang cukup dekat, membuat Vino sering kali menyeberang dengan mudah jika ada perlu. Bita menghela napas, bangkit dari ranjang untuk menggeser pintu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 4

    "Ati-ati, Mas!" Vino berseru pendek sembari melambaikan tangan, menatap sedan hitam Aksa yang mulai bergerak membelah jalanan kampus. Bita yang masih termenung setengah mati akibat pembicaraan tadi hanya sanggup memandangi mobil itu sampai tidak terlihat, lalu melangkah gontai memasuki koridor fa

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 2

    "Bercinta? Kamu gila?!" Vino tidak langsung menjawab. Laki-laki itu justru mengulurkan tangan, menjepit kedua pipi Bita dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "Lo kapan gedenya, sih? Hal begini aja harus dijelasin." Bita menepis tangan Vino dengan gusar. "Nggak usah pegang-pegang!" Vino

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status