Home / Romansa / Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku! / 182. Benteng Rahasia yang Runtuh

Share

182. Benteng Rahasia yang Runtuh

Author: Cia예요
last update publish date: 2026-10-13 22:53:27

Zea melangkah mundur perlahan, menjauhkan dadanya dari permukaan kayu pintu yang sedikit terbuka. Kedua telapak tangannya bergetar halus saat menarik diri. Dengan gerakan seringan mungkin agar tidak menimbulkan bunyi gesekan pada karpet tebal lorong, ia berbalik dan melangkah cepat meninggalkan area ruang kerja Daren.

Langkah kakinya membawa tubuhnya menyusuri koridor lantai atas yang sepi. Kepala Zea serasa mau pecah memproses setiap kalimat yang baru saja ditangkap indra pendengarannya.

"Meng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   182. Benteng Rahasia yang Runtuh

    Zea melangkah mundur perlahan, menjauhkan dadanya dari permukaan kayu pintu yang sedikit terbuka. Kedua telapak tangannya bergetar halus saat menarik diri. Dengan gerakan seringan mungkin agar tidak menimbulkan bunyi gesekan pada karpet tebal lorong, ia berbalik dan melangkah cepat meninggalkan area ruang kerja Daren.Langkah kakinya membawa tubuhnya menyusuri koridor lantai atas yang sepi. Kepala Zea serasa mau pecah memproses setiap kalimat yang baru saja ditangkap indra pendengarannya."Mengapa Papa dan Daren harus merahasiakan hal sebesar ini dariku?" gumam Zea pelan pada dirinya sendiri, jemarinya meremas pinggiran pakaiannya rapat-rapat. "Kalau memang dia punya penawar, kenapa harus sembunyi-sembunyi begini?"Zea menahan napas sejenak di depan pilar besar, mengelus dadanya yang berdegup kencang."Lagipula, aneh sekali," bisiknya lagi, dahinya berkerut dalam. "Mengapa wanita bernama Fida itu rela menukar darahnya yang bakal diambil dalam jumlah banyak setiap hari hanya demi bis

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   181. Kebenaran di Balik Pintu

    Daren berdiri tegak di tengah ruang kerjanya yang sepi. Jemarinya mencengkeram ponsel hitam di telinganya dengan amat erat. Garis rahangnya mengeras, menahan letupan amarah yang siap meledak kapan saja."Halo..." sapa Daren dengan nada rendah dan berat.Di ujung sambungan telepon, suara William menyahut tenang namun sarat ketegasan. "Ada apa, Daren?""Papa masih bisa bertanya ada apa?" tembak Daren seketika, tidak memberi celah sedikit pun untuk basa-basi. "Bukankah sudah kukatakan bahwa aku tidak setuju dengan rencana Papa? Mengapa Papa malah langsung mengirim wanita itu ke rumah kami tanpa persetujuan dariku?""Daren, dengarkan Papa dulu," sela William dengan intonasi datar di seberang sana."Gara-gara keputusan sepihak Papa, Zea jadi marah besar padaku," potong Daren lagi, napasnya terdengar memburu. "Dia mengira wanita bernama Fida itu adalah selingkuhanku. Papa membuat situasi rumah tanggaku kacau balau dalam semalam."William mendengus pelan di ujung telepon, mencoba menenangk

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   180. Terlalu Manis untuk Diusik

    "DAREN!"Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden kamar tamu menyambut teriakan melengking Zea. Wanita itu mendadak terduduk kaku di atas kasur, menatap bagian atas tubuhnya yang kini hanya menyisakan piyama bagian bawah. Kain baju tidurnya sudah melayang entah ke mana sejak malam.Lebih mengejutkan lagi, di sampingnya, Daren tidur dengan sangat lelap tanpa mengenakan atasan sama sekali. Otot-otot dadanya yang bidang terpampang jelas di balik selimut tebal.Zea meremas selimut, memukul bahu kekar Daren dengan brutal dan kasar. "Daren! Bangun tidak! Bangun, pria mesum!"Daren hanya bergumam pelan, meregangkan ototnya santai tanpa membuka mata sedikit pun. Lengan kekarnya malah terulur otomatis, merengkuh pinggang mulus Zea dan menarik tubuh istrinya hingga kembali menempel erat pada dadanya."Masih pagi, Zea. Jangan berteriak begitu," gumam Daren, suaranya terdengar serak khas orang baru bangun tidur."Lepaskan aku!" Zea memukul dada bidang Daren bertubi-tubi, namun pukulan keci

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   179. Kelinci Nakal Merajuk

    Zea berdiri mematung di ujung anak tangga, menatap lurus ke arah lorong tempat Daren baru saja menghilang di balik pintu kayu tebal ruang kerjanya. Napas Zea naik turun, dadanya terasa sesak oleh kombinasi rasa kesal, cemburu, dan tidak percaya yang bercampur menjadi satu."Bagus," gumam Zea pelan, mulai menghentakkan kakinya kasar seraya berbalik arah menuju lorong kamar tamu di lantai dua. "Bagus sekali. Luar biasa."Zea berjalan sambil komat-kamit sendiri di sepanjang lorong yang sunyi. Tangannya terkepal di sisi tubuh, sementara bibirnya terus mengoceh tanpa henti."Di rumah ini, rumahku sendiri, ada wanita asing yang tiba-tiba masuk tanpa permisi. Aku bahkan tidak tahu dia siapa, dari mana asalnya, tapi aku sama sekali tidak boleh mengusirnya?" Zea mengusap wajahnya yang terasa panas, lalu tertawa hambar yang dipaksakan. "Lalu suamiku sendiri, pria posesif yang katanya paling mencintaiku di dunia ini, justru melarangku dan malah menyuruh pelayan menyediakan kamar terbaik untuk

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   178. Tamu Tanpa Izin

    Langkah kaki Daren mendadak terkunci kaku di anak tangga terbawah. Wajahnya mengeras, berubah makin dingin saat matanya menangkap Sosok wanita bergaun gelap yang berdiri santai di tengah lobi utama rumahnya.Zea yang berdiri satu anak tangga di belakang Daren ikut menghentikan pergerakannya. Keheningan mencekam langsung menyelimuti ruangan tersebut. Zea mengedipkan matanya berkali-kali, berusaha mencerna pemandangan ganjil di depannya. Pintu kediaman mereka yang dikawal ketat oleh puluhan penjaga bersenjata melintang lebar, dan wanita itu berdiri seolah-olah tempat ini adalah miliknya."Siapa kau?" tanya Zea membuka suara, memecah kecanggokkan atmosfer. Suaranya terdengar dipenuhi kebingungan yang menuntut penjelasan.Wanita itu melangkah pelan beberapa senti mendekati area tangga, tidak menunjukkan raut gentar sedikit pun. Senyuman tipis dan terkesan misterius terukir di bibirnya. Matanya berganti arah, menatap lurus ke arah Daren dengan binar yang sulit diartikan."Siapa yang mengi

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   177. Siapa Wanita Itu?

    Tanpa memberikan porsi waktu sepatah kata pun pada Dr. Aris untuk membalas dari seberang telepon, Daren menggeser ikon merah di layar ponselnya. Pria itu menyudahi sambungan panggilan secara sepihak, lalu melempar ponsel canggih tersebut begitu saja ke atas kasur busa yang tebal."Tidak," pangkas Daren dengan suara berat dan dingin yang menolak mentah-mentah.Zea tersentak pelan di tempat duduknya, tatapannya menyiratkan rasa tak percaya. "Daren, tapi ini demi keselamatan Papa dan Mama.""Aku bilang tidak, Zea," potong Daren cepat. Sepasang matanya menancap lurus, memancarkan ketegasan mutlak yang sulit ditembus. "Kita sudah pernah memperdebatkan masalah pengambilan darah ini sebelumnya, dan saat itu aku mengalah padamu. Tapi untuk kali ini, tidak ada negosiasi atau perdebatan lagi. Kau yang menurut padaku.""Daren, dengarkan aku dulu sebentar," Zea mulai merengek halus, jemari lenturnya bergerak cepat meremas pergelangan tangan kekar suaminya yang masih tegang. "Kondisi Papa dan Ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status