Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 100 - Postpartum Home

Share

BAB 100 - Postpartum Home

Author: Isrrinya JENO
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-12 08:33:04

Rumah postpartum pilihan Mama Sarah benar-benar berasa kayak lagi liburan di resort mewah buat Fara dan Sean, jauh banget dari drama pusingnya urusan rumah yang biasanya bikin stres pasutri itu.

Karena begitu masuk kamar, Fara langsung bisa rebahan santai di kasur empuk khusus yang bikin punggungnya nyaman, sementara Sean dengan siaga langsung beresin barang-barang mereka tanpa membiarkan istrinya ngangkat barang seberkas pun.

Di sini, keseharian mereka seru skali karena diisi sama kelas p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (20)
goodnovel comment avatar
gumara
jalan jalan tinggal cus. mau apa aja tinggal gas haha
goodnovel comment avatar
gumara
olang kaya, suami baik, mertua baik. mau apa lagi coba
goodnovel comment avatar
ganispgr57
suami yg bener bener siap jadi suami dan ayah Sean ini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 120 - Jejak Setengah Hari di Tokyo

    Pagi hari ke lima, sebelum lusa benar-benar waktu mereka pulang kembali ke Indonesia. Matahari di Tokyo menyelinap malu-malu di balik tirai tipis kamar suite di salah satu hotel bintang lima terbaik di kawasan Shinjuku. Kemarin Sean memboyong istri, anak dan susternya Kembali menuju Tokyo. Karena rencananya sebelum benar-benar meninggalkan negara Sakura ini, Sean ingin mengajak jalan-jalan istrinya mengelilingi Tokyo lagi. Suasana kamar terasa hangat dan tenang. Di atas tempat tidur berukuran king, Fara sedang sibuk memeriksa kembali segala perlengkapan untuk putra kecilnya, Sefan, yang masih terlelap nyaman dalam bedongannya. Meskipun hari ini ia dan Sean berencana untuk pergi hunting foto lagi, dan keliling kota selama setengah hari, prioritas Fara sebagai seorang ibu tidak pernah berkurang sedikit pun. Di atas meja dapur kecil suite mereka, Fara sudah menata dengan rapi beberapa porsi ASI perah dalam kantong steril. "Suster Nani," panggil Fara lembut ketika pengasuh keperca

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 119 - Menyapa Kyoto Bersamamu

    Langkah angin musim gugur bertiup lembut di Stasiun Tokyo, membawa aroma udara dingin yang khas dan deru halus kereta Shinkansen yang siap melaju. Di antara lalu lalang manusia, Sean menggenggam jemari istrinya dengan erat, memastikan kehangatan jemari itu tidak menguap tersapu angin. Penerbangan pulang mereka ke Indonesia tinggal tiga hari lagi. Koper-koper besar sudah separuh terisi di kamar hotel, dan daftar belanjaan oleh-oleh pun hampir tuntas. Namun, sebelum roda pesawat benar-benar terangkat meninggalkan bumi Jepang, Sean menyimpan satu rencana rahasia, sebuah janji pribadi yang belum sempat ia utarakan sejak awal perjalanan ini. "Kita tidak langsung balik ke hotel hari ini, kan?" tanya sang istri, menatap mata Sean dengan binar penasaran. Sean tersenyum kecil, mengusap puncak kepala istrinya perlahan. "Belum. Ada satu tempat yang wajib kamu lihat sebelum kita pulang. Tempat yang selalu jadi rumah kedua buat mas setiap kali melangkah ke negeri ini." Kereta peluru meluncu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 118 - Gula-Gula di Shinjuku Gyoen

    Pagi di hari ketiga mereka di Tokyo disambut oleh hembusan angin musim gugur yang sejuk. Sean, Fara, baby Sefan yang duduk manis di kereta dorongnya, serta Suster Nani sudah bersiap meninggalkan hotel mewah di kawasan Ginza sejak pukul sembilan pagi. Hari ini agenda mereka cukup spesial. Selain menikmati pemandangan kota, Fara secara khusus meminta untuk hunting buah-buah mahal nan langka khas Jepang yang kerap berseliweran di media sosialnya. Tujuan pertama mereka adalah kawasan Ginza Sembikiya, toko buah legendaris yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan terkenal menjual buah-buahan berkualitas tinggi dengan harga fantastis. Begitu melangkah masuk, Fara langsung berdecak kagum. Etalase toko tersebut tidak terlihat seperti toko buah biasa, melainkan lebih menyerupai toko perhiasan mewah. Di sana, buah-buahan dipajang dengan sangat anggun di atas kain bludru dan lampu sorot yang hangat. Ada melon Yubari yang lekukan garisnya begitu sempurna, anggur Ruby Roman sebesar b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 118 - Tokyo Disneyland

    Setelah sarapan hangat di homestay, Sean, Fara, Baby Sevan, dan Suster Nani langsung meluncur menuju Tokyo Disneyland. Semangat Sean terlihat memuncak sejak mereka bersiap di kamar. Ia memadukan outfit kasual yang modis untuk dirinya dan Fara, serta memakaikan topi telinga Mickey Mouse yang menggemaskan pada Baby Sefan. Begitu melangkah melewati gerbang utama Disneyland, kemegahan kastil impian dan alunan musik khas Disney langsung menyambut mereka. Pengunjung lalu lalang dengan senyum mengembang, tetapi pemandangan di dalam dekapan Sean justru berbanding terbalik. Baby Sefan, yang digendong Sean menggunakan baby carrier ergonomis di dadanya, hanya diam seribu bahasa. Matanya yang bulat berkedip pelan, menatap lurus dengan ekspresi datar yang sangat polos. Tidak ada tawa melengking, tidak ada tepuk tangan heboh. Hanya wajah mungil tanpa ekspresi, seolah-olah suasana megah di sekelilingnya hanyalah pemandangan biasa. Fara yang berjalan di samping Sean memandangi anak mereka, lalu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 117 - Hallo Tokyo

    Sentuhan udara sejuk khas Tokyo menyambut keluarga kecil itu begitu melangkah keluar dari Haneda Airport, perjalanan udara selama tujuh jam yang cukup melelahkan dari siang hingga sore hari akhirnya tuntas. Jam tangan di pergelangan tangan Sean menunjukkan tepat pukul 18.00 waktu setempat, saat langit Tokyo perlahan berganti warna menjadi keunguan bertabur gemerlap lampu-lampu kota. "Akhirnya sampai juga kita di Tokyo, Fara," bisik Sean lembut seraya merangkul bahu istrinya yang tampak sedikit letih namun memancarkan binar bahagia. Di samping mereka, Suster Nani dengan sigap dan penuh kehati-hatian menggendong Baby Sefan yang tertidur pulas dalam dekapan baby wrap berbulu hangat.Tanpa membuang waktu, Sean langsung memboyong istri, anak, serta pengasuhnya menuju kendaraan penjemput yang sudah disiapkan. Tujuan pertama mereka adalah sebuah homestay eksklusif milik keluarga besar Narendra yang terletak di kawasan tenang di sudut Tokyo. Rumah bergaya modern dengan sentuhan arsitektur

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 115 - Penerbangan Kilat ke Negeri Sakura

    Setelah negosiasi alot antara papa dan anak bayinya pagi tadi, di hari yang sama mereka benar-benar mendarat dalam sebuah keputusan kilat. Yaitu terbang ke Disneyland Tokyo. Pilihan destinasi itu diambil oleh Sean bukan tanpa alasan yang kuat. Dari sekian banyak cabang taman hiburan impian di penjuru dunia, menurutnya Tokyo adalah yang paling pas, paling ramah, dan paling pantas untuk anak seusia Sefan yang sekarang difase beradaptasi bisa melihat dunia yang begitu indah. Namun, suasana hati sang istri, Fara, sama sekali tidak secerah langit pagi yang menyambut keberangkatan mereka. Wanita tersebut sejak tadi hanya bergeming dengan bibir mengerucut dan raut wajah yang menyiratkan kekesalan mendalam. Bagaimana tidak merasa dongkol, persiapan perlengkapan Sefan dilakukan secara sangat mendadak dalam kurun waktu kurang dari satu jam saja. Tenggat waktu yang begitu sempit itu membuat dirinya dan sang suami sama sekali tidak sempat menata pakaian ganti ke dalam koper. Yang berhasil dis

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status