Inicio / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 101 - Baby S

Compartir

BAB 101 - Baby S

last update Fecha de publicación: 2026-07-13 08:50:49
Kemegahan hotel bintang lima malam itu menjadi saksi bisu bagi babak baru keluarga besar Narendra. Lantai dansa yang disulap menjadi taman artifisial penuh dengan bunga lili putih dan lampu-lampu kristal yang berpijar hangat.

Hari ini, tepat satu minggu setelah jagoan kecil yang dinanti-nanti itu lahir ke dunia, acara besar yang disiapkan dengan penuh ambisi dan kasih sayang oleh Papa Narendra akhirnya tiba.

Sebagai konglomerat yang dihormati, Papa Narendra tidak tanggung-tanggung. Pengenal
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (19)
goodnovel comment avatar
gumara
semoga kasih sayang mereka bertahan selamanya
goodnovel comment avatar
gumara
sella kamu hamil juga sana biar punya anak. jd gak gangguin anak Sean mulu haha
goodnovel comment avatar
ganispgr57
pokoknya Fara bener bener beruntung bgt punya mertua yg kaya mama sarah
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 119 - Menyapa Kyoto Bersamamu

    Langkah angin musim gugur bertiup lembut di Stasiun Tokyo, membawa aroma udara dingin yang khas dan deru halus kereta Shinkansen yang siap melaju. Di antara lalu lalang manusia, Sean menggenggam jemari istrinya dengan erat, memastikan kehangatan jemari itu tidak menguap tersapu angin. Penerbangan pulang mereka ke Indonesia tinggal tiga hari lagi. Koper-koper besar sudah separuh terisi di kamar hotel, dan daftar belanjaan oleh-oleh pun hampir tuntas. Namun, sebelum roda pesawat benar-benar terangkat meninggalkan bumi Jepang, Sean menyimpan satu rencana rahasia, sebuah janji pribadi yang belum sempat ia utarakan sejak awal perjalanan ini. "Kita tidak langsung balik ke hotel hari ini, kan?" tanya sang istri, menatap mata Sean dengan binar penasaran. Sean tersenyum kecil, mengusap puncak kepala istrinya perlahan. "Belum. Ada satu tempat yang wajib kamu lihat sebelum kita pulang. Tempat yang selalu jadi rumah kedua buat mas setiap kali melangkah ke negeri ini." Kereta peluru meluncu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 118 - Gula-Gula di Shinjuku Gyoen

    Pagi di hari ketiga mereka di Tokyo disambut oleh hembusan angin musim gugur yang sejuk. Sean, Fara, baby Sefan yang duduk manis di kereta dorongnya, serta Suster Nani sudah bersiap meninggalkan hotel mewah di kawasan Ginza sejak pukul sembilan pagi. Hari ini agenda mereka cukup spesial. Selain menikmati pemandangan kota, Fara secara khusus meminta untuk hunting buah-buah mahal nan langka khas Jepang yang kerap berseliweran di media sosialnya. Tujuan pertama mereka adalah kawasan Ginza Sembikiya, toko buah legendaris yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan terkenal menjual buah-buahan berkualitas tinggi dengan harga fantastis. Begitu melangkah masuk, Fara langsung berdecak kagum. Etalase toko tersebut tidak terlihat seperti toko buah biasa, melainkan lebih menyerupai toko perhiasan mewah. Di sana, buah-buahan dipajang dengan sangat anggun di atas kain bludru dan lampu sorot yang hangat. Ada melon Yubari yang lekukan garisnya begitu sempurna, anggur Ruby Roman sebesar b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 118 - Tokyo Disneyland

    Setelah sarapan hangat di homestay, Sean, Fara, Baby Sevan, dan Suster Nani langsung meluncur menuju Tokyo Disneyland. Semangat Sean terlihat memuncak sejak mereka bersiap di kamar. Ia memadukan outfit kasual yang modis untuk dirinya dan Fara, serta memakaikan topi telinga Mickey Mouse yang menggemaskan pada Baby Sefan. Begitu melangkah melewati gerbang utama Disneyland, kemegahan kastil impian dan alunan musik khas Disney langsung menyambut mereka. Pengunjung lalu lalang dengan senyum mengembang, tetapi pemandangan di dalam dekapan Sean justru berbanding terbalik. Baby Sefan, yang digendong Sean menggunakan baby carrier ergonomis di dadanya, hanya diam seribu bahasa. Matanya yang bulat berkedip pelan, menatap lurus dengan ekspresi datar yang sangat polos. Tidak ada tawa melengking, tidak ada tepuk tangan heboh. Hanya wajah mungil tanpa ekspresi, seolah-olah suasana megah di sekelilingnya hanyalah pemandangan biasa. Fara yang berjalan di samping Sean memandangi anak mereka, lalu

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 117 - Hallo Tokyo

    Sentuhan udara sejuk khas Tokyo menyambut keluarga kecil itu begitu melangkah keluar dari Haneda Airport, perjalanan udara selama tujuh jam yang cukup melelahkan dari siang hingga sore hari akhirnya tuntas. Jam tangan di pergelangan tangan Sean menunjukkan tepat pukul 18.00 waktu setempat, saat langit Tokyo perlahan berganti warna menjadi keunguan bertabur gemerlap lampu-lampu kota. "Akhirnya sampai juga kita di Tokyo, Fara," bisik Sean lembut seraya merangkul bahu istrinya yang tampak sedikit letih namun memancarkan binar bahagia. Di samping mereka, Suster Nani dengan sigap dan penuh kehati-hatian menggendong Baby Sefan yang tertidur pulas dalam dekapan baby wrap berbulu hangat.Tanpa membuang waktu, Sean langsung memboyong istri, anak, serta pengasuhnya menuju kendaraan penjemput yang sudah disiapkan. Tujuan pertama mereka adalah sebuah homestay eksklusif milik keluarga besar Narendra yang terletak di kawasan tenang di sudut Tokyo. Rumah bergaya modern dengan sentuhan arsitektur

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 115 - Penerbangan Kilat ke Negeri Sakura

    Setelah negosiasi alot antara papa dan anak bayinya pagi tadi, di hari yang sama mereka benar-benar mendarat dalam sebuah keputusan kilat. Yaitu terbang ke Disneyland Tokyo. Pilihan destinasi itu diambil oleh Sean bukan tanpa alasan yang kuat. Dari sekian banyak cabang taman hiburan impian di penjuru dunia, menurutnya Tokyo adalah yang paling pas, paling ramah, dan paling pantas untuk anak seusia Sefan yang sekarang difase beradaptasi bisa melihat dunia yang begitu indah. Namun, suasana hati sang istri, Fara, sama sekali tidak secerah langit pagi yang menyambut keberangkatan mereka. Wanita tersebut sejak tadi hanya bergeming dengan bibir mengerucut dan raut wajah yang menyiratkan kekesalan mendalam. Bagaimana tidak merasa dongkol, persiapan perlengkapan Sefan dilakukan secara sangat mendadak dalam kurun waktu kurang dari satu jam saja. Tenggat waktu yang begitu sempit itu membuat dirinya dan sang suami sama sekali tidak sempat menata pakaian ganti ke dalam koper. Yang berhasil dis

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 114 - Negosiasi Antara Bayi Kecil dan Bayi Besar

    Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama, menandai akhir pekan yang manis. Bagi Sean, akhir pekan kali ini terasa jauh lebih spesial dari akhir pekam sebelum-sebelumnya. Setelah satu minggu penuh berkutat dengan tumpukan berkas dan rapat klien yang melelahkan, hari ini ia akhirnya libur kerja. Hari ini, adalah jadwal quality time bersama keluarga kecilnya. Satu-satunya hal yang ada di dalam pikiran Sean sejak membuka mata pagi ini adalah bermain sepuasnya dengan Sefan, putra pertamanya yang sekarang sudah berusia dua bulan.Dengan senyum lebar dan penuh semangat, setlah membersihkan diri Sean melangkah mendekati boks bayi tempat Sefan berbaring. "Pagi, jagoan Papa!" sapanya penuh antusias. Sean membungkukkan badan, berniat mencium pipi gembil putranya yang tampak menggemaskan.Namun, respons yang diterimanya sungguh di luar dugaan. Sefan tiba-tiba memalingkan wajahnya cepat.Saat Sean mencoba mengelus perut mungilnya, bayi itu langsung merenge

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 58 - Akhirnya Pulang

    Setelah selesai mengurus semua administrasi Sean kembali ke kamar dengan selembar kertas pemulangan oasien atas nama istrinya, dan juga selembar surat kontrol milik istrinya untuk minggu depan. Suasana di kamar rumah sakit terasa jauh lebih cerah, aroma obat-obatan yang sempat membayangi hari-hari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 49 - Apa lagi kali Ini?

    Sean tengah menatap sang istri lamat-lamat dari kursi yang berada tepat di samping ranjang rumah sakit. Tatapan pria itu begitu lekat, seolah takut jika dalam hitungan detik saja wanita yang sedang duduk bersandar itu akan kembali menghilang dari pandangannya lagi. Fara yang duduk di atas ranjang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 37 - Upaya Menghilangkan Keraguan

    Setibanya di pekarangan rumahnya, Sean mentap sang istri yang masih sesenggukan di sampingnya. "Kenapa sih nangis begitu, bikin Mas khawatir tau nggak." ucap Sean.Fara melirik ke arah suaminya sekilas, lalu membuang pandangannya ke sembarang arah lagi. "Hey, kenapa malingin wajahnya dari Mas?" bin

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 27 - Fitting

    Setelah drama lamaran Sean yang menguran air mata seluruh orang yang ikut hadir, sekarang ke duanya tengah sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka yang akan diadakan dua minggu dari sekarang. Pagi itu, beban di pundak Fara terasa sedikit lebih ringan. Mama Sean baru saja menelepon, mengabarkan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status