Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 48 - Amarah yang Meluap!

Share

BAB 48 - Amarah yang Meluap!

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-05-24 13:14:31

Malam terasa semakin dingin saat mobil hitam itu melaju membelah jalanan lengang. Lampu kota yang mulai redup hanya menjadi bayangan samar di kaca jendela, seolah malam ikut menyembunyikan dosa besar yang selama ini tertimbun rapi.

Walaupun sudah hampir mendapatkan Bella, semuanya tetap berakhir gagal. Perempuan itu menghilang, begitu saja.

Padahal Alex sudah berhasil mengepung lokasi persembunyian itu, tinggal beberapa langkah lagi sebelum tangannya benar-benar meraih perempuan yang selama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Elly Julita
astagaaa Jay kamu jahat bangett, wajar alex dendam bgt sama kamu,, penasaran nih knp alex jadi kaki tangan ayahnya sella
goodnovel comment avatar
Raisa
ehhh sella tmnan sama Ezra,adk kandung ny Alex. tapi siapa Alex blm terungkap
goodnovel comment avatar
Kim Chie
oalah.. ternyata orang yang Alex tangkap saat ini adalah b4j1ng4n yang sudah menyakiti adiknya hingga adiknya itu pergi dari dunia ini..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 73 - Akankan badai ini cepat berlalu?

    Mesin mobil akhirnya mati, menyisakan keheningan yang menyesakkan di dalam kabin. Jam di dasbor menunjukkan pukul 17.00. Tepat dua puluh menit yang lalu, Sean dan Farah meninggalkan kediaman orang keluarga Narendra, bukan karena jamuan makan malam formal, melainkan karena Fara ingin bertemu dalang dari semua masalah yang ada. Sepanjang perjalanan pulang, Fara hanya diam termemung. Tangannya mendekap perutnya yang mulai membuncit, seolah berusaha melindungi janinnya dari pusaran badai emosi yang berkecamuk di dalam dirinya. Pikirannya melayang pada fakta-fakta yang baru saja terungkap kemarin: keterlibatan Bella dalam serangkaian masalah yang ia alami beberapa bulan terakhir, ditambah dengan tumpukan masalah internal yang datang silih berganti menghantam keluarga mereka."Sayang," panggil Sean lembut. Suaranya pecah, sarat akan kelelahan yang sama.Fara tidak menyahut. Ia masih terpaku pada jendela yang buram oleh embun. "Apakah ini akan berakhir, Mas? Atau apakah kita akan terus-men

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 72 - Amarah yang tak tertahan

    Perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Di dalam kabin pesawat kelas bisnis yang tenang, Fara menyandarkan kepalanya di bahu Sean. Sesekali, Sean mengecup puncak kepala istrinya, berusaha menyalurkan ketenangan yang sebenarnya tidak ia rasakan sendiri. Sejak percakapan di rumah kediaman Wiharja pagi tadi, Fara lebih banyak diam. Ia masih mencoba mencerna bahwa sosok Bella, wanita yang selama ini ia kenal sebagai kekas- eumm, mantan kekasih suaminya itu ternyata adalah sosok wanita jahat yang hampir merenggut nyawa bayinya dan hampir menghancurkan keluarga kecilnya. "Mas," panggil Fara pelan saat mereka sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta dan berada di dalam mobil pribadi yang menjemput mereka. "Ya, Sayang?" jawab Sean. "Apa kita akan langsung pulang?" tanya Fara. Sean terdiam sejenak. Rahangnya mengeras. Ia sebenarnya ingin sekali membawa Fara pulang, menguncinya di kamar yang aman, lalu ia sendiri yang akan pergi menyelesaikan urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 71 - Pengungkapan Rahasia

    Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala, menyapa kota Surabaya dengan hangat. Namun, suasana di ruang keluarga kediaman Wiharja pagi ini terasa jauh dari kata hangat. Ketegangan menggantung tebal di udara. Sean dan Fara sudah berdiri rapi dengan satu koper kecil yang telah terkemas, bersiap untuk kembali ke Jakarta.Sella, yang berdiri di samping suaminya, Alex, tampak enggan melepaskan tangan kakaknya. "Belum seminggu, Sean. Kita baru menikmati Surabaya selama dua hari. Masih banyak tempat yang belum kita kunjungi, tempat-tempat kenangan Kak Alex yang ingin aku lihat," rengeknya dengan wajah cemberut.Sean menghela napas panjang, menatap adiknya dengan tatapan teduh namun serius. "Sella, ini bukan soal liburan. Ada hal yang harus segera cepat terselesaikan di Jakarta."Sean melirik tipis ke arah iparnya sebentar, "Dan juga sudah saatnya kamu tahu alasan sebenarnya kenapa aku dan Papa bersikap keras beberapa waktu lalu." Alex, yang sedari tadi diam, menggenggam jemari Sell

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 70 - Surabaya

    Lampu kristal gantung di langit-langit kamar Presidential Suite dari *The Win Hotel*memantulkan cahaya temaram yang hangat, kontras dengan gemuruh sisa pesta di lantai bawah yang baru saja usai. Aroma bunga melati dan mawar segar masih tertinggal di udara, sisa dekorasi megah yang mengubah ballroom hotel itu menjadi taman istana impian.Di atas sofa beludru berwarna navy, Sean duduk bersimpuh, jemarinya bergerak lembut, memijat pergelangan kaki Fara yang sedikit membengkak setelah seharian ikut berdiri menyambut para tamu. Fara, istrinya, menatap ke luar jendela besar yang memperlihatkan kerlip lampu kota Surabaya dari ketinggian lantai empat puluh. "Gimana, sudah lega?" tanya Fara pelan, memecah kesunyian. Wanita hamil itu menunduk, menatap suaminya yang tampak letih namun wajahnya menyimpan ketenangan yang tak biasa. "Alex, adik iparmu itu, berhasil membuktikannya, bukan? Dia benar-benar memberikan segalanya untuk Sella."Sean mengangguk pelan. Pikirannya melayang pada adiknya, S

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 69 - Pembahasan Resepsi Alex & Sella

    Suasana ruang tamu kediaman megah keluarga Narendra yang tadinya mencekam seperti medan perang, perlahan-lahan mulai mencair, digantikan oleh kehangatan yang tak disangka-sangka. Gelak tawa Papa Narendra dan Sean mengalun, memecah ketegangan yang sempat membekukan ruangan itu mulai dari sore sampai malam tadi. Di sudut sofa, Sella masih terisak, menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada bidang kakanya, Sean. Tangisnya yang tadinya penuh ketakutan kini berubah menjadi tangisan lega seorang anak bungsu yang bermanja. Sean mengusap lembut punggung adiknya, sesekali mengecup puncak kepala Sella dengan penuh kasih sayang, melupakan kilat amarah yang sempat menguasai matanya beberapa jam lalu. Sementara itu, Alex masih terpaku di tempat duduknya. Punggungnya yang tadinya tegak menantang badai, kini sedikit rileks, meski otaknya masih berusaha mencerna runtutan peristiwa yang baru saja terjadi. Pandangannya beralih dari Sella yang sedang bermanja, lalu melikat ke arah Fara, ka

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 68 - Introgasi

    Ruang tamu kediaman keluarga Narendra dipenuhi suasana tegang yang begitu kentara, Malam ini kedua pemeran utama yang menghebohkan seluruh keluarga Narendra sedari lagi tadi sudah tiba.Sella duduk di ujung sofa dengan kedua tangan saling menggenggam erat di atas pangkuannya, kepalanya tertunduk dalam. Untuk pertama kalinya sejak dewasa, gadis itu tidak berani menatap wajah Papa maupun kakak lelakinya. Sementara di sampingnya, Alex Wiharja duduk tegak dengan punggung lurus. Wajahnya tenang, rahang tegasnya mengeras seolah sudah siap menerima keputusan apa pun. Lelaki itu tidak takut sedikitpun. Dulu, Papa Narendra adalah atasannya. Kini, lelaki setengah baya itu sudah menjadi mertuanya. Namun jika ada satu hal yang tidak akan pernah Alex lakukan, maka itu adalah melepaskan Sella. Bahkan jika seluruh dunia menyuruhnya pergi, apalagi Sean Narendra. Iparnya itu bukan siapa-siapa baginya, jika menyangkut urusan mempertahankan istrinya. Tatapan Papa Narendra bergantian mengarah kepada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status