Compartilhar

BAB 7 - Resign

last update Data de publicação: 2026-04-15 14:47:50
"Fara di mana? Dari kemarin dia tidak kelihatan di kantor!" Suara Sean menggelegar melalui panggilan interkom, tajam dan tanpa ampun.

"Dia izin tiga hari, Pak. Katanya ada urusan mendadak," jawab staf HRD dengan nada gemetar, nyaris tidak mampu menahan tekanan dari suara atasannya yang sedang meledak.

Sean adalah atasan yang jarang bicara dan biasanya cukup fleksibel namun jika sudah marah akan sangat menakutkan.

"Urusan mendadak? Katakan padanya, kalau siang ini dia tidak muncul, maka aku
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (10)
goodnovel comment avatar
Raisa
dah pergi aja Fara yg jauh
goodnovel comment avatar
Raisa
Sean ini jahat bgt ya,masa nggk peduli sama Fara sedikit pun ,mau enak ny aja,abis manis sepah di buang
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
nakan aku dukung kamu fara pergi aja yang jauh
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 64 - Sean POV

    Semburat warna jingga di ufuk barat mulai menerobos masuk melalui celah-celah tirai kaca besar di ruang kerja Sean. Mengiringi datangnya senja, keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu mencekam. Sean mengembuskan napas berat, mencoba mengusir rasa penat yang menggelayuti pundaknya. Setelah setengah hari penuh hanya terduduk diam, terperangkap dalam labirin ingatan dan rentetan kejadian pahit yang terus berputar di kepalanya, ia akhirnya memutuskan untuk berkemas. Satu per satu dokumen penting di atas meja kayunya ia rapikan, memasukkannya ke dalam tas kerja kulit hitam miliknya dengan gerakan yang lambat dan mekanis. Lagi-lagi pkirannya masih tertambat pada satu nama yaitu, Alex Wiharja. Sean duduk kembali, memejamkan mata sejenak, memijat pangkal hidungnya yang berdenyut. Ia tahu betul bagaimana pandangan kariyawan-kariyawannya di luar, terutama adiknya, Sella. Mereka pasti mengira Sean bertindak egois dan tidak menyukai Alex secara pribadi. Namun, kenyataannya sama sekali

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 63 - Peringatan untuk Sella

    Atmosfer di lobi utama Narendra Group mendadak beku, Sean Narendra melangkah masuk dengan rahang mengeras dan tatapan mata sehitam jelaga. Wibawa yang biasanya mengintimidasi, kini menjelma menjadi aura membara yang siap membakar siapa saja. Para staf, resepsionis, hingga petugas keamanan serentak menundukkan kepala, tak berani menantang sepasang netra yang menyalang penuh amarah itu. Di belakangnya. Ardi, sang asisten pribadi setianya hanya bisa membisu. Ia menyelaraskan langkah lebar Sean yang tergesa menuju lift khusus eksekutif. Begitu pintu lift tertutup, keheningan mencekam menyelimuti mereka. Sean menekan tombol lantai tepat di bawah ruang kerjanya. Lantai itu adalah area privat, tempat di mana sang adik, Sella Narendra, belakangan ini membantunya mengurus roda bisnis keluarga. Pintu lift berdenting terbuka, langkah Sean bergema di koridor sunyi sebelum ia mendorong kasar pintu ruangan Sella. Tanpa basa-basi, Sean langsung menengadahkan tangan kanannya di depan meja kerja

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 62 - Menjauh dari Sella!!!

    Gelas kristal berisi cairan amber di atas meja kerja kayu jati milik Alex Wiharja bergetar halus. Bukan karena gempa, melainkan karena aura ketegangan fiantr kedua lelaki yang ada di dalam ruangan ini mendadak pekat, mencekik udara di dalam ruangan luas bernuansa maskulin tersebut. Sean berdiri tegak, kancing jasnya terpasang rapi, kontras dengan Alex yang duduk di balik meja dengan napas yang masih memburu. Beberapa menit yang lalu, Sean menyaksikan sesuatu yang menjungkir balikkan seluruh penilaiannya tentang pria di hadapannya ini. Alex, yang selama ini ia kenal sebagai *Guard atau Penjaga* dari sanga adik, terkenal dengan sifat dingin namun cepat dan kalkulatif, baru saja menunjunkan sisi monster yang tersembunyi.Fakta dari sebuah ledakan emosional yang begitu gila, destruktif, dan menyeramkan. Saat Alex menghabisi salah satu dari orang yang ingin menecelakai anak istri Sean sebelumnya, membhat Sean berfikir berkali-kali tentang Alex. Namun, bukan hanya kegilaan Alex yang mem

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 61 - Sean bertemu Alex

    Pagi itu, suasana kediaman Sean dan Fara terasa sedikit lebih tenang. Setelah hampir satu minggu penuh Sean berdiam diri di rumah, mengabaikan tumpukan berkas demi mengurus Fara, sang istri yang baru saja keluar dari rumah sakit.Hari ini pria itu memutuskan untuk kembali aktif bekerja. Fara sudah jauh lebih membaik, senyumnya telah kembali, dan hal itu cukup menjadi bahan bakar bagi Sean untuk kembali ke dunia luar.Namun, begitu roda mobilnya membelah jalanan ibu kota, Sean memutar kemudi ke arah yang berbeda. Niatnya pagi ini menyimpang. Bukannya pergi berangkat ke kantornya sendiri, Sean justru melaju mantap menuju gedung pencakar langit milik Perusahaan Wiharja, perusahaan raksasa yang dipimpin oleh Alex, Aspri sang afik selama beberapa tahun brlakanagan ini. Ada sebuah teka-teki besar yang mengganjal di kepala Sean selama berhari-hari, Sean ingin meluruskan satu hal: Mengenai kenapa anak lelaki tunggal dari keluarga Wiharja yang terpandang itu mau merendahkan diri, bekerja di b

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 60 - ternyata hanya masuk angin

    Kamar tidur utama milik Sean dan Fara terasa begitu tenang kali ini dari pada pagi tadi, meski diselimuti aroma menyengat minyak kayu putih yang khas. Di tepian kasur berukuran king size, Fara duduk dengan bahu yang tampak sedikit merosot, sisa rasa lemas masih menggelayuti tubuhnya setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam sekali setiap jamnya di kamar mandi sejak pagi tadi. Sementara itu, Sean berdiri setia di samping sang istri. Kedua telapak tangan pria itu bergerak dengan ritme yang sangat teratur, memijat tengkuk dan punggung Fara dengan kelembutan yang luar biasa. Sean seolah-olah sedang menyentuh porselen mahal yang mudah retak. Ibu jarinya menekan titik-titik tegang di leher Fara, berusaha menyalurkan rasa hangat dari telapak tangannya untuk mengusir rasa tidak nyaman yang menyiksa sang istri. "Masih mual nggak?" tanya Sean, suaranya sarat akan kekhawatiran. Matanya tidak lepas dari wajah pucat Fara. Fara tidak langsung menjawab dengan kata-kata. Perempuan itu ha

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 59 - Mual

    Fara terbangun lebih dahulu pagi ini, kedua matanya bahkan belum terbuka sempurna ketika rasa mual yang begitu kuat tiba-tiba menghantam dirinya tanpa ampun. Wanita hamil itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan ketika dirasa rasa mual itu sudah naik, "Ngh..." Jantungnya berdegup kencang. Dengan gerakan tergesa, Fara menyingkap selimut lalu turun dari ranjang. Kakinya bahkan nyaris tersandung karena kepanikan yang menyerang. Ia harus segera sampai ke kamar mandi, sekarang juga. Begitu berhasil masuk, Fara langsung membungkuk di depan wastafel. "HOEK!!" Tubuhnya bergetar hebat. "HOEK!!" Seluruh sisa makanan yang masih tersimpan di dalam perutnya keluar dengan susah payah, air mata mulai mengalir di sudut matanya akibat rasa mual yang begitu menyiksa. Namun setelah beberapa kali muntah, tidak banyak lagi yang bisa keluar. Perutnya sudah hampir kosong, justru itulah yang membuat keadaan terasa semakin menyiksa. "HOEK!!" Yang keluar sekarang hanya cairan dan air liur, d

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status