Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 94 - Kontraksi

Share

BAB 94 - Kontraksi

Author: Isrrinya JENO
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-06 09:25:50
Aroma minyak telon, tumpukan baju bayi lelaki berukuran mini yang halus, serta tumpukan buku panduan kehamilan memenuhi sudut kamar tidur utama.

Bulan ini adalah bulan yang paling mendebarkan sekaligus dinanti-nantikan oleh Fara, usia kehamilannya telah memasuki minggu-minggu akhir trimester ketiga. Artinya, hari perkiraan lahir (HPL) sudah tinggal menghitung hari.

Selama beberapa bulan terakhir, Fara tidak melewatinya sendirian. Ada Sean, suaminya, yang selalu setia menemani ke mana pun ia
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (15)
goodnovel comment avatar
gumara
sabar sabar aja nunggu lahirannya ya
goodnovel comment avatar
gumara
sering banget saat mau lahiran ke gini pasti buat jantungan
goodnovel comment avatar
ganispgr57
wah Fara udh mau melahirkan, semoga lancar persalinan nya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 169 - Satu Langkah Tanpa Kembali

    Ruangan VIP itu seketika hening, menyisakan deru napas Sean yang patah-patah dan denyut ketegangan yang menembus hingga ke tulang. Berbagai kalimat pembelaan telah terlontar dari bibir Sean, mulai dari penjelasan tentang berkas hukum di atas nakas hingga keberadaan cincin yang diklaimnya hanya sebagai sisa kenangan lama yang hendak diserahkan kembali. Namun, sebuah fakta tunggal yang akhirnya meluncur dari mulut Sean membuat atmosfer di dalam kamar itu serasa membeku seketika. Wanita itu adalah mantan sekretaris Sean tujuh tahun lalu, sosok yang bertugas mendampingi Sean jauh sebelum keberadaan Fara, bahkan sebelum babak kelam bersama Bella dimulai. Mama Sarah memegang dadanya yang kempas-kempis, menatap putra tunggalnya dengan sorot mata tak percaya bercampur amarah yang memuncak. ​"Kamu ini benar-benar bodoh, Sean! Luar biasa bodoh!" jerit Mama Sarah dengan suara bergetar parau, memecahkan keheningan. "Otak kamu ditaruh di mana, Sean?! Kamu sudah punya Fara! Kamu punya Sefan,

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 168 - Siapa Wanita Itu, Mas?

    Keheningan mencekam yang sempat menggantung di dalam ruang rawat inap bernomor 502 itu pecah seketika. Suara detak jarum jam dinding seolah tergantikan oleh gemuruh amarah yang memuncak dari dua orang tua yang merasa sangat dikhianati oleh anak kandungnya sendiri. Mata Mama Sarah memerah, berkaca-kaca oleh rasa syok dan amarah yang tak lagi bisa dibendung. Tanpa memedulikan selang infus yang masih menempel di punggung tangan Sean, Mama Sarah melangkah lebar menghampiri ranjang rawat tersebut. PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Sean. Suara tamparan itu bergema nyaring di seluruh sudut ruangan. Kepala Sean terlempar ke samping. Pria itu hanya bisa membisu, memegangi pipinya yang terasa panas, sementara raut wajahnya pucat pasi memancarkan rasa bersalah yang amat dalam. "Jadi kamu menyuruh Papa diam dan menyuruh Mama diam menyembunyikan sakitmu dari Fara itu untuk ini?! Untuk selingkuh dengan perempuan ini, begitu?!" berteriak Mama Sarah dengan suara melengki

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 167 - Kejutan di Balik Pintu

    Keputusan dibuat lebih cepat dari perkataan sebelumnya, ketidakpastian yang menggerogoti batin Fara akhirnya membuat Papa Narendra tidak punya pilihan lain selain mengintruksikan penerbangan privat menuju Sydney, Australia.Mereka tidak bisa lagi membiarkan Fara berada dalam gulungan prasangka dan stres yang berisiko mengganggu calon cucu mereka yang baru berusia lima bulan itu. Di dalam kabin pesawat jet eksekutif yang melintasi Samudra Hindia, suasana begitu hening dan mencekam. Suara deru mesin pesawat seolah kalah oleh pekatnya ketegangan yang menyelimuti empat penumpang di dalamnya.Raut panik dan rasa cemas menghantui semua orang. Namun, Fara adalah yang paling terpukul. Wanita yang kini perutnya sudah membuncit menyembul indah di balik gaun longgarnya itu memilih untuk membisu sepanjang perjalanan. Jemari tangannya tak pernah lepas mengusap lembut perutnya sendiri, seolah memohon kekuatan dari calon anak keduanya agar ia tidak jatuh pingsan akibat degupan jantungnya yang terp

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 166 - Tirai Rahasia Sean

    Hari-hari terasa berjalan lebih lambat dan dingin dari biasanya. Sudah tiga minggu berlalu sejak Sean dan Papa Narendra berangkat ke Australia untuk agenda kunjungan bisnis serta menemui beberapa kolega penting perusahaan. Awalnya, segala sesuatu berjalan wajar. Namun, memasuki minggu kedua, benih-benih keanehan mulai menyeruak dan mengganggu pikiran Fara. Papa Narendra sudah kembali ke Jakarta sejak seminggu yang lalu. Namun, Sean sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang.Fara merasa ada yang sangat tidak beres. Tidak biasanya suaminya bersikap seperti ini. Selama ini, setiap kali pergi dinas bersama Papa mertuanya, Sean selalu pulang bersamaan. Urusan bisnis mereka selalu satu paket, jika agenda Papa Narendra telah usai, maka tugas Sean pun selesai karena mereka berangkat bersama dengan tujuan dan rombongan yang sama.Guna mengurai benang kusut di kepalanya, Fara sempat memberanikan diri menceritakan kebingungan ini kepada ibu mertuanya, Mama Sarah. Namun, respons yang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 165 - Dimanja Dua Pangeranku

    Pagi masih sangat gelap ketika denting jarum jam dinding baru saja menunjukkan pukul empat pagi. Udara akhir pekan di luar rumah masih diselimuti udara dingin yang menusuk tulang, tetapi suasana di dalam dapur utama keluarga Sean Narendra justru terasa sangat hangat dan sibuk. Dua pria beda generasi Sean dan putra kecilnya, Sefan. Sudah berdiri tegak di depan meja dapur, masing-masing dari mereka memegang "alat tempur" di kedua tangan. Sean mengenakan celemek kain berwarna abu-abu yang nampak kontras dengan tubuh tegapnya, sementara Sefan memakai celemek mungil bergambar dinosaurus dengan topi koki kecil yang miring di kepalanya. Hari ini adalah hari istimewa, Sean dan Sefan telah merencanakan misi rahasia sejak beberapa hari lalu. Princess Time untuk sang ibu negara tercinta, Fara. Mengingat usia kehamilan Fara yang sudah memasuki usia empat bulan dan masa-masa lelahnya yang terkadang masih datang, dua pria kesayangan Fara ini bertekad untuk memanjakannya dari pagi hingga malam.

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 164 - Piknik Di Halaman Belakang

    Kehidupan keluarga kecil Sean dan Fara mengalir tenang bagaikan muara yang menemukan kedamaiannya kembali, bulan-bulan berlalu tanpa rasa tergesa. Kandungan Fara kini memasuki awal trimester kedua, tepat empat bulan usia kehamilan yang membawa rasa lega luar biasa karena masa-masa morning sickness dan fase kritis di trimester pertama telah berhasil mereka berdua lewati. Sore itu, suasana halaman belakang rumah dipenuhi dengan aroma tanah basah setelah disiram gerimis tipis. Di atas rumput hijau, Sefan yang semakin mandiri dan percaya diri di sekolahnya, sibuk menggelar tikar piknik kecil bersama Sean. "Papa, bantal buat Mama mana?" seru Sefan sambil menepuk-nepuk tikar. "Ini, Jagoan. Papa bawain bantal paling empuk buat Mama," sahut Sean yang melangkah keluar dari pintu kaca membawa dua buah bantal empuk dan sekeranjang buah-buahan segar. Pria itu mengenakan kaos polos santai dan celana kain, penampilan yang sangat bertolak belakang dengan citra pengusaha kaku yang dulu selalu me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status