Share

Bab 4

Author: Arturas
Seolah ada seember air yang disiramkan ke tubuhnya, Estelle langsung merasa dingin dari kepala hingga ujung kaki.

Dia menatap Jacob dengan tatapan tak percaya, seolah dia tidak pernah benar-benar mengenal pria di hadapannya.

Meskipun sekarang dia ingin pergi, dia telah mendampingi Jacob selama tiga tahun penuh. Seluruh masa muda terbaiknya telah dia berikan kepada pria itu.

Namun, tanpa ragu sedikit pun, sekarang Jacob justru menyerahkannya kepada seorang pria yang terkenal cabul!

Sementara itu, Fredy sudah kegirangan. Kini dia benar-benar tidak memiliki keraguan lagi. Dengan paksa, dia menyeret Estelle menuju lift.

Ruang jamuan berada di lantai tiga. Dia langsung menekan tombol lantai 18, tempat kamar-kamar hotel berada.

Bahkan sebelum lift tiba, Fredy sudah tidak sabar. Dia memeluk Estelle dan mendekat sambil menyeringai.

"Aku penasaran seperti apa rasanya wanita yang sudah dinikmati Jacob selama tiga tahun tapi masih belum membuatnya bosan."

Karena sudah lama hidup bergelimang wanita, Fredy sangat pandai mengendalikan perempuan yang melawan. Dengan satu tangan saja dia berhasil mencengkeram kedua tangan Estelle yang terus meronta, sementara bibirnya mulai menyusuri leher jenjang wanita itu.

Estelle merasa mual hingga ingin muntah. Saat itu, dia tidak lagi peduli jika harus benar-benar bermusuhan dengan pria itu.

"Lepaskan aku! Kamu nggak takut aku lapor ke polisi?"

"Polisi?" Fredy tertawa dengan kesombongan khas anak orang kaya. "Bahkan Jacob saja nggak peduli padamu. Memangnya melapor ke polisi ada gunanya? Sayang, selagi aku masih tertarik padamu, lebih baik menurut saja."

Ting! Pintu lift terbuka. Fredy menyeret Estelle keluar dengan kasar menuju kamar hotel.

Estelle mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan, tetapi tetap tidak mampu melepaskan diri. Saat Fredy sedang mengeluarkan kartu akses kamar, dia melihat celah. Tanpa ragu, dia mengangkat kaki dan menendang keras selangkangan Fredy.

"Ah!" Fredy langsung meringis kesakitan. Dengan tangan satunya, dia membalas menampar Estelle dengan keras.

"Entah sudah berapa kali Jacob menidurimu. Apa bedanya tidur sama aku? Ngapain masih pura-pura jadi wanita suci?"

Tamparan itu membuat pandangan Estelle berkunang-kunang. Dia mengabaikan darah yang menetes dari bibirnya, lalu mendorong Fredy sekuat tenaga dan berlari pergi.

Namun, baru beberapa langkah, Fredy sudah kembali mengejarnya. Estelle buru-buru melepas sepatu hak tingginya, lalu melemparkannya kuat-kuat. Tak lama, terdengar lagi teriakan kesakitan dari belakang.

Estelle berlari sekencang mungkin. Namun, karena terlalu panik dan terburu-buru, entah menabrak apa, tubuhnya mendadak terhuyung ke depan dan jatuh tersungkur.

Suara langkah kaki di belakang makin dekat. Rasa putus asa yang tak berujung langsung memenuhi hatinya.

Saat pikiran nekat untuk mati bersama Fredy terlintas di benaknya, sepasang sepatu kulit mahal tiba-tiba muncul di depannya.

Meskipun belum melihat wajah si pemilik, dia tahu orang itu pasti berasal dari kalangan kaya atau berkuasa.

Ketika pria itu mendekat, Estelle langsung memeluk erat kakinya sambil memohon, "Tolong aku .... Ada yang mengejarku."

Leo menatap gadis yang memeluk kakinya dan sedikit mengernyit. Selama setengah abad hidupnya, dia memang tidak suka ikut campur urusan orang lain.

Dia baru saja hendak memberi isyarat kepada dua pengawal di belakang untuk melepaskan gadis itu.

Namun, ketika Estelle mengangkat wajahnya, matanya langsung membelalak. Kedua pengawal itu juga ikut terkejut saat melihat wajah Estelle.

Sebelum mereka sempat bereaksi, Leo berkata pelan, "Bereskan."

Dua orang pengawal itu segera berjalan ke arah lorong. Tak lama kemudian, suara makian Fredy tidak terdengar lagi.

Leo membantu Estelle berdiri. Melihat pria yang menolongnya adalah seorang pria paruh baya berusia sekitar 40 atau 50 tahun dengan sikap yang sopan dan berwibawa, Estelle segera mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Karena khawatir Fredy akan mengejar lagi, setelah mengucapkan terima kasih, dia langsung berbalik dan berlari menuju lift.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa Leo terus menatap punggungnya. Di dalam tatapannya terpancar kegembiraan karena menemukan kembali sesuatu yang telah lama hilang.

Mirip ... terlalu mirip.

....

Di lobi hotel lantai satu ....

Sopir memegang payung sambil mengikuti Jacob dengan gugup. Bahkan bernapas sedikit lebih keras pun dia tidak berani, takut membuat atasannya makin marah.

Biasanya jamuan seperti ini baru selesai setelah satu atau dua jam. Namun hari ini, tak lama setelah acara dimulai, Jacob sudah keluar sendirian.

Dia sempat naik ke mobil selama kurang dari dua menit, lalu turun lagi dengan wajah muram. Kini, langkahnya tergesa-gesa, entah hendak kembali mencari siapa.

Saat masih kebingungan, dia melihat Estelle berjalan tertatih-tatih keluar dari lift. Jacob langsung tertegun dan menghentikan langkahnya.

Estelle juga melihatnya. Setelah tiba di tempat yang ramai, rasa takut yang tadi memenuhi hatinya sedikit demi sedikit menguap. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berjalan menghampiri Jacob.

Melihat Estelle berhasil keluar, seberkas keterkejutan melintas di mata Jacob. Tatapannya segera menyapu tubuh Estelle. Pakaiannya masih utuh. Hanya saja ada bekas tamparan di wajahnya.

Dia mengernyit. "Kamu ...."

Plak! Suara tamparan yang nyaring menggema di seluruh lobi. Jacob sama sekali tidak sempat menghindar. Kepalanya terdorong sedikit ke samping akibat tamparan itu.

Tangan Estelle yang satunya masih gemetar. Sambil menahan keinginan untuk menangis, dia langsung berlari ke luar.

Orang-orang di lobi tanpa sadar menoleh ke arah keributan itu.

Jacob berdiri mematung di tempat. Ekspresinya berubah dari tidak percaya menjadi murka. Wanita itu ... berani menamparnya?!

Sambil menggertakkan gigi, Jacob meneriakkan namanya, "Estelle!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 38

    Charles dan Jacob kembali ke lantai paling atas Grup Hartawan. Saat mereka tiba, semua staf kantor presdir langsung mengerumuni mereka.Jacob hanya melambaikan tangan sebagai balasan atas ucapan terima kasih yang terdengar bersahut-sahutan.Sambil membawa kopi di tangannya, Jacob segera berjalan menghampiri Estelle dengan tidak sabar, seolah ingin mencari pujian. "Stelle, ini flat white favoritmu. Aku sudah membelikannya."Estelle mengangkat alis. Dia agak terkejut karena Jacob ternyata mengingat kopi favoritnya.Sepertinya, selama ini dia memang terlalu terjebak dalam prasangkanya sendiri hingga salah paham mengenai Jacob. Padahal rasa suka Jacob kepadanya sebenarnya sudah terlihat dari banyak hal.Namun, Estelle sengaja memasang wajah datar. "Tapi, hari ini aku ingin minum late."Bukankah Jacob pernah mengatakan dirinya terlalu banyak tingkah? Kalau begitu, sekarang dia akan memperlihatkan kepada Jacob seperti apa sebenarnya sikap "banyak tingkah" itu.Awalnya dia ingin melihat Jacob

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 37

    "Nggak. Aku maunya kamu yang turun sendiri belikan. Bukannya tadi kamu bilang kalau aku menyuruhmu ke timur, kamu nggak akan pergi ke barat? Masa sekarang turun buat belikan aku kopi saja nggak mau?"Estelle menghela napas, lalu berpura-pura menarik tangannya dari genggaman Jacob. "Kalau memang nggak mau, ya sudah. Hal sekecil ini saja kamu nggak mau lakukan untukku. Kurasa kita memang masih belum cocok."Mendengar itu, Jacob langsung berdiri. "Tunggu, aku pergi beli sekarang!"Melihat punggung Jacob yang melangkah pergi dengan cepat, Estelle tak kuasa menahan tawanya. "Jacob, dulu kamu terus menyuruh-nyuruhku setiap hari. Sekarang saatnya melunasi utangmu."Saat turun ke lantai bawah, Jacob tak lupa mengajak Charles. Karena berhasil berbaikan dengan Estelle, suasana hati Jacob benar-benar sedang sangat baik. Dia pun memutuskan mentraktir semua orang yang bekerja di lantai paling atas minum kopi. Bahkan kopi itu akan dibelinya sendiri.Sayangnya, dia tidak mungkin membawa begitu banyak

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 36

    Jacob seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Estelle. Dia lalu menambahkan, "Aku sendiri juga nggak tahu sejak kapan mulai menyukaimu.""Mungkin pas pertama kali melihatmu. Hanya saja, aku belum pernah menyukai siapa pun sebelumnya.""Aku nggak tahu kalau perasaan itu ternyata cinta. Jadi yang kupikirkan hanyalah menggunakan segala macam cara agar kamu tetap tinggal di sisiku.""Aku nggak rela melepasmu pergi. Aku memberimu pekerjaan yang layak karena aku menyukaimu. Aku membelikanmu apartemen agar kamu punya tempat tinggal yang nyaman, juga karena aku menyukaimu.""Aku nggak rela membawamu menghadiri acara-acara resmi juga karena aku menyukaimu.""Maaf karena aku nggak pernah memberimu status yang pantas. Maaf karena aku pernah meninggalkanmu sendirian di jalan layang saat hujan.""Yang paling parah adalah aku pernah menggunakan Fredy untuk menakut-nakutimu. Maaf."Estelle menatap Jacob dalam-dalam. Dia merasa benteng pertahanan yang selama ini dibangunnya mulai menunjukkan ta

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 35

    Ketulusan adalah satu-satunya jurus yang benar-benar ampuh.Karena itu, Jacob hanya bisa mencoba segala cara. Dia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Estelle tanpa menyembunyikan apa pun.Mungkin saja ... cara yang diberikan sahabatnya itu bisa berhasil.Setelah terdiam cukup lama, Estelle akhirnya berkata dengan nada kesal, "Mana ada orang yang memaksa orang lain mengalah tapi malah nggak tahu cara mengalah?""Kalau begitu, dulu aku seharusnya mengalah seperti apa biar kamu nggak marah lagi?"Jacob terdiam sejenak. "Kamu benar-benar ingin tahu?"Estelle mengangguk.Memanfaatkan saat Estelle lengah, Jacob segera mendekat. Dia mengecup bibir merah Estelle. Hanya sentuhan singkat. Sesudah itu, dia segera mundur kembali.Melihat wajah Estelle yang penuh keterkejutan, Jacob berkata dengan nada seolah tidak bersalah, "Tentu saja ... aku berharap kamu melakukannya seperti itu."Mata Estelle membelalak. Dia belum sempat bereaksi, tetapi dia menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Entah

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 34

    Tentu saja Estelle tahu bahwa yang dimaksud Jacob adalah uang denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar yang dibayarkan Leo untuknya.Namun, siapa yang barusan mengaku-aku bahwa Leo adalah calon ayah mertuanya?Estelle menggertakkan giginya. "Pak Jacob, aku nggak paham apa yang kamu bicarakan."Jacob sama sekali tidak peduli dengan sikapnya yang pura-pura bodoh."Esti, kamu tahu sendiri, aku nggak pernah berperang tanpa persiapan. Aku harus lebih dulu menunjukkan niat baik ke Grup Ansari supaya kalian bisa melihat ketulusanku, 'kan?""Bukan cuma itu. Apa pun yang kamu inginkan, aku bisa memberikannya padamu."Tatapan Jacob yang begitu membara membuat Estelle merasa matanya seolah benar-benar terbakar.Tanpa sadar, Estelle mengalihkan pandangan. "Maaf, Pak Jacob. Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."Jacob tidak puas dengan sikap Estelle yang terus menghindar. Dia berdiri tegak, mengulurkan lengannya yang panjang, lalu menarik kursi kerja Estelle hingga mendekat ke arahnya. Bahka

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 33

    Charles sampai merasa mungkin pendengarannya sedang bermasalah. Kalau hal ini terjadi dua minggu yang lalu, hanya karena tiga kesalahan tanda baca dalam proposal, Jacob pasti sudah memarahinya habis-habisan.Jangankan sampai menandai kesalahannya, Charles mungkin akan disuruh mencari sendiri ....Saat Charles hendak mengambil proposal itu untuk direvisi, Jacob kembali mengetukkan jarinya ke atas meja, lalu menambahkan, "Oh ya, jangan lupa ubah juga pembagian keuntungannya. Tambahkan 10% keuntungan untuk Grup Ansari."Kali ini, Charles benar-benar merasa dirinya salah dengar. Dia mengulanginya dengan tidak percaya, "Menambah 10% keuntungan ...?"Kata memberi tambahan keuntungan yang keluar dari mulut Jacob saja sudah cukup untuk membuat Charles terbengong, apalagi nilainya sampai 10%.Namun, begitu teringat bahwa orang yang dikirim Grup Ansari untuk menangani proyek ini adalah Estelle, Charles tiba-tiba merasa semuanya menjadi cukup masuk akal. Baiklah, bosnya memang sedang dimabuk cint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status