Share

Bab 5

Author: Arturas
Setelah keluar dari hotel, Estelle langsung naik taksi pulang ke apartemennya. Dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut dan menangis sejadi-jadinya.

Rasa syok, ketakutan, sekaligus kelegaan karena berhasil selamat terus berputar di benaknya.

Meskipun selama ini dia tahu Jacob hanya menganggapnya sebagai kekasih yang bisa diganti kapan saja, dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti pria itu benar-benar akan menyerahkannya kepada orang lain layaknya sebuah barang.

Tangisnya membuat suaranya serak.

Entah sudah berapa lama berlalu, akhirnya tubuhnya berhenti gemetar. Setelah menangis sepuasnya, pikirannya menjadi jauh lebih jernih.

Dia berbaring telentang di atas ranjang. Mata merahnya menatap langit-langit dengan kosong.

Sudah tiga tahun. Sejak lulus kuliah, dia berada di sisi Jacob dan terus mendampinginya selama tiga tahun.

Awalnya, dia hanya menganggap Jacob sebagai atasannya yang begitu terhormat dan tak tersentuh. Suatu malam, ketika mereka lembur hingga dini hari, dia membuka mata dan mendapati Jacob sedang menatapnya sambil tersenyum. Saat itulah hatinya mulai berdebar.

Kemudian, keintiman saat pria itu berkali-kali memanggilnya "Sayang" di atas ranjang, hingga akhirnya kini dia dibuang tanpa sedikit pun keraguan.

Hari ini, Jacob benar-benar menyadarkannya dengan kenyataan yang begitu kejam.

'Estelle ... kamu benar-benar mengira kalau di matanya kamu dianggap manusia?' Dia memejamkan mata, lalu bangkit dengan tenang menuju kamar mandi.

Karena kejadian itu terlalu mengguncangnya dan menguras tenaga, Estelle sempat mengira dirinya tidak akan bisa tidur. Namun, setelah selesai mandi dan kembali ke ranjang, tak lama kemudian dia sudah terlelap.

Keesokan paginya, dia dibangunkan oleh nada dering ponsel yang entah sudah berbunyi berapa kali. Saat membuka ponsel, waktu sudah menunjukkan pukul 10 lewat. Dia tidak terlalu memedulikannya.

Namun, melihat panggilan itu berasal dari kantor presdir, dia langsung mengangkatnya. Sekretaris dari kantor presdir sudah meneleponnya sejak pukul 9 pagi. Ketika panggilannya akhirnya dijawab, orang di seberang hampir terdengar ingin bersujud syukur.

"Kak Estelle, kenapa hari ini nggak masuk? Pak Jacob ...."

Estelle sama sekali tidak ingin mendengar nama itu. Dengan nada dingin, dia memotong, "Aku sudah mengundurkan diri."

Orang di seberang hampir menangis. "Tapi, bukannya kamu masih harus kerja tiga bulan lagi?"

Mengingat kejadian semalam, Estelle menahan amarahnya. "Aku bahkan nggak sanggup bekerja sehari lagi. Melanggar kontrak paling cuma suruh bayar denda, 'kan? Terserah saja!"

Setelah berkata begitu, dia langsung menutup telepon.

Di sisi lain, sekretaris di kantor presdir perlahan meletakkan telepon, lalu menoleh ke arah Jacob yang wajahnya sudah muram sejak tadi.

Dengan susah payah, dia berkata, "Pak Jacob ... Kak Estelle bilang dia nggak akan datang lagi."

Mata hitam Jacob tampak makin dalam. Beberapa saat kemudian, dia mencibir dingin.

Estelle awalnya mengira mereka tidak akan mencarinya lagi. Namun, dia telah meremehkan Jacob.

Hanya beberapa menit kemudian, ponselnya kembali berdering. Kali ini yang menelepon adalah pengacara Grup Hartawan.

"Bu Estelle, berdasarkan perjanjian pengalihan status perwakilan hukum yang Anda tanda tangani setahun lalu, apabila Anda meninggalkan grup sebelum masa kontrak berakhir, Anda diwajibkan membayar denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar. Pak Jacob bilang akan memberi Anda kesempatan terakhir. Mohon segera datang ke perusahaan."

Mendengar itu, Estelle langsung terduduk tegak di atas ranjang. Dia sama sekali tidak menyangka Jacob masih memiliki kartu seperti ini.

Dua belas miliar? Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu? Sampai sejauh ini pun Jacob masih bersikeras memaksanya kembali bekerja. Apa karena tamparan semalam? Apa Jacob ingin membalas dendam?

Estelle duduk di atas ranjang sambil mengacak-acak rambutnya beberapa saat. Pada akhirnya, dia tetap berganti pakaian dan keluar rumah.

Sejak kecil, dia adalah seorang anak yatim piatu. Setelah mengikuti Jacob selama beberapa tahun terakhir, kehidupannya sedikit membaik. Namun, denda sebesar 12 miliar tetap bukanlah sesuatu yang sanggup dia tanggung.

Sesampainya di perusahaan, Estelle langsung merasakan suasana di seluruh lantai kantor presdir begitu mencekam. Semua orang menahan napas dan tidak berani bersuara. Jelas sekali, Jacob sudah berkali-kali meluapkan amarahnya.

Ketika Estelle muncul, para sekretaris lain seolah melihat penyelamat. Setelah menenangkan para sekretaris junior yang dibimbingnya, Estelle langsung dipanggil masuk ke ruang presdir.

Setelah masuk, dia melihat Floela sedang duduk di pangkuan Jacob. Wajahnya dipenuhi senyuman malu-malu.

Estelle berpura-pura tidak melihatnya. Dengan nada datar, dia bertanya, "Pak Jacob, ada yang bisa dibantu?"

Saat melihat Estelle, Jacob langsung teringat tamparan yang diterimanya di depan orang banyak kemarin. Dia menatap Estelle dengan sorot mata yang suram.

Jacob menurunkan Floela dari pangkuannya dan menyuruhnya keluar lebih dahulu. Kemudian, dia berkata dengan nada dingin, "Kalau kamu mau pergi, kita tetap harus menyiapkan orang baru. Floela cukup bagus. Selama beberapa bulan ke depan, kamu yang membimbingnya."

Naluri profesional Estelle sebagai sekretaris utama membuatnya tanpa sadar mengernyit. Walaupun Floela lulusan universitas ternama, pikirannya terlalu mudah goyah dan belum tentu mampu menjalankan pekerjaan ini.

Di kantor presdir masih ada beberapa sekretaris lain yang jauh lebih cocok daripada dirinya.

Namun, Estelle tidak membantah. Melihat sikap Jacob tadi, jelas pria itu bukan sedang mencari sekretaris yang benar-benar kompeten. Yang dia cari hanyalah kekasih baru yang enak dipandang.

Tanpa mengangkat kepala, Estelle menjawab secara profesional, "Baik, Pak."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 38

    Charles dan Jacob kembali ke lantai paling atas Grup Hartawan. Saat mereka tiba, semua staf kantor presdir langsung mengerumuni mereka.Jacob hanya melambaikan tangan sebagai balasan atas ucapan terima kasih yang terdengar bersahut-sahutan.Sambil membawa kopi di tangannya, Jacob segera berjalan menghampiri Estelle dengan tidak sabar, seolah ingin mencari pujian. "Stelle, ini flat white favoritmu. Aku sudah membelikannya."Estelle mengangkat alis. Dia agak terkejut karena Jacob ternyata mengingat kopi favoritnya.Sepertinya, selama ini dia memang terlalu terjebak dalam prasangkanya sendiri hingga salah paham mengenai Jacob. Padahal rasa suka Jacob kepadanya sebenarnya sudah terlihat dari banyak hal.Namun, Estelle sengaja memasang wajah datar. "Tapi, hari ini aku ingin minum late."Bukankah Jacob pernah mengatakan dirinya terlalu banyak tingkah? Kalau begitu, sekarang dia akan memperlihatkan kepada Jacob seperti apa sebenarnya sikap "banyak tingkah" itu.Awalnya dia ingin melihat Jacob

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 37

    "Nggak. Aku maunya kamu yang turun sendiri belikan. Bukannya tadi kamu bilang kalau aku menyuruhmu ke timur, kamu nggak akan pergi ke barat? Masa sekarang turun buat belikan aku kopi saja nggak mau?"Estelle menghela napas, lalu berpura-pura menarik tangannya dari genggaman Jacob. "Kalau memang nggak mau, ya sudah. Hal sekecil ini saja kamu nggak mau lakukan untukku. Kurasa kita memang masih belum cocok."Mendengar itu, Jacob langsung berdiri. "Tunggu, aku pergi beli sekarang!"Melihat punggung Jacob yang melangkah pergi dengan cepat, Estelle tak kuasa menahan tawanya. "Jacob, dulu kamu terus menyuruh-nyuruhku setiap hari. Sekarang saatnya melunasi utangmu."Saat turun ke lantai bawah, Jacob tak lupa mengajak Charles. Karena berhasil berbaikan dengan Estelle, suasana hati Jacob benar-benar sedang sangat baik. Dia pun memutuskan mentraktir semua orang yang bekerja di lantai paling atas minum kopi. Bahkan kopi itu akan dibelinya sendiri.Sayangnya, dia tidak mungkin membawa begitu banyak

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 36

    Jacob seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Estelle. Dia lalu menambahkan, "Aku sendiri juga nggak tahu sejak kapan mulai menyukaimu.""Mungkin pas pertama kali melihatmu. Hanya saja, aku belum pernah menyukai siapa pun sebelumnya.""Aku nggak tahu kalau perasaan itu ternyata cinta. Jadi yang kupikirkan hanyalah menggunakan segala macam cara agar kamu tetap tinggal di sisiku.""Aku nggak rela melepasmu pergi. Aku memberimu pekerjaan yang layak karena aku menyukaimu. Aku membelikanmu apartemen agar kamu punya tempat tinggal yang nyaman, juga karena aku menyukaimu.""Aku nggak rela membawamu menghadiri acara-acara resmi juga karena aku menyukaimu.""Maaf karena aku nggak pernah memberimu status yang pantas. Maaf karena aku pernah meninggalkanmu sendirian di jalan layang saat hujan.""Yang paling parah adalah aku pernah menggunakan Fredy untuk menakut-nakutimu. Maaf."Estelle menatap Jacob dalam-dalam. Dia merasa benteng pertahanan yang selama ini dibangunnya mulai menunjukkan ta

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 35

    Ketulusan adalah satu-satunya jurus yang benar-benar ampuh.Karena itu, Jacob hanya bisa mencoba segala cara. Dia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Estelle tanpa menyembunyikan apa pun.Mungkin saja ... cara yang diberikan sahabatnya itu bisa berhasil.Setelah terdiam cukup lama, Estelle akhirnya berkata dengan nada kesal, "Mana ada orang yang memaksa orang lain mengalah tapi malah nggak tahu cara mengalah?""Kalau begitu, dulu aku seharusnya mengalah seperti apa biar kamu nggak marah lagi?"Jacob terdiam sejenak. "Kamu benar-benar ingin tahu?"Estelle mengangguk.Memanfaatkan saat Estelle lengah, Jacob segera mendekat. Dia mengecup bibir merah Estelle. Hanya sentuhan singkat. Sesudah itu, dia segera mundur kembali.Melihat wajah Estelle yang penuh keterkejutan, Jacob berkata dengan nada seolah tidak bersalah, "Tentu saja ... aku berharap kamu melakukannya seperti itu."Mata Estelle membelalak. Dia belum sempat bereaksi, tetapi dia menyadari sesuatu yang membuatnya canggung. Entah

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 34

    Tentu saja Estelle tahu bahwa yang dimaksud Jacob adalah uang denda pelanggaran kontrak sebesar 12 miliar yang dibayarkan Leo untuknya.Namun, siapa yang barusan mengaku-aku bahwa Leo adalah calon ayah mertuanya?Estelle menggertakkan giginya. "Pak Jacob, aku nggak paham apa yang kamu bicarakan."Jacob sama sekali tidak peduli dengan sikapnya yang pura-pura bodoh."Esti, kamu tahu sendiri, aku nggak pernah berperang tanpa persiapan. Aku harus lebih dulu menunjukkan niat baik ke Grup Ansari supaya kalian bisa melihat ketulusanku, 'kan?""Bukan cuma itu. Apa pun yang kamu inginkan, aku bisa memberikannya padamu."Tatapan Jacob yang begitu membara membuat Estelle merasa matanya seolah benar-benar terbakar.Tanpa sadar, Estelle mengalihkan pandangan. "Maaf, Pak Jacob. Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."Jacob tidak puas dengan sikap Estelle yang terus menghindar. Dia berdiri tegak, mengulurkan lengannya yang panjang, lalu menarik kursi kerja Estelle hingga mendekat ke arahnya. Bahka

  • Bosku Adalah Pacar Rahasiaku   Bab 33

    Charles sampai merasa mungkin pendengarannya sedang bermasalah. Kalau hal ini terjadi dua minggu yang lalu, hanya karena tiga kesalahan tanda baca dalam proposal, Jacob pasti sudah memarahinya habis-habisan.Jangankan sampai menandai kesalahannya, Charles mungkin akan disuruh mencari sendiri ....Saat Charles hendak mengambil proposal itu untuk direvisi, Jacob kembali mengetukkan jarinya ke atas meja, lalu menambahkan, "Oh ya, jangan lupa ubah juga pembagian keuntungannya. Tambahkan 10% keuntungan untuk Grup Ansari."Kali ini, Charles benar-benar merasa dirinya salah dengar. Dia mengulanginya dengan tidak percaya, "Menambah 10% keuntungan ...?"Kata memberi tambahan keuntungan yang keluar dari mulut Jacob saja sudah cukup untuk membuat Charles terbengong, apalagi nilainya sampai 10%.Namun, begitu teringat bahwa orang yang dikirim Grup Ansari untuk menangani proyek ini adalah Estelle, Charles tiba-tiba merasa semuanya menjadi cukup masuk akal. Baiklah, bosnya memang sedang dimabuk cint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status