Share

bab 35

Author: Piki Chan
last update publish date: 2026-11-05 20:43:45

Kedamaian yang baru saja kurasakan di dalam pelukan tuan Marcell sekonyong konyong harus berakhir lebih cepat dari yang kuharapkan. Menjelang siang hari, sebuah deru helikopter terdengar menderu rendah di atas langit villa, mendarat di landasan pribadi tebing karang.

Nico datang mengetuk pintu kamar dengan langkah tergesa, membawa kabar mendesak mengenai pertemuan darurat para petinggi dewan pengawas sindikat maritim di pulau seberang.

Tuan Marcell berdiri di depan cermin besar, mengenakan keme
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Budak Hasrat   bab 50

    Satu tahun telah berlalu sejak malam berdarah yang melenyapkan seluruh musuh sindikat di pesisir barat. Pagi ini, sinar matahari keemasan kembali memandikan lantai marmer villa megah di atas tebing karang, memantulkan pendaran cahaya yang hangat menembus tirai sutra putih kamar tidur utama.Aku berdiri mematung di hadapan dinding kaca besar yang menghadap langsung ke arah hamparan samudra lepas.Pemandangan laut biru yang terbentang tanpa batas ini masih sama persis dengan apa yang kulihat saat pertama kali membuka mata di tempat ini. Namun jiwaku yang berdiri di sini telah berubah seutuhnya. Di tempat ini, setahun yang lalu, aku terbangun dengan tubuh gemetar ketakutan, hanya mengenakan gaun tipis tanpa pakaian dalam, meratapi nasib malang karena telah dijual oleh bibiku seharga dua miliar rupiah.Dulu, kaca besar ini terasa bagai dinding penjara kematian yang dingin, tempatku memohon agar Tuhan segera mengakhiri umurku demi lepas dari jerat sang monster kejam.Kini, jemari tangan ki

  • Budak Hasrat   bab 49

    Pulau pribadi milik keluarga Alexandro terbentang laksana permata tersembunyi di tengah birunya lautan lepas. Pasir putihnya yang halus berkilauan disiram oleh cahaya keemasan matahari yang perlahan tenggelam di kaki langit barat. Di tepi pantai yang tenang itu, sebuah altar sederhana berhiaskan untaian mawar putih dan kain sutra tipis berdiri anggun, dinaungi oleh semilir angin laut yang berhembus lembut.Upacara pernikahan kami berlangsung dalam keheningan yang teramat sakral dan tertutup. Tidak ada kerumunan tamu atau pesta mewah penuh kepalsuan. Hanya ada seorang pendeta tua tepercaya, ditemani oleh Vika yang berdiri menyeka air mata haru dan Nico yang memimpin penjagaan perimeter pulau dari kejauhan.Aku melangkah di atas hamparan kelopak bunga mawar dengan gaun pengantin sutra putih berenda tipis yang memeluk lekuk tubuhku dengan sempurna. Punggung gaunku terbuka rendah, memperlihatkan kulit mulusku yang diterpa hangatnya mentari petang.Di ujung altar, Marcell telah berdiri men

  • Budak Hasrat   bab 48

    Pagi hari yang cerah mengiringi perjalanan kami meninggalkan pesisir pantai menuju ke arah pinggiran kota lama, tempat pemakaman umum berbatu karang tempat kedua orang tuaku disemayamkan belasan tahun silam. Sebuah mobil limusin hitam bertenaga besar melaju tenang membelah jalanan beraspal mulus, dikawal oleh dua mobil pengawal bersenjata di depan dan belakangnya.Di dalam kabin mobil yang kedap suara, dinding partisi hitam telah dinaikkan sepenuhnya, memisahkan kursi belakang dengan ruang kemudi Nico di depan. Suasana kabin mendadak terasa begitu sempit dan intim, hanya menyisakan deru pendingin udara yang berhembus lembut bercampur dengan aroma parfum kayu cendana dari tubuh pria di sampingku.Aku mengenakan terusan beludru hitam berpotongan pas badan dengan kerah renda putih yang tertutup rapi, memancarkan aura anggun seorang wanita muda yang terhormat. Namun ketenangan yang kucoba pertahankan seketika buyar saat sebuah tangan kekar melingkari pinggangku secara mutlak.Tanpa menguc

  • Budak Hasrat   bab 47

    Bab 47Benang jahitan di perutku telah dilepas sebagian oleh dokter pribadi sindikat kemarin sore, menyisakan garis merah muda tipis yang mulai mengering sempurna. Rasa ngilu hanya sesekali muncul bila aku bergerak terlalu terburu buru, namun secara keseluruhan, tenagaku telah kembali pulih sepenuhnya.Sore itu, suasana villa begitu tenang. Aku mengenakan terusan katun berwarna putih gading dengan motif bunga lavender kecil yang lembut. Tanpa alas kaki, aku melangkah santai menyusuri koridor sayap barat menuju ruang kerja pribadi tuan Marcell, ruangan terlarang yang dulu sempat membuatku berlutut ketakutan saat pertama kali memasukinya.Kini, pintu ganda kayu jati tua itu sengaja dibiarkan sedikit terbuka. Dari celah pintu, kulihat sang penguasa mafia sedang duduk bersandar di balik meja mahoninya yang megah. Pria bermata biru itu mengenakan kemeja abu gelap dengan lengan tergulung rapi, sedang membaca sebuah berkas kontrak pengapalan internasional di layar gawai tabletnya. Kacamata b

  • Budak Hasrat   bab 46

    Kepulanganku ke villa pesisir pantai disambut oleh langit biru yang teramat cerah dan hembusan angin laut yang menyegarkan. Tidak ada lagi ketegangan mencekam atau tatapan waspada dari para pengawal bersenjata yang dulu selalu bersiaga di balik pilar.Gerbang besi hitam kini terbuka lebar menyambut iring iringan mobil kami, menampakkan pelataran rumah yang bersih dan tenang di bawah hangatnya mentari siang.Ketika mobil sedan hitam berhenti sempurna di depan tangga lobi utama, aku bersiap membuka pintu mobil di sisiku. Namun sebelum jemariku sempat menyentuh pegangan pintu, pintu itu telah ditarik terbuka lebar dari arah luar.Tuan Marcell berdiri di sana dengan kemeja hitam yang lengannya tergulung rapi hingga ke siku. Tanpa mengucap sepatah kata pun, pria bermata biru itu seketika membungkukkan tubuh tegapnya ke dalam mobil.Sebelum aku sempat menjejakkan kedua kakiku ke atas aspal, sepasang lengan kekarnya sekonyong konyong telah menyusup ke bawah punggung dan lekuk lututku. Dengan

  • Budak Hasrat   bab 45

    Selang pernapasan yang membekap hidungku telah dilepas oleh tim dokter, menyisakan selang infus nutrisi yang masih menancap di punggung tangan kiriku. Rasa perih di perutku kini telah jauh berkurang, berubah menjadi rasa kaku dan gatal yang menandakan bahwa luka jahitan operasi itu mulai merapat dengan baik.Pagi itu, jendela kamar perawatan terbuka sedikit, membiarkan angin sepoi sepoi khas pesisir pantai meniup lembut tirai sutra putih. Vika sedang membantuku merapikan letak bantal di punggungku agar aku bisa duduk bersandar dengan lebih nyaman.Suara derap langkah sepatu pantofel yang teratur seketika terdengar menggema dari koridor luar. Pintu ganda kamar perawatan terbuka lebar, menampakkan sosok Nico yang membungkuk hormat di ambang pintu, memberi jalan bagi sang majikan untuk melangkah masuk.Tuan Marcell melangkah memasuki ruangan dengan wibawa seorang penguasa mutlak. Pria bermata biru itu telah kembali mengenakan setelan jas hitam arang berpotongan sempurna yang membalut tub

  • Budak Hasrat   bab 5

    Lelaki seram itu dengan telaten mengobati sikut ku, sebenarnya tidak seberapa hanya sebuah luka kecil karena pecahan kaca dari lemari yang dia lempar vas bunga. Aku masih belum berani menatapnya. Lelaki ini sungguh tak bisa kutebak. "Benarkah kamu sangat takut melihatku?" Aku mengangguk tanpa mel

  • Budak Hasrat   bab 4

    "Jawab!" Lelaki itu membentakku. Aku yang masih mengenakan lilitan handuk dengan rambut yang masih basah inipun hanya terpaku ditempat. "Hanya pereda nyeri tuan." Jawabku ketakutan. Lelaki itu menatapku sangat tajam lalu berjalan mendekat. Menyeretku kearah kamar mandi, aku dipaksanya masuk kedala

  • Budak Hasrat   bab 3

    "Sempurna." Begitu ucap si pria maskulin yang sedari tadi meriasku. Mengeluarkan ponselnya lalu memotret wajahku. "Baiklah, sekarang bersiapalah untuk dibantai oleh tuan Marcell." Ucapnya.Kedua temannya sudah pula membereskan semua perkakas make up ketempat asalnya. Ketika dia akan beranjak pergi,

  • Budak Hasrat   bab 1

    Baru saja aku membuka mata kala menyadari bahwa tempatku kini bukan lagi kamar usang dirumah bibi. Melainkan sebuah kamar mewah dengan ornament bertabur warna gold. Kulitku yang hanya memakai sehelai gaun tipis diterpa oleh pendingin ruangan yang sebelumnya juga tak pernah kurasakan dirumah bibi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status