Share

BAB 18

Author: Indah.poe.try
last update publish date: 2026-06-30 00:24:56

Elang mengeryit. "Buat apa ucapan itu? Aku nggak mau kemana-mana."

“Ohh…” Ivanka menelan kekagetan dan keheranannya dalam satu waktu. Jangan ge-er, katanya dalam hati, memperingatkan diri sendiri.

Iva tak lagi memperhatikan Elang. Satu per satu digantungnya cucian yang lembab itu lalu menuju ke meja makan untuk membuka bungkusan makanan yang tadi ia beli bersama Kang Setia.

Ah iya, ia akan memanggilnya begitu aja. Kang Wawan terasa bagai memanggil orang tak dikenal.

Sambil mengunyah gadis itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 21

    Tubuh perempuan itu tepat seperti yang ia lihat sekilas di wallpaper layar awal handphone Elang, berlekuk liku bagai tubuh Megan Fox. Dikumpulkanya keberaniannya untuk melihat wajah Silva. Gadis itu membasahi bibir bawahnya saking gugupnya.Nggak jelek, itu saja yang bisa ia katakan. Ia tak ingin kecemburuannya membuat akal sehatnya bergeser. Orang yang mestinya baik jadi buruk karena kebencian. Iva menahan napas ketika matanya tanpa sengaja bertemu dengan tatapan Elang yang penuh ancaman.Lelaki itu pasti nggak suka ia memandangi kekasihnya. Iva mengalihkan pandang."Bu Iva nggak apa-apa?" bisik pak Setia."Eh... memangnya saya kenapa pak?" Gadis itu malah balik bertanya dengan raut bingung."Tangan bu Iva gemetar. Juga banyak keringat di dahi bu Iva. Apa ibu nggak enak badan?"Seharusnya ia bisa menjadikan ini sebagai alasan untuk segera keluar dari ruangan sempit yang menyesakkan batinnya ini tapi tiba-tiba saja ia ingin bertahan. Ia tak mau dipandang lemah. "Saya sehat pak Setia.

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 20

    Pintu ruang kerja Elang diketuk dua kali lalu dibuka. Sesosok lelaki berusia pertengahan lima puluhan melangkah masuk sambil tersenyum lebar. Sibuk Mas?" sapanya hangat dan santun lantas duduk di hadapan Elang.“Lumayan Pak.” Elang balas tersenyum. Sejenak lelaki muda itu menyimpan pekerjaannya agar dapat memberikan perhatian pada direktur pemasaran yang baru saja datang.Haryadi Sutanto adalah sahabat Papanya dan sudah bekerja bersama Papanya selama hampir dua puluh tahun. Dimasa awal Elang mengambil alih kepemimpinan di Pangandaran ini, Haryadi-lah yang membimbingnya. Itu alasan Elang begitu menghormati pak Haryadi meskipun jabatannya lebih tinggi.“Siang ini ikut kunjungan ke sekolah?"“Rencananya begitu Pak. Cuaca buruk di Jakarta sehingga investor yang harusnya kesini pagi ini menunda penerbangan.” Elang memainkan pensil di antara jemarinya. “Ini sekolahan yang mana ya?”“Yang diapit kantor lurah dan puskesmas. Kalau mereka mendengar mas Elang akan turun, pasti pak Lurah dan kepa

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 19

    Semalam hujan deras namun tanpa suara guntur yang menggelegar sampai dinding rumah bergetar. Itu sebabnya Iva berani tidur di kamarnya sendiri. Tapi tekadnya untuk tak bergantung pada Elang sudah sebulat bola voli jadi seandainya semalam ada kilat dan petir sambar menyambar pun, ia akan tetap tidur di kamar sempit dan lembab ini.Hampir pukul enam, hawa masih dingin sisa hujan. Ivanka melingkupkan sweaternya untuk mengurangi rasa menggigil. Gadis itu membuka kulkas, bergerak cepat untuk membuat sarapan sekaligus bekal untuk dirinya. Dibukanya jendela dapur agar aroma masakan tak bertahan di dalam rumah.Menunya pagi ini sangat sederhana hanya telur orak-arik yang ia campurkan ke dalam tumisan bayam ditambah tempe goreng tepung. Selama ini ia mengisi kulkas dengan menitip belanjaan pada istri mang sarif. Iva menengok waktu melalui handphone yang ia letakkan di meja makan.Ia harus berangkat lebih pagi karena harus mengambil motor mang Sarif dulu dari bengkel.Benda itu berdering tak la

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 18

    Elang mengeryit. "Buat apa ucapan itu? Aku nggak mau kemana-mana."“Ohh…” Ivanka menelan kekagetan dan keheranannya dalam satu waktu. Jangan ge-er, katanya dalam hati, memperingatkan diri sendiri. Iva tak lagi memperhatikan Elang. Satu per satu digantungnya cucian yang lembab itu lalu menuju ke meja makan untuk membuka bungkusan makanan yang tadi ia beli bersama Kang Setia.Ah iya, ia akan memanggilnya begitu aja. Kang Wawan terasa bagai memanggil orang tak dikenal.Sambil mengunyah gadis itu menonton serial tv. Rencananya setelah makan ia akan menelepon Mamanya tapi perempuan yang ia rindukan itu malah meneleponnya lebih dulu. Ia merapikan bungkus makanannya lalu masuk ke kamar, tak mau pembicaraannya didengar.“Gimana kondisi Papa, Ma?” bagi Iva, sekarang bagian paling pedihnya adalah pembiayaan yang ditanggung oleh mertuanya, bukan lagi penyakit Papanya.“Papamu stabil Va, yah… walaupun operasinya mesti ditunda karena ada sesuatu yang mama lupa di ginjalnya.”Iva mengangguk-angguk

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 17

    Ivanka betul-betul menikmati interaksinya bersama para volunteer yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, bahkan turis. Apalagi ketika ia bisa berbagi cerita bersama anak-anak itu, kebahagiaannya jangan ditanya. Matahari telah terbenam saat rombongan itu turun bersama dengan hati-hati. Sudah ada jalanan yang biasa dilewati oleh penduduk setempat tapi bagi pendatang yang baru pertama kali seperti Ivanka, tetap harus waspada karena lumayan curam."Sampai ketemu minggu depan!" Pak Setia melambai ke arah rombongan volunteer.Iva melakukan hal yang sama. "Jaketnya sudah dipakai... Iva?" Lidahnya menggantung begitu saja, terasa kaku saat berusaha mengucap nama itu tanpa embel-embel 'bu'."Sudah Kang." Iva naik ke boncengan guru olah raga itu. masih dengan semangat yang sama. Karena tadi Iva memberitau panggilan akrabnya, Setiawan juga memberitau panggilan akrabnya yaitu Wawan tapi rasanya lebih nyaman memanggil lelaki yang lima tahun lebih tua darinya itu dengan sebutan 'kang' saja.Motor be

  • Bukan Cinta Pertama   BAB 16

    Silva cemberut tapi mengambil sendok dan mulai menyuap. "Emh... enak banget mas. Beli dimana?"Elang terdiam sejenak kemudian mengangkat bahu. "Aku nggak tau tadi anak proyek yang aku minta membeli ini.""Tanyakan ya mas, ini bumbunya pas banget. Sawinya juga sesuai dengan seleraku, nggak kematengan."Selera makannya malah menguap mendengar pujian Silva pada masakan Ivanka. Elang tak pernah tau kalau Ivanka bisa memasak. Seingatnya, mama mertuanya malah meminta maaf kepada mamanya karena Ivanka nggak pernah ke dapur."Mas, kok diem sih?""Karena permintaanmu sulit Va. Aku hanya asal menyuruh tadi. Aku sudah nggak ingat anak proyek yang mana yang berangkat mencari tumis ini." Geramnya. Mendadak ia merasa jengkel pada kekasihnya. "Apa aku harus membuat pengumuman untuk mencari pekerja yang sudah membelikan tumis sawi ini?"Silva meminggirkan sejenak meja nampan di depannya. Perempuan itu beringsut mendekati kekasihnya, melingkarkan tangannya ke pinggang Elang. Perlahan telapak tangan Iv

  • Bukan Cinta Pertama   Bab 5. Ramalan Nenek Tua

    "Siapa mas?"Elang menerima panggilan itu. "Halo Ma, gimana kondisi mama?" Ia tau mamanya yang tengah sakit sudah memaksakan diri demi acara pernikahannya. Salah satu alasan lain Elang terburu keluar dari rumah adalah itu. Ia ingin rumah segera sepi sehingga Mamanya bisa beristirahat. "Aku baik Ma,

  • Bukan Cinta Pertama   Bab 4. Sebuah Nama Lain

    Hujan turun dengan deras disertai kilat dan guntur.Ivanka menjauh dari jendela. "Mas… kamu dimana?” desisnya dilanda takut.Kaca jendela mendadak terang benderang. Begitu pula halaman samping yang gelap oleh kelabunya langit. Pohon besar diluar sana terlihat meliuk kencang. Anehnya, semakin menaku

  • Bukan Cinta Pertama   Malam Pertama

    Keluarga besar Rajendra berkumpul di ruang makan. Suara obrolan dan canda terdengar jelas.Mengingat pesan Elang, Ivanka mengumbar senyum manisnya kepada semua orang."Santai amat jalannya yang belum malam pertama.”Mata Ivanka membulat mendengar siapa yang bicara. Wanita yang semalam ternyata masi

  • Bukan Cinta Pertama   Awal Hidup Baru

    Suara Elang kembali terdengar. "Jadi jangan berharap banyak dari aku. Kita menikah dan bersikap layaknya suami istri hanya di depan orang tuaku, hanya demi ibuku."Ivanka tak mau mengangguk karena ia ingin menjadi istri sungguhan, bukan istri pura-pura dari lelaki yang amat ia cintai, lelaki yang s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status