Compartir

Mama Rahasia

Autor: Nona Lee
last update Fecha de publicación: 2026-09-10 22:20:52

"Papa cuma... cuma sedang menenangkan Tante Alina yang kesakitan," sahut Reynard dengan nada mengelak, wajahnya mendadak memerah karena ketahuan oleh anak kandungnya sendiri.

Ia buru-buru menarik tangannya dari pipi Alina, lalu berdeham berkali-kali untuk menutupi rasa salah tingkahnya yang luar biasa.

Sean memiringkan kepalanya, menatap papanya dengan pendar selidik yang teramat menggemaskan. "Sakit? Tapi kenapa menenangkannya harus sambil memegang pipi Tante Alina?"

"Iya, supaya rasa sakit
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Bayangan Masa Lalu

    "Mama... itu siapa?" Pertanyaan polos yang keluar dari bibir mungil Sean terasa begitu membeku di udara. Ketika anak laki-laki itu memanggil Alina dengan sebutan Mama, insting kecilnya bekerja memanggil sang pengasuh sebagai tempat perlindungan dari aura berbahaya wanita asing di hadapan mereka. Sean bergeser cepat, memeluk pinggang Alina erat-erat seraya menyembunyikan wajahnya. Alina tersentak mendengar panggilan itu, namun naluri pengayomnya bergerak lebih cepat. Ia langsung berdiri pasang badan, menyilangkan sebelah tangannya untuk menghalangi akses wanita bergaun hitam itu mendekati ranjang. Mendengar bisikan anak kecil itu, wanita asing yang berdiri semampai di tengah ruangan justru menipiskan bibirnya, mengukir senyum kecil yang begitu misterius. "Mama, ya?" cicit wanita itu dengan nada suara rendah nan berkelas. Pandangannya yang dingin sempat bergeser mengamati Alina dari ujung kepala hingga ujung kaki, sebelum kembali terkunci pada sosok Sean. "Aku hanya kenalan lama Rey

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Sosok Tak Di Undang

    "Nenek... Tante Alina ke mana? Kenapa belum datang juga?" Pertanyaan bernada cemas itu lolos dari bibir mungil Sean yang duduk tersandar di ranjang rumah sakit. Anak laki-laki itu memegang tangan Nyonya Ella dengan rapat, matanya bergerak gelisah menatap pintu VIP yang tak kunjung terbuka. "Apa Tante Alina pergi lagi meninggalkan Sean, Nek? Papa juga ke mana? Kenapa Papa tidak ada di sini?" Richard yang sedang duduk di sofa VIP langsung mendengus bersikap sinis. "Papamu itu tidak pulang ke rumah semalam, Sean! Pria bodoh itu pasti sedang kelayapan berduaan dengan janda gatal itu!" PLAK! Nyonya Ella melayangkan pukulan cukup keras di bahu suaminya. "Richard! Jaga bicaramu di depan anak kecil! Jangan asal menuduh!" "Bicara sembarangan bagaimana?!" balas Richard tak mau kalah, matanya melotot tajam pada sang istri. "Kenyataannya Reynard itu lebih sibuk mengurusi wanita tidak jelas itu daripada menemui anak kandungnya sendiri yang sedang terbaring di rumah sakit! Semua kekacauan ini

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Amarah Reynard

    "Lepaskan aku! Tolong! Andri, berhenti!" Jeritan histeris dari lantai atas ruko itu memecah sunyinya malam. Di sudut jalan yang remang, sebuah mobil hitam mewah terparkir mati. Reynard yang berada di dalam kemudi seketika membelalakkan mata. Sejak awal, pria itu memang sengaja mengekor taksi Alina karena rasa cemas dan takut jika wanita itu akan ingkar janji untuk kembali padanya. Pria itu awalnya hanya menunggu diam di kegelapan, mengawasi dari jauh. Ia memang tidak melihat awal perdebatan Alina dan Andri di teras tadi. Namun, begitu telinganya menangkap jeritan ketakutan Alina, jantung Reynard serasa berhenti berdetak. Tanpa berpikir panjang, Reynard keluar dari mobil dan berlari kencang menerobos pintu ruko yang tidak terkunci, mencari sumber suara. Langkah kakinya yang lebar membawanya menaiki tangga menuju lantai dua hingga mendapati sebuah pintu kamar yang tertutup rapat. Dari dalam, suara rintihan ketakutan Alina terdengar makin makin jelas. "Andri, tolong... lepaskan!" Pi

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Topeng Yang Terlepas

    "Apa kau bilang?! Jangan katakan padaku kalau kau mau kembali ke rumah yang sudah mempermalukan dan menghancurkan harga dirimu itu, Alina?!" Alina tersentak hebat, kaget bukan main mendengar nada tinggi dan bentakan yang baru saja meluncur dari bibir Andri. Langkah kakinya refleks mundur beberapa tapak ke belakang, sementara Andri justru melangkah maju dengan tatapan mata yang mendadak menajam, terus mengintimidasi dirinya. "Ndri, kenapa kau jadi membentakku seperti ini?" tanya Alina dengan suara gemetar, memeluk kedua lengannya sendiri. "Aku... aku punya pertimbangan sendiri. Sean membutuhkan aku, dan Tuan Reynard—" "Tuan Reynard lagi! Tuan Reynard lagi!" potong Andri dengan napas memburu, memotong kalimat Alina dengan tawa hambar yang menyiratkan rasa muak. "Kenapa dari dulu otasmu selalu dipenuhi oleh pria itu, Alina?! Apa kurangnya pembuktianku selama ini padamu?!" Alina menggelengkan kepala, merasa asing dengan sosok pria yang berdiri di hadapannya sekarang. "Ndri, kau ini

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kebohongan Yang Terbongkar

    "Jadi... Tuan mengancam saya, begitu?" Alina tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Wanita itu malah tertawa kecil, meloloskan satu jarinya untuk menekan bibir tebal Reynard yang berada begitu dekat di hadapannya."Aww..." Reynard langsung menahan pergelangan tangan Alina, lalu dengan sengaja menggigit pelan ujung jari telunjuk wanita itu. Sorot matanya memercikkan kilatan berbahaya. "Ini di rumah sakit, Alina. Jangan memancingku jika kau tidak ingin aku bertindak nekad di sini." Alina terkekeh geli, menarik jarinya dari celah gigi Reynard dengan gerakan gemulai. Ia melirik jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kalau begitu ini sudah hampir tengah malam, Tuan. Saya harus pulang sekarang. Besok pagi saya akan kembali lagi ke sini untuk melihat keadaan Sean." Mendengar kata pulang, raut wajah Reynard seketika berubah tegang. Pria itu kembali mencengkeram lengan Alina, menegaskan dominasinya. "Tidak ada yang boleh pulang. Kau tidak boleh pergi ke mana pun tanp

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Memancing Kecemburuan

    "Mau saya tinggal satu atap dengan Andri atau pria mana pun, bukankah itu bukan lagi urusan Tuan Reynard?" Suara Alina mengalun santai, diiringi tawa hambar yang menyindir. Wanita itu berdiri dengan posisi rileks, sengaja memiringkan kepalanya sembari menatap Reynard dari atas ke bawah. Ada binar penuh kemenangan di matanya saat melihat raut wajah pria berkuasa itu mendadak tegang dan membiru menahan cemburu. "Alina! Jaga ucapanmu!" bentak Reynard dengan nada rendah yang bergetar. Pria itu mengikis jarak di antara mereka dalam satu langkah cepat. Sebelum Alina sempat menghindar, Reynard sudah menggenggam erat kedua bahu wanita itu dan mendorongnya perlahan hingga punggung Alina membentur pilar beton teras belakang rumah sakit. "Aww... Tuan kasar sekali!" keluh Alina, pura-pura meringis meski tidak ada rasa takut sedikit pun di raut wajahnya. "Kenapa Tuan emosi begitu? Bukankah dulu Tuan sendiri yang membiarkan saya diusir? Jadi untuk apa sekarang Tuan mencampuri kehidupan pribadi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status