/ Romansa / Terjerat Pesona Duda Tampan / Tatapan Penuh Hasrat

공유

Tatapan Penuh Hasrat

작가: Nona Lee
last update 게시일: 2026-08-14 22:12:09
"S-Siapa yang berpikiran jorok?! Tuan saja yang mengada-ada!"

Alina secara refleks menepis pelan jemari Reynard dari dagunya, membuang muka ke arah samping demi menyembunyikan rona merah padam yang kini menjalar hingga ke leher dan ujung telinganya. Malu setengah mati, rasanya Alina ingin menenggelamkan wajahnya di balik bantal saat itu juga.

"Oh, ya?" goda Reynard dengan nada rendah yang begitu renyah. Pria itu sedikit memiringkan kepalanya, menatap Alina dengan gurat jenaka yang amat pekat
Nona Lee

Gemes gasih sama dua orang ini wkwk Rehat dulu dari masalah, ayo kita nikmati momen-momen manis Alina sama Reynard karena Sean tidur wkwk

| 3
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Sikap Aneh Nyonya Ella

    "B-bukan begitu, Nyonya! Saya sangat suka dan berterima kasih..." cicit Alina gugup, pandangannya beralih dari kasur empuk yang tebal ke cangkir teh di tangan majikannya. "Baguslah kalau suka," sahut Nyonya Ella santai, mengibaskan tangannya seraya berbalik pergi tanpa menjelaskan apa-apa lagi. Alina berdiri mematung di ambang pintu. Dalam hati, kepalanya dipenuhi tanda tanya besar. Mengapa wanita paruh baya yang semalam menekannya begitu tajam kini malah memanjakannya dengan fasilitas kamar yang begitu layak? Berusaha melupakan kegundahan itu sejenak, Alina langsung bergegas merapikan diri dan menyiapkan kebutuhan Sean untuk pergi ke sekolah. Satu jam kemudian, Sean sudah rapi dengan seragamnya dan siap berangkat. Anak kecil itu berlari menghampiri ayahnya di ruang tengah yang sedang bersiap ke kantor. "Papa! Sean berangkat sekolah dulu, ya!" seru Sean riang. Reynard tersenyum, berjongkok untuk mengusap kepala putranya. "Iya, Jagoan. Belajar yang rajin, ya." Namun, saat Alina m

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Introgasi Nyonya Ella

    "Kau tidak punya penyakit menular tertentu, kan? Aku tidak mau cucuku tertular hal-hal aneh dari orang luar!" Suara Nyonya Ella terdengar dingin dan menekan, berdiri tegak di tengah ruang kerja pribadinya seraya melipat tangan di dada. Matanya yang tajam menatap Alina dari atas ke bawah tanpa ampun. Alina mendongak sedikit, menggelengkan kepala dengan panik seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada. "T-tidak, Nyonya! Sama sekali tidak ada. Saya selalu rutin memeriksa kesehatan saya, apalagi sejak bekerja mengurus Sean." Nyonya Ella mendengus pelan, lalu melangkah satu garis lebih dekat. Tatapannya kian menelisik, seolah ingin menembus langsung ke dalam benak wanita muda di hadapannya. "Lalu... katakan padaku dengan jujur," desak Nyonya Ella dengan suara yang memelan namun sarat ancaman. "Apa kau dan Reynard punya hubungan khusus di belakangku?" Deg! Jantung Alina serasa berhenti berdetak seketika. Lidahnya mendadak kelu, dadanya bergemuruh hebat diserang rasa panik yang

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Pengakuan Polos Sean

    "Bagaimana perkembangan proyek resort di Bali, Reynard? Direktur Utama menyetujui investasinya?" Tuan Richard memotong daging steak di piringnya dengan gerakan yang amat presisi, membuka obrolan di tengah keheningan meja makan malam itu. Reynard yang duduk berseberangan dengan ayahnya mengangguk tenang, meneguk sedikit air putih sebelum menjawab. "Semua sesuai rencana, Ayah. Analisis risiko sudah diselesaikan minggu lalu, dan penandatanganan kontrak dilakukan akhir bulan ini." "Bagus," puji Tuan Richard singkat, raut wajahnya yang selalu kaku tampak sedikit melunak. "Kau harus memastikan tidak ada celah hukum sedikit pun." Namun, percakapan bisnis yang serius itu terhenti tatkala ponsel di saku jas Tuan Richard bergetar nyaring. Pria paruh baya itu merogoh sakunya, melihat nama pemanggil di layar, lalu berdiri dari kursinya. "Aku harus mengangkat telepon penting dari jajaran komisaris dulu," pamit Tuan Richard seraya melangkah menjauh meninggalkan area meja makan. Kini di meja m

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Bagaimana Mungkin?

    "Sean! Buka mulutmu, Sayang. Ini Nenek buatkan sup sayur spesial untukmu!" Suara Nyonya Ella terdengar riang namun memendam rasa tidak sabar. Sendok berisi sup bening itu terus ditodongkan ke arah mulut kecil Sean di meja makan pagi itu. Karena hari ini akhir pekan, seluruh anggota keluarga berada di rumah. Sean, yang duduk di kursi tingginya, menggelengkan kepala kuat-kuat. Anak kecil itu menutup rapat mulutnya dengan kedua tangan, memalingkan wajahnya jauh-jauh dari sendok sang nenek. "Tidak mau! Masakan Nenek tidak enak! Pahit!" pangkas Sean seraya merengek gencar, membuat suasana meja makan yang semula tenang berubah heboh. "Sean, jangan keras kepala," tegur Tuan Richard dengan nada tegas dari balik korannya. "Nenekmu sudah bangun pagi-pagi sekali hanya untuk membuatkanmu sarapan sehat." "Tapi Sean tidak mau!" jerit anak itu makin keras, matanya mulai berkaca-kaca. "Sean cuma mau makan masakan Tante Alina! Cuma masakan Tante Alina yang enak!" Nyonya Ella menahan napas,

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Wanita Baik-Baik

    "Jaga ucapan Ibu! Alina ini wanita baik-baik!" Suara Reynard terdengar berat dan tegas, memotong ketegangan yang mendadak membeku di aula utama. Pria itu melangkah satu garis ke depan, berdiri kokoh di antara ibunya dan Alina. Nyonya Ella menaikkan sebelah alisnya yang terukir sempurna, menyilangkan kedua tangan di dada seraya menatap putranya tajam. "Baik-baik bagaimana, Reynard? Penampilannya sama sekali tidak mencerminkan seorang pengasuh yang sopan!" "Alina itu tetangga di kompleks depan rumah saya yang dulu sering Sean ganggu," potong Reynard cepat, berusaha memberikan alasan masuk akal yang telah ia rancang. "Karena hanya pada Alina Sean mau menurut dan tenang, saya akhirnya memutuskan untuk memintanya menjadi pengasuh Sean." Nyonya Ella mendengus ganjil, tawa kecil yang sarat akan rasa tidak percaya lolos dari bibirnya. "Kau pikir Ibu bisa langsung percaya begitu saja? Sudah puluhan pengasuh dari yayasan terbaik yang kita sewa, dan tidak ada satu pun yang bertahan dari tabi

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Wanita Penggoda?!

    "Mengawasi? Kenapa aku harus mengawasinya?!" seru Nyonya Ella dengan nada heran, matanya menyipit menatap suaminya. "Aku curiga Reynard mulai main gila dengan pengasuh itu," jawab Tuan Richard dingin tanpa ragu, melipat kedua tangannya di balik punggung. Nyonya Ella seketika memutar bolanya dan mendengkus kencang. "Astaga, Richard! Kau ini selalu saja paranoid dan berburuk sangka pada anakmu sendiri! Reynard itu punya selera tinggi. Mana mungkin dia suka dengan seorang pengasuh yang pasti wajahnya biasa saja, tidak terurus, dan jelas-jelas dari kasta jauh di bawah keluarga kita?!" "Aku hanya mengingatkanmu, Ella," sela Tuan Richard, mengabaikan kekehan istrinya. "Perhatikan saja bagaimana cara Reynard menatap wanita itu nanti." Malam pun tiba. Sebuah mobil hitam mewah meluncur membelah jalanan kota menuju kawasan elit di pinggiran ibu kota. Di dalam kendaraan tersebut, keberangkatan Reynard, Sean, dan Alina menuju rumah utama benar-benar terjadi. Semua pakaian dan keperluan bes

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status