Share

Tidak Fokus

Penulis: Nona Lee
last update Tanggal publikasi: 2026-08-14 11:29:00

"Tante Alina! Aaa... bukan di jidat!"

Pekikan nyaring Sean seketika membuyarkan lamunan panjang Alina. Wanita itu tersentak kaget, dengan cepat menarik kembali sendok berisi nasi dan sup ayam yang baru saja mendarat mulus di kening mungil bocah laki-laki di hadapannya.

"E-Eh? Astaga! Maafkan Tante, sayang!" cicit Alina panik. Ia buru-buru mengambil selembar tisu lalu mengusap sisa kuah gurih yang menempel di jidat mulus Sean. "Aduh, maaf ya... Tante kurang konsentrasi."

"Tante Alina melamun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk meskipun Alina janda, tp dia masih muda tuan rey... jangan sering2 digoda kasian rey. hmmm
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Liburan Keluarga

    "Baru saja badan ini menyentuh kasur, telepon sudah berbunyi seperti ada panggilan darurat," gerutu Reynard seraya meraba saku jasnya yang tergeletak di atas bed runner. Pria itu menghela napas panjang ketika layar ponselnya menyala, menampilkan nama sang ibu dengan huruf kapital tebal. Dengan gurat lelah di wajahnya setelah perjalanan udara yang diwarnai drama, ia menggeser tombol hijau ke kanan lalu menempelkan ponsel ke telinga. "Ya, Bu?" panggil Reynard, suaranya agak lemas. "Reynard! Di mana Sean?!" suara nyaring Nyonya Ella seketika memekakkan telinga, membuat Reynard menjauhkan gawai itu beberapa senti dari telinganya. "Ibu baru saja dari kamar mandi dan Sean sudah hilang! Rumah sudah seperti digulung topan karena semua orang mencari Sean! Kau jangan santai-santai di Bali sana, bantu telepon pengawal atau—" "Sean ada bersama kami, Bu," potong Reynard datar, memotong kepanikan ibunya sebelum semakin melantur. Hening sejenak di seberang telepon. "Apa?! Kau bilang apa?!" jer

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Honey Moon

    "Sean, dengarkan Papa," ujar Reynard, berusaha mengatur nada suaranya selembut dan sesabar mungkin. "Papa dan Mama hanya pergi empat hari. Hanya empat hari! Nanti Papa belikan robot dinosaurus yang ukurannya sejajar sama tinggi Sean, yang matanya bisa menyala merah dan bisa jalan sendiri. Gimana?" Sean melirik Papanya dari sudut mata, tampak menimbang penawaran tersebut. "Ada remot control yang ada layarnya ga, Pa?" "Ada, Sean! Ada layarnya, bisa mengeluarkan suara raungan keras, bahkan bisa menyemburkan uap dingin," timpal Reynard cepat, merasa di atas angin karena umpan mainannya mulai dimakan. "Tapi syaratnya satu Sean tinggal di rumah sama Nenek dulu ya, sama bi inah. Jangan ikut ke Bali." Alina yang berdiri tidak jauh dari mereka sambil merapikan tali koper hanya bisa menggelengkan kepala, berusaha menahan tawa melihat interaksi ayah dan anak itu. "Engga!" jawab Sean tegas, memalingkan wajahnya rapat-rapat. "Sean tetap mau ikut Mama!" Reynard menepuk jidatnya sendiri, men

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Pengacau Cilik

    "Selamat pagi, Istriku," bisik Reynard lirih, suara seraknya khas bangun tidur memecah keheningan pagi yang hangat. Alina perlahan membuka matanya, mengerjap pelan menyesuaikan pendar cahaya matahari yang menyusup di celah gorden kamar. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang berjarak sangat dekat. Tangan kokoh Reynard terlingkar sempurna di pinggangnya, menahan tubuh polos Alina agar tetap menempel rapat di dada tegapnya. "Pagi, Mas..." sahut Alina seraya menyunggingkan senyum tipis, merasa rona merah langsung menyapu kedua pipinya saat mengingat kembali kejadian semalam. Reynard mendaratkan kecupan lembut di dahi Alina, lalu turun ke ujung hidungnya, dan berakhir di bibir manis sang istri. Ciuman hangat yang semula lembut itu perlahan berubah menjadi lumatan-lumatan kecil yang penuh kerinduan. "Mas, geli..." rengek Alina sembari menahan dada Reynard, meski jemari lentiknya justru meremas pelan bahu sang suami. "Geli atau suka, hum?" goda Reynard dengan senyu

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Gairah Yang Membakar

    "Mumpung anak ini sudah lelap, saatnya memindahkan pengacau kecil ke wilayahnya sendiri," bisik Reynard dengan nada penuh kemenangan. Pria itu beranjak dari posisi berbaringnya, melangkah amat pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, Reynard mengangkat tubuh mungil Sean beserta boneka dinosaurusnya ke dalam dekapan. Alina menyangga tubuhnya dengan siku, menahan senyum geli melihat suaminya yang rela berjingkat-jingkat demi memuluskan niat terselubungnya. "Pelan-pelan, Rey. Jangan sampai dia terbangun." "Tenang saja, Jagoan kalau sudah tertidur lelap tidak akan bangun walau ada petir menyambar," sahut Reynard setengah berbisik sembari mengedipkan satu matanya nakal. Hanya butuh waktu kurang dari lima menit bagi Reynard untuk mengantar Sean ke kamarnya, membaringkan anak itu di atas kasur empuknya, dan kembali ke kamar utama. Cklek. Suara kunci pintu yang diputar dua kali terdengar begitu nyaring di keheningan malam. Alina yang masih

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Malam Pertama Yang Kacau

    "Bisa tolong bantu buka resleting belakangnya?" bisik Alina pelan, jemarinya sedikit gemetar saat berdiri menyamping di depan cermin besar kamar pengantin mereka. Reynard tersenyum tipis, melangkah mendekat hingga hembusan napas hangatnya terasa mengelus tengkuk Alina. Tangannya yang lebar bergerak perlahan, menyentuh tepi gaun pengantin mewah yang masih melekat cantik di tubuh Alina. Ziper gaun itu diturunkannya perlahan, membuat gaun berbahan sutra itu melonggar. "Terima kasih, Tuan Reynard," ucap Alina canggung, mengusap bahunya yang kini terpapar udara dingin pendingin ruangan. Langkah Reynard terhenti. Pria itu memutar tubuh Alina agar memandangnya. Ditatapnya manik mata wanita yang kini telah sah menjadi istrinya itu dengan dalam. "Tuan? Alina, kita sudah menikah. Apa kau masih ingin memanggilku dengan sebutan kaku seperti itu?" Alina menunduk malu, memilin jarinya. "Maaf, saya... saya hanya belum terbiasa." "Dan satu hal lagi," Reynard mengusap lembut pipi Alina, "Jangan k

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Malam Sebelum Pernikahan

    "Papa! Kelopak bunganya jangan diinjak! Itu buat jalan Tante Alina besok!" seru Sean nyaring, tangannya melambai heboh memperingatkan Reynard yang hampir saja menginjak karpet bertabur mawar merah di koridor lantai dua. Reynard langsung menghentikan langkahnya, mengangkat kedua tangannya ke udara sambil terkekeh pelan. "Iya, Jagoan, Papa tidak injak. Galak sekali kau malam ini, kalah Kakekmu." Suasana rumah mewah keluarga Dirgantara malam itu sangat ramai dan penuh kesibukan. Puluhan pekerja dekorasi lalu-lalang menyempurnakan setiap sudut ruangan. Bunga-bunga segar dipasang anggun, kain tirai sutra menjuntai indah, dan aroma harum mawar bercampur vanila menyerbak ke seluruh penjuru rumah. Hari esok adalah hari yang paling ditunggu, hari pernikahan Reynard dan Alina. "Tante Alina, lihat deh! Kamarnya jadi harum sekali dan banyak bunganya!" celetuk Sean heboh. Anak kecil itu menarik-narik ujung gaun santai yang dikenakan Alina, membimbingnya masuk ke dalam kamar utama yang kini te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status