Share

Bab 1056

Author: Ayesha
Brielle mengerutkan kening dan berkata, "Asistenmu nggak bisa menghubungimu. Dia sangat khawatir, jadi menyuruhku datang melihatmu."

Raka mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut, lalu bersandar pada kusen pintu. "Nggak apa-apa, hanya sedikit ... demam."

Melihat keadaannya, Brielle memang merasa dia seperti sedang demam.

"Suruh orang antar kamu ke rumah sakit," usul Brielle.

"Nggak perlu. Setelah tidur sebentar juga akan membaik." Raka menggeleng. Setelah itu, dia juga tidak menutup pintu dan l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (25)
goodnovel comment avatar
Yantii Daok
benar ka,,
goodnovel comment avatar
Nisa Nisa
kalau aku lebih suka breile kembali sama raka...biar makin panas tuh si devina.
goodnovel comment avatar
Yantii Daok
betul ka,, kk atmin tlg bukalah hati brile,, klu kt di pihak Raka suruh milih ya pasti milih selamatkan ibu dulu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1491

    "Bu Devina, kami sudah melakukan pemeriksaan ulang sebanyak dua kali dan hasilnya tetap sama. Sebagai peneliti, aku bertanggung jawab atas keamanan penelitian. Dengan sangat menyesal, kami harus mengatakan darahmu sudah nggak dapat digunakan untuk penelitian apa pun."Smith menyampaikan hal itu dengan tenang.Devina menatap lekat angka-angka pada laporan itu, terutama tulisan hasil positif. Dia menarik napas dalam-dalam. Seluruh tubuhnya mulai bergetar tanpa bisa dikendalikan.Pada saat yang sama, sebuah dokumen lain disodorkan kepadanya."Bu Devina, berdasarkan keputusan Pak Raka, beliau memutuskan untuk mengakhiri kontrak secara sepihak. Sesuai pasal 3 dalam perjanjian yang telah ditandatangani, kami memberitahukan bahwa kontrak ini resmi berakhir mulai saat ini."Devina langsung menatap Gavin. Nada suaranya meninggi. "Diakhiri? Atas dasar apa? Raka bisa seenaknya menyuruhku menandatangani kontrak, lalu sekarang seenaknya juga memutuskan kontrak?""Bu Devina, sampel darah Anda sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1490

    Saat itu, Raka mengantar Anya dan Raline kembali ke rumah Keluarga Pramudita. Setelah itu, dia bersiap menuju laboratorium Brielle.Melihat panggilan dari Smith, dia langsung menekan tombol jawab melalui sistem telepon di mobil."Halo, Doktor.""Pak Raka, ada satu hal yang harus segera kulaporkan. Bu Devina tadi datang ke laboratorium untuk pengambilan sampel darah. Tapi dari hasil pemeriksaan kami, ditemukan bahwa dia terinfeksi penyakit menular. Tes antibodi sifilisnya menunjukkan hasil positif."Hati Raka sedikit mencelos. Namun di saat yang sama, hasil itu juga tidak terlalu di luar dugaannya.Belakangan ini, dia sudah mengetahui betapa kacau kehidupan pribadi Devina. Karena itu, kabar itu tidak membuatnya terkejut."Doktor, hentikan semua penelitian yang menggunakan sampel darahnya. Aku akan mengakhiri kontrak dengannya. Mulai sekarang kita nggak akan menggunakan sampel darahnya lagi." Suara Raka terdengar rendah, tetapi tegas dan tak terbantahkan.Smith menjawab dengan sikap prof

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1489

    Devina menggigit bibir bawahnya, lalu memandang ke arah Lius yang sudah pergi dengan tatapan meremehkan. Dia juga bersiap meninggalkan tempat itu.Namun, saat itulah seorang pelayan menghampirinya. "Bu, Anda belum melakukan pembayaran."Tubuh Devina sedikit membeku. Dia berjalan menuju kasir, membayar tagihannya, lalu berbalik pergi.Beberapa hari terakhir, semua kebutuhan makan, tempat tinggal, dan transportasinya selalu diatur oleh orang lain. Dia memang sudah lama tidak mengeluarkan uang sendiri.Devina berjalan keluar dari arena berkuda dengan langkah gontai. Meski sekarang sudah memasuki bulan Agustus, dia justru merasakan dingin menusuk hingga ke tulang.Tanpa Lius, sementara Anwar juga sudah berhenti menanggung biaya hidupnya, tak ada lagi asisten, tak ada lagi manajer, bisa dibilang kini tak ada seorang pun di sisinya yang bersedia membantunya.Saat itu, ponselnya berdering. Devina melihat layar, lalu mengangkat telepon. "Halo.""Bu Devina, sesuai isi kontrak, hari ini adalah j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1488

    Raka bersikap begitu lembut hingga rasanya sulit dipercaya.Anya mendongak menatap ayahnya, menarik kerah bajunya, lalu bertanya dengan suara lantang, "Papa sayang nggak sama Mama?"Tadi Devina mengatakan bahwa ayahnya tidak mencintai ibunya. Karena itu, dia benar-benar ingin menanyakan pertanyaan ini langsung kepada sang ayah.Raka tertegun sejenak. Kemudian, dia menatap mata putrinya dengan sungguh-sungguh, mengusap rambutnya, dan menjawab dengan suara rendah, "Sayang. Papa sangat mencintai Mama.""Selain Mama, Papa pernah suka sama perempuan lain nggak?" Anya kembali bertanya dengan lantang.Raka mengecup kening putrinya, lalu kembali menjawab dengan serius, "Nggak pernah."Dua kata itu membuat wajah Devina seketika dipenuhi rasa pilu. Dia dipaksa mendengar Raka menyatakan cintanya kepada Brielle tepat di depan matanya.Mata Anya langsung berbinar. Dia memeluk leher ayahnya sambil berkata, "Hm, sekarang Anya sudah tahu."Raka memeluk kepala kecil putrinya. Kemudian, dia kembali meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1487

    Saat itu Devina melanjutkan ucapannya, "Benar. Aku memang sengaja mendekati Anya. Setiap melihatnya, aku seperti melihat Brielle, dan itu membuatku muak.""Aku pura-pura menyayanginya, menemaninya bermain, semua itu hanya untuk menyenangkan kakakmu. Tapi dia benar-benar anak yang nggak tahu berterima kasih. Sebaik apa pun aku berpura-pura memperlakukannya, dia sama sekali nggak pernah menghargainya.""Diam!" bentak Raline dengan marah. "Waktu itu Anya masih sekecil itu dan kamu tega memanfaatkannya sekejam itu. Kamu masih berani mengatakan semua ini?"Kebencian yang mendalam melintas di mata Devina. Dengan suara tajam dia berkata, "Kalau dulu Brielle nggak merebut kakakmu dariku, yang jadi kakak iparmu sekarang pasti aku. Mana mungkin masih ada giliran untuk Brielle?"Raline langsung mengangkat alis dan membalas, "Devina, dari mana datangnya kepercayaan dirimu itu? Memangnya kakakku bakal suka sama kamu? Aku beri tahu ya, seumur hidup kakakku hanya mencintai satu wanita, yaitu Kak Brie

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1486

    Devina tertawa sinis. "Kalau bukan karena aku, kamu dan ibumu nggak mungkin bisa hidup sampai sekarang. Beginikah cara Keluarga Pramudita memperlakukan penyelamat mereka?"Raline menatapnya dengan ekspresi dingin. "Devina, keuntungan yang kamu dapatkan jauh lebih besar daripada pengorbananmu. Jadi jangan bicara sembarangan di sini. Lagi pula, dulu kamu sengaja mendekati keluargaku dengan niat tersembunyi. Aku bahkan belum menghitung semua itu denganmu."Devina mendengus kesal. "Bukankah kamu sudah menghancurkan pertunjukanku? Kalau aku sampai jatuh ke titik seperti sekarang, semua ini berkat Nona Raline.""Apa salahnya aku melaporkanmu? Bagiku, seorang seniman adalah profesi yang mulia. Kamu nggak pantas menyandangnya," balas Raline dengan tajam.Devina menggertakkan giginya karena marah. "Kalau saja kamu nggak lahir di keluarga kaya, dengan otakmu itu, kurasa menghidupi diri sendiri saja bakal susah. Masih berani menghakimi orang lain?""Ya mau gimana lagi? Memang nasibku bagus." Rali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 384

    Di ruang rapat, lebih dari sepuluh perwira tinggi militer dan pakar medis sudah menunggu cukup lama. Raka masuk bersama seorang jenderal dan duduk di kursi utama masing-masing tim.Di seberang meja, seorang pria paruh baya segera berdiri menyambut. "Dokter Brielle, akhirnya bisa bertemu langsung den

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 383

    Brielle terdiam sejenak. "Baik, aku akan datang tepat waktu."Belum sempat Raka mengatakan apa pun lagi, Brielle sudah lebih dulu menutup panggilan.Meski dia tidak suka bekerja bersama Raka, demi penelitian dia harus menyingkirkan urusan pribadi. Yang terpenting sekarang adalah memperkuat dirinya s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 406

    "Mama."Anya mengulurkan tangan ke arah Brielle, lalu langsung berpindah dari pelukan ayahnya ke pelukan sang ibu. Brielle memeluk putrinya dengan erat, lalu menatap Syahira. "Syahira, kita pergi.""Tapi Papa ...." Anya menoleh ke arah Raka dengan mata berkaca-kaca.Raka melangkah cepat mengikuti me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 404

    Anya bertanya pada pelayan itu dengan berani, "Kak, kue ini buat siapa ya? Ada yang ulang tahun di sini?"Melihat gadis kecil yang berpakaian rapi dan mahal, pelayan itu langsung paham bahwa anak ini pasti berasal dari keluarga berada. Dia tersenyum ramah dan menjawab, "Ada seorang wanita cantik yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status