공유

Bab 30

작가: Ayesha
Tatapan Brielle tiba-tiba berubah dingin. "Raka, aku nggak mau dengar penjelasan, apalagi bertengkar denganmu. Kalau kamu mau pergi, silakan pergi. Kepalaku sakit sekali, jangan ganggu aku lagi." Selesai bicara, Brielle langsung melangkah naik ke lantai atas.

Pria di lantai bawah sempat terdiam, tapi tak lama kemudian, dia menarik pintu rumah dan pergi.

Brielle mendengar suara pintu tertutup keras. Seisi rumah langsung sunyi senyap.

Setelah tidur dan berkeringat cukup banyak, demam Brielle pun m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
sdh mati rasa brielle k Raka...bnr tuh..kalau sdh benci...rasa cinta yg dl setinggi gunung lgs hilang dlm sekejap...walupun berdiri dihadapan .udah ga ada niatan lg utk memandangnya .yg ada rasa muak..dan benci yg sgt dalam
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
bener brielle....sikapmu sdh pas..tegas...bnr2 marah...dan ga da maap bagimu Raka...aku kalau JD brielle dah aku maki2 tu Raka....
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
si Raka maunya apa sih..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1166

    "Telepon dari Raka."Devina menarik napas dalam-dalam. Ujung jarinya sedikit gemetar saat mengangkat telepon. Suaranya sengaja dibuat lembut dan menggoda, "Raka, kenapa tiba-tiba terpikir meneleponku?"Sekarang bahkan untuk urusan seperti pengambilan darah pun pihak laboratorium sudah menghubunginya secara langsung. Dia pikir Raka tidak akan menghubunginya lagi.Dari seberang terdengar suara Raka yang dingin. "Laporan pemeriksaan kemarin menunjukkan ada kandungan alkohol dalam darahmu. Mulai hari ini sampai eksperimen selesai, kamu harus berhenti minum. Kalau progres eksperimen terganggu karena kamu, kamu tahu konsekuensinya."Devina buru-buru menjelaskan, "Aku cuma minum sedikit waktu menemani ayahku menghadiri jamuan semalam."Nada suara Raka terasa menusuk. "Aku ingatkan kamu, ke depannya kalau perilaku pribadimu menyebabkan masalah dalam eksperimen, kamu yang akan bertanggung jawab sepenuhnya."Devina menggenggam ponsel erat-erat. Kukunya menancap ke telapak tangan. "Raka, kamu men

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1165

    Devina tentu menjadi orang pertama yang memperhatikan berita itu. Di sekitar Freyna banyak orang media dan mereka semua tahu konflik antara Devina dan Brielle."Brielle memang pintar cari sandaran ya. Langsung naik lewat hubungan dengan Raka." Devina mencibir dingin, tetapi matanya dipenuhi rasa iri. Foto Brielle berjalan bersama para tokoh bisnis itu terasa sangat menyakitkan baginya.Freyna yang berada di sampingnya tidak bisa menahan diri untuk menebak, "Jangan-jangan Brielle mau balikan sama Pak Raka?"Devina menatap tajam foto di mana Raka menoleh melihat Brielle. Kukunya menggores layar ponsel dengan keras. Dia tahu, yang ingin rujuk sebenarnya adalah Raka.Melihat Devina tidak menjawab, Freyna pun segera mengerti dan tidak melanjutkan topik itu. Bagaimanapun, Brielle sekarang begitu menonjol dan Raka hampir seperti sosok yang tak tersentuh di dunia bisnis. Jika mereka benar-benar kembali bersama, itu sama sekali tidak menguntungkan bagi Devina."Mereka nggak akan rujuk," kutuk D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1164

    Brielle menggenggam setir dengan fokus. Pemandangan di luar melintas cepat. Dia bisa merasakan tatapan dari sampingnya yang membara, tetapi Brielle berusaha mengabaikannya dan tetap berkonsentrasi menyetir.Mungkin Raka benar-benar lelah. Tak lama kemudian, dia memejamkan mata dan tertidur.Saat mobil sampai di parkiran terbuka laboratorium, Brielle menoleh melihat pria yang sudah tertidur pulas. Dia mencoba memanggilnya, "Raka, sudah sampai."Tidak ada respons. Brielle sedang terburu-buru kembali bekerja, dia tidak punya waktu untuk berlama-lama. Dia pun mengulurkan tangan dan mendorong bahunya. "Raka, bangun, sudah sampai."Saat dia hendak mendorongnya untuk kedua kali, tiba-tiba tangannya ditahan oleh kehangatan.Entah sejak kapan Raka sudah bangun. Saat membuka mata, dia juga menggenggam tangan Brielle dan menatapnya dengan sorot mata yang dalam dan terang.Brielle hampir secara refleks langsung menarik tangannya kembali. Dia kembali mengingatkan, "Sudah sampai, turun."Raka mengus

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1163

    Raka duduk tenang sambil memegang secangkir teh, menatap Brielle yang berbicara lancar tentang penelitiannya. Dalam momen seperti ini, Brielle tampak begitu bersinar hingga sulit untuk mengalihkan pandangan. Bahkan para tokoh bisnis yang hadir pun mendengarkan dengan sangat serius."Pak Raka benar-benar jeli dalam menilai orang," puji Danu. "Talenta seperti Doktor Brielle memang layak mendapat dukungan penuh."Raka mengangguk ringan. "Kemajuan teknologi adalah kunci negara dan talenta adalah fondasinya. Doktor Brielle memang pantas."Sebuah tatapan hangat tertuju ke arahnya. Brielle sedang menunduk sambil memegang cangkir teh dan meminumnya. Saat itu, pelayan datang membawa sebuah hidangan penutup khusus dan meletakkannya di depan Brielle.Raka memberi isyarat. "Ini kupesan khusus untuk Bu Brielle."Brielle sedikit tertegun.Semua orang yang hadir langsung mengerti. Raka jelas sedang berusaha menyenangkan Brielle. Bagaimanapun, semua orang tahu mereka pernah menjadi pasangan."Sepertin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 545

    Hanya dengan begitu, Brielle bisa memberikan pernikahan yang sempurna untuk sahabat terbaiknya.Syahira menatapnya dengan terharu. Kedua wanita itu mulai mendiskusikan beberapa detail pernikahan. Pernikahan dijadwalkan pada pertengahan November, jadi sebenarnya tidak terlalu tergesa-gesa.Masih ada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 507

    Begitu pintu lift tempat Brielle berada baru saja tertutup, dari luar terdengar suara tawa Devina. "Raka, cepatlah! Semua orang lagi nungguin kamu! Pak Frederick, kamu juga ikut minum ya!"Brielle samar-samar mendengar suara Frederick yang menolak. "Nggak usah, aku masih ada pekerjaan yang harus dis

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 515

    [ Terima kasih, aku sudah siap. ]Brielle membalas demikian.Sepuluh menit kemudian, waktu yang dinantikan pun tiba. Ini bukan kali pertama Brielle berdiri di atas panggung untuk memberi presentasi, tetapi ini adalah pertama kali dia mewakili laboratorium tampil sebagai pembicara utama di konferensi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 509

    Jay menatap Brielle. Sejak terakhir kali dia diam-diam memperingatkannya dengan kata-kata itu, sikap Brielle padanya memang menjadi lebih dingin. Jay lebih dulu menyapa dengan sopan, "Bu Brielle."Brielle mengangguk singkat, lalu mengabaikan dua orang lainnya dan berkata kepada Lambert, "Kalian lanj

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status