Share

Bab 443

Author: Ayesha
Napas Brielle terhenti sesaat. Kepalanya terasa kosong selama beberapa detik, lalu matanya perlahan memanas dan berkaca-kaca. Dia segera membalas pesan Harvis.

[ Turut berduka. Jangan terburu-buru kembali, selesaikan dulu urusan pemakaman ibumu dengan tenang. ]

Tak lama kemudian, Harvis menjawab.

[ Aku akan mengurus semuanya sesuai keinginan Ibu. Prosesi dibuat sederhana. ]

Brielle menatap layar sejenak, lalu mengetik lagi.

[ Baik. Fokus saja pada keluarga dulu. Kalau butuh bantuan, kabari aku k
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Suryat
lebih semangat lagi Niro kejar Brielle nya , wajar Brie spt itu karena dia masih trauma..
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
kecewa liat brielle ga mau buka hati, malas baca , kayak nya endingnya si brie bakalan ga pernah nikah lagi deh, jadi wanita karir tanpa ada hubungan spesial dengan niro, Davis atau Lambert.
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
jgn balik dgn bajingan plin plan tkg selingkuh tp malu sundal digandeng dimana mana istri sah JD simpanan TDK pernah diajak sp bisa mandiri dan sekrg terkenal Krn independen women bajingan jodohnya dgn sundal Raline jodohnya bajingan yg sangat brengsek kayak kakaknya biar karma u Kel bajingan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1555

    Brielle kembali duduk di kursinya. Saat itu, para pelayan mulai menghidangkan makanan penutup. Di depan setiap orang diletakkan semangkuk kecil mango sago.Tampilannya begitu menggugah selera.Namun, Raka tidak menyentuh bagiannya. Dia hanya mendorong mangkuk itu perlahan ke depan Brielle. "Buat kamu saja."Suaranya rendah, dengan nada yang samar-samar terdengar seperti sedang membujuk.Brielle menatapnya beberapa saat, lalu mengambil sendok dan mulai menyantapnya. Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di benaknya. Apa tadi sikapnya sedikit keterlaluan?Bagaimanapun juga, hari ini Raka adalah salah satu tokoh utama dalam pesta perayaan ini sekaligus presdir Pramudita Biotech. Kalau dipikir-pikir, semua sikap anehnya tadi mungkin juga karena ....Brielle menghentikan pikirannya di situ. Dia menghabiskan mango sago miliknya dalam beberapa suapan. Setelah itu, dia mengambil mangkuk milik Raka dan ikut menghabiskannya.Raka menatapnya. Kesuraman di matanya perlahan menghilang, sementara sudut b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1554

    Melihat hidangan mulai disajikan, Brielle baru menyadari bahwa dia memang sudah lapar.Dia mengangguk. "Baiklah, kita makan dulu saja. Jangan sampai perut kosong."Brielle sedang berpikir ingin mengambil lauk apa, ketika Raka mengangkat sendok saji dan mengambil bagian perut ikan kukus yang paling lembut, lalu meletakkannya ke piring Brielle dengan alami.Bersamaan dengan itu, dia berkata kepada Harvis, "Profesor Harvis memang sosok berbakat di bidang ini. Cara berpikirmu selalu visioner. Aku benar-benar kagum."Brielle mengedip pelan, lalu menoleh ke arah pria di sampingnya.Nada bicara Raka terdengar tenang, tak ada yang aneh. Namun entah mengapa, Brielle merasa ada makna lain yang tersirat di balik ucapannya.Harvis tersenyum tipis sambil mendorong kacamatanya. "Pak Raka terlalu memujiku. Aku hanya berusaha menjalankan pekerjaanku sebaik mungkin."Brielle kembali menatap Raka dengan sorot mata yang seolah sedang mengamatinya.Raka menyadari tatapannya, tetapi tidak membalas pandanga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1553

    Siang harinya, Raka mentraktir seluruh anggota tim proyek makan bersama di aula perjamuan. Malam harinya, dia juga telah menyiapkan sebuah pesta perayaan berskala besar.Tim Harvis kini telah berkembang menjadi lebih dari 30 orang. Ditambah para asisten dan staf dari berbagai divisi, total ada lima meja yang terisi di aula perjamuan.Brielle duduk bersama tim Harvis di salah satu meja.Raka datang sedikit lebih lambat, tetapi kursi di samping Brielle sengaja dibiarkan kosong untuknya. Seolah semua orang sudah memiliki kesepahaman bahwa tempat di sebelah Brielle memang disediakan bagi Raka.Brielle tidak menyadari hal itu. Dia sedang mendengarkan Harvis menjelaskan rencana proyek berikutnya. Saat membahas topik yang berkaitan dengan bidang mereka, Brielle dan Harvis memang memiliki perasaan seolah menemukan seseorang yang benar-benar memahami diri masing-masing.Seakan ada hal-hal yang tak perlu Brielle ucapkan karena Harvis sudah bisa menebaknya. Begitu pula sebaliknya. Harvis kadang h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1552

    Brielle tidak menghampirinya, melainkan berjalan ke arah Harvis yang sedang berada di samping panggung.Tatapan Raka mengikuti langkahnya. Saat melihat Brielle menyapa dan mengobrol dengan Harvis, dia mendorong pelan kacamata di pangkal hidungnya. Di balik wajahnya yang tampak tenang dan elegan, tersirat gejolak yang sulit disembunyikan.Kemudian, Raka berkata kepada para tamu di sampingnya, "Permisi sebentar."Dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana, dia melangkah ke arah Brielle.Brielle sedang menanyakan kondisi Harvis ketika sebuah suara pria yang rendah terdengar dari belakangnya. "Kamu cantik sekali."Brielle menoleh. Tatapan Raka tertuju lurus kepadanya."Terima kasih." Brielle menatapnya sejenak. Kacamata yang dipakainya hari ini ternyata adalah kacamata yang dulu pernah dia hadiahkan kepada Raka.Harvis berkata kepada Brielle, "Brielle, kalian ke tempat duduk kalian saja. Acara akan segera dimulai."Brielle mengangguk. Dia tidak ingin mengganggu persiapan terakhir Harvis,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1551

    Di balik jendela kaca besar, panorama cakrawala kota terbentang luas.Harvis telah pulih dengan sangat baik. Dia mengenakan pakaian rumahan yang nyaman. Wajahnya tampak segar seperti biasa, sorot matanya masih memancarkan kelembutan yang khas.Dibandingkan tiga tahun lalu, kini dia terlihat jauh lebih dewasa."Silakan duduk," kata Harvis. "Mau minum apa? Teh, kopi, atau jus?""Biar aku ambil sendiri." Brielle tidak ingin merepotkannya. Dia kemudian membawa dua gelas air hangat dan kembali duduk.Tatapannya penuh perhatian saat mengamati Harvis. "Gimana keadaanmu? Masih sakit?""Jauh lebih baik. Hanya lukanya mulai terasa gatal karena sedang tumbuh jaringan baru." Harvis tersenyum sambil menggenggam gelasnya. "Jangan khawatir. Dokter bilang pemulihanku berjalan sangat baik."Mendengar itu, Brielle pun merasa lega.Tak lama kemudian, ponsel Harvis berdering. Ternyata telepon dari pengacaranya. Setelah menyelesaikan panggilan itu, dia menoleh kepada Brielle."Vonis untuk Faye kemungkinan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1550

    Tetap saja, dia terlalu gegabah. Padahal dia sudah berkali-kali mengingatkan dirinya untuk melangkah perlahan.Namun barusan, saat melihat Brielle memejamkan mata, dengan sudut mata yang berkilau oleh cairan obat sehingga membuatnya tampak begitu rapuh, kebanggaannya atas akal sehat dan pengendalian dirinya seketika runtuh.Yang dia inginkan hanyalah mendekati Brielle dan menyentuhnya, meski hanya dengan sentuhan yang sangat ringan.Kini, dia justru mulai menyesal. Kenapa tadi dia tidak memastikan lebih dulu apakah Brielle masih merasa jijik padanya atau masih menolaknya?Dia bisa merasakan setiap perubahan emosi Brielle terhadap dirinya. Dari rasa benci dan penolakan sebelum perceraian, lalu kebencian setelah mereka resmi bercerai, hingga setahun yang lalu ketika tatapan Brielle akhirnya kembali tenang.Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi keluhan. Yang tersisa hanyalah sikap acuh tak acuh. Ekspresi itu jauh lebih membuatnya gelisah daripada kebencian. Seolah dirinya benar-benar telah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 602

    "Benar-benar kebetulan, putriku juga berencana mendaftar ke akademi itu." Steve mengangkat gelas sebagai isyarat.Devina pura-pura terkejut. "Oh? Kamu juga mengenal Profesor Brielle? Tadi aku melihat kalian tampak cukup akrab."Steve menggeleng. "Aku dan Profesor Brielle baru pertama kali bertemu, t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 553

    Brielle memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu berjalan menuju pantai tempat kedua orang itu sedang bermain pasir."Mama, lihat, ini istana yang Papa buat untuk aku," kata Anya sambil menunjuk sebuah kastel pasir kecil."Ya!" Brielle tersenyum pada putrinya. Mumpung jarang bisa membawa putr

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 511

    Setelah itu, Madeline mengirimkan data kelompok pertama para peserta uji kepada Brielle. Saat melihat daftar itu, Brielle menemukan satu nama yang membuatnya tertegun. Melisa, ibu dari dua anak yang pernah dia temui sebelumnya, wanita yang waktu itu begitu putus asa.Brielle masih ingat betapa dia d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 524

    Keesokan harinya pukul satu siang, Brielle sedang merapikan laporan data di ruang kerjanya ketika seorang perawat mengetuk pintu kantornya."Dokter Brielle, Dokter Karyo memanggil Anda ke ruang rapat di lantai atas."Brielle mengangguk. "Baik, saya segera ke sana."Meskipun Brielle sebenarnya adalah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status