Share

Bab 496

Author: Ayesha
Begitu Lambert melepaskan tangannya, dia melihat posisi pegangan tongkat Brielle agak miring. Dia pun kembali berdiri di belakangnya — tubuhnya yang tinggi menjulang hampir menutupi sosok Brielle sepenuhnya. Suaranya terdengar lembut di telinganya.

"Pergelangan tanganmu rileks sedikit."

"Iya, begitu, pas!"

Begitu Lambert mundur, Brielle mengayunkan tongkatnya lagi. Kali ini pukulannya cukup bagus. Syahira yang menonton dari samping bersorak kecil. "Wah! Brielle, memang beda ya kalau diajarin lan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ratna juita
panas panas deh lu Raka...
goodnovel comment avatar
Suryat
si devina caper...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1188

    "Baik, aku akan segera mengatur tim untuk mulai penelitian," Raka mengangguk."Brielle adalah peneliti profesional di bidang BCI," kata Justin.Faisal tiba-tiba teringat sesuatu, pesan terakhir dari putranya sebelum berangkat, "Ayah, aku dan Brielle sudah resmi bersama. Dia gadis yang sangat baik, aku harap bisa mendapat restumu."Faisal menarik kembali pikirannya. Ekspresinya berat saat merenung sejenak. "Brielle dan Niro baru menjalin hubungan dua minggu. Kalau dia tahu kondisi Niro sekarang, emosinya pasti akan sangat terpukul."Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Raka, aku punya permintaan yang mungkin nggak pantas. Demi nggak mengganggu penelitian Brielle, aku berharap untuk sementara menyembunyikan kebenaran darinya."Alis Raka sedikit berkerut. "Maksud Anda?""Aku akan mengatakan padanya bahwa Niro sedang menjalankan tugas rahasia dan butuh waktu sebelum bisa dihubungi. Setelah penelitian BCI menunjukkan perkembangan, baru perlahan membuatnya menerima kenyataan ini."Raka t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1187

    Malam semakin larut. Di bandara dini hari, sosok Raka melangkah cepat menuju pesawat pribadi Gulfstream G650 yang sudah menunggunya. Gavin mengikuti di belakang dengan langkah cepat, sambil terus memberi instruksi terkait penjemputan di Kyoza.Begitu masuk ke dalam kabin, Gavin memilih duduk tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Dia diam-diam mengamati ekspresi atasannya, yang jarang sekali terlihat seberat ini.Sejenak, dia sama sekali tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi di Kyoza.Pukul dua dini hari, Gulfstream G650 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Kyoza. Pintu kabin terbuka, Raka melangkah turun dari tangga pesawat. Di samping pesawat sudah terparkir tiga mobil hitam misterius, di sebelahnya berdiri beberapa pria paruh baya mengenakan jas hitam."Pak Raka, silakan." Pria paruh baya yang memimpin melangkah maju, suaranya penuh hormat.Gavin secara refleks ingin mengikuti, tetapi langsung dihalangi oleh dua orang lainnya. "Maaf, hanya Pak Raka yang diund

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1186

    Brielle mengangguk. "Bagus.""Ini aku gambar bareng Tante Raline," kata Anya dengan gembira.Saat itu, dari lantai dua terdengar suara Emily, "Brielle sudah datang, ya.""Nenek." Brielle mengangkat kepala dan menyapanya."Brielle, kamu buru-buru pergi nggak? Kalau nggak, naiklah temani Nenek ngobrol sebentar," tanya Emily.Brielle melirik waktu di jam tangannya. "Nenek, lain kali saja aku datang lagi. Sudah cukup malam, besok Anya masih harus sekolah.""Baik, Raline antar kamu ya," kata Emily lembut tanpa memaksa."Aku saja yang antar Brielle," ujar Meira, lalu melangkah mendekat sambil menggandeng Anya.Sampai di dekat mobil, Brielle mengantar putrinya masuk ke kursi belakang. Saat menoleh, dia melihat Meira berdiri sambil menangis menatapnya. Brielle tertegun. "Bibi, kenapa?""Brielle ... selama bertahun-tahun ini aku sudah melakukan terlalu banyak hal yang menyakitimu. Aku nggak berharap kamu memaafkanku, tapi aku sendiri juga nggak bisa memaafkan diriku. Aku nggak tahu harus bagaim

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1185

    Pada saat itu, sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Rendy bertanya dengan nada cemburu, "Lagi lihat apa? Masih mikirin mantan pacarmu?"Devina langsung mengganti ekspresinya menjadi manja dan menggoda. "Pak Rendy bercanda saja, aku hanya menikmati para tamu malam ini."Rendy merangkul pinggangnya. "Ayo, temani aku ke acara berikutnya. Beberapa teman mengadakan pertemuan pribadi, aku ajak kamu sekalian untuk lihat-lihat."Devina mengangguk patuh. Saat Rendy menoleh menyapa temannya, dia diam-diam melirik terakhir kali ke arah Raka.Raka sudah kembali ke tengah kerumunan, dikelilingi oleh lingkaran tamu paling elite malam ini. Tatanan ketat dunia status dan kepentingan tergambar jelas di sana, seperti yang selalu terjadi.Pria seperti itu seolah tidak pernah menjadi milik siapa pun dan dia seharusnya benar-benar mematikan perasaannya sendiri.Saat berada di dalam lift, melihat Devina malam ini begitu cantik, Rendy tidak bisa menahan diri untuk mulai meraba-raba pinggangnya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1184

    Di tengah kerumunan, meskipun Raka sangat sopan dan beretika, tidak banyak orang yang benar-benar berani mengambil inisiatif untuk mendekat dan berbicara dengannya. Auranya yang mengintimidasi terlalu kuat.Di antara para tamu paruh baya, ketampanan dan auranya semakin menonjol. Walaupun masih muda, dia memiliki kekayaan yang besar sebagai penopang di belakangnya.Para pria dan wanita di sekitarnya tanpa sadar mengarahkan pandangan pada Raka dengan penuh hormat sekaligus antusias.Terutama para wanita muda dari kalangan atas, mereka sudah lama mencari tahu segala tentang Raka secara detail. Mereka hanya berharap bisa dilirik Raka malam ini.Saat ini, Rendy baru saja selesai berbicara dengan Devina. Dia berjalan mendekat ke arah Raka sambil tersenyum. "Pak Raka, sepertinya hubungan Bu Brielle dengan Keluarga Harmawan cukup dekat ya."Ekspresi Raka tidak berubah, tetapi suaranya sedikit lebih dingin. "Urusan pribadiku nggak perlu kamu campuri, Pak Rendy.""Aku hanya merasa itu nggak adil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1183

    Brielle menemani Agnes berkeliling bersosialisasi dengan beberapa istri tokoh berpengaruh. Saat mengangkat kepala tanpa sengaja, dia melihat sosok Devina. Devina sedang berada di sisi Rendy, sambil menggandeng lengannya dan berbisik mesra, seperti pasangan dengan perbedaan usia.Brielle langsung mengerti. Devina telah menemukan pendukung baru dan sikap Rendy saat pemilihan di asosiasi bisnis sebelumnya menunjukkan jelas bahwa dia tidak puas dengan jabatan Raka.Pendekatan Devina padanya jelas penuh tujuan.Di pertengahan acara, sebagai tuan rumah, Raka naik ke panggung untuk memberikan sambutan. Saat berdiri di bawah sorotan lampu, rambut peraknya memantulkan kilau dingin, sama sekali tidak mengurangi aura kuatnya."Terima kasih atas kehadiran kalian malam ini. Sebagai ketua baru asosiasi bisnis, aku akan terus berkomitmen mendorong perkembangan bisnis dan inovasi teknologi, serta mendukung talenta-talenta unggul ...."Brielle sedang menunduk sambil menyesap sampanye. Di sampingnya, Ye

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 649

    Brielle mengerutkan alis. Di atas kotak itu terlihat label MD. Sepertinya robot ini memang hasil pengembangan para insinyur MD.Anya bertepuk tangan dengan sangat antusias, lalu menarik ujung baju Brielle. "Mama, cepat buka! Aku mau lihat!"Brielle dan Lastri mengangkat kotaknya ke dalam rumah, lalu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 652

    Ternyata, Brielle sejak awal bukan seseorang yang hidup bergantung pada Raka. Dia memiliki bakatnya sendiri, ambisinya sendiri, bahkan di luar sepengetahuan Raka, dua tahun lalu dia sudah berdiri di garis depan industri penelitian.Dada Raka terasa mengencang.Ekspresi Faye benar-benar berubah. Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 610

    Dengan memiliki perjalanan hidup seperti itu, mana mungkin pria seperti Raka bisa dengan mudah dijatuhkan?Brielle berbincang sebentar dengan Lambert, lalu masuk ke mobil. Lambert menatap kepergiannya. Dia memiliki niat untuk membantu, tetapi dia sadar, dia tidak bisa melakukan apa pun.Karena urusa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 618

    Brielle belum sempat berbicara ketika Anya sudah lebih dulu melingkarkan tangan di leher ayahnya. "Papa, kamu nggak boleh pergi. Aku mau Papa temani aku."Raka tertawa pelan. "Baik, Papa temani kamu.""Mama, kamu cantik sekali hari ini!" Anya baru sadar bahwa ibunya memakai riasan.Riasan Brielle ha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status