Share

Bab 777

Author: Ayesha
Amarah langsung melonjak di dada Brielle. Di satu sisi Raka berkata tidak akan menikah lagi seumur hidupnya, tetapi di sisi lain justru membiarkan Raline menanamkan pemikiran seperti itu pada putrinya. Benar-benar keterlaluan.

"Hmph, aku nggak mau mama baru, aku juga nggak mau Papa menikah dengan orang lain." Anya mengerucutkan bibir kecilnya.

Brielle tertegun. Dia sama sekali tidak pernah mengajari putrinya mengucapkan kalimat seperti itu. Apakah anaknya sudah punya pemikiran sendiri?

"Malam in
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
tuh kan...bener kan...malu gak kamu Raline...anak kecil itu polos..apa yg dia dengar akan dia tanyakan sesuai yg dia dengar....sayangnya ntar Raka mikir brielle marah krn Raline blg lambert akan jd suaminya...dikiranya brielle cemburu pdhl bukan itu..kecuali Anya nanti nanya ke Raka lgs baru paham
goodnovel comment avatar
Suryat
harusnya Raka tanya sm Anya dulu,si Raline kan ucapannya gak bisa di percaya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1513

    Ucapan polos Anya itu menimbulkan riak di hati semua orang yang berada di ruang VIP.Ketiga orang yang duduk di sana serempak mengalihkan pandangan kepada Brielle dan Raka.Wajah Brielle langsung memerah. Kulitnya memang putih, sehingga rona merah di pipinya tampak semakin jelas di balik gaun berwarna sampanye yang dikenakannya.Raka tertawa pelan. Dia berjongkok, lalu mengusap kepala kecil putrinya. "Benarkah?""Iya! Mama cantik sekali, Papa ganteng sekali." Anya lalu bertanya dengan rasa penasaran, "Kalau begitu, kapan Papa dan Mama akan menikah lagi?"Begitu kalimat itu keluar, semua orang kembali terdiam."Anya," kata Brielle akhirnya. Dia berusaha mengalihkan rasa penasaran putrinya. "Lapar nggak? Temani Mama makan, ya."Raline melirik kakaknya, lalu diam-diam memberi isyarat menyemangati dengan tangannya.Raka hanya memperlihatkan senyum tak berdaya tetapi penuh kasih sayang. Dia berkata kepada putrinya, "Mama sudah lapar. Kita temani Mama makan dulu, ya?""Baik!" Anya mengangguk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1512

    Saat itu, sebuah tangan mengambil tasnya, lalu mengulurkan lengannya kepada Brielle."Perlu pegangan?"Brielle awalnya ingin berkata tidak perlu, tetapi urung mengucapkannya. Dia pun mengulurkan tangan dan menggenggam lengan Raka sebagai tumpuan.Gerakan sederhana itu membuat jantung Raka berdebar kencang, lalu segera dipenuhi rasa bahagia yang luar biasa. Dia sedikit mengencangkan lengannya. Saat ini, dia sama sekali tidak peduli apakah mereka akan terlambat atau tidak. Dia justru berharap jarak menuju mobilnya bisa sedikit lebih jauh.Namun, jaraknya hanya sekitar 15 meter, dan mereka pun tiba di samping mobil.Dengan sopan, Raka membukakan pintu mobil. Brielle sedikit membungkuk untuk masuk ke dalam, sementara tangan Raka yang semula melindungi kepalanya dari kusen pintu perlahan ditarik kembali.Pada saat yang sama, dia menyerahkan tas Brielle kepadanya. Brielle menerimanya, lalu melirik waktu. Hari sudah hampir pukul tujuh malam. Langit benar-benar gelap dan lampu-lampu kota baru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1511

    Brielle terus melihat isi pesan itu. Ternyata Raka sempat bertanya apakah dia perlu menjemputnya, lalu memutuskan untuk datang sendiri. Saat ini dia juga hampir tiba.[ Brielle: Nggak usah, aku nyetir sendiri ke sana. ]Brielle menunggu beberapa saat, tetapi tidak mendapat balasan dari Raka. Dia pun mengambil tasnya dan keluar.Begitu melangkah keluar dari lobi gedung laboratorium, sosok pria tinggi yang disinari cahaya matahari senja sudah berdiri di luar.Siapa lagi kalau bukan Raka?Staf resepsionis segera menghampiri untuk menyambutnya, "Pak Raka, Anda sudah datang.""Aku datang untuk menjemput Dokter Brielle," jawab Raka dengan senang hati. Tatapannya tertuju pada Brielle saat dia bertanya penuh perhatian, "Sudah selesai?""Ya, baru saja selesai." Brielle mengangguk, lalu berkata dengan sedikit rasa bersalah, "Maaf, aku lupa melihat waktu."Raka hanya tersenyum."Nggak apa-apa. Pekerjaan lebih penting. Ayo."Begitu mereka berdua pergi, area resepsionis langsung ramai oleh obrolan.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1510

    "Ayahmu cuma diskusi denganku soal penelitiannya. Aku juga nggak banyak tanya. Lagi pula, dengan pengaruh ayahmu saat itu, bukan hal yang sulit baginya untuk mendapat pendanaan."Setelah berkata demikian, Derrick kembali melanjutkan, "Kurasa alasan ayahmu menyetujui kamu keluar dari universitas dan menikah dengan Raka saat itu juga karena beliau berpikir, kalau suatu hari nanti benar-benar terjadi sesuatu padamu, Raka akan meneruskan penelitian itu untuk menyelamatkanmu. Namanya kalian suami istri ""Mungkin perkataanku ini terdengar kurang enak didengar, tapi sebagai orang tua, mereka selalu ingin menyiapkan jalan terbaik untuk masa depan anaknya."Mendengar itu, mata Brielle kembali memanas. Dia bisa membayangkan kecemasan dan pengorbanan ayahnya saat itu."Bisa dibilang, ayahmu telah mencarikanmu keluarga yang bisa menjadi tempatmu bersandar di masa depan," ucap Derrick dengan jujur.Brielle menarik napas pelan. "Aku ngerti niat baik ayahku.""Itu sebabnya, ketika aku dengar kalian

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1509

    Keesokan pagi, Raka meluangkan waktu untuk menemani putri dan keluarganya, karena malam itu adalah perayaan ulang tahun Emily.Sementara itu, Brielle masih harus bekerja, sehingga pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke laboratorium.Ferdian datang lebih awal untuk melakukan berbagai persiapan di laboratorium. Zondi juga merupakan asisten yang sangat bertanggung jawab."Brielle, siang nanti kita harus pergi ke laboratorium Profesor Derrick." Zondi mengingatkannya.Brielle teringat bahwa dia memang sudah membuat janji dengan Derrick untuk membahas analisis data. Dalam penelitian kali ini, laboratorium Derrick juga bersedia memberikan dukungan.Pukul 10 pagi, Brielle dan Zondi tiba di bekas Laboratorium Kasih, yang kini telah menjadi Laboratorium Rine milik Derrick.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Brielle memasuki ruang rapat Derrick. "Brielle, kamu sudah datang. Ayo duduk."Derrick berdiri menyambutnya dengan senyuman hangat.Di samping mereka, Ferdian tampak begitu bersemangat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1508

    Lastri segera membawakan sepiring buah yang sudah dipotong, meletakkannya di atas meja, lalu kembali ke kamarnya.Kini, hanya mereka berdua yang tersisa di ruang tamu.Raka mengambil sepotong apel dan memasukkannya ke mulut, lalu bertanya kepada Brielle, "Besok Nenek ingin merayakan ulang tahunnya sedikit lebih meriah. Kamu sudah punya gaun yang cocok belum? Apa akan ada tamu lain juga?"Brielle mengangkat kepala dan bertanya. Dia mengira mungkin kerabat jauh Keluarga Pramudita juga akan diundang.Raka menggeleng. "Tahun ini Nenek nggak berniat mengundang orang luar. Cuma keluarga kita saja."Setelah itu, dia menambahkan, "Soal gaunmu, biar aku yang atur."Brielle menggeleng. "Nggak perlu. Aku akan urus sendiri."Karena hanya makan bersama keluarga, dia cukup berdandan sedikit lebih rapi, tidak perlu terlalu berlebihan.Brielle mengambil sebutir anggur dan mulai mengupas kulitnya."Tadi sudah pamitan dengan Niro?" tanya Raka tiba-tiba."Sudah," jawab Brielle dengan tenang.Raka tidak m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 572

    Brielle mengantar Derrick ke hotel dan membantu mengatur semuanya. Setelah itu, Frederick datang untuk melaporkan perkembangan bisnis terbaru kepadanya.Setelah berbincang selama setengah jam, Brielle duduk sendirian di sofa tamu lobi hotel. Rasa lelah menyergap. Dia memijat pelipis, menikmati keten

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 592

    Brielle menerima telepon dari Lambert karena Vivian tiba-tiba mengalami biduran di seluruh tubuh. Ibu Lambert sangat cemas. Baru saja pulang dari rumah sakit, dia langsung menyuruh Lambert menelepon menanyakan kondisi pada Brielle.Brielle juga menanyakan beberapa data pemeriksaan, pengecekan alerge

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 596

    "Pak Jared, tolong tambahkan enam ekor babi lagi ke daftar pembelian kalian!" Brielle mengangkat kepala memberi saran.Jared sedikit tertegun. "Babi?""Ya, kita akan menggunakan babi untuk eksperimen. Bisa dipelihara dulu," terang Brielle."Brielle, kamu bercanda ya! Ternak babi di MD?" Faye adalah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 564

    "Terima kasih, Vivian." Anya menerima bunga itu dengan senang hati. Dua gadis kecil itu bahkan saling berpelukan dengan gembira."Anya tampil sangat hebat malam ini," puji Lambert. "Paman bangga padamu.""Terima kasih, Paman Lambert," jawab Anya sopan.Brielle juga mengangguk pada Lambert dengan pen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status