مشاركة

Bab 983

مؤلف: Ayesha
Hal itu membuat Raline memberi label jahat pada Brielle. Ditambah lagi citra Brielle sebagai ibu rumah tangga setelah menikah, membuatnya mengira Brielle hanya tahu menikmati kenyamanan. Dari lubuk hatinya, dia semakin meremehkan Brielle.

Dibandingkan Devina, Brielle hanyalah ibu rumah tangga biasa yang malas di mata Raline. Dia beranggapan bahwa Brielle hanya mengandalkan status sebagai Nyonya Pramudita untuk menerima uang setiap tahunnya.

Baru sekarang dia sadar, Brielle bukan hanya membesarka
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (15)
goodnovel comment avatar
Yeni Herlin
naya udah tao jga, klurga Niro udah tao smua ko awal ktemu sma Agnes brile pamit dluan krna punya anak.
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Maya Ros sependapat jgn rujuk dgn Raka pria TDK tg jawab yg diutamakan cuma siluman betina begitu kring walau baru jadwal HB dgn briele lsg cabut datang u jagain va walau cuma pura2 atau TDK sarapan JD pingsan di LN u pentas selalu didampingi perhatian sekali istri sah dikandang Raka ada u va mesra
goodnovel comment avatar
Suryat
salahnya Raka gak jujur sm Brielle,mungkin Raka mrnganggap Brielle itu gak ada nilai keuntungannya makanya mudah banget ceraikan Brielle
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1547

    Brielle kembali dibuat terdiam oleh ucapannya. Dia memang benar-benar lupa. Belakangan ini pikirannya sepenuhnya dipenuhi pekerjaan di laboratorium sehingga dia tidak punya waktu memikirkan hal lain."Aku ...."Brielle membuka mulut ingin menjelaskan, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.Raka justru berkata dengan nada santai, "Sudahlah. Selama Dokter Brielle nggak merasa rambutku jelek, sebenarnya nggak diobati juga nggka masalah."Maksudnya jelas. Dia tidak peduli dengan pandangan orang lain. Satu-satunya yang dia pedulikan hanyalah pendapat Brielle.Brielle mengangkat cangkir tehnya, lalu mendengus pelan. "Selama nggak memengaruhi kesehatanmu, sebenarnya diobati atau nggak juga nggak ada bedanya."Raka tersenyum tipis. Dia juga tahu kapan harus berhenti menggoda. Dia kembali mengangkat sendok dan mengambil makanan."Renovasi bagian utama vila hampir selesai. Desain interiornya juga sudah dikirim desainer dalam beberapa versi. Kalau malam nanti kamu sempat, kita tentukan bersama.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1546

    "Nggak ada yang nggak bisa kukatakan."Tatapan Raka sedikit meredup saat melanjutkan, "Penyebabnya sebenarnya nggak rumit."Brielle kembali mengangkat pandangan menatapnya.Raka sedikit membungkukkan tubuhnya hingga tatapan mereka sejajar. Matanya yang dalam tertuju pada Brielle saat dia mengucapkan setiap kata dengan jelas."Karena kamu."Brielle terpaku. Jari-jarinya yang menggenggam cangkir teh tanpa sadar mengencang. Dia sama sekali tidak menyangka Raka akan mengatakan alasannya seterus terang itu. Namun, Brielle tidak merasa hal itu ada hubungannya dengan dirinya.Raka juga menyadari bahwa ucapannya tadi mungkin membuat Brielle merasa tertekan dan tidak nyaman. Dia pun tersenyum tipis."Tapi sebenarnya bukan salahmu. Saat itu tekanan mentalku terlalu besar, aku juga kurang beristirahat. Rambutku memutih karena terlalu banyak beban pikiran."Raka menyesap teh. Jakunnya bergerak naik turun."Waktu kamu diculik itu, syukurlah Niro datang tepat waktu untuk menyelamatkanmu. Dia menahan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1545

    Raka yang menyetir, sementara Brielle menunjukkan arah. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan, mereka sudah tiba di restoran.Matahari tengah hari terasa cukup terik. Setelah turun dari mobil, Brielle mengangkat tangan untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan. Saat itu juga, sebuah tangan ikut menaungi kepalanya.Brielle mendongak. Raka tersenyum. Wajahnya yang diterpa cahaya matahari tampak semakin tampan."Ayo."Mereka berjalan memasuki halaman restoran bergaya rumah pribadi itu.Hari itu pengunjung cukup ramai. Untungnya masih tersisa dua meja kosong.Di sana juga ada cukup banyak rekan kerja dari laboratorium. Beberapa meja yang sebelumnya ramai dengan tawa dan obrolan mendadak menjadi sangat hening saat melihat mereka berdua masuk.Brielle merasakan tatapan dari beberapa meja. Bagaimanapun juga, Raka memang terlalu mudah dikenali.Setelah mereka duduk, Brielle melihat para tamu yang tadi berbicara dengan suara keras kini langsung beralih menjadi berbisik-bisik.Setelah B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1544

    Anya mengangguk patuh, lalu kembali bermain. Raka menuangkan segelas air untuk Brielle. Kebetulan Brielle memang sedang haus. Dia menerimanya."Terima kasih."Tatapan Raka tertuju padanya."Brielle, penelitian ilmiah adalah sesuatu yang sangat mulia dan sangat berarti. Jangan merasa bersalah hanya karena nggak bisa selalu menemani putrimu. Mungkin sekarang dia belum sepenuhnya mengerti, tetapi saat dia tumbuh dewasa nanti, dia akan memahami bahwa ibunya sedang melakukan sesuatu yang luar biasa."Brielle tertegun. Dia tidak menyangka Raka bisa melihat perasaan itu.Namun, ucapan Raka benar-benar menghiburnya."Suatu hari nanti, dia akan merasa bangga memiliki ibu sepertimu. Itu juga akan menjadi teladan yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya."Brielle kembali terdiam. Ucapan Raka dipenuhi dorongan, kekuatan, sekaligus dukungan untuknya.Selama ini, dia selalu berusaha mencari keseimbangan antara karier dan perannya sebagai seorang ibu. Terkadang, ketika terlalu banyak waktu dicu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1543

    Malam itu sebenarnya Raka juga tidak minum banyak. Seingatnya, Raka hanya minum dua gelas anggur merah. Namun, apa pun maksud perkataannya, Brielle tidak ingin menanggapi apa pun sekarang. Dia mengernyit lalu berkata, "Sudah malam. Kamu pulang saja dulu."Brielle membuka pintu.Tiba-tiba Gaga berlari keluar dan berputar-putar dengan riang di sekitar kaki mereka. Raka mengusap kepala Gaga, lalu mengangkat kepala menatap Brielle."Gaga kubawa turun dulu."Brielle benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Namun melihat Gaga seolah mengerti, bahkan dengan antusias terus mengitari Raka, dia hanya mengangguk.Keesokan paginya.Brielle pergi menjenguk Harvis. Kondisi lukanya sudah pulih dengan baik dan keadaan mentalnya juga telah kembali seperti biasa. Bahkan asistennya membawa pekerjaan ke ruang rawatnya.Brielle sebenarnya ingin membujuknya untuk beristirahat, tetapi dia tahu seperti apa sikap Harvis terhadap pekerjaan. Harvis selalu mengejar kesempurnaan. Kalau hanya diminta beristirahat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1542

    "Harvis kali ini mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Budi itu terlalu besar. Aku butuh waktu untuk memikirkan cara terbaik membalasnya, tapi jelas bukan dengan cara yang kamu maksud."Sorot mata Raka seketika berbinar. "Aku mengerti."Ternyata memang dirinya terlalu larut dalam pikirannya sendiri dan terlalu tergesa-gesa mendesak Brielle dengan pertanyaan itu.Mereka masuk ke dalam lift. Brielle menekan tombol lantai 28, sementara Raka tidak menekan tombol lantai 27. Brielle pun mengulurkan tangan dan menekannya untuknya."Di rumahmu masih ada obat tidur? Beri aku satu strip lagi," tanya Raka tiba-tiba.Brielle menoleh menatapnya, matanya dipenuhi keterkejutan. "Strip yang kuberikan waktu itu sudah kamu habiskan?"Mata Raka dipenuhi senyum. "Kenapa? Memangnya ada masalah?""Menurutku kamu jangan minum obat tidur lagi, lebih baik pergi periksa ke dokter. Kondisimu sudah cukup serius. Aku sudah pernah bilang, obat tidur nggak boleh dikonsumsi berlebihan."Brielle benar-benar t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 464

    "Lambert punya seseorang yang dia sukai?" Meira mengerutkan alis. "Tapi bukankah ibu Lambert bilang putranya sedang nggak menjalin hubungan apa pun? Nggak punya pacar?""Orang yang Lambert sukai itu bukan dari keluarga terpandang mana pun," ujar Raline dengan mata yang mulai basah. "Dia menyukai Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 492

    Sesi lelang resmi dimulai. Hari ini, para tamu yang hadir semuanya orang berpengaruh. Untuk mendapatkan barang yang diinginkan, bukan cuma butuh uang, tapi juga kesabaran.Di atas panggung, pembawa acara memperkenalkan barang lelang pertama dengan penuh semangat. Tak lama kemudian, seorang sosialita

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 461

    Raka menyipitkan mata, suaranya sedikit merendah. "Maaf, aku nggak bisa mengatakannya."Madeline tertegun. Jangan-jangan orang yang hendak diselamatkan itu punya identitas yang sangat sensitif.Raka pun berbalik dan pergi.Sementara itu, Brielle tidak berada di laboratorium. Dia kembali ke kantornya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 466

    Setelah itu, Louie naik ke atas panggung untuk menyampaikan pidatonya. Sementara itu, Brielle turun dan duduk di sebelah Harvis dengan diam. Sepuluh menit kemudian, konferensi itu pun berakhir dengan lancar.Brielle belum bisa langsung pergi. Madeline secara khusus memintanya untuk tetap tinggal dan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status