Compartilhar

Bab 993

Autor: Ayesha
Mungkin karena Raka telah menyumbangkan jenazah ayahnya, hati ayah Brielle menjadi luluh. Tentu saja, itu hanya salah satu alasan. Alasan yang lebih penting adalah perasaan cinta yang Brielle tunjukkan kepada Raka. Ayahnya melihatnya dengan jelas.

Brielle menarik napas dalam, menarik kembali pikirannya, lalu mengangkat kepala. Di hadapannya, sepasang mata yang dalam sedang menatapnya lekat-lekat. Dia merasa pikirannya terbaca sehingga raut wajahnya semakin dingin.

"Apa lagi? Apa lagi yang ayahku
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 995

    Dalam perjalanan pulang, Raline terdiam cukup lama. Akhirnya, dia berkata kepada Brielle, "Kak Brielle, jadikan saja aku bahan penelitianmu! Selama kamu bisa mengembangkan obat untuk menyembuhkan penyakit Ibu, mau ambil berapa tabung darah dariku juga nggak masalah."Brielle melirik Raline di kursi penumpang depan. Sepertinya kejadian semalam benar-benar membuatnya ketakutan."Penelitian medis bukan hal yang sederhana. Bukan dengan mengambil beberapa tabung darah, lalu langsung bisa menemukan obat.""Tapi ... tapi Ibu nggak bisa nunggu." Air mata Raline kembali mengalir.Brielle tidak berkata apa-apa lagi, juga tidak mematahkan semangatnya. Dalam hal seperti ini, yang terpenting adalah tetap tenang.Di laboratorium, Brielle masuk dan mulai bekerja. Penyakit Meira memang tidak bisa ditunda lagi. Teori yang dia dapatkan sebelumnya masih membutuhkan berbagai pengujian eksperimen. Dia hanya bisa berusaha sebaik mungkin.Di rumah sakit, setelah satu kali penanganan darurat, kondisi Meira me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 994

    Malam itu, Brielle menyingkirkan semua emosinya dan menemani putrinya ke tempat tidur, membacakan buku cerita bergambar untuknya. Hingga putrinya tertidur manis di sisinya, Brielle justru tidak bisa tidur.Raka setuju menyumbangkan jenazah ayahnya demi menukar sampel ibunya. Soal ini, apakah benar seperti yang dikatakan Emily, hanya agar dia tidak merasa terbebani? Atau ada alasan lain?Padahal jelas-jelas dia yang meminta Harvis mencocokkan sampel ibunya. Jadi, apakah sebelumnya Raka benar-benar sudah tahu bahwa sampel ibunya bisa digunakan? Jika memang bisa, kenapa sejak awal dia tidak memberikannya kepada Smith untuk penelitian?Kalau memang begitu, saat dia memberi tahu Smith hari itu, tidak mungkin Smith tampak begitu terkejut. Jadi, apakah Raka masih menyembunyikan sesuatu darinya?Brielle memejamkan mata. Sudahlah, dia tidak ingin membuang waktu lagi memikirkan Raka.Di bawah, di dalam ruangan yang sunyi, kosong, dan gelap, seorang pria berdiri di balkon. Cahaya lampu kota di ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 993

    Mungkin karena Raka telah menyumbangkan jenazah ayahnya, hati ayah Brielle menjadi luluh. Tentu saja, itu hanya salah satu alasan. Alasan yang lebih penting adalah perasaan cinta yang Brielle tunjukkan kepada Raka. Ayahnya melihatnya dengan jelas.Brielle menarik napas dalam, menarik kembali pikirannya, lalu mengangkat kepala. Di hadapannya, sepasang mata yang dalam sedang menatapnya lekat-lekat. Dia merasa pikirannya terbaca sehingga raut wajahnya semakin dingin."Apa lagi? Apa lagi yang ayahku katakan padamu? Kenapa sampel donor ibuku diberikan kepadamu?""Ditukar dengan jenazah ayahku," jawab Raka langsung.Brielle tertegun beberapa detik, lalu segera mengerti. Raka tahu bahwa sampel ibu Brielle cocok untuk menyelamatkan ibunya, jadi dia menukarnya dengan jenazah ayahnya. Itu sangat sesuai dengan gaya bertindaknya. Itulah sebabnya hak penggunaan sampel ibunya ada di tangan Raka.Karena dia telah membayar harga sebesar itu untuk mendapatkannya, memang benar Brielle tidak punya hak un

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 992

    "Hari itu suasana hatiku sangat buruk. Aku ingin mencari ayahmu untuk membahas rencana pengobatan. Aku mendorong pintu dan kamu duduk di meja kerja ayahmu sambil membaca." Raka tersenyum tipis. "Kamu menatapku dengan terkejut. Sepertinya aku yang penuh emosi waktu itu benar-benar membuatmu takut."Brielle memalingkan wajah, tetapi ingatannya kembali pada hari itu. Dia datang mengantarkan makanan. Ayahnya tidak ada di ruangan, jadi dia duduk membaca buku. Tiba-tiba, suara pintu yang dibuka dengan keras membuatnya terkejut. Wajah Raka saat itu sedingin es, tatapannya tajam saat menatapnya."Bukan itu yang ingin kudengar. Aku menyuruhmu bicara inti masalah, tentang kamu dan ayahku." Brielle menoleh kembali, menolak membahas masa lalu mereka.Tatapan Raka menguncinya. Suaranya rendah dan tegas. "Itu memang inti masalahnya. Semua yang terjadi setelahnya karena aku bertemu denganmu. Kamu adalah penyelamatku di masa tergelapku, penghubung yang membuatku dan ayahmu memiliki ikatan yang erat."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 991

    Raka menatap mata Brielle yang jernih seperti air di bawah cahaya lampu, lalu mengangguk. "Mm.""Kenapa nggak pernah memberitahuku?" Brielle tetap menatap lurus ke arahnya. Nada suaranya bukan menyalahkan, lebih ke ingin tahu."Ke rumahku saja. Aku akan memberitahumu semua yang ingin kamu ketahui." Suara Raka terdengar rendah. Jelas, topik seperti ini tidak ingin dia bahas di lorong.Brielle memalingkan wajahnya. Rautnya penuh penolakan dan rasa tidak suka.Tatapan Raka mengunci dirinya. "Selain Raline dan aku, nggak pernah ada orang lain yang masuk ke rumah itu."Dia mengatakan itu agar Brielle tahu Devina tidak pernah menginjakkan kaki ke sana."Tadi aku juga sudah bilang, aku dan dia ...."Brielle mengangkat kepala dan memotong ucapannya dengan dingin, "Urusan kalian bukan topik yang ingin kubahas. Aku hanya ingin bicara tentang urusan ayahku dengan kamu."Raka terdiam sejenak, menatapnya dengan sorot mata membara. "Oke. Ke rumahku. Semua yang ingin kamu tahu akan kuceritakan."Sete

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 990

    "Oh, Raka memang sengaja berpesan padaku dan ibunya supaya nggak memberitahumu. Dia khawatir kamu merasa terbebani," kata Emily lagi.Seketika, perasaan yang sulit diungkapkan bergolak di dadanya. Terkejut, lalu berubah menjadi kebingungan.Raka ternyata membuat keputusan seperti itu dan menyembunyikannya darinya sampai sekarang."Nenek ...." Suara Brielle terdengar agak serak. "Soal ini, apa ayahku tahu itu keputusan Raka sendiri?"Emily mengangguk. "Semua prosedur donasi diurus sendiri oleh Raka."Hati Brielle terasa seperti tertusuk jarum. Raka tidak pernah menyebutkannya sedikit pun."Brie, kamu nggak perlu merasa terbebani. Sudah bertahun-tahun berlalu, keluarga kami sudah lama nggak mempersoalkan hal itu lagi. Nenek hanya sekadar menyinggungnya," ujar Emily.Namun, di matanya tersirat sedikit ketidakberdayaan. Kalau saja cucunya tidak menyimpan semuanya dalam hati, dia juga tak perlu mengungkit hal ini agar Brielle memahaminya."Kamu duduk sebentar, Nenek pergi lihat makanan suda

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status