Share

23. Sebuah Hukuman?

Author: Intans Ranum
last update publish date: 2026-05-24 21:07:26

Feris mulai mendesis marah, tangannya meraih gaun biru dongker itu dan melemparnya dengan sembarangan ke arah Neyra yang langsung menangkapnya dan memegang gaun itu dengan hati-hati.

Feris memperlakukan gaun semahal dan seindah ini layaknya memperlakukan handuk kotor. Anak orang kaya ini memang sombong! Tanpa sadar ingatan perlakuan Feris pada seseorang, sesuatu yang membuat ia menghindari pria seperti Feris kembali teringat, dorongan untuk menantang Feris amatlah besar, meskipun sisi lain diri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    37. (Bukan) Sebuah Masalah

    “Setelah apa yang diperbuat olehnya di belakangmu?!”“Dan apa masalahmu?”“Masalah ku? Bukankah seharusnya kamu yang mempermasalahkannya? Dia mencurangimu dengan berselingkuh di belakangmu, well dia sedang mengulangi tabiat aslinya dengan tokoh yang sama hanya pemerannya yang tertukar.Rahang mengetat di serta tatapan tajam yang diberikan Feris tak mampu membuat Mehra berhenti. “Tiga bulan lagi, kamu benar akan menceraikannya, kan Fer?” "Jadi benar kamu harus ditegaskan, aku hanya menganggapmu sebagai teman lamaku dan partner kerjaku, dan harus berapa kali aku bilang, aku tak suka siapapun ikut campur. Setelah ini aku tak ingin dengar pertanyaan omong kosong lagi terlebih darimu.” Mehra tercengang mendengar nada dingin dan peringatan pada ucapan Feris. Lalu mencoba mencari arti lain di manik Feris dan berakhir sia-sia. Ketajaman dalam tatapan Feris menunjukkan bahwa pria itu serius dan hanya ada satu arti dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya. "Kupikir ... kupikir kita bisa

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    36. Cemburu

    Neyra tersentak, matanya membola lurus ke arah Feris. Lagi-lagi seperti ini Feris dan egonya setinggi langit. Namun kali ini ia ingin sekali lagi menunjukkan kepada Feris bahwa ia tak mau menuruti kata-kata pria itu. Ia tahu, ia harus menuruti keinginan Feris. Karena mereka masih dalam kesepakatan. Akan tetapi, ia tak bisa menahan diri untuk membangkang. Dia bukan lagi boneka yang bisa seenaknya Feris perintah. Ia tak terima Feris menyepelekannya. Mempermainkannya sesuka hati pria itu lalu dibuang seperti kain lap yang tak berguna. Kalaupun ia tidak berdaya dengan tindasan Feris, paling tidak ia akan memberontak untuk sedikit menyusahkan pria itu.Feris menggeram. Penentangan Neyra terdengar seperti gendang peperangan yang siap ditabuh. Jika wanita itu ingin permainan, mari kita tunjukkan siapa pemimpin permainan yang sebenarnya. Tangan Feris mengambil bingkai berukuran kecil disampingnya lalu melemparnya ke dinding hampir mengenai tubuh Neyra berdiri. PRANGGG…Neyra membungkuk, kedu

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    35. Alasan Berduaan

    “Dua bulan lagi diceraikan? Apa Maksudmu Mehra?” Mehra tersenyum meremehkan sembari menatap wajah Neyra yang pias bahkan tubuhnya hanya mematung perlahan menunduk. “Upss… apa kamu juga belum tahu, Ney? maksudku bukannya mamanya Feris atau Feris sudah memberitahumu? atau Karenina mungkin, aku tahu dari Feris kalian sudah beberapa kali bertemu,”“Ney? Apa benar begitu?” tanya Regas memburu.Neyra mendongak dan tersenyum kering. “Aku nggak nyaman membicarakan urusan rumah tangga pada orang lain seperti kalian dan kenapa sih kalian harus mempedulikan urusan rumah tangga orang lain, seperti udah nggak punya urusan sendiri saja,”Neyra menandandaskan minumannya dalam satu tegakkan, tak peduli dengan gerakannya yang sembrono. Dan saat itulah ponsel nya berbunyi menunjukkan nama Feris lah yang jadi pemanggilnya.“Feris,… sepertinya dia sudah melihat foto kalian berdua yang aku kirim padanya,” seru Mehra setelah mengintip ponsel Neyra.“Apa kau bilang? Foto kami?”Dan Mehra hanya tersenyum, i

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    34. Sudah Goyah

    “Aku bilang nggak bisa! Aku takut keguguran! Arrgghh…”“Keguguran?” saut Feris mengambang. "Ckkk… Lepas..." Panggilan Neyra terpotong oleh bibir Feris yang segera membungkamnya. Dan hati, Neyra menyumpahi Karenina yang membawa pria itu pulang dalam kondisi mabuk seperti ini.Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, Neyra berusaha menyingkirkan tubuh Feris dari atasnya. Tetapi melawan kekuatan pria Feris jelas bukan ide yang bagus. Hasrat pria itu sudah tak terbendung lagi. Bahkan ia tak bisa melonggarkan cekalan Feris di kedua tangannya.Pria itu melucuti pakaian keduanya dan melemparnya ke sembarang arah. Dan saat Feris melepaskan bibirnya, berteriak meminta tolong juga ide yang lebih tolol lagi. Feris adalah suaminya sendiri.Pada akhirnya, Neyra tetap tak berdaya di hadapan keinginan Feris. Napas pria itu semakin menggebu, tak pernah puas. Esok pagi, Neyra bangun terlambat meski turun dari tempat lebih dulu. Ia lekas membersihkan badannya, tepat ketika keluar dari bilik, Feris mel

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    33. Pulang Dengan Karenina

    Dua Hari Kemudian“Jadi suamimu masih belum pulang?”“Belum, well… terimakasih info dan sarannya, sepertinya aku sudah mantap akan berinvestasi di properti, aku suka usulan lokasi kontrakan di pinggir kota yang kamu bilang itu.”“Bagus, berarti bagaimana jika besok kita bertemu untuk menghitung modalnya sekalian aku jelaskan lebih jauhi,”“Ya, ayo kita bertemu besok, terimakasih banyak Regas,”“Anytime,” tutup Regas.Neyra menggeliatkan tubuhnya sejenak sembari mengedarkan pandangannya di kamar.Hanya ada dirinya di kamar tersebut. Meski biasanya Feris pulang terlambat, kali ini pria itu sudah dua hari tak pulang. Pun begitu, ia tak akan menghubunginya lebih dulu, Neyra masih kecewa dengan jawaban Feris malam itu. Hubungan mereka semakin asing sejak kedatangan Karenina kembali ke Indonesia dan mulai menginvasi hidup Feris. Dan itu memudahkannya untuk mendapatkan jarak untuk ia mempertimbangkan pilihan apa yang harus ia ambil untuk hidupnya dan anak dalam kandungannya tanpa ikut andil

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    32. Kapan Ceraikan Aku?

    Tanda positif semakin jelas terlihat. Kini, Neyra sadar, ia tidak sedang bermimpi. Tangannya gemetar tak terkendali hingga test pack terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai kamar mandi. Perasaannya semakin kacau.Neyra tidak berani membayangkan seperti apa hidup-nya nanti. Selama ini, Neyra tidak pernah peduli dengan anggapan atau pikiran orang tentang dirinya, tetapi hamil tanpa pasangan belum pernah terlintas di benaknya. Neyra menangkupkan tangan pada wajahnya, tidak pernah mengira ini semua akan terjadi pada dirinya. Air matanya mengalir.Sudah begitu lama ia meninggalkan keluarganya untuk hidup mandiri. Tidak ada sanak saudara yang membantunya. Neyra bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidupnya,dan belum berminat untuk menjalin hubungan dengan lelaki manapun setelah Marcel-kekasihnya mengkhianatinya. Lelaki itu berselingkuh dengan teman sekerja Neyra yang selama ini telah menjadi teman curhatnya.Tujuan hidup Neyra hanya satu; dapat hidup layak dari hasil keringat sendi

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    16. Saling jujur

    “Siapa dia, Fer?” kesal wanita cantik itu.“Dia Neyra,” jawab Feris menggantung, masih menatap lurus Neyra yang menunggu jawabannya.Neyra tersenyum sinis, saat tahu itulah jawaban Feris. “Maaf, mengganggu tapi aku datang untuk mengantar berkas super penting ini, aku permisi.”Tanpa menunggu jawaba

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    6. Hari Pernikahan

    “Atau apa?! Hah!” sentak Neyra menentang.Neyra memutar bola matanya, kalimat ke-overprotective-an pria ini benar-benar membuat muak. Saat pria itu berniat membalikkan badannya dan akan menempelkan bibir mereka, Neyra segera bangkit dari tidur. Sebelum semuanya kembali terlambat. "Aku harus pergi,

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    5. Sebuah Permainan

    “Selalu kamu yang berlari padaku lebih dulu, Ney." Bibir Feris menempel di telinga Neyra. Berbisik lembut namun mampu membuat Neyra bergidik ngeri. Neyra termenung, tak mampu menampik atau bersilat lidah lagi, dan ia pasrah saat Feris menahan kepala lalu menciumnya dalam, membiarkan Feris membuka

  • (Bukan) Pernikahan Tipuan    4. Percintaan di Ruangan Bos

    "Kamu memilih urusan yang salah denganku, eh.”Mehra tersentak akan reaksi Feris yang terlewat santai bahkan setelah ia mengaku permainannya. “Dengar! Aku sedang sibuk sekarang. Harus berapa kali aku harus bilang bahwa aku nggak suka diganggu di jam kantor seperti ini!”“Fer, kamu serius masih mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status