Share

80

Penulis: Fatmah Azzahra
last update Tanggal publikasi: 2026-08-04 21:00:55

Kemarahan Jenderal Marcus yang baru saja meledak-ledak karena merasa dipermainkan oleh Tabib Anand, perlahan menggantung canggung di udara.

Sang Leopard Buas masih berdiri dengan dada kembang kempis, siap memuntahkan rentetan makian baru kepada pria bersuku rusa yang masih menyunggingkan senyum tenang di hadapannya itu.

Namun, senyum elegan di bibir Tabib Anand tidak bertahan lebih dari lima detik.

Tepat setelah memamerkan benang pelacak perak yang menjuntai di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
eany ajjach
semoga bulunya cepet ketemu sebelum thomas bangun
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
ayok cari sana, kalian bertiga cuss
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
bisa bisanya kantong nya bolong 🫣
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   82

    Benang pelacak berwarna perak kebiruan itu membentang lurus membelah sisa-sisa kabut pagi, menjadi satu-satunya kompas yang menuntun tiga pria terkuat Kerajaan Moon menembus hutan belantara.Di posisi terdepan, Pangeran Alexander melesat bagai bayangan hitam. Hawa membunuh masih menguar pekat dari tubuh Sang Jenderal Naga.Di sebelahnya, Jenderal Marcus melompat dari satu dahan ke dahan lain dengan kelincahan seekor predator buas.Tabib Anand mengikuti di belakang mereka dengan napas yang mulai tersengal, mengerahkan seluruh sisa mananya untuk mempertahankan wujud benang pelacak tersebut agar tidak putus.Ketiganya terus bergerak ke arah timur laut, menjauhi perbatasan lembah barat. Namun, setelah berjam-jam berlari tanpa henti, pemandangan hutan pinus yang rimbun perlahan mulai berubah drastis.Pepohonan hijau digantikan oleh tanah gersang yang retak-retak.Bau kehidupan alam memudar, tertelan oleh aroma busuk dari lim

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   81

    Kenyataan bahwa Bulu Merah Phoenix Api telah hilang tertelan lumpur hutan menghantam kewarasan ketiga panglima perang itu layaknya eksekusi mati.Di tengah fajar yang kian menyingsing, udara di perbatasan lembah barat terasa begitu beku dan mencekik.Tabib Anand masih berlutut di tanah basah, mengais-ngais sisa-sisa daun kering dan kubangan lumpur dengan tangan gemetar, berharap keajaiban akan memunculkan kembali pendaran merah suci peninggalan istrinya.Namun, harapan itu hanyalah ilusi kosong.Benda sekecil itu telah raib, tertimbun kekacauan dari pertarungan brutal yang baru saja terjadi.Menyadari penyebab utama dari tragedi kehilangan ini, kesedihan yang sempat melumpuhkan Jenderal Marcus seketika menguap, digantikan oleh murka yang menyala-nyala bak api neraka.Sang Leopard Buas memutar tubuhnya dengan gerakan patah-patah. Sepasang netra zamrudnya yang menyipit buas langsung terkunci pada sosok pria berekor sembil

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   80

    Kemarahan Jenderal Marcus yang baru saja meledak-ledak karena merasa dipermainkan oleh Tabib Anand, perlahan menggantung canggung di udara.Sang Leopard Buas masih berdiri dengan dada kembang kempis, siap memuntahkan rentetan makian baru kepada pria bersuku rusa yang masih menyunggingkan senyum tenang di hadapannya itu.Namun, senyum elegan di bibir Tabib Anand tidak bertahan lebih dari lima detik.Tepat setelah memamerkan benang pelacak perak yang menjuntai di udara, tangan kiri Anand secara refleks meraba pinggangnya untuk merapikan jubahnya yang sempat berantakan saat disandera oleh Thomas.Di detik itulah, pergerakan sang tabib mendadak membeku kaku.Jari-jemari Anand meraba sebuah kantung kecil berbahan sutra yang selalu terikat di sabuknya. Kantung itu terasa kempes.Saat ia menunduk untuk memastikannya, mata cokelat Anand membelalak lebar. Bagian bawah kantung sutra itu telah robek memanjang, sepertinya tersayat oleh

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   79

    Vonis mematikan yang dilontarkan Marcus menggantung di udara pagi, meninggalkan gema kepahitan yang menyayat hati.Sang Jenderal Leopard membalikkan badannya dengan napas memburu, meninggalkan tubuh Thomas yang terkapar tak berdaya di atas tanah berlumpur.Namun, melangkah menjauh dari sang rubah pengkhianat sama sekali tidak meredakan neraka yang tengah berkobar di dalam dada Marcus.Justru sebaliknya. Kesadaran bahwa mereka telah gagal, bahwa Liliyana telah lolos membawa satu-satunya kunci untuk menyelamatkan Elloist, menghantam akal sehatnya dengan kekuatan seribu badai."ARGGGHHH!"Raungan brutal yang dipenuhi keputusasaan absolut meledak dari tenggorokan Marcus.Sang Leopard Buas tidak bisa menahannya lagi.Rasa frustasi, ketidakberdayaan, dan ketakutan akan kehilangan wanita yang paling ia cintai mengubahnya menjadi mesin penghancur tanpa akal sehat.Marcus melesat ke arah rimbunnya pepohonan mati di

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   78

    Tubuh jangkung Sang Penasehat Hukum Utama itu ambruk menghantam tanah dengan bunyi debuman yang teredam oleh lumpur.Jubah sutra peraknya yang koyak dan bersimbah darah kini ternoda oleh kotoran. Mata biru ilusinya terpejam rapat, napasnya berhembus lemah dan putus-putus.Thomas telah sepenuhnya kehilangan kesadaran, ditaklukkan oleh kombinasi luka fisik yang parah dan sihir tidur absolut dari Tabib Anand.Melihat penghalang terakhir mereka tumbang, Jenderal Marcus dan Pangeran Alexander melesat maju dengan kecepatan yang mengoyak udara fajar.Marcus tiba lebih dulu di sisi tubuh Thomas yang tak berdaya. Amarah yang sejak tadi mendidih di dalam darah Sang Leopard Buas kini meledak tanpa bisa dibendung lagi.Di mata Marcus, pria berekor sembilan yang terkapar di bawah kakinya ini bukanlah rekan sesama panglima, apalagi sesama suami dari wanita yang ia cintai.Thomas adalah pengkhianat. Seorang pengecut egois yang lebih m

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   77

    Dentingan pedang obsidian yang menghantam tanah berlumpur masih menyisakan gema yang menyayat harga diri. Di bawah langit fajar yang semakin terang, udara di perbatasan lembah barat itu terasa luar biasa pekat, seolah seluruh oksigen telah tersedot ke dalam pusaran amarah dan keputusasaan.Pangeran Alexander berdiri kaku dengan kedua tangan kosong yang terkepal erat di sisi tubuhnya. Api naga di sekeliling kakinya memang telah padam, namun sepasang netra keemasannya menyala-nyala oleh murka absolut.Di sebelahnya, Jenderal Marcus memamerkan deretan giginya yang bergemeretak menahan emosi, napasnya memburu layaknya predator yang dipaksa mundur dari mangsanya."Kami sudah menjatuhkan senjata, Thomas!" raung Marcus, urat di lehernya nyaris pecah. "Sekarang lepaskan dia! Jika kau berani menggores urat nadinya satu milimeter saja, aku akan menguliti dagingmu hidup-hidup!"Thomas tertawa getir, darah segar kembali menetes dari sudut bibirnya,

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu t

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status