Accueil / Male Adult / (Bukan) Selingkuhan Biasa / Bab 34. Rasa Mual Karena Luna?

Partager

Bab 34. Rasa Mual Karena Luna?

Auteur: Nona Muda
last update Date de publication: 2026-06-04 04:06:33

Beberapa jam kemudian, mobil Corolla tua itu akhirnya dengan selamat sampai di tujuan.

Tadi, sepanjang perjalanan melintasi jalur tol dari Bandung menuju ke Jakarta, suasana di dalam mobil terasa canggung dan sunyi, mirip kayak kuburan.

Tidak ada musik yang diputar, tidak ada obrolan, hanya deru mesin tua, dan ketegangan yang merayap di antara Lexi di kursi kemudi dan Angel yang duduk membisu di kursi belakang.

Begitu mobil berbelok memasuki kawasan elit perumahan mewah di Jakarta Pusat
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 69. Mencari Tahu Tentang Luna

    Mendengar ancaman telak dari Angel, Baron sama sekali tidak menunjukkan raut wajah takut atau panik.Sebaliknya, pria itu justru mendengus meremehkan. Tanpa memedulikan tatapan tajam dari sang istri, Baron menunduk dan memapah tubuh lemas Luna dari lantai marmer yang dingin.Baron melingkarkan lengan kokohnya, memeluk pinggang Luna dengan protektif dan merapatkan tubuh wanita itu ke dadanya.Sikap itu sengaja dia tunjukkan pada Angel, seolah ingin mengatakan jika Angel tidak lebih berarti dibandingkan dengan Luna.Lexi yang melihat itu rasanya gemas sekali, kalau saja dia sedang tidak malas, dia pasti sudah menghajar Baron.Baru kali ini dia melihat seorang pria yang begitu bodoh, lebih tepatnya dungu, membela wanita yang menurut Lexi agak mencurigakan."Aku tidak peduli dengan ancamanmu, Angel. Jangan pernah sekali-kali kamu bermimpi bisa mengusir Luna dari rumah ini," jawab Baron.Luna yang berada di dalam pelukan Baron seketika menghentikan tangisnya. Dia langsung menatap Angel den

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 66. Macan Betina Mengamuk

    "Gas! Hajar terus Nyonya! Kasih paham biar nggak tuman!" seru Lexi penuh semangat dari sudut dapur, sepenuhnya melupakan rasa mualnya demi menonton pertandingan gratis antara Luna dan Angel.Mendengar dukungan dari supir pribadinya, semangat bertarung Angel semakin berkobar. Tarikan tangannya pada rambut panjang Luna kian mengencang. Angel benar-benar meluapkan seluruh kekesalannya, bukan hanya karena kelakuan gatal Luna malam ini, tapi juga akumulasi rasa dongkolnya pada Baron selama bertahun-tahun."Angel! Stop! Sakit banget, woy! Lepasin ... aaakh!" jerit Luna histeris. Kepalanya terombang-ambing mengikuti gerakan tangan Angel yang beringas."Nggak akan aku lepas sampai kamu sadar posisi kamu di rumah ini!" bentak Angel gahar, napasnya memburu pekat.Luna yang mulai kehabisan tenaga untuk membalas cengkeraman Angel akhirnya mulai menangis. Dia panik karena tarikan Angel mulai menyenggol area wajah dan pelipisnya. Dengan sisa tenaga yang ada, Luna mencoba melindungi wajahnya deng

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 65. Musang Berahi

    "Lexi, aku penasaran sama kamu, apa kamu kalau bercinta jauh lebih kuat dari Baron atau enggak, ya?" ucap Luna dengan nada genit, tidak sadar calon korban di depannya ini sudah ingin muntah.Mendengar kalimat yang menjijikkan itu, gejolak di perut Lexi benar-benar sudah sampai ke tenggorokan. Rasa mualnya melebih-lebihi rasa mual orang hamil! "Bisa nggak kamu itu nggak usah kegenitan sama kegatelan begini! Seumur hidup, kamu itu satu-satunya wanita yang bisa membuat aku alergi!" ketus Lexi, berharap Luna sadar diri dan bisa segera enyah dari hadapannya. "Alergi? Aku ini cantik, tidak kalah seksi dari Angel, kenapa kamu selalu menolak aku, Lex?" tanya Luna, merasakan gondok setengah mati, padahal dia sudah tidak tahan ingin merasakan seperti apa rasanya disentuh oleh Lexi. Lexi meletakkan kedua tangan di depan dada berusaha menghalau Luna untuk menjauh, tapi nampaknya usaha Lexi sia-sia saja. Luna mengulas senyum tipis yang sarat akan arti terselubung. Alih-alih mundur karena dibe

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 64 Lebih Kuat Kamu Atau Baron?

    Mendengar instruksi gila yang baru saja meluncur dari mulut Lexi, suasana di meja bar itu mendadak hening seketika. Chika, Vina, dan Amel saling berpandangan. Otak mereka mencoba mencerna kalimat terakhir yang diucapkan oleh supir pribadi berwajah tampan itu. "H-Hamil anak Alexis Permana?" ulang Amel dengan suara bergetar. Tiba-tiba, ekspresi wajah Amel berubah drastis. Gadis berambut cokelat itu terdiam seribu bahasa, matanya membelalak sempurna menatap lekat-lekat ke arah wajah Lexi. Sebagai gadis yang sudah lumayan lama merantau di Jakarta, telinganya tentu tidak asing dengan nama belakang yang sangat sakral tersebut. Chika yang menyadari perubahan raut wajah temannya langsung menyenggol lengan Amel, lalu beralih menatap Lexi dengan kening berkerut bingung. "Tunggu dulu, Mas Lexi... kok nama belakangmu... maksudku nama keluargamu itu mirip banget sama Pak Abraham Permana?" celetuk Chika dengan nada heran. "Itu lho, triliuner nomor satu Indonesia yang punya gedung-g

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 63. Maju Bertiga, Nggak Masalah!

    Chika dan kedua temannya saling berpandangan sejenak dengan mata berbinar-binar. Membayangkan bisa masuk ke dalam pesta konglomerat kelas atas di Jakarta adalah impian mereka. Tanpa berpikir panjang tentang apa rencana asli Lexi, mereka langsung mengangguk setuju dengan penuh semangat. "Deal ya, Mas!" seru Chika kegirangan sambil bertepuk tangan pelan. Dua temannya pun ikut tersenyum lebar, membayangkan megahnya pesta orang kaya yang baru saja dijanjikan oleh Lexi. Namun, bukan Chika namanya jika melewatkan kesempatan untuk menggoda pria jangkung di sebelahnya. Gadis itu kembali mencondongkan tubuhnya, menatap Lexi dengan tatapan sayu yang sarat akan godaan. "Tapi Mas Lexi, urusan pesta minggu depan kan masih lama. Berarti tawaran kami yang tadi untuk main berempat siang ini masih berlaku dong? Masa kamu tega menolak tiga wanita cantik sekaligus?" celetuk Chika dengan nada manja. Temannya yang berambut pendek ikut mengangguk setuju. "Iya, Mas. Main permainan di pest

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 62. Jangan Kebawa Perasaan, Nyonya!

    Deg! Pertanyaan Angel yang tiba-tiba membuat senyum Lexi langsung berhenti seketika. Sepasang matanya berkedip beberapa kali, menatap lurus ke arah Nyonya mudanya yang kini sedang menyipitkan mata di balik kacamata hitam besar. 'Kacau ini kalau sampai ketahuan,' batin Lexi. Dia melihat senyum di wajah Angel pun mulai hilang, semenjak kejadian du Bandung dan di hotel, Lexi bisa merasakannya, wanita itu menjadi sedikit lebih posesif dan cemburuan, padahal hubungan mereka kan bukan hubungan emosional yang sewajarnya. Namun, bukan Lexi namanya kalau langsung panik hanya karena interogasi dadakan seperti ini. Dia segera mengubah ekspresi di wajahnya memberikan senyuman tipis yang menyebalkan sekaligus menggoda. Lexi melangkah maju satu langkah, sengaja memangkas jarak di antara mereka. Dia sedikit menundukkan kepala, menatap lekat-lekat bibir merah Angel. "Nyonya Sayang, kamu ini lagi cemburu ya?" tanya Lexi, Lalu memainkan kedua alisnya. Bukannya langsung menjawab, Ange

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 35. Majikan vs Kacung

    Pria itu benar-benar sudah gelap mata. Kehilangan akal sehat akibat harga dirinya yang terus diinjak-injak di depan Luna, Baron refleks mengangkat satu tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara, bersiap melayangkan tamparan keras ke arah wajah cantik Angel.Angel spontan memejamkan kedua matanya erat-

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 33. Lemas? Mau Lagi, Nyonya?

    "Bukan siapa-siapa, Nyonya. Cuma Tuan Baron yang menanyakan posisi kita," jawab Lexi dengan nada santai seraya memasukkan ponsel bututnya kembali ke dalam saku celana jins pudar miliknya. Dia memutar tubuh tegapnya, menatap Angel yang baru saja melangkah keluar dari ambang pintu kamar dengan pakaia

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 32. Jangan-Jangan, Memang Mandul?

    Mendengar nama Chris disebut, Baron langsung mengetatkan rahangnya. Ketegangan langsung merayap di dalam ruangan, kenyamanan yang dia rasakan bersama Luna tadi langsung menguap begitu saja. Chris—atau Christian Van Holden—adalah sepupu kandungnya yang paling arogan, sekaligus serigala kelaparan ya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 31. Ceraikan Saja Dia...

    "Kembali ke Jakarta sekarang juga! Cepat siapkan mobil!" perintah Angel tanpa basa-basi. Lexi tidak langsung menjawab. Dia hanya berdiri diam di tempatnya, membiarkan pergelangan tangannya masih dicengkeram erat oleh tangan Angel yang sedikit gemetar. Lexi mengalihkan pandangannya dari kejauha

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status