author-banner
Nona Muda
Author

Romane von Nona Muda

(Bukan) Selingkuhan Biasa

(Bukan) Selingkuhan Biasa

DewasaIdentitas TersembunyiCantikPewarisPerselingkuhanPerbedaan UsiaPengkhianatan
"Lexi, kalau kau bisa menghamili istriku, aku akan memberikan sejumlah uang yang cukup untuk biayamu hidup seumur hidup!” Awalnya Lexi berpikir, tugasnya sangat mudah, selesai menghamili Sang Nyonya, dia akan pergi dari rumah majikan sialannya, lalu menikmati hidup dengan uang yang diberikan Baron. Tapi, siapa sangka, saat Lexi berhasil melakukan tugasnya, dia benar-benar dibuat terkejut. "Nyo-Nyonya, kok ada darah di seprei? Jangan-jangan Nyonya masih perawan?" Yang semula hanya sebatas bersenang-senang, berubah menjadi rasa bersalah. Dan lagi, identitas Lexi sendiri tidak semudah yang dipikirkan orang lain.
Lesen
Chapter: Bab 18. Masih Perawan
"S-Sakit ... Lexi," ulang Angel dengan suara yang nyaris seperti rengekan anak kecil.Lexi terdiam sejenak, lalu keningnya mengerut, ada sesuatu yang aneh, iya, aneh. Meski dia sudah memberikan pemanasan lebih dulu, lalu Angel pun sudah benar-benar basah, seharusnya pelumas alami itu melancarkan jalannya.Tapi ini?Sempit.Betul-betul sangat sempit!Seperti gadis perawan yang belum pernah dijamah oleh sentuhan lelaki manapun.Tapi Lexi memilih diam, tidak berkata apa-apa. Mungkin Angel memang sudah lama tidak disentuh, pikirnya.Baron dikatakan dingin, mungkin karena sudah bertahun-tahun mereka tidak berhubungan intim. Maka wajar jika jalur itu kembali merapat seperti perawan."Kamu tegang, Angel," gumam Lexi, napasnya memburu karena menahan gairah yang terus menggedor-gedor kesabarannya. "Rileks, Sayang. Aku tidak akan melukaimu," kata Lexi lagi, berusaha menenangkan Angel agar bisa menikmati pelayanan dari dirinya.Angel menggigit bibir bawahnya yang mulai pucat. Air mata masih me
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-28
Chapter: Bab 17. Kamu Basah, Sayang ....
Lexi tidak memberikan kesempatan lagi bagi Angel untuk protes. Lexi menundukkan kepalanya, mengecup lembut setiap sisi kulit kedua paha Angel.Angel menggigit kuat-kuat bibirnya, menahan gejolak aneh yang mengentak-entak kewarasannya.Sentuhan basah dan hisapan lembut yang diberikan Lexi di sana seketika membuat tubuh Angel tersentak, pinggulnya bergerak refleks ke atas karena sensasi asing yang menyengat."Lexi... stop...," lirih Angel, mencoba mendorong kepala Lexi dengan tangan yang sama sekali tidak bertenaga.Lexi mendongak sekilas, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman nakal. "Baru dimulai, Nyonya. Kenapa disuruh berhenti?""Aku—ahh...."Angel dengan cepat membekap mulutnya sendiri menggunakan punggung tangan.Suara memalukan itu lolos begitu saja saat lidah Lexi mulai bermain di area sensitifnya. Tubuh Angel melengkung, ia mencengkeram seprai sutra di bawahnya hingga kusut. Pengalaman pertama ini terasa terlalu intens, terlalu gila, bahkan kepalanya tidak lagi sanggup ber
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-28
Chapter: Bab 16. Tubuh Indah Nyonya Muda
Lexi menggeram rendah di sela-sela ciuman mereka. Tangannya yang berada di pinggang Angel bergerak naik, menyusuri lekuk tubuh sang nyonya yang terbalut gaun tidur merah marun berbahan satin tipis. Kain sutra itu terasa begitu halus, setiap lekuk tubuh Angel begitu terasa di telapak tangan Lexi.Tanpa memutuskan tautan bibir mereka, jemari Lexi yang lihai bergerak ke arah bahu Angel. Dengan satu gerakan lambat, ia menyusupkan jarinya ke bawah tali tipis gaun tidur tersebut, lalu melorotkannya perlahan.Kain satin merah marun itu meluncur turun dari bahu mulus Angel, mengekspos kulit putihnya yang langsung meremang begitu bersentuhan dengan udara dingin kamar.Angel langsung menahan napas, tubuh bagian atasnya sudah telanjang dibuat Lexi.Detak jantungnya kian berpacu liar, menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan Lexi terhadap dirinya.Lexi menjauhkan wajahnya beberapa sentimeter, membiarkan napas mereka yang memburu saling berkejaran. Mata tajam Lexi menggelap penuh gairah saat m
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-28
Chapter: Bab 15. Ciuman Memabukkan
Mobil mulai menanjak memasuki kawasan perumahan elite di utara Bandung saat langit berubah dari gelap menjadi biru keunguan. Kabut tipis masih menyelimuti pepohonan rindang. Udara dingin pegunungan merayap masuk, membuat Angel menggigil."Kedinginan, Nyonya?" tanya Lexi. Tanpa menunggu jawaban, dia meraih jaket kulit hitamnya yang terlipat rapi di kursi belakang dan menyampirkannya ke pundak Angel.Angel menegang sebentar. Jaket itu hangat, dan wangi Lexi—campuran parfum kayu amber dengan aroma alami kulitnya—langsung menyergap indranya. Wangi itu begitu maskulin, dan agak memabukkan, menggelitik sesuatu di dada Angel."Jaketmu wangi," ucap Angel spontan.Lexi tertawa kecil. "Itu wangi saya, Nyonya. Bukan jaketnya."Angel melebarkan mata, lalu menoleh tajam ke arah Lexi. Pria itu masih fokus menyetir dengan satu tangan, wajah tampannya tidak berubah ekspresi. Tapi Angel yakin, Lexi sedang tertawa dalam hati."Kamu semakin kurang ajar, ya," desis Angel."Kalau sekarang saya nggak kuran
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-27
Chapter: Bab 14. Menyambung Malam Pertama
Angel perlahan membuka kedua matanya yang basah oleh air mata. Bayangan akan tamparan keras yang dia tunggu-tunggu ternyata tidak pernah datang.Di depannya, Baron sedang mendesis kesakitan dengan wajah memerah, sementara pergelangan tangan kekarnya terkunci mati oleh cengkeraman satu tangan Lexi yang tampak begitu kokoh seperti jepitan baja.Tatapan mata Lexi malam itu benar-benar berbeda. Tidak ada lagi binar mata seorang supir yang penurut atau pelayan yang bisa diperintah sesuka hati.Yang ada hanyalah sorot mata dingin seorang pria yang sedang melindungi miliknya.Kalimat 'Jangan pernah menyakiti wanita saya' yang baru saja diucapkan Lexi terus berdengung di kepala Angel, mengirimkan desiran aneh mengalir hangat ke dadanya.Namun, rasa muak Angel terhadap Baron dan wanita bernama Luna itu sudah berada di titik nadir. Dia tidak sudi menghabiskan satu detik pun lagi untuk menghirup udara yang sama dengan suaminya yang munafik itu."Lexi, lepas," ucap Angel, suaranya mendadak beruba
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-27
Chapter: Bab 13. Baron Selingkuh
Lexi memutar tubuhnya, lalu berjalan santai menghampiri Angel yang sedang duduk gelisah di atas sofa VIP."Gimana, Lexi? Kamu dapat nomor kamarnya tidak!" cecar Angel langsung berdiri begitu melihat Lexi mendekat. Jari-jarinya mencengkeram lengan Lexi dengan erat.Lexi mengangguk dan menjawab, "Dapat, Nyonya. Tebakan Nyonya seratus persen akurat. Tuan Baron tidak sedang menemui klien bisnis manapun. Resepsionis tadi bilang, Tuan Baron langsung naik ke lantai dua belas menggunakan lift khusus.""Lantai dua belas?" Mata Angel berkilat tajam, napasnya tertahan. "Kamar nomor berapa?""Kamar nomor 1208, Nyonya. Tapi ada satu informasi tambahan dari pelayan hotel tadi," Lexi sengaja menjeda kalimatnya, menatap lekat-lekat wajah pias Angel, ingin membuat wanita itu semakin penasaran, "kamar itu kabarnya bukan disewa atas nama perusahaan, melainkan kamar jangka panjang yang ditempati oleh seorang wanita."Deg!Bagai dihantam palu godam, tubuh Angel mendadak limbung satu langkah ke belakang. W
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-27
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status